<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sejarah &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Sep 2023 06:59:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>sejarah &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sejarah Offside dan Perkembangannya</title>
		<link>https://speakbola.com/sejarah-offside-dan-perkembangannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2022 10:35:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[offside]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1581</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Dalam sepak bola, ada sejumlah peraturan yang diikat dalam regulasi. Salah satunya adalah offside. Offside kerap membuat sebuah pertandingan dipenuhi dengan kontroversi. Akan tetapi, tahukah Anda sejarah offside dalam sepakbola? Offside mungkin salah satu aturan tertua di sepakbola, yang mengalami beberapa revisi. Berikut adalah sejarah offside dan perkembangannya yang dikemas dalam rubrik Bolastori. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/sejarah-offside-dan-perkembangannya/">Sejarah Offside dan Perkembangannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>Dalam sepak bola, ada sejumlah peraturan yang diikat dalam regulasi. Salah satunya adalah offside. Offside kerap membuat sebuah pertandingan dipenuhi dengan kontroversi. Akan tetapi, tahukah Anda sejarah offside dalam sepakbola? Offside mungkin salah satu aturan tertua di sepakbola, yang mengalami beberapa revisi. Berikut adalah sejarah offside dan perkembangannya yang dikemas dalam rubrik <a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a>.</span></p>
<div id="attachment_1595" style="width: 763px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1595" class="wp-image-1595" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916-300x169.jpg" alt="Sejarah Offside dan Perkembangannya" width="753" height="424" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916.jpg 1200w" sizes="(max-width: 753px) 100vw, 753px" /><p id="caption-attachment-1595" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">(Sumber : FIFA)</span></p></div>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pengertian Offside</span></h2>
<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="318613">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph" data-key="318613">
<div></div>
</div>
</div>
<div><img decoding="async" class="alignnone wp-image-1596" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/qkpcvqz2fdbpvoyong05-300x177.jpg" alt="" width="651" height="384" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/qkpcvqz2fdbpvoyong05-300x177.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/qkpcvqz2fdbpvoyong05-400x236.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/qkpcvqz2fdbpvoyong05.jpg 640w" sizes="(max-width: 651px) 100vw, 651px" /></div>
<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="318613">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph" data-key="318613">
<div></div>
</div>
</div>
<div>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Offside mengadopsi istilah militer, yaitu &#8220;off the strength of your side&#8221;. Artinya, pemain dibebas tugaskan alias terlepas dari permainan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Offside adalah keadaan ketika posisi seorang pemain sepak bola yang diberi umpan melebihi posisi pemain lawan, sedangkan tidak ada pemain lawan selain kiper.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Mengutip laman resmi <a href="https://www.fifa.com/" target="_blank" rel="noopener">FIFA</a>, offside dalam sepak bola mengacu pada olahraga rugby. Konsepnya sama, melarang seorang pemain hanya diam menunggu umpan di depan gawang musuh.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Offside terkadang menjadi sensitif dalam sepak bola. Sebab, terkadang pemain yang sedang aktif akan melakukan penyerangan dan mencetak gol, tetapi terperangkap offside.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Penggunaan teknologi dengan penilaian offside juga masih terus menjadi perdebatan di antara para pengamat sepak bola. meskipun demikian, strategi offside tetap diterapkan sebagai salah satu cara untuk menjebak pemain lawan dalam area pertahanan.</span></p>
</div>
<h2 id="peraturan-teknik-offside-adalah" class="components___StyledH3-sc-uk318z-2 bQTLsr"><span class="Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 jvNNzn" style="font-size: 14pt;">Peraturan Teknik Offside</span></h2>
<div id="attachment_1602" style="width: 705px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1602" class="wp-image-1602" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/sjdkdvqpanneggtbs5pa-300x225.jpg" alt="Sejarah Offside dan Perkembangannya" width="695" height="521" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/sjdkdvqpanneggtbs5pa-300x225.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/sjdkdvqpanneggtbs5pa-400x300.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/sjdkdvqpanneggtbs5pa.jpg 640w" sizes="(max-width: 695px) 100vw, 695px" /><p id="caption-attachment-1602" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">(Sumber: Flickr)</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Peraturan offside dalam sepak bola terbaru yang disepakati secara luas kemudian dibentuk oleh English Football Association (FA) di tahun 1863. Sejak tahun itu, FA kemudian melarang pemain penyerang yang berada di depan bola saat si kulit bundar ditendang ke arah depan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Peraturan terkait offside ini sendiri dibentuk, salah satunya karena sepak bola dinilai menyerupai permainan rugby, dengan taktik yang mirip di mana pemain diizinkan menggunakan tangan mereka untuk kemudian mengontrol bola dalam beberapa keadaan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Para pemain penyerang ini juga dinilai akan mendapatkan keuntungan tak semestinya jika berada pada posisi offside. Seiring dengan perkembangan olahraga sepak bola, peraturan offside kemudian terus diperbarui.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berikut ini adalah aturan offside dalam sepak bola yang telah ditetapkan dalam Laws of the Game oleh International Football Association Board (IFAB). Seorang pemain sepak bola juga dinyatakan berada dalam posisi offside seperti berikut ini.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Setiap bagian dari badan, kepala atau kaki pemain berada di posisi mendahului pemain bertahan dari lawan.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Setiap bagian dari badan, kepala atau kaki pemain berada di area lawan (di mana batasnya adalah garis pada tengah lapangan).</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Tangan serta lengan semua pemain, termasuk si penjaga gawang, tak diperhitungkan. Batas bagian tubuh yang termasuk ke dalam perhitungan offside adalah di atas lengan sejajar dengan bagian bawah ketiak.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pelanggaran Offside kemudian tidak berlaku jika:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Pemain ini berada di area sendiri.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Pemain berada sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim lawan.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Pemain berada sejajar dengan dua pemain terakhir tim lawan.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Seorang pemain, yang berada di posisi offside, kemudian tidak bergerak sama sekali (tak merespons datangnya bola). Artinya, permainanini tetap berjalan ketika yang merespons datangnya bola adalah rekan setimnya, yang tak berada dalam posisi offside</span></li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Aturan Offside tentang ‘Tiga Pemain Belakang’</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ada banyak perbedaan pendapat tentang aturan offside hingga akhirnya Universitas Cambridge mencoba menyatukan berbagai teori ini ke dalam satu rumusan peraturan baku. Aturan baku ini juga kerap diterima serta menjadi pedoman pada masanya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Aturannya sendiri cukup unik serta dikenal juga sebagai peraturan “tiga pemain belakang”. Dalam peraturan ini seorang penyerang kemudian telah dinyatakan offside meskipun pada posisi depannya masih terdapat tiga pemain belakang lawan, termasuk di antaranya kiper.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dapat dibayangkan, betapa seringnya terjadi offside saat peraturan ini kemudian diterapkan. Baru selangkah sudah offside. Tangan maju sedikit disebut offside.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Aturan Offside tentang ‘Dua Pemain Belakang’</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketika FIFA didirikan tepatnya pada tahun 1904, seluruh peraturan sepakbola termasuk diantaranya offside mulai dipikirkan secara lebih serius. Asosiasi sepakbola dari Skotlandia kemudian mengusulkan penggantian aturan “tiga pemain belakang” dengan dua pemain saja.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Konsepnya sendiri sama, bedanya terkena offside adalah saat dua pemain belakang yang berdiri antara seseorang dan gawang musuh. Biasanya, satu bek serta satu kiper. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Perubahan peraturan ini mulai diterapkan pada tahun 1925, serta menghasilkan permainan yang lebih atraktif. Sebab peluang terjadinya offside kian mengecil, maka gol yang tercipta pun menjadi lebih banyak serta menghibur para penonton.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Akibat perubahan offside, pola serta gaya permainan pun turut berubah. Setiap pelatih kemudian terpaksa memutar otak untuk mengalahkan offside. Itulah mengapa dahulu taktik 2-3-5 sering sekali digunakan dengan menempatkan dua bek saja, salah satunya menjadi sweeper atau libero.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Aturan Offside tentang ‘Satu Pemain Belakang’</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada tahun 1990, peraturan offside kembali direvisi serta diterapkan pada Piala Dunia 1990 di Italia. Seorang penyerang akan dikatakan dalam posisi offside, jika pada saat ia menerima umpan hanya tinggal satu pemain belakang lawan saja yang ada di depannya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam situasi normal, pemain belakang ini ialah kiper, juga pemain berhadapan dengan pemain yang berstatus bek. Pada 2003, FIFA kemudian membuat tambahan pasal mengenai offside yang lebih fleksibel ketika seorang berada di posisi offside maka ia belum tentu dinyatakan sebagai offside jika tidak terlibat aktif dalam permainan. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mudahnya adalah tubuhnya tidak berusaha mengejar bola yang diarahkan kepadanya.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Sejarah Peraturan Offside</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sepak bola merupakan suatu permainan beregu, yang terdiri dari 2 kubu dan saling berhadapan. Masing-masing dari regu ini kemudian terdiri dari 11 pemain. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sepak bola sendiri umumnya dimainkan dalam dua babak dengan durasi waktu 2 x 45 menit, juga waktu istirahat 15 menit di antara kedua babak tersebut. Sepak bola sendiri telah mengarungi banyak perkembangan, baik dalam aturan juga cara bermainnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sumber yang sama menyebutkan sepak bola pertama kali ditemukan di Negeri Cina, di semasa pemerintahan Dinasti Han. Saat itu di sekitar abad ke 2 atau 3 M, bola yang digunakan terbuat dari kulit binatang dan digulung-gulung hingga berbentuk bundar. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski permainan ini telah berabad-abad lalu ditemukan, namun badan resmi yang mengatur sepak bola kemudian baru dibentuk pertama kali pada 26 Oktober 1863.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inggris pada saat itu berinisiatif membuat badan resmi sepak bola, dengan nama English Football Association (FA). Organisasi ini sendiri akhirnya melahirkan peraturan sepak bola modern di beberapa bulan setelahnya, tepatnya pada tanggal 8 Desember 1863. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu di antaranya ialah peraturan offside.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Speakers,itulah cerita tentang sejarah offside dan perkembangannya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikutii terus <a href="https://speakbola.com">Speakbola</a> untuk dapat kabar terkini da unik dari dunia sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola ya Speakbola aja!</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/sejarah-offside-dan-perkembangannya/">Sejarah Offside dan Perkembangannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</title>
