<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lev Yashin &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/lev-yashin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Sep 2023 04:46:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>Lev Yashin &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Kiper Legendaris Dunia yang Tak Lekang Zaman, Nomor 1 Pernah Lawan Timnas Indonesia</title>
		<link>https://speakbola.com/kiper-legendaris-piala-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2022 09:04:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Dino Zoff]]></category>
		<category><![CDATA[Gianluigi Buffon]]></category>
		<category><![CDATA[Gordon Banks]]></category>
		<category><![CDATA[Iker Casillas]]></category>
		<category><![CDATA[Kiper]]></category>
		<category><![CDATA[Kiper Legendaris]]></category>
		<category><![CDATA[Kiper Terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Lev Yashin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2826</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Banyak kiper yang telah menunjukkan penyelamatan gemilang di bawah mistar gawang. Para kiper itu bersinar selama satu atau dua musim, kemudian perlahan tenggelam lalu menghilang. Namun, ada beberapa nama kiper yang secara konsisten menyuguhkan penampilan terbaiknya musim demi musim. Aksi mereka terekam baik di dalam memori dan tak lekang oleh zaman. Merekalah para [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/kiper-legendaris-piala-dunia/">5 Kiper Legendaris Dunia yang Tak Lekang Zaman, Nomor 1 Pernah Lawan Timnas Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>Banyak kiper yang telah menunjukkan penyelamatan gemilang di bawah mistar gawang. Para kiper itu bersinar selama satu atau dua musim, kemudian perlahan tenggelam lalu menghilang. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, ada beberapa nama kiper yang secara konsisten menyuguhkan penampilan terbaiknya musim demi musim. Aksi mereka terekam baik di dalam memori dan tak lekang oleh zaman. Merekalah para penjaga gawang yang layak menyandang gelar kiper legendaris dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> kali ini akan mengulas para penjaga gawang terbaik penyandang gelar kiper legendaris.</span></p>
<h2></h2>
<h2>5. Gordon Banks</h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gordon Banks adalah satu-satunya kiper Inggris yang pernah memenangkan <a href="https://speakbola.com/piala-dunia-pesta-sepak-bola/">Piala Dunia</a>, tepatnya pada Piala Dunia 1966. Banks bisa dibilang salah satu kiper terbaik Inggris sepanjang masa. Tercatat bahwa Ia membuat 73 penampilan untuk negaranya dan dinobatkan sebagai <a href="https://www.iffhs.com