		<link>https://speakbola.com/derby-della-madonnina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2022 10:53:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[derby]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Della Madonnina]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1381</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Derby della Madonnina adalah sebutan bagi pertemuan antara dua Milan di kota Milan, Ac Milan vs Inter Milan. Penyebutan Derby della Madonnina pada pertandingan dua Milan ini merujuk pada salah satu pemandangan utama di kota Milan, patung Perawan Maria di puncak Katedral Milan, yang sering disebut sebagai Madonnina (Madonna Kecil dalam bahasa Italia). [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/derby-della-madonnina/">Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Derby della Madonnina adalah sebutan bagi pertemuan antara dua Milan di kota Milan, <a href="https://speakbola.com/tag/ac-milan/">Ac Milan</a> vs <a href="https://speakbola.com/tag/inter-milan/">Inter Milan</a>. Penyebutan Derby della Madonnina pada pertandingan dua Milan ini merujuk pada salah satu pemandangan utama di kota Milan, patung Perawan Maria di puncak Katedral Milan, yang sering disebut sebagai Madonnina (Madonna Kecil dalam bahasa Italia).</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1402 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-300x200.jpg" alt="Patung Madonnina di atas Katedral Milan" width="420" height="280" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-1024x683.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-400x267.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-768x512.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 420px) 100vw, 420px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Laga derby AC Milan vs Inter Milan ini menjadi salah satu laga sepak bola terakbar di Italia. Berlangsung setidaknya dua kali dalam setahun di ajang Serie A. Derby della Madonninan adalah satu-satunya derby dalam sepak bola yang selalu dimainkan di stadion yang sama, San Siro, karena baik Milan maupun Internazionale menyebut San Siro sebagai rumah mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baru-baru ini, tepatnya 3 September 2022, Dua Milan ini baru saja melakukan derby della Madonnina pertamanya. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan AC Milan 3-2 Inter Milan. Pertandingan pada hari Sabtu 3 September itu menjadi derby ke-233 antara Inter dan Milan di semua kompetisi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Merujuk pada <a href="https://www.inter.it/en/news/milan-inter-facts-stats" target="_blank" rel="noopener">situs resmi Inter Milan</a>, di Serie A kedua tim telah bertemu sebanyak 177 kali. Secara keseluruhan, Nerazzurri, julukan Inter Milan, telah mencatat 68 kemenangan, lebih banyak dibandingkan dengan Rossoneri, julukan AC Milan, yang berjumlah 53. Nerazzurri juga telah mencetak lebih banyak gol dibandingkan rivalnya, 250 gol, sementara Rossoneri dengan 229 gol.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun derbi ini sesungguhnya tidak akan pernah ada jika saja dahulu tidak terjadi perpecahan. Awalnya dua klub ini adalah satu kesatuan di bawah satu identitas bernama Milan Foot-Ball and Cricket Club.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Sejarah Derby Della Madonnina: AC Milan VS Inter Milan</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan Foot-Ball and Cricket Club didirikan oleh ekspatriat asal Inggris, Alfred Edwards dan Herbert Kilpin, pada 16 Desember 1899. Dua tokoh itulah yang menjadi alasan klub ini memilih kata Milan ketimbang Milano yang lebih bernuansa Italia.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;">Kita akan menjadi tim iblis. Warna kita adalah merah seperti api dan hitam untuk memberikan rasa takut pada lawan kita! &#8211; Herbert Kilpin, 1899</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di awal berdirinya, Milan Foot-Ball and Cricket Club dikenal sebagai salah satu klub yang kuat. Terbukti dengan torehan tiga kali menjuarai kejuaraan sepak bola Italia, yakni pada 1901, 1906, dan 1907.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Prestasi bagus tak menjamin segalanya berjalan mulus. Usai pencapaian menjuarai kejuaraan pada 1907, klub ini mengalami perpecahan pada 1908. Persoalan prinsip antara sesama pengurus klub membuat Milan Foot-Ball and Cricket Club harus pecah.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 1899 <a href="https://twitter.com/acmilan?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@acmilan</a> were founded as Milan Foot-Ball and Cricket Club by two English expats</p>
<p>Despite having only won half as many <a href="https://twitter.com/SerieA?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@SerieA</a> titles as rivals <a href="https://twitter.com/juventusfc?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@juventusfc</a> only Real Madrid have won more <a href="https://twitter.com/ChampionsLeague?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@ChampionsLeague</a> titles than Milan <a href="https://t.co/l1lKtc9Gzi">https://t.co/l1lKtc9Gzi</a> <a href="https://t.co/Sqg6n8C6sz">pic.twitter.com/Sqg6n8C6sz</a></p>
<p>— Subside Sports (@subsidesports) <a href="https://twitter.com/subsidesports/status/1339208666570842112?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">December 16, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebagian pengurus klub ingin klub Milan menjadi klub yang didominasi oleh orang Italia. Sementara di sisi lain, ada pengurus klub yang ingin Milan Foot-Ball and Cricket Club menjadi klub yang terbuka bagi orang di seluruh dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Perbedaan prinsip itu akhirnya membawa delapan pengurus klub, yang semuanya orang Swiss, keluar dan membentuk klub baru. Klub inilah yang kemudian dikenal sekarang dengan nama Inter Milan atau Internazionale.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;">Malam yang indah ini menganugrahi kita warna-warna lambang kita: hitam dan biru dengan latar belakang bintang-bintang berwarna emas. Harus disebut Internazionale, karena kita adalah saudara dunia. &#8211; Pendiri Inter Milan, 1908</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sementara itu, klub Milan yang pertama bernama Milan Foot-Ball and Cricket Club kini kita kenal sebagai AC Milan. Dari kisah di atas, kita bisa tahu kenapa AC Milan dijuluki Rossoneri (Merah-Hitam) dan Il Diavolo (Tim Iblis), sedangkan Inter dijuluki Nerazzurri (Hitam-Biru).</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rivalitas Setelah Perpecahan</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Derby della Madonnina pertama antara dua klub kota Milan ini diadakan di final Piala Chiasso tahun 1908, sebuah turnamen sepak bola yang dimainkan di Canton Ticino, Swiss, pada tanggal 18 Oktober tahun itu. Rossoneri menang 2-1.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun ada pendapat lain yang dinilai lebih meyakinkan soal derby della Madonnina pertama, pendapat itu mengemukakan bahwa pertemuan mereka terlaksana di kejuaraan sepak bola Italia (Prima Categoria) pada Januari 1909. Hasilnya, Milan menang 3-2 atas Inter.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selama masa 1940-an hingga 1960-an, Milan berjaya bersama trio Swedia: Gunnar Nordahl, Gunnar Gren, dan Nils Liedholm. Pada era 1980-an hingga 1990-an, ada trio Belanda yang menjadi andalan: Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard. Sebuah hal yang ironis bagi AC Milan mengingat mereka adalah klub yang berpegang teguh pada prinsip Italia-sentris.</span></p>
<div id="attachment_1407" style="width: 462px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1407" class=" wp-image-1407" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-300x214.png" alt="Trio Belanda: Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard" width="452" height="323" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-300x214.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-1024x730.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-400x285.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-768x547.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1.png 1280w" sizes="auto, (max-width: 452px) 100vw, 452px" /><p id="caption-attachment-1407" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Trio Belanda: Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebaliknya, Inter malah memiliki pemain-pemain lokal hebat. Sebut saja Sandro Mazzola, Aurelio Milani, hingga Armando Picchi. Tiga tokoh ini memainkan peran krusial kala Inter menjuarai European Cup, kini Liga Champions, dua musim beruntun (1963/64 dan 1964/65). Untuk pemain non-Italia, pada masa itu ada Luis Suarez Miramontes (Spanyol) dan Jair da Costa (Brasil) yang mencetak gol di final European Cup 1965.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di era 1980-an hingga 1990-an, Inter diperkuat oleh trio Jerman, Lothar Matthaus, Andreas Brehme, dan Juergen Klinsmann. Sayangnya, dari segi prestasi, mereka kalah mentereng dari trio Belandanya AC Milan.</span></p>
<div id="attachment_1408" style="width: 460px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1408" class=" wp-image-1408" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-300x200.png" alt="Trio Jerman: Lothar Matthaus, Jurgen Klinsmann, dan Andreas Brehme" width="450" height="300" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-300x200.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-1024x682.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-400x267.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-768x512.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1.png 1160w" sizes="auto, (max-width: 450px) 100vw, 450px" /><p id="caption-attachment-1408" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Trio Jerman: Lothar Matthaus, Jurgen Klinsmann, dan Andreas Brehme</span></p></div>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rivalitas di Era Milenium</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di awal era 2000an, AC Milan mencuri start dengan menjuarai Serie A pada musim 2003/04, menghentikan dominasi Juventus yang 2 musim sebelumnya menjadi juara.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penantian panjang Inter Milan untuk gelar liga, sejak terakhir menjadi juara di tahun 1989, akhirnya usai pada tahun 2006. Di tahun itu skandal Calciopoli menanggalkan Juventus dari gelar 2005/06 (serta mengurangi poin dari total keseluruhan akhir Milan) dan menyerahkan gelar juara Serie A kepada Inter, yang awalnya finis ketiga di belakang Juventus dan Milan.</span></p>
<div id="attachment_1401" style="width: 479px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1401" class=" wp-image-1401" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-300x197.jpg" alt="Rui Costa dan Materazzi di tengah Derby Milan vs Inter" width="469" height="308" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-300x197.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-400x262.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1.jpg 680w" sizes="auto, (max-width: 469px) 100vw, 469px" /><p id="caption-attachment-1401" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Materazzi dan Rui Costa di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions musim 2004/2005.</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inter kemudian memenangkan Serie A 2006/07. Sementara Milan, sebagai hukuman skandal calciopoli, memulai musim dengan poin negatif. Pun demikian, di musim yang sama, Milan sukse merebut Trofi Liga Champions UEFA, setelah mengalahkan Liverpool di Final di Athena.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketika skandal calciopoli mereda, Inter Milan terus mendominasi, memenangkan setiap liga hingga musim 2009-10 di mana mereka mengamankan gelar pada hari terakhir musim. Musim itu juga membuat Inter menjadi tim Italia pertama yang sukses memenangkan treble, Serie A, Coppa Italia, dan gelar Liga Champions.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2010 Hingga Kini</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Musim berikutnya, giliran Milan yang meraih kejayaan. Dengan belanja pemain, termasuk mantan striker Inter Zlatan Ibrahimovic, Milan sukses merebut kembali Scudetto ke-18 mereka. Secara keseluruhan, memimpin klasemen liga dari awal November hingga akhir musim. Musim itu juga Milan berhasil memenangkan kedua pertandingan derby, menjaga clean sheet di kedua pertandingan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sayangnya, sejak 2011/12 , langkah kedua tim Milan ini tertinggal di belakang Juventus di Serie A, dengan finis kesembilan bagi Inter pada 2012/13 dan musim yang sulit bagi Milan pada 2014/15, finis kesepuluh. Meskipun demikian, Inter lebih baik dari keduanya dalam pertandingan derby, dengan sebelas kemenangan (termasuk satu di Coppa Italia 2020/21 ), enam seri dan lima kekalahan (termasuk satu di Supercoppa Italiana 2011 dan satu di 2017/18 Copa Italia ).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di musim 2020/21, Inter memenangkan gelar kesembilan belas, menyalip Milan dalam koleksi gelar Serie A. Namun, di tahun berikutnya Milan langsung menyamakan jumlah dengan memenangkan gelar kesembilan belas mereka.</span></p>
<h2 class="mvp-post-title left entry-title"><span style="font-size: 14pt;">Rekor Skor Derby Della Madonnina Terbanyak di Era Milenium</span></h2>
<h3><span style="font-size: 12pt;">1. 11 Mei 2001 (AC Milan 6-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan pernah memiliki kenangan yang sangat manis atas Inter Milan di laga Derby della Madonnina. Milan pernah begitu perkasa saat berhadapan dengan Inter pada laga pekan ke-30 Serie A musim 2000/2001. Laga itu digelar di Giuseppe Meazza, 11 Mei 2001.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu Milan berhasil menang telak 6-0 atas Inter. Gol-gol Rossoneri dicetak oleh Gianni Comandini, Federico Giunti, Serginho dan Andriy Shevchenko.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 2001<br />
Inter 0⃣ <a href="https://twitter.com/hashtag/ACMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#ACMilan</a> 6⃣<br />
No caption needed 🤩</p>
<p>Sponsored by <a href="https://twitter.com/skrill?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@skrill</a>. Make your money move.<a href="https://twitter.com/hashtag/SempreMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#SempreMilan</a> <a href="https://t.co/aoLYhhw9xA">pic.twitter.com/aoLYhhw9xA</a></p>
<p>— AC Milan (@acmilan) <a href="https://twitter.com/acmilan/status/1259771812415705093?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 11, 2020</a></p></blockquote>
<p><script src="https://platform.twitter.com/widgets.js" async="" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Comandini dan Shevchenko sama-sama mencetak dua gol di laga tersebut. Laga itu menjadi laga dengan margin kemenangan terbesar dalam sejarah Derby della Madonnina, sekaligus rekor derby della madonnina terkelam bagi Inter Milan.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;"><strong>2. 6 Mei 2012 (Inter 4-2 AC Milan)</strong></span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan membutuhkan kemenangan di laga ini untuk bersaing memperebutkan trofi <em>scudetto</em> melawan Juventus. Namun jauh dari harapan, <em>Diavolo Rosso</em> justru kalah dengan skor 4-2 dan harapan mereka mempertahan scudetto pun pupus. Diego Milito membuka keunggulan Inter pada menit 44.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1418 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-300x212.jpg" alt="Selebrasi gol Inter Milan" width="484" height="342" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-300x212.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-400x282.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1.jpg 594w" sizes="auto, (max-width: 484px) 100vw, 484px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, dua gol Zlatan Ibrahimovic pada menit 44 dan 46 membuat Milan berbalik unggul. Akan tetapi, Milito kembali mencetak gol pada menit 52, 80 serta satu gol spektakuler dari Douglas Maicon saat pertandingan menyisakan waktu hanya tiga menit.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">3. Derby Della Madonnina 30 Agustus 2009 (Ac Milan 0-4 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada laga yang digelar di San Siro, Milan yang bertindak sebagai tuan rumah tampil di bawah tekanan Inter yang tampil luar biasa selama 90 menit derby della Madonnina. Inter unggul dalam segala-segalanya dari rival sekotanya itu. Alhasil pada paruh pertama laga, Inter sudah unggul 3-0 lewat gol Thiago Motta, Diego Milito (penalti) dan Maicon. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dejan Stankovic mencetak gol tambahan untuk timnya di babak kedua. Gol-gol <i>Nerazzurri</i> dicetak oleh Thiago Motta menit 30, Diego Milito menit 36 (penalti), menit 45 dan Dejan Stankovic menit 67.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu adalah era di mana Inter masih dilatih Jose Mourinho dan akhirnya meraih <i>treble</i>.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">4. 31 Januari 2016 (AC Milan 3-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan berhasil menang telak dengan skor 3-0 kala menjamu Inter Milan di giornata 22 Serie A di San Siro, Senin (31/01/2016). Pertandingan ini berlangsung seru dan cukup keras. Kedua tim saling jual beli serangan namun Milan lah yang mampu tampil lebih superior dengan tiga gol berkat sumbangan Alex, Carlos Bacca dan M’Baye Niang.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1419 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-300x169.jpg" alt="Alex saat berselebrasi usai mencetak gol ke gawang inter milan" width="440" height="248" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale.jpg 710w" sizes="auto, (max-width: 440px) 100vw, 440px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dengan kemenangan ini, Rossoneri mengantongi 36 poin dan tetap berada di posisi 6 dari 22 laga. Sementara itu Inter tertahan di posisi 4 dengan koleksi 41 poin.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">5. 3 April 2011 (AC Milan 3-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan keluar sebagai pemenang Derby della Madonnina. Dalam laga yang berlangsung dalam tempo tinggi dan sarat emosi, Rossoneri sukses mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 3-0. Dalam pertandingan di San Siro, Minggu (3/4/2011), Milan langsung unggul pada menit pertama. Pato sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah tembakannya merobek gawang Inter.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berusaha menyamakan kedudukan, Nerazzurri malah kehilangan satu pemain pada awal babak kedua. Cristian Chivu dikartumerah karena mengasari Pato. Milan menggandakan keunggulan saat laga berlangsung satu jam. Pato kembali sukses menaklukkan Julio Cesar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Antonio Cassano akhirnya menggenapi kemenangan Milan pada menit-menit akhir. Tendangan penalti bekas pemain Sampdoria ini mengelabui Cesar. Pada masa injury time, Milan juga harus bermain dengan sepuluh pemain. Cassano harus meninggalkan lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pemain yang Pernah Membela AC Milan dan Inter Milan dari Era 90an hingga Kini</span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Cristian Brocchi (Milan 1994-1998, Inter 2000-2001, Milan 2001-2009)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Roberto Baggio (Milan 1995-1997, Inter 1998-2000)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Maurizio Ganz (Inter 1995-1997, Milan 1998-2001)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Francesco Coco (Milan 1995-2002, Inter 2002-2007)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Patrick Vieira (Milan 1995-1996, Inter 2006-2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Edgar Davids (Milan 1996-1997, Inter 2004-2005)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Taribo West (Inter 1997-1999, Milan 2000-2001)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Ronaldo (Inter 1997-2002, Milan 2007-2008)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Thomas Helveg (Milan 1998-2003, Inter (2003-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andres Guglielminpietro (Milan 1998-2001, Inter 2001-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andrea Pirlo (Inter 1998-2001, Milan 2001-2011)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Dario Simic (Inter 1999-2002, Milan 2002-2008)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Christian Vieri (Inter 1999-2005, Milan 2005-2006)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Clarence Seedorf (Inter 2000-2002, Milan 2002-2012)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Drazan Brncic (Milan 2000-2001, Inter 2001-2003)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Umit Davala (Milan 2001-2002, Inter 2002-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Hernan Crespo (Inter 2002-2003, Milan 2004-2005, Inter 2008-2009)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giuseppe Favalli (Inter 2004-2006, Milan 2006-2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Leonardo Bonucci (Inter 2005-2007, Milan 2017-2018)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Zlatan Ibrahimovic (Inter 2006-2009, Milan 2010-2012 dan 2020-sekarang)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Mario Balotelli (Inter 2007-2010, Milan 2013-2014 dan 2015-2016)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Sulley Muntari (Inter 2008-2012, Milan 2012-2015)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Alessandro Mancini (Inter 2008-2010, Milan 2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giampaolo Pazzini (Inter 2011-2012, Milan 2012-2015)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Antonio Cassano (Milan 2011-2012, Inter 2012-2013)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Matias Silvestre (Inter 2012-2013, Milan 2013-2014)</span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pemain Paling Banyak Perpartisipasi di Derby Della Madonnina</span></h2>
<ul>
<li>Paolo Maldini (Milan) = 56</li>
<li>Javier Zanetti (Inter) = 47</li>
<li>Guiseppe Bergomi (Inter) = 44</li>
<li>Alessandro Costacurta (Milan) = 43</li>
<li>Gianni Rivera (Milan) = 42</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pencetak Gol Terbanyak Derby Della Madonnina</span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andriy Shevchenko (Milan) = 14 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giuseppe Meazza (Inter) = 13 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Istvan Nyers (Inter) = 11 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Gunnar Nordahl (Milan)= 11 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Zlatan Ibrahimovic (Kedua klub) = 10 gol</span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rekor Terbanyak Kemenangan Derby Della Madonnina</span></h2>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Serie A (1929–present): Total Pertandingan 177</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: 54</li>
<li>Inter Milan: <strong>67</strong></li>
<li>Seri: 56</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Coppa Italia: Total Pertandingan 27</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: <strong>10</strong></li>
<li>Inter Milan: 9</li>
<li>Seri: 8</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Supercoppa Italiana: Total Pertandingan 1</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: <strong>1</strong></li>
<li>Inter Milan: 0</li>
<li>Seri: 0</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">UEFA Champions League: Total Pertandingan 4</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan:<strong> 2</strong></li>
<li>Inter Milan: 0</li>
<li>Seri: 2</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2 Klub 1 Stadion</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski kedua klub dikenal sebagai musuh bebuyutan, AC Milan dan Inter Milan sampai saat ini masih bermarkas di stadion yang sama, yakni San Siro atau Giuseppe Meazza. Stadion legendaris ini sudah berdiri sejak 1925. Pembangunannya digagas oleh mantan presiden AC Milan, Piero Pirelli.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejatinya, stadion ini dibangun untuk menjadi markas AC Milan. Sementara Inter Milan bermain di Arena Civica, lapangan sepak bola yang dulunya merupakan lokasi parede militer pasukan Napoleon Buonaparte.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1420 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-300x166.png" alt="San Sairo atau Giuseppe Meazza" width="455" height="252" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-300x166.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-1024x567.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-400x222.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-768x425.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1.png 1170w" sizes="auto, (max-width: 455px) 100vw, 455px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun akibat krisis keuangan yang dialami Milan pada tahun 1935, klub terpaksa menjual San Siro ke pemerintah kota Milan. Pemerintah kemudian melakukan sejumlah renovasi dan menambah kapasitas stadion. Baru setelah itu, pada tahun 1947 Inter Milan memilih pindah ke sana.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada tahun 1980, pemerintah kota Milan mengubah nama San Siro menjadi Giuseppe Meazza untuk menghormati legenda sepak bola timnas Italia yang semasa hidupnya juga pernah memperkuat Inter dan AC Milan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski demikian, suporter AC Milan tetap menyebut stadion mereka sebagai San Siro karena Giuseppe lebih identik dengan Inter dan pernah bermain di klub tersebut selama 14 tahun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itu dia Speakers sejarah panjang perseteruan dua klub asal Milan, AC Milan vs Inter Milan, dalam derby della Madonnina. Rivalitas dua klub sekota ini selalu layak untuk dinanti.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/derby-della-madonnina/">Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Pertandingan Timnas Paling Bersejarah</title>
		<link>https://speakbola.com/pertandingan-timnas-paling-bersejarah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2022 10:56:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[piala aff]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=773</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; 31 tahun lalu, tepatnya 4 Desember 1991, adalah kali terakhir Timnas Sepak Bola Indonesia senior berjaya di pentas Internasional dengan meraih emas SEA Games. 22 tahun berselang, setelah puasa gelar internasional, baru pada 2013 dahaga penggemar sepak bola Indonesia sedikit terobati dengan raihan trofi Piala AFF. Namun trofi itu merupakan persembahan dari Timnas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pertandingan-timnas-paling-bersejarah/">7 Pertandingan Timnas Paling Bersejarah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; 31 tahun lalu, tepatnya 4 Desember 1991, adalah kali terakhir <a href="https://speakbola.com/tag/timnas-indonesia/">Timnas Sepak Bola Indonesia</a> senior berjaya di pentas Internasional dengan meraih emas SEA Games.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">22 tahun berselang, setelah puasa gelar internasional, baru pada 2013 dahaga penggemar sepak bola Indonesia sedikit terobati dengan raihan trofi Piala AFF. </span><span style="font-size: 12pt;">Namun trofi itu merupakan persembahan dari Timnas U-19, bukan timnas senior.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hingga sekarang, Timnas Indonesia senior belum pernah lagi merengkuh gelar juara bergengsi apa pun. </span><span style="font-size: 12pt;">Padahal, sejatinya Timnas Sepak Bola Indonesia bukanlah tim lemah apalagi pecundang. Tim Garuda pernah berjaya dan disegani di Asia, hingga mendapatkan julukan Macan Asia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejak berdirinya induk sepak bola Indonesia, PSSI, sejak 19 April 1930, Timnas Indonesia telah menjalani 1 kali <a href="https://speakbola.com/piala-dunia-pesta-sepak-bola/">Piala Dunia</a> pada 1938, 5 kali Piala Asia AFC, dan 13 penampilan <a href="https://speakbola.com/tag/piala-aff/">Piala AFF</a>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tidak seluruh pertandingan yang dijalani timnas Indonesia berakhir dengan kemenangan. Ada juga duel yang berakhir dengan imbang atau bahkan kekalahan. Di antara pertandingan-pertandingan dengan ketiga hasil tersebut, terdapat beberapa laga yang layak dikategorikan sebagai pertandingan bersejarah Timnas Indonesia karena perjuangan maupun serunya jalan pertandingan itu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> kali ini SpeakBola akan merangkumkan pertandigan timnas paling bersejarah.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Lev Yashin VS Indonesia di Olimpiade Musim Panas 1956 Melbourne</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebagai salah satu tim kuat di era 1950-an, Uni Sovyet diprediksi bakal menang mudah atas Indonesia. Namun yang terjadi justru sebaliknya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Timnas Indonesia yang saat itu dilatih oleh pelatih asal Yugoslavia, Tony Pogacknik, dan diperkuat pemain seperti Maulwi Saelan, Endang Witarsa, Thio Him Tjiang, Ramlan, dan <a href="https://speakbola.com/ramang-legenda-sepak-bola-indonesia/">Andi Ramang</a> berhasil menahan imbang tim Uni Sovyet, yang dihuni pemain kaliber dunia 0-0.</span></p>
<div id="attachment_782" style="width: 436px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-782" class=" wp-image-782" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/k0xuoffo3sovazpra5g9-1-300x169.jpg" alt="" width="426" height="240" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/k0xuoffo3sovazpra5g9-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/k0xuoffo3sovazpra5g9-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/k0xuoffo3sovazpra5g9-1.jpg 640w" sizes="auto, (max-width: 426px) 100vw, 426px" /><p id="caption-attachment-782" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 12pt;">Lev Yashin, Penjaga Gawang Timnas Uni Sovyet</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Padahal pemain-pemain Indonesia kalah dalam segi postur dari tim yang dihuni para pemain kaliber dunia, seperti Lev Yashin, Igor Netto, Eduard Streltsov, dan Valentin Ivanov. Keberanian pemain Indonesia meladeni lawan yang berpostur lebih besar dan bisa membuat kewalahan Lev Yashin, kiper terbaik di dunia, jadi catatan yang dikenang hingga sekarang.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. Melawan Korea Selatan di Pra-kualifikasi Piala Dunia 1986</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan ini dinilai sebagai salah satu pertandingan Timnas Indonesia yang bersejarah karena seandainya saat itu menang, Indonesia lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia 1986 di Meksiko. </span><span style="font-size: 12pt;">Indonesia memang pernah tampil di Piala Dunia 1938 tetapi saat itu masih dengan nama Hindia Belanda.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di Pra Piala Dunia 1986, Indonesia diwakili para pemain yang tampil di Galatama. Sebagai catatan, pada masa itu kompetisi Indonesia masih terbagi dua, yakni Galatama dan Perserikatan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sayangnya Indonesia terpaksa mengubur mimpi ke Piala Dunia karena dalam pertandingan dengan format kandang-tandang, Timnas Indonesia yang kala itu dilatih Sinyo Aliandoe, kalah leg pertama 0-2 dan leg kedua Indonesia menyerah 1-4.</span></p>
<h2><span style="font-size: 12pt;">3. Melawan Malaysia SEA Games 1987 Indonesia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan ini layak dikategorikan sebagai pertandingan Timnas Indonesia paling bersejarah karena kemenangan atas Malaysia 1-0 pada saat itu, membuat Indonesia pada akhirnya mampu merebut medali emas pertama di SEA Games 1987.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kemenangan Timnas ini diraih pada babak perpanjangan waktu melalui gol di menit ke-91 oleh striker Ribut Waidi.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4. Melawan Thailand di Final SEA Games 1991 Manila</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan final SEA Games 1991 Manila melawan Thailand juga pantas masuk pertandingan Timnas paling bersejarah. Lewat kemenangan atas Thailand di pertandingan tersebut, Indonesia berhasil merebut emas SEA Games untuk yang kedua kalinya</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-781" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/sea-games-91-1-300x199.jpg" alt="pertandingan timnas paling bersejarah" width="407" height="270" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/sea-games-91-1-300x199.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/sea-games-91-1-400x266.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/sea-games-91-1.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 407px) 100vw, 407px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Timnas Indonesia mampu menang adu penalti atas Thailand dengan skor 4-3 di Stadion Rizal Memorial, Manila, 4 Desember 1991.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>5. Gol Widodo Cahyono Putro di Piala Asia 1996 Saat Melawan Kuwait</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di pertandingan yang merupakan debut Indonesia di Piala Asia itu, tim asuhan coach Danurwindo berhasil mengambil satu poin setelah menahan imbang Kuwait 2-2.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/ndyu0gdIAmA" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bahkan salah satu gol yang dicetak oleh Widodo Cahyono Putro di menit ke-20 dinobatkan sebagai gol terbaik Piala Asia 1996.</span></p>
<h2><span style="font-size: 12pt;">6. Melawan Thailand di Piala Tiger 1998: Gol Bunuh Diri Mursyid Effendi</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu insiden yang memalukan dalam sepak bola Indonesia adalah pertemuan Indonesia vs Thailand pada piala Tiger tahun 1998. Laga itu menjadi saksi bagaimana kedua tim bermain saling mengalah, disinyalir guna menghindari tuan rumah Vietnam di Semifinal.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/5vxMaEMKzEM" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kejadian yang menjadi aib bagi sejarah sepak bola Indonesia terjadi pada menit 90. Mursyid Effendi dengan sengaja melakukan gol bunuh diri yang kemudian disambut selebrasi oleh teman setim. Gol bunuh diri Mursyid Effendi itu mengubah skor menjadi 2-3 untuk kemenangan Thailand.</span></p>
<h2><span style="font-size: 12pt;">7. Melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bermaterikan pemain kelas dua dan tiga yang berasal dari Indonesia Premier League (IPL), Skuad Garuda dihajar 10-0. Kekalahan ini adalah kekalahan terburuk Timnas Indonesia sepanjang masa.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="Bahrain vs Indonesia: 2014 FIFA World Cup Asian Qualifiers - (Round 3, Match Day 6)" src="https://www.youtube.com/embed/YTBbmGH0h9g" width="656" height="361" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kisruh dualisme kompetisi membuat pelatih Aji Santoso tak bisa memaksimalkan pemain-pemain terbaik karena peserta Indonesia Super League (ISL) menolak melepas pemainnya. Jadilah Timnas Indonesia hanya diperkuat bintang-bintang IPL.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah dia deretan pertandingan timnas paling bersejarah. Nanti malam timnas sepak bola Indonesia yang diwakili oleh kelompok <a href="https://speakbola.com/link-nonton-timnas-u-16/">U-16 akan berlaga di Piala AFF,</a> apakah laga malam nanti akan masuk juga ke dalam laga timnas paling bersejarah, Speakers?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tetap ikuti Speakbola untuk mendapatkan berita terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> aja</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pertandingan-timnas-paling-bersejarah/">7 Pertandingan Timnas Paling Bersejarah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Putri Inggris Juara Euro 2022, Akhiri Penantian 56 tahun</title>
		<link>https://speakbola.com/timnas-putri-inggris-juara-euro-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2022 05:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[56 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[chloe kelly]]></category>
		<category><![CDATA[Final]]></category>
		<category><![CDATA[Juara]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[selebrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Putri Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas putri jerman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=744</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Stadion Wembley menjadi saksi sejarah atas suksesnya Timnas sepak bola putri Inggris yang berhasil meraih juara Euro 2022. Three Lionesses ini mengalahkan Jerman pada partai puncak dengan skor 2-1. Ini adalah penampilan ketiga Inggris di final Piala Eropa, setelah gagal dia dua kesempatan sebelumnya. Lawan dari tim Inggris adalah Jerman yang jadi tim tersukses [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/timnas-putri-inggris-juara-euro-2022/">Timnas Putri Inggris Juara Euro 2022, Akhiri Penantian 56 tahun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>Stadion Wembley menjadi saksi sejarah atas suksesnya Timnas sepak bola putri Inggris yang berhasil meraih juara Euro 2022. Three Lionesses ini mengalahkan Jerman pada partai puncak dengan skor 2-1. Ini adalah penampilan ketiga Inggris di final Piala Eropa, setelah gagal dia dua kesempatan sebelumnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lawan dari tim Inggris adalah Jerman yang jadi tim tersukses dengan delapan gelar sepanjang sejarahnya. Duel yang jadi adu tajam top scorer turnamen ini, yakni Beth Mead dari Inggris dan Alexandra Popp dari Jerman.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Jalannya Pertandingan </span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah berimbang tanpa gol selama babak pertama, Inggris memecah kebuntuan di menit ke-62 lewat Ella Toone yang mencungkil bola melewati hadangan kiper Jerman Merle Fhroms.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jerman segera berusaha menciptakan gol penyeimbang. Magull nyaris mencetak gol ketika tendangannya membentur tiang gawang, sedangkan Lea Schueller yang mengisi posisi Popp gagal memaksimalkan bola mantul ketika tendangannya malah jatuh ke pelukan kiper Inggris Mary Earps.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, tim besutan Martina Voss-Tecklenburg tidak bisa lagi dicegah ketika Magull mencetak gol balasan usai memanfaatkan umpan silang Tabea Wassmuth. Serangan Jerman mengendur setelah Magull ditarik ke luar lapangan pada menit ke-90 karena cedera.</span></p>
<div id="attachment_746" style="width: 408px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-746" class=" wp-image-746" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/timnas-inggris-300x200.jpg" alt="Timnas Putri Inggris vs Jerman Final Euro 2022" width="398" height="265" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/timnas-inggris-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/timnas-inggris-400x267.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/timnas-inggris.jpg 750w" sizes="auto, (max-width: 398px) 100vw, 398px" /><p id="caption-attachment-746" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Chloe Kelly cetak gol kemenangan Inggris</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kedua tim terlihat kelelahan dalam 30 menit babak tambahan. Petaka datang kepada timnas Jerman,Inggris unggul lagi di menit ke-111 lewat penyerang pengganti Chloe Kelly. Dari situasi sepak pojok, Inggris membuat kemelut di depan gawang Jerman dan bola liar disontek Kelly untuk membuat skor 2-1. Kemenangan tersebut dipertahankan hingga akhir laga dan timnas sepak bola putri Inggris berhasil meraih juara Euro 2022.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>Akhiri Penantian 56 Tahun</strong></span></h2>
<div id="attachment_747" style="width: 437px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-747" class=" wp-image-747" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/selebrasi-timnas-wanita-inggris-usai-juara-euro-2022_169-300x168.jpeg" alt="" width="427" height="239" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/selebrasi-timnas-wanita-inggris-usai-juara-euro-2022_169-300x168.jpeg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/selebrasi-timnas-wanita-inggris-usai-juara-euro-2022_169-400x224.jpeg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/selebrasi-timnas-wanita-inggris-usai-juara-euro-2022_169.jpeg 700w" sizes="auto, (max-width: 427px) 100vw, 427px" /><p id="caption-attachment-747" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 12pt;">Chloe Kelly</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gol dari Chloe Kelly mengakhiri penantian panjang Inggris di pentas sepak bola dunia. Timnas putri Inggris bukan cuma meraih gelar pertama ajang tersebut, tetapi juga mengakhiri penantian 56 tahun Negeri Ratu Elizabeth tersebut menjuarai sebuah turnamen besar. Untuk pelatihnya, <a href="https://www.dailymail.co.uk/femail/article-11054351/Who-England-womens-football-coach-Sarina-Wiegman.html" target="_blank" rel="noopener">Sarina Wiegman</a>, ini adalah gelar keduanya setelah di 2017 bersama Timnas Belanda.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Masyarakat sepakbola Inggris akhirnya bisa berpesta juara juga setelah terakhir melihat timnasnya juara Piala Dunia 1966. Pada Euro 2020, The Three Lions takluk dalam drama adu penalti kontra Italia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Speakers, bagaimana menurut kalian tentang pencapaian Timnas Putri Inggris?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com">speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola ya Speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/timnas-putri-inggris-juara-euro-2022/">Timnas Putri Inggris Juara Euro 2022, Akhiri Penantian 56 tahun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah El Clasico: Rekor, Insiden, dan Fakta Unik Duel Barcelona Vs Real Madrid</title>
		<link>https://speakbola.com/sejarah-el-clasico/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2022 04:53:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[el clasico]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Real Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=579</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; El Clasico adalah nama yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara dua rival, yaitu FC Barcelona dan Real Madrid. Awalnya nama El Clasico hanya mengacu pada pertandingan Real Madrid vs Barcelona di ajang La Liga saja. Namun istilah itu meluas kepada setiap pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid di luar La Liga, seperti [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/sejarah-el-clasico/">Sejarah El Clasico: Rekor, Insiden, dan Fakta Unik Duel Barcelona Vs Real Madrid</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; El Clasico adalah nama yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara dua rival, yaitu FC Barcelona dan Real Madrid. Awalnya nama El Clasico hanya mengacu pada pertandingan Real Madrid vs Barcelona di ajang La Liga saja. Namun istilah itu meluas kepada setiap pertandingan antara Barcelona dan <a href="https://speakbola.com/los-galacticos/">Real Madrid</a> di luar La Liga, seperti di Liga Champions UEFA dan Copa del Rey.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejarah El Clasico dimulai saat partai pertama pertemuan Baberlangsung pada 13 May 1902 di semifinal Copa Coronación, yang diselenggarakan untuk merayakan penobatan Alfonso XII. Itu adalah kompetisi sepak bola pertama yang melibatkan tim-tim dari berbagai bagian Spanyol. Pada laga perdana pertemuan Real Madrid vs Barcelona, Blaugrana sukses mengunci kemenangan atas Real Madrid 3-1.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="en" dir="ltr">Who won the first match between FC Barcelona and Real Madrid, played in 1902❓</p>
<p>Barça?<br />Real Madrid?<br />Draw?</p>
<p>🙋‍♂️ Solution 👉 <a href="https://t.co/ihuYHbmCv5">https://t.co/ihuYHbmCv5</a> <a href="https://t.co/llXdJHKbT6">pic.twitter.com/llXdJHKbT6</a></p>
<p>&mdash; FC Barcelona (@FCBarcelona) <a href="https://twitter.com/FCBarcelona/status/1102755631944093696?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">March 5, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Sejarah El Clasico: Catalonia dan Spanyol</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lebih dari seratus tahun yang lalu, berlokasi di hippodrome di La Castellana, pada 13 May 1902, di sana lah laga EL Clasico antara Barcelona vs Real Madrid terjadi. Sejak saat itu, rivalitas Barcelona dan Real Madrid telah berkembang bukan hanya antara tim sepak bola itu sendiri, melainkan juga aspek lain di luar sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Rivalitas El Clasico sudah lebih dari sekedar sepak bola. Di dalam rivalitas Barcelona dan Real Madrid terdapat juga aspek sejarah dan politik. Perseteruan Barcelona vs Real Madrid merupakan bentuk perjuangan politik yang beralih bentuk menjadi olahraga sepakbola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Barcelona adalah sesuatu yang lebih dari sekedar klub sepak bola tapi juga simbol perlawanan kubu pro-kemerdekaan, yang menginginkan <a href="https://dunia.tempo.co/read/1021315/3-alasan-utama-catalonia-merdeka-dari-spanyol" target="_blank" rel="noopener">Catalonia merdeka</a> dari Spanyol. Di sisi lain, Real Madrid dianggap mewakili kubu Nasionalis Spanyol, yang menginginkan agar Catalonia tetap bersatu sebagai satu kesatuan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Karena alasan tersebutlah, bentrokan antara dua raksasa Spanyol ini adalah persaingan yang sangat penting bukan hanya bagi klub, kota, partai politik, dan budaya yang terlibat.</span></p>
<h2><strong><span style="font-size: 14pt;">Head to Head El Clasico</span></strong></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hasil head-to-head Barcelona vs Real Madrid dalam EL Clasico di kompetisi resmi dimenangkan oleh Real Madrid dengan <strong>101</strong> kemenangan sedangkan Barcelona <strong>97</strong> kemenangan dan <strong>52</strong> kali seri. Sebaliknya, Barcelona memimpin dalam pertandingan eksibisi dengan <strong>20</strong> kemenangan sedangkan Madrid <strong>4</strong> dengan <strong>10</strong> seri.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dari <strong>284</strong> partai El Clasico yang pernah terjadi terdapat laga-laga yang menjadi sejarah karena memiliki rentang skor cukup jauh dan berakhir sebagai sebuah pembantaian bagi salah satu tim rival itu.</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">1. El Clasico 1943: Real Madrid 11-1 Barcelona</span></strong></h3>
<div id="attachment_483" style="width: 519px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-483" class="wp-image-483 " src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1-300x200.jpg" alt="Pembanaian El Clasico Terbersar" width="509" height="339" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1-1024x683.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1-400x267.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1-768x512.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 509px) 100vw, 509px" /><p id="caption-attachment-483" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Terminologi El Clasico sejatinya digunakan untuk menyebut pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid di La Liga saja.</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan El Clasico di tahun 1943 itu adalah pembantaian El Clasico terbesar Real Madrid atas Barcelona sepanjang sejarah, mereka melakukan pembantaian terhadap Barcelona 11-1 di Copa del Generalismo.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">11 gol Real Madrid yang tercipta dalam pertandingan itu dicetak oleh Pruden (5’,32’,35’), Barinaga (30’,42’,44’,87’), Alonso J (37’,74’), Curta (39’), dan Botella (85’). Sedangkan satu-satunya gol Barcelona pada dicetak oleh Mariano Martin (89″).</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">2. El Clasico 1935: Real Madrid 8-2 Barcelona</span></strong></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di pertandingan El Clasico yang merupakan ajang Liga Spanyol minggu ke-10, Real Madrid membantai Barcelona 8-2.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pesta kemenangan Real Madrid dibuka oleh hattrick Jamie Lazcano (15’, 42’, 73’), lalu Sanudo yang mencetak quattrick (21’, 35’, 47’, 81’), dan pembantaian El Clasico hari itu digenapkan oleh gol Regueiro (29’). Sedangkan 2 gol Barcelona dicetak oleh Escola (17’) dan Guzman (68’)</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">3. El Clasico 1950: Barcelona 7-2 Real Madrid</span></strong></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada El Clasico yang terjadi di ajang La Liga pekan ke 3, tepatnya di tanggal 24 September 1950, giliran Barcelona yang balik membantai Real Madrid di partai El Clasico dengan skor 7-2. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gol-gol pada pesta kemenangan El Clasico Barcelona tersebut dicetak oleh Nicolau 9″, Cesar 14″, Marcos Aurellio 39″, Nicolau 56″, Gonzalvo Iii 62″, Basora 82″, dan Marcos Aurellio 88″. Sedangkan 2 gol Real Madrid dicetak Molowny 15″ dan García 66″.</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">4. El Clasico 1994: Barcelona 5-0 Real Madrid</span></strong></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-484" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1-300x188.jpg" alt="Pembantaian El Clasico Terbesar" width="496" height="311" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1-300x188.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1-1024x640.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1-400x250.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1-768x480.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 496px) 100vw, 496px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt;">Pembantaian Barcelona terhadap Real Madrid di partai El Clasico ini terjadi di era saat bintang tim nasional Brasil, Romario, memperkuat Barca. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Barcelona membantai Real Madrid 5-0 di ajang La Liga. Lima gol Blaugrana masing-masing dicetak Romario (24, 56, 81), Ronald Koeman (47), dan Ivan Iglesias (86).</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">5. El Clasico 1994: Real Madrid 5-0 Barcelona</span></strong></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Masih di era yang sama, giliran Real Madrid yang mencukur balik Barcelona. Madrid sukses membalaskan dendam dengan jumlah gol yang sama. Gol-gol Los Blancos dicetak Ivan Zamorano (5, 21, 39), Luis Enrique (68), dan Jose Amavisca (70).</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">6. El Clasico 2009: Real Madrid 2-6 Barcelona</span></strong></h3>
<div id="attachment_492" style="width: 509px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-492" class="wp-image-492 " src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1-300x188.jpg" alt="Pembantaian El CLasico Terbesar" width="499" height="313" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1-300x188.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1-1024x640.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1-400x250.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1-768x480.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 499px) 100vw, 499px" /><p id="caption-attachment-492" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Selebrasi Gol Para Pemain Barcelona</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Enam gol dicetak Blaugrana di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid, pada 3 Mei 2009. Thierry Henry dan Lionel Messi masing-masing sukses mencetak dua gol. Sedangkan, dua gol Barcelona lainnya dicetak Carles Puyol dan Gerard Pique. Sementara dua gol Madrid dicetak oleh Higuaín (14″) dan Sergio Ramos (56″).</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">7. El Clasico 2010: Barcelona 5-0 Real Madrid</span></strong></h3>
<div id="attachment_486" style="width: 506px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-486" class=" wp-image-486" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/117898hp2-300x187.jpg" alt="Pembantaian EL Clasico Terbesar" width="496" height="309" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/117898hp2-300x187.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/117898hp2-400x249.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/117898hp2.jpg 570w" sizes="auto, (max-width: 496px) 100vw, 496px" /><p id="caption-attachment-486" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Tensi tinggi kerap tersaji di setiap partai El Clasico</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setahun kemudian, Barcelona kembali membantai Real Madrid 5-0 saat bermain di Camp Nou. Blaugrana mengandalkan Lionel Messi, David Villa, dan Pedro Rodriguez di lini depan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gol-gol kemenagan Barca dicetak oleh Pedro dan Villa (2). Sedangkan dua gol lagi dicetak Jeffren Suarez dan Xavi Hernandez.</span></p>
<h2 class="mvp-post-title left entry-title"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Pencetak Gol El Clasico Terbanyak Sepanjang Masa</strong></span></h2>
<p><strong><span style="font-size: 12pt;">1. Lionel Messi (Barcelona) &#8211; 26 Gol</span></strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>18 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: &#8211;</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>6 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup: &#8211;</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>2 Gol</strong></span></li>
</ul>
<p><strong style="font-size: 12pt;">2. Alfredo Di Stefano (Real Madrid) &#8211; 18 Gol</strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>14 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong>2 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: &#8211;</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup: &#8211;</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>2 Gol</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>3. Cristiano Ronaldo (Real Madrid) &#8211; 18 Gol</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>9 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong>5 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>4 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup: <strong>&#8211; </strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>&#8211;</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>4. Raul Gonzales (Real Madrid) &#8211; 15 Gol</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>11 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: &#8211;</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>3 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup:<strong> &#8211;</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>1 Gol</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>5. Cesar Rodriguez (Barcelona) &#8211; 14 Gol</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>12 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong> 2 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>&#8211;</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup: <strong>&#8211;</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>&#8211;</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>6. Francisco Gento (Real Madrid) &#8211; 14 Gol</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>12 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong> 2 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>&#8211;</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup: <strong>&#8211;</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>&#8211;</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>7. Ferenc Puskas (Real Madrid) &#8211; 14 Gol</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga:<strong> 9 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong> 2 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>&#8211;</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup: <strong>&#8211;</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>3 Gol</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>8. Santillana (Real Madrid) &#8211; 12 Gol</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>9 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong> 2 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>&#8211;</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup: <strong>1 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>&#8211;</strong></span></li>
</ul>
<p><strong>9.<span style="font-size: 12pt;"> Karim Benzema (Real Madrid) &#8211; 12 Gol</span></strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>8 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong> 1 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>3 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup: &#8211;</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>&#8211;</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lionel Messi masih sulit dikejar sebagai pencetak gol terbanyak El Clasico sepanjang masa. Para pesaing terdekat, semua sudah jadi legenda alias tiada, menyisakan Cristiano Ronaldo, Raul Gonzales, dan Karim Benzema. Satu-satunya pemain yang masih aktif untuk ikut bersaing dalam daftar pencetak gol terbanyak El Clasico hanyalah Karim Benzema seorang, yang saat ini masih aktif bermain di Real Madrid.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Insiden Perkelahian di Partai El Clasico</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bukan cuma mempertaruhkan tiga poin, dalam pertandingan Real Madrid vs Barcelona gengsi kedua tim juga ikut dipertandingkan. Bahkan tak jarang para pemain atau bahkan pelatih pun sampai terlibat pertengkaran seru saat laga berlangsung. Beberapa insiden perkelahian El Clasico terbrutal yang pernah terjadi.</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">1. Mourinho Colok Mata Tito Vilanova</span></strong></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu Insiden perkelahian terbrutal di El Clasico terjadi dalam Piala Super Spanyol 2011. Mourinho, yang saat itu menjadi pelatih Real Madrid, dengan sengaja mencolok mata Tito Vilanova yang kala itu menjabat sebagai asisten Guardiola di Barcelona.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">I&#8217;d completely forgotten Jose <a href="https://twitter.com/hashtag/Mourinho?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#Mourinho</a> poked Tito Vilanova in the eye</p>
<p>What a weirdo <a href="https://t.co/Lo1CYlIIgU">pic.twitter.com/Lo1CYlIIgU</a></p>
<p>— Paul Morrissey (@Paul_Morrissey) <a href="https://twitter.com/Paul_Morrissey/status/1392826748744585218?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 13, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Insiden itu terjadi saat berlangsung keributan pemain di pinggir lapangan. Kejadian yang tertangkap kamera tersebut tersebar di media sosial dan membuat kegaduhan antara para fans kedua kubu.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;"><strong>2. Zinedine Zidane Vs Luis Enrique</strong></span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketika keduanya masih menjadi pemain, Zidane dan Enrique pernah saling berseteru. Insiden itu terjadi pada partai El Clasico musim 2002-2003. Saat pertandingan itu Zidane yang membela Real Madrid dianggap menyikut Carles Puyol oleh wasit. Enrique, rekan Puyol sesama pemain Barcelona, yang tak terima kemudian langsung menghampiri Zidane dan saling dorong hingga wajah Enrique terluka dalam pertemuan Real Madrid vs Barcelona itu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-561 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_3-1-300x169.jpg" alt="perkelahian el clasico terbrutal" width="401" height="226" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_3-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_3-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_3-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_3-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_3-1.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 401px) 100vw, 401px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Insiden ini memunculkan keributan di tengah lapangan karena rekan-rekan setim lainnya juga ikut berseteru.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;"><strong>3. Pepe Injak Tangan Messi</strong></span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kepler Laveran de Lima Ferreira, atau yang lebih dikenal dengan nama Pepe, adalah salah satu bek Real Madrid yang dikenal sebagai pemain yang kerap terlibat keributan dengan pemain lawan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu keributan yang melibatkan Pepe adalah ketika dia dengan sengaja menginjak tangan Lionel Messi saat Real Madrid dan Barcelona bertemu di babak perempat final Copa del Rey musim 2011/12.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-568 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_4-1-300x169.jpg" alt="Insiden perkelahian el clasico terbrutal" width="300" height="169" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_4-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_4-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_4-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_4-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/maxresdefault_4-1.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pepe yang hendak melancarkan protes pada wasit karena rekan setimnya diberikan kartu kuning, di tengah jalan tiba-tiba menginjak tangan Messi. Beruntungnya wasit tidak melihat insiden tersebut dan Pepe pun lolos dari hukuman.</span></p>
<h3><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;"><strong>4. Ronaldo Vs Guardiola</strong> </span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Adalah Cristiano Ronaldo yang terlibat insiden dengan Pep Guardiola saat laga El Clasico 29 November 2010. Mesin gol El Real mendorong Pep Guardiola selaku pelatih lawan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kejadian bermula ketika bola keluar lapangan. Setelah memungut bola, Ronaldo tiba-tiba mendorong Guardiola sampai hampir tumbang. Entah apa pemicunya. Para pemain Barcelona lantas tak terima. Mereka mengerubungi CR7.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-569 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EJr76TSVUAUEQ_N-1-241x300.jpg" alt="" width="296" height="368" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EJr76TSVUAUEQ_N-1-241x300.jpg 241w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EJr76TSVUAUEQ_N-1-822x1024.jpg 822w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EJr76TSVUAUEQ_N-1-321x400.jpg 321w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EJr76TSVUAUEQ_N-1-768x957.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EJr76TSVUAUEQ_N-1.jpg 950w" sizes="auto, (max-width: 296px) 100vw, 296px" /></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Psywar Terpanas Laga El Clasico</span></h2>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">1.  Psywar Suarez dan Cristiano Ronaldo</span></strong></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Psywar ini terjadi pada El Clasico yang digelar pada Sabtu (23/12/2017) di Santiago Bernabeu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">CR7 saling melempar psywar dengan Luis Suarez jelang laga tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-455 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/download-2.jpg" alt="Ronaldo dan Suarez saling tebar psywar" width="353" height="220" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://speakbola.com/faktor-cristiano-ingin-hengkang-dari-mu/"> Cristiano Ronaldo</a> meminta diadakan Guard of Honour sebagai penghormatan untuk Real Madrid, yang baru saja memenangkan ajang Piala Dunia Antarklub.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Akan sangat menyenangkan sekali jika Barcelona melakukan guard of honour kepada kami di El Clasico,&#8221; tutur pemain asal Portugal itu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pernyataan tersebut langsung dibalas oleh stiker Barcelona, Suarez. &#8220;Guard of honour adalah hal baru sejak saya bermain di Spanyol,&#8221; ujar Suarez. &#8220;Saya tahu, ada aturan yang menyebut jika kita bermain di kompetisi/ajang yang dimenangkan lawan Anda, Anda harus menghormati mereka dengan guard of honour.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Masalahnya, kata Suarez, tim asal Catalan tersebut tak tampil di Piala Dunia Antarklub, yang digelar Uni Emirate Arab itu. &#8220;Jadi, kami tidak akan melakukannya!&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan Real Madrid vs Barcelona itu pun berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Suarez dkk.</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">2. Psywar Barcelona lewat Spanduk</span></strong></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Psywar ini terjadi jelang laga El Clasico Minggu (11/4/2021). Kala itu kedua tim sedang bersaing ketat dalam perebutan gelar La Liga.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Barcelona melakukan psywar unik jelang laga tersebut. Barcelona memajang spanduk berukuran raksasa di gedung yang berada di dekat markas Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu, Madrid.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Spanduk raksasa itu memuat dua pemain andalan Barelona, Frenkie De Jong dan Pedri dengan seragam kebanggannya. Selain itu, spanduk tersebut juga bertuliskan Can&#8217;t Wait For El Clasico. Pertandingan tersebut berakhir untuk kemenangan Real Madrid dengan skor 2-1.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="ltr" lang="en"><span style="font-size: 12pt;">CAN&#8217;T WAIT FOR<a href="https://twitter.com/hashtag/ELCL%C3%81SICO?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#ELCLÁSICO</a>! 🤩 <a href="https://t.co/BD8A5OL4ZA">pic.twitter.com/BD8A5OL4ZA</a></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">— FC Barcelona (@FCBarcelona) <a href="https://twitter.com/FCBarcelona/status/1379393734945693700?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 6, 2021</a></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><script src="https://platform.twitter.com/widgets.js" async="" charset="utf-8"></script></span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">3. Psywar Messi</span></strong></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Psywar selanjutnya terjadi di laga El Clasico pada tanggal 19 Desember 2019. Jelang laga, kapten Barca, <a href="https://speakbola.com/kontrak-messi-di-psg-diperpanjang/">Lionel Messi</a> melempar psywar yang berisi keinginan dirinya untuk melawan Real Madrid versi kuat. Belakangan memang Real Madrid sedang tidak dalam kondisi yang bagus.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-452" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_-300x169.jpg" alt="Lionel Messi Psywar jelang el clasico" width="373" height="210" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 373px) 100vw, 373px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Mereka sangat layak untuk pertandingan-pertandingan ini. Pertandingan ini spesial, tidak penting bagaimana kondisi salah satu tim atau yang lain menjelang duel ini,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan Barcelona vs Real Madrid yang diselenggarakan di stadion Camp Nou tersebut berakhir dengan skor kacamata alias 0-0.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Laga El Clasico selalu menarik untuk ditunggu, mengingat laga El Clasico antara Real Madrid dan barcelona akan selalu menyuguhkan tensi tinggi di dalam lapangan demi meraih kemenangan. Layak ditunggu jalannya pertandingan serta <a href="https://speakbola.com/perkelahian-el-clasico-terbrutal/">insiden-insiden</a> yang akan hadir mewarnai laga El Clasico tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">speakbola</a>.com untuk dapat kabar terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya Speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/sejarah-el-clasico/">Sejarah El Clasico: Rekor, Insiden, dan Fakta Unik Duel Barcelona Vs Real Madrid</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencetak Gol El Clasico Terbanyak Sepanjang Masa!</title>
		<link>https://speakbola.com/pencetak-gol-el-clasico-terbanyak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2022 10:38:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[el clasico]]></category>
		<category><![CDATA[Real Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=523</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; El Clasico pertama kali terjadi di Copa de la Coronacion, yang sekarang sudah tidak berlaku lagi pada tahun 1902. Sejak saat itu, Real Madrid dan Barcelona telah saling berhadapan dalam 282 kesempatan. Hasil head-to-head mereka dalam EL Clasico di kompetisi resmi dimenangkan oleh Real Madrid dengan 100 kemenangan sedangkan Barcelona 97 kemenangan dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pencetak-gol-el-clasico-terbanyak/">Pencetak Gol El Clasico Terbanyak Sepanjang Masa!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; <a href="https://speakbola.com/tag/el-clasico/">El Clasico</a> pertama kali terjadi di Copa de la Coronacion, yang sekarang sudah tidak berlaku lagi pada tahun 1902. Sejak saat itu, <a href="https://speakbola.com/tag/real-madrid/">Real Madrid</a> dan <a href="https://speakbola.com/tag/barcelona/">Barcelona</a> telah saling berhadapan dalam 282 kesempatan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hasil head-to-head mereka dalam EL Clasico di kompetisi resmi dimenangkan oleh Real Madrid dengan 100 kemenangan sedangkan Barcelona 97 kemenangan dan 52 kali seri. Sebaliknya, Barcelona memimpin dalam pertandingan eksibisi dengan 19 kemenangan sedangkan Madrid 4 dengan 10 seri.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dari total 282 pertandingan El Clasico yang sudah digelar, 949 gol sudah tercipta. Sederet nama-nama pemain sepak bola legendaris menghiasi daftar pencetak gol di El Clasico, seperti Zidane, Messi, Bernabeu, Raul, Cristiano Ronaldo, Ivan Zamorano, Di Stefano, hingga Neymar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di rubsik Offside kali ini SpeakBola akan merangkum nama-nama pencetak gol terbanyak El Clasico sepanjang masa.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Daftar Para Pencetak Gol El Clasico Terbanyak:</span></h2>
<h2><span style="font-size: 12pt;"><strong>1. Lionel Messi (Barcelona)</strong></span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Total Gol El Clasico: <strong><strong>26 Gol<img loading="lazy" decoding="async" class="alignright wp-image-526" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/skysports-lionel-messi-barcelona_5360554-1-300x169.jpg" alt="lionel messi" width="223" height="126" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/skysports-lionel-messi-barcelona_5360554-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/skysports-lionel-messi-barcelona_5360554-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/skysports-lionel-messi-barcelona_5360554-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/skysports-lionel-messi-barcelona_5360554-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/skysports-lionel-messi-barcelona_5360554-1-1536x864.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/skysports-lionel-messi-barcelona_5360554-1.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 223px) 100vw, 223px" /></strong></strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>18 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>6 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>2 Gol</strong></span></li>
</ul>
<h3></h3>
<h2><span style="font-size: 12pt;"><strong>2. Alfredo Di Stefano (Real Madrid) &amp; Cristiano Ronaldo (Real Madrid)</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-527 alignright" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/2370864356-1-300x300.jpg" alt="Alfredo Di Stefano salah satu pencetak gol el clasico terbanyak" width="126" height="126" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/2370864356-1-300x300.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2370864356-1-1024x1024.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2370864356-1-400x400.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2370864356-1-768x768.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2370864356-1-1536x1536.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2370864356-1-80x80.jpg 80w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2370864356-1.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 126px) 100vw, 126px" /></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Total Gol El Clasico: <strong>18 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>14 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong>2 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>2 Gol</strong></span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Total Gol El Clasico: <strong>18 Gol<img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-529 alignright" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/cristianoronaldo-cropped_1hlutq7vffj7g1utduq038bigp-1-300x169.jpg" alt="Cristiano Ronaldo pencetak gol el clasico terbanyak" width="231" height="130" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/cristianoronaldo-cropped_1hlutq7vffj7g1utduq038bigp-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cristianoronaldo-cropped_1hlutq7vffj7g1utduq038bigp-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cristianoronaldo-cropped_1hlutq7vffj7g1utduq038bigp-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cristianoronaldo-cropped_1hlutq7vffj7g1utduq038bigp-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cristianoronaldo-cropped_1hlutq7vffj7g1utduq038bigp-1.jpg 1300w" sizes="auto, (max-width: 231px) 100vw, 231px" /></strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>9 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong>5 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>4 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa:</span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 12pt;"><strong>3. Raul Gonzales (Real Madrid)</strong></span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Total Gol El Clasico: <strong>15 Gol<img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-530 alignright" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/563px-Raul_Gonzalez_10mar2007-1-282x300.jpg" alt="Raul pencetak gol el clasico terbanyak" width="120" height="127" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/563px-Raul_Gonzalez_10mar2007-1-282x300.jpg 282w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/563px-Raul_Gonzalez_10mar2007-1-375x400.jpg 375w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/563px-Raul_Gonzalez_10mar2007-1.jpg 563w" sizes="auto, (max-width: 120px) 100vw, 120px" /></strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>11 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong> </strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa: <strong>3 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>1 Gol</strong></span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 12pt;"><strong>4. Cesar Rodriguez (Barcelona), Francisco Gento (Real Madrid), Ferenc Puskas (Real Madrid)</strong></span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Total Gol El Clasico: <strong><strong>14 Gol</strong></strong></span>
<p><div id="attachment_531" style="width: 208px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-531" class="wp-image-531" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EXMKtIgWkAA5-MH-1-300x193.jpg" alt="Cesar Rodriguez pencetak gol el clasico terbanyak" width="198" height="127" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EXMKtIgWkAA5-MH-1-300x193.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EXMKtIgWkAA5-MH-1-400x258.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EXMKtIgWkAA5-MH-1.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 198px) 100vw, 198px" /><p id="caption-attachment-531" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Cesar Rodriguez</span></p></div></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>12 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong> 2 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa:</span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Total Gol El Clasico: <strong><strong>14 Gol</strong></strong></span>
<p><div id="attachment_532" style="width: 108px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-532" class="wp-image-532" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1280px-Gento_cropped-1-240x300.jpg" alt="pencetak gol el clasico terbanyak" width="98" height="123" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1280px-Gento_cropped-1-240x300.jpg 240w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1280px-Gento_cropped-1-818x1024.jpg 818w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1280px-Gento_cropped-1-320x400.jpg 320w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1280px-Gento_cropped-1-768x961.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1280px-Gento_cropped-1-1227x1536.jpg 1227w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1280px-Gento_cropped-1.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 98px) 100vw, 98px" /><p id="caption-attachment-532" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Francisco Gento</span></p></div></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>12 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong> 2 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa:</span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Total Gol El Clasico: <strong><strong>14 Gol</strong></strong></span>
<p><div id="attachment_537" style="width: 93px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-537" class="wp-image-537" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Puskas_1954-1-182x300.png" alt="puskas" width="83" height="137" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Puskas_1954-1-182x300.png 182w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Puskas_1954-1-243x400.png 243w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Puskas_1954-1.png 372w" sizes="auto, (max-width: 83px) 100vw, 83px" /><p id="caption-attachment-537" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Ferenc Puskas</span></p></div></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga:<strong> 9 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong> 2 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa: <strong>3 Gol</strong></span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 12pt;"><strong>5. Santillana (Real Madrid)</strong></span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Total Gol El Clasico: <strong>12 Gol<img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-538 alignright" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/a5fcd020ee0c3fd6a9d86388e588b090-1-300x169.jpg" alt="santillana" width="229" height="129" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/a5fcd020ee0c3fd6a9d86388e588b090-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/a5fcd020ee0c3fd6a9d86388e588b090-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/a5fcd020ee0c3fd6a9d86388e588b090-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/a5fcd020ee0c3fd6a9d86388e588b090-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/a5fcd020ee0c3fd6a9d86388e588b090-1.jpg 1400w" sizes="auto, (max-width: 229px) 100vw, 229px" /></strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">La Liga: <strong>9 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Copa: <strong> 2 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Super Copa:</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">League Cup: <strong>1 Gol</strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Europa:</span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lionel Messi masih sulit dikejar sebagai pencetak gol terbanyak El Clasico sepanjang masa. Para pesaing terdekat, semua sudah jadi legenda alias tiada, menyisakan Cristiano Ronaldo dan Raul Gonzales. Satu-satunya pemain yang masih aktif untuk ikut bersaing dalam daftar pencetak gol terbanyak El Clasico hanyalah Karim Benzema seorang, yang saat ini masih aktif bermain di Real Madrid.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat ini Benzema sudah mengoleksi 11 gol di ajang El Clasico. Menurut Speakers, apakah Benzema mampu masuk ke dalam top 5 daftar pencetak gol terbanyak El Clasico? Menarik untuk ditunggu kelanjutannya mengingat laga yang mempertemukan dua klub raksasa ini akan hadir dalam waktu dekat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> untuk dapat kabar terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya Speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pencetak-gol-el-clasico-terbanyak/">Pencetak Gol El Clasico Terbanyak Sepanjang Masa!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Kelam, 7 Pembantaian El Clasico Terbesar</title>
		<link>https://speakbola.com/pembantaian-terbesar-el-clasico/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2022 07:45:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[el clasico]]></category>
		<category><![CDATA[hasil pertandingan]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[liga spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Real Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=468</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; El Clasico adalah nama yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara dua rival, yaitu FC Barcelona dan Real Madrid. Awalnya nama El Clasico hanya mengacu pada pertandingan kedua klub di ajang La Liga saja. Namun istilah itu meluas kepada setiap pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid, termasuk juga kompetisi di luar La [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pembantaian-terbesar-el-clasico/">Catatan Kelam, 7 Pembantaian El Clasico Terbesar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; <a href="https://speakbola.com/tag/el-clasico/">El Clasico</a> adalah nama yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara dua rival, yaitu <a href="https://speakbola.com/tag/barcelona/">FC Barcelona</a> dan <a href="https://speakbola.com/tag/real-madrid/">Real Madrid</a>. Awalnya nama El Clasico hanya mengacu pada pertandingan kedua klub di ajang La Liga saja. Namun istilah itu meluas kepada setiap pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid, termasuk juga kompetisi di luar La Liga, seperti di Liga Champions UEFA dan Copa del Rey.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebagai sebuah pertandingan yang mempertemukan 2 klub raksasa Liga Spanyol, sudah tentu pada laga El Clasico tersaji tensi pertandingan yang tinggi karena dua kubu yang sama kuat hingga kadang laga berakhir dengan skor imbang atau keunggulan tipis salah satu tim.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun tahukah Speakers sekalian bahwa ada laga-laga El Clasico yang memiliki rentang skor cukup jauh dan berakhir sebagai sebuah pembantaian dari salah satu tim rival itu?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada rubrik Offside kali ini SpeakBola akan merangkum beberapa pembantaian El Clasico terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah pertemuan kedua tim.</span></p>
<h2><span style="font-size: 12pt;"><strong><span style="font-size: 14pt;"> 1. El Clasico 1943: Real Madrid 11-1 Barcelona</span><br />
</strong></span></h2>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_483" style="width: 519px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-483" class="wp-image-483 " src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1-300x200.jpg" alt="Pembanaian El Clasico Terbersar" width="509" height="339" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1-1024x683.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1-400x267.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1-768x512.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1257580008.jpg.0-1.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 509px) 100vw, 509px" /><p id="caption-attachment-483" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 12pt;">Terminologi El Clasico sejatinya digunakan untuk menyebut pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid di La Liga saja.</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan El Clasico di tahun 1943 itu adalah kemenangan El Clasico terbesar Real Madrid atas Barcelona, mereka melakukan pembantaian terhadap Barcelona 11-1 di Copa del Generalismo.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">11 gol Real Madrid yang tercipta dalam pertandingan itu dicetak oleh Pruden (5’,32’,35’), Barinaga (30’,42’,44’,87’), Alonso J (37’,74’), Curta (39’), dan Botella (85’). Sedangkan satu-satunya gol Barcelona pada dicetak oleh Mariano Martin (89&#8243;).</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>2. El Clasico 1935</strong><strong>: Real Madrid 8-2 Barcelona</strong></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Saat itu Real Madrid sedang mendominasi, tim ibu kota itu tidak pernah kalah dari Barcelona selama 4 tahun terakhir. Di pertandingan El Clasico yang merupakan ajang Liga Spanyol minggu ke-10, Real Madrid membantai Barcelona 8-2. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><span style="font-weight: 400;">Pesta kemenangan Madrid dibuka oleh gol Jamie Lazcano mencetak hattrick (15’, 42’, 73’), lalu Sanudo yang mencetak quattrick (21’, 35’, 47’, 81’), dan pembantaian hari itu digenapkan oleh gol Re</span><span style="font-weight: 400;">gueiro (29’). Sedangkan 2 gol Barcelona dicetak oleh Escola (17’) dan Guzman (68’)</span></span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>3. El Clasico 1950: Barcelona 7-2 Real Madrid</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada El Clasico yang terjadi di ajang La Liga pekan ke 3, tepatnya di tanggal 24 September 1950, giliran Barcelona yang balik membantai Real Madrid di laga EL Clasico dengan skor 7-2.  Gol-gol pada pesta kemenangan El Clasico Barcelona tersebut dicetak oleh <span style="font-weight: 400;">Nicolau 9&#8243;, César 14&#8243;, Marcos Aurellio 39&#8243;, Nicolau 56&#8243;, Gonzalvo Iii 62&#8243;, Basora 82&#8243;, dan Marcos Aurellio 88&#8243;. Sedangkan 2 gol Real Madrid dicetak </span><span style="font-weight: 400;">Molowny 15&#8243; dan </span><span style="font-weight: 400;">García 66&#8243;.</span></span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>4. El Clasico 1994: Barcelona 5-0 Real Madrid</strong></span></h2>
<div id="attachment_484" style="width: 506px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-484" class=" wp-image-484" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1-300x188.jpg" alt="Pembantaian El Clasico Terbesar" width="496" height="311" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1-300x188.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1-1024x640.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1-400x250.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1-768x480.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4585413-1.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 496px) 100vw, 496px" /><p id="caption-attachment-484" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Romario saat bermain di laga El Clasico</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pembantaian Barcelona terhadap Real Madrid di laga El Clasico ini terjadi di era saat bintang tim nasional Brasil, Romario, memperkuat Barca. Barcelona menghajar Real Madrid 5-0 di ajang La Liga. Lima gol Blaugrana masing-masing dicetak Romario (24, 56, 81), Ronald Koeman (47), dan Ivan Iglesias (86).</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>5. El Clasico 1994: Real Madrid 5-0 Barcelona</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Masih di era yang sama, giliran Real Madrid yang mencukur balik Barcelona. Madrid sukses membalaskan dendam dengan jumlah gol yang sama. Gol-gol Los Blancos dicetak Ivan Zamorano (5, 21, 39), Luis Enrique (68), dan Jose Amavisca (70).</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>6. El Clasico 2009: Real Madrid 2-6 Barcelona</strong></span></h2>
<div id="attachment_492" style="width: 509px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-492" class="wp-image-492 " src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1-300x188.jpg" alt="Pembantaian El CLasico Terbesar" width="499" height="313" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1-300x188.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1-1024x640.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1-400x250.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1-768x480.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MADRID-FCB-1.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 499px) 100vw, 499px" /><p id="caption-attachment-492" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Selebrasi Gol Para Pemain Barcelona</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Enam gol dicetak Blaugrana di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid, pada 3 Mei 2009. Thierry Henry, Samuel Eto&#8217;o, dan Lionel Messi jadi ujung tombak squad Barcelona saat membantai Madrid 6-2 di depan publiknya sendiri.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Thierry Henry dan Lionel Messi masing-masing sukses mencetak dua gol. Sedangkan, dua gol Barcelona lainnya dicetak Carles Puyol dan Gerard Pique. Sementara dua gol Madrid dicetak oleh Higuaín (14&#8243;) dan Sergio Ramos (56&#8243;).</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>7. El Clasico 2010: Barcelona 5-0 Real Madrid</strong></span></h2>
<div id="attachment_486" style="width: 506px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-486" class=" wp-image-486" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/117898hp2-300x187.jpg" alt="Pembantaian EL Clasico Terbesar" width="496" height="309" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/117898hp2-300x187.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/117898hp2-400x249.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/117898hp2.jpg 570w" sizes="auto, (max-width: 496px) 100vw, 496px" /><p id="caption-attachment-486" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Tensi tinggi kerap tersaji di setiap laga El Clasico</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setahun kemudian, Barcelona kembali menunjukan dominasinya terhadap Madirid di abad 20-an, Barcelona kembali membantai Madrid 5-0 saat bermain di Camp Nou.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Blaugrana mengandalkan Lionel Messi, David Villa, dan Pedro Rodriguez di lini depan. Gol-gol kemenagan Barca dicetak oleh Pedro dan Villa (2). Sedangkan dua gol lagi dicetak Jeffren Suarez dan Xavi Hernandez.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Rivalitas kedua tim Raksasa Spanyol ini memang selalu menarik untuk diikuti karena selalu ada hal-hal menarik yang terjadi saat El Clasico. Pertandingan terdekat yang mempertemukan kedua tim akan terjadi di laga pramusim keduanya pada 24 Juli 2022.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> untuk dapat kabar terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pembantaian-terbesar-el-clasico/">Catatan Kelam, 7 Pembantaian El Clasico Terbesar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia (Hindia-Belanda) Dalam Piala Dunia 1938.</title>
		<link>https://speakbola.com/indonesia-dalam-piala-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2022 08:11:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[bola]]></category>
		<category><![CDATA[Hindia-Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pertandingan]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=63</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Piala Dunia adalah ajang paling akbar dalam kompetisi sepak bola antar negara. Pagelaran itu dihelat 4 tahun sekali. Piala dunia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1930 di Uruguay oleh presiden FIFA bernama Jules Rimet yang diikuti 13 negara dan dimenangkan oleh Uruguay. Sampai hari ini ajang tersebut sudah 21 kali dilaksanakan dan pemegang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/indonesia-dalam-piala-dunia/">Indonesia (Hindia-Belanda) Dalam Piala Dunia 1938.</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>Piala Dunia adalah ajang paling akbar dalam kompetisi sepak bola antar negara. Pagelaran itu dihelat 4 tahun sekali. Piala dunia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1930 di Uruguay oleh presiden FIFA bernama Jules Rimet yang diikuti 13 negara dan dimenangkan oleh Uruguay. Sampai hari ini ajang tersebut sudah 21 kali dilaksanakan dan pemegang piala terbanyak adalah Brazil dengan 5 kali juara piala dunia 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002. Bagaimana keterlibatan Indonesia dalam piala dunia? Pertanyaan itu akan coba dibahas dalam rubrik Bolastori edisi ini.</p>
<h1><span style="font-size: 14pt;">Awal Keterlibatan</span></h1>
<p>Kala itu Indonesia masih menggunakan Hindia-Belanda karena masih dalam jajahan kerajaan Belanda pada saat itu. Anwar Sutan dkk masuk dalam zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup itu hanya berisi 2 negara Indonesia (Hindia-Belanda) dan Jepang. Jepang memilih mundur dari kualifikasi tersebut karena sedang terlibat perang dengan Cina. Otomatis Indonesia melaju langsung ke ajang piala dunia sebagai tim pertama dari Asia yang bermain dalam ajang tersebut.</p>
<p>Pada putaran pertama tim Hindia-Belanda langsung bertemu dengan tim kuat yaitu Hungaria. Alhasil tim yang berisikan pemain campuran keturunan Indonesia, Tionghoa dan Belanda tersebut kalah telak. Jala gawang Hindia-Belanda yang dikawal oleh Mo Heng ditembus 6 kali oleh tim Hungaria tanpa balasan sebiji gol pun dari tim Hindia-Belanda.</p>
<p>Pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Velodrome di kota Reims menjadi satu-satunya pertandingan Hindia-Belanda dikancah piala dunia. Tim besutan Mastenbroek tersebut pun langsung gugur karena pada masa itu piala dunia menggunakan sistem gugur. Pada pertandingan tersebut tim Hindia-Belanda memakai kostum putih dan orange dan menyanyikan lagu kebangsaan Belanda Het wilhelmus.</p>
<p>Perbedaan fisik yang mencolok menjadi faktor kekalahan tim Hindia_belanda tersebut bahkan walikota Reims yang datang pada saat itu berkata “saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci”. Meski kalah tim Hindia-Belanda dianggap memberikan perlawanan yang tangguh setidaknya begitulah pemberitaan dari koran dalam negeri yang bernama Sin Po yang terbit 7 Juni 1938.</p>
<h1><span style="font-size: 14pt;">Nama Pemain Timnas Hindia-Belanda di Piala Dunia 1938</span></h1>
<div id="attachment_65" style="width: 505px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-65" class="wp-image-65" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/tim-hindia-belanda-300x169.jpg" alt="Timnas Indonesia di Piala Dunia 1938" width="495" height="279" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/tim-hindia-belanda-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/tim-hindia-belanda-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/tim-hindia-belanda-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/tim-hindia-belanda.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 495px) 100vw, 495px" /><p id="caption-attachment-65" class="wp-caption-text">Kiprah Timnas Indonesia dengan nama Hindia-Belanda di Piala Dunia 1938</p></div>
<p>Kiper: Tan &#8220;Bing&#8221; Mo Heng (HCTNH Malang), Jack Samuels (Hercules Batavia)</p>
<p>Belakang: Dorst, J. Harting Houdt Braaf Stand (HBS Soerabaja), Frans G. Hu Kon (Sparta Bandung), Teilherber (Djocoja Djogjakarta).</p>
<p>Tengah: G.H.V.L. Faulhaber (Djocoja Djogjakarta), Frans Alfred Meeng (SVBB Batavia), Achmad Nawir (HBS Soerabaja), Anwar Sutan (VIOS Batavia), G. van den Burgh (SVV Semarang).</p>
<p>Depan: Tan Hong Djien (Tiong Hoa Soerabaja), Tan See Han (HBS Soerabaja), Isaac &#8220;Tjaak&#8221; Pattiwael (VV Jong Ambon Tjimahi), Suvarte Soedarmadji (HBS Soerabaja), M.J. Hans Taihuttu Voetbal Vereniging (VV Jong Ambon Tjimahi), R. Telwe (HBS Soerabaja), Herman Zomers (Hercules Batavia).</p>
<p>Begitulah sekelumit perjalanan tim Indonesia atau Hindi-Belanda dalam mengarungi piala dunia 1938 di Prancis. Nah speakers,Ikuti terus portal berita speakers untuk mendapatkan update berita bola yang terbaru dan unik. Bicara bola ya <a href="https://speakbola.com/">speakbola</a> aja!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/indonesia-dalam-piala-dunia/">Indonesia (Hindia-Belanda) Dalam Piala Dunia 1938.</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kelam Sepak Bola Indonesia : Dalam Lakon Sepak Bola Gajah Indonesia vs Thailand di Piala Tiger 1998</title>
		<link>https://speakbola.com/sepak-bola-gajah-indonesia-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2022 03:03:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[bola]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola gajah]]></category>
		<category><![CDATA[skandal]]></category>
		<category><![CDATA[thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=23</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Sejarah kelam, drama atau insiden unik bahkan memalukan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari olahraga sepak bola. Banyak kejadian yang memberikan kenangan untuk orang banyak, bisa jadi kenangan yang baik maupun buruk. Sejarah sepak bola Indonesia juga mencatat beberapa kejadian kelam atau memalukan. Bolastori kali ini akan membahas kejadian sepak bola gajah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/sepak-bola-gajah-indonesia-thailand/">Sejarah Kelam Sepak Bola Indonesia : Dalam Lakon Sepak Bola Gajah Indonesia vs Thailand di Piala Tiger 1998</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(</strong><strong>speakbola.com)</strong> &#8211; Sejarah kelam, drama atau insiden unik bahkan memalukan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari olahraga sepak bola. Banyak kejadian yang memberikan kenangan untuk orang banyak, bisa jadi kenangan yang baik maupun buruk. Sejarah sepak bola Indonesia juga mencatat beberapa kejadian kelam atau memalukan. Bolastori kali ini akan membahas kejadian sepak bola gajah Indonesia vs Thailand pada perhelatan Piala Tiger 1998. Sepak bola gajah adalah istilah untuk tim yang tidak bermain sportif dalam sebuah pertandingan. Mari kita simak ceritanya speakers.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu insiden yang memalukan dalam sepak bola Indonesia adalah pertemuan Indonesia vs Thailand pada piala Tiger tahun 1998. Piala Tiger 1998 yang sekarang berganti nama menjadi Piala AFF menjadi saksi bagaimana kedua tim bermain saling mengalah disinyalir guna menghindari tuan rumah Vietnam di Semifinal.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Indonesia tergabung di Grup A bersama Thailand, Myanmar, dan Filipina. Thailand dan Indonesia mendominasi penyisihan grup. Indonesia mengawali pertandingan pertama Grup A dengan apik. Filipina ditundukkan 3-0. Di laga kedua, giliran Myanmar yang ditaklukan 6-2 oleh Aji Santoso dkk. Sementara Thailand, menang 3-1 atas Filipina dan imbang 1-1 dengan Myanmar. Indonesia dan Thailand sama sama lolos ke semifinal tetapi sebelum lanjut ke partai itu mereka harus menentukan siapa yang menjadi juara grup.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Jalannya Laga Sepak Bola Gajah</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan perebutan juara grup A yang diperkirakan akan berjalan ketat dan panas justru berjalan sebaliknya. Kedua tim menunjukkan keinginan untuk tidak menang dalam pertandingan ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keadaan itu sedikit berubah pada menit ke-53. Gol tercipta untuk Indonesia oleh Miro Baldo Bento dan kemudian susul-menyusul skor terjadi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Thailand menjebol gawang Indonesia yang dijaga Kurnia Sandy. Kemudian Indonesia balas memimpin 2-1 lewat gol Aji Santoso menit ke-84, yang segera disamakan Thailand pada menit 86.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kejadian yang menjadi aib bagi sejarah sepak bola terjadi pada menit 90. Adalah seorang bek asal Persebaya Surabaya, yaitu Mursyid Effendi, yang dengan sengaja melakukan gol bunuh diri lalu disambut selebrasi dari teman setim atas gol tersebut, dan mengubah skor menjadi 2-3 untuk kemenangan Thailand.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Gol Bunuh Diri Mursyid Effendi</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gol bunuh diri yang tidak hanya membuat shock seisi Stadion Thong Nat, Ho Chi Minh, Vietnam, gol itu juga memberi efek kaget kepada seluruh pecinta bola di Indonesia. Indonesia yang dalam trend bagus secara permainan malah sengaja mengalah dari Thailand.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Rumor yang beredar adalah kedua tim tersebut ingin menjadi runner up untuk  menghindari Vietnam yang sedang dalam performa yang bagus padahal di grup B Vietnam hanya menempati posisi kedua di bawah Singapura.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lucunya lagi, rencana untuk menjadi runner up dan menghindari Vietnam juga tetap tidak bisa membawa Indonesia menuju partai final. Bima Sakti cs dikalahkan oleh Singapura dengan skor 2-1 dan harus puas ditempat ke 3 setelah mengalahkan Thailand di perebutan juara 3 dalam drama adu pinalti yang berakhir dengan skor 5-4 setelah bermain sama kuat 3-3 di waktu normal.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Piala Tiger pun akhirnya dimenangkan oleh Singapura yang pada partai puncak mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Sanksi FIFA Terhadap PSSI</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kasus sepak bola gajah Indonesia Vs Thailand tidak luput dari penyelidikan FIFA hingga akhirnya PSSI dikenai sanksi denda 40 ribu dolar AS oleh FIFA dan Mursyid Effendi dikenai sanksi larangan beraktivitas di sepak bola internasional seumur hidup. Sebuah hukuman yang tentunya sangat berat untuk Mursyid Effendi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di samping sanksi FIFA, kejadian sepak bola gajah itu pun tidak luput dari pemberitaan media massa dalam dan luar negri, yang membuat ketua PSSI pada saat itu, Azwar Anas, mengundurkan diri dari jabatannya.</span></p>
<div style="width: 640px;" class="wp-video"><video class="wp-video-shortcode" id="video-23-1" width="640" height="480" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/y2mate.com-FF-5-September-1998-Thailand-v-Indonesia-farce_480p.mp4?_=1" /><a href="https://speakbola.com/wp-content/uploads/y2mate.com-FF-5-September-1998-Thailand-v-Indonesia-farce_480p.mp4">https://speakbola.com/wp-content/uploads/y2mate.com-FF-5-September-1998-Thailand-v-Indonesia-farce_480p.mp4</a></video></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Begitulah salah satu kejadian memalukan dalam sejarah sepak bola Indonesia. Menurut kalian gimana speakers? Apakah harusnya yang dihukum bukan hanya Mursyid Effendi tetapi rekan setimnya pun juga harus dihukum? Atau speakers punya pendapat sendiri soal kejadian ini? Kita doakan saja semoga sejarah seperti itu tidak terulang lagi. Tetap ikuti Speakbola untuk mendapatkan berita terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/sepak-bola-gajah-indonesia-thailand/">Sejarah Kelam Sepak Bola Indonesia : Dalam Lakon Sepak Bola Gajah Indonesia vs Thailand di Piala Tiger 1998</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://speakbola.com/wp-content/uploads/y2mate.com-FF-5-September-1998-Thailand-v-Indonesia-farce_480p.mp4" length="10567284" type="video/mp4" />

			</item>
	</channel>
</rss>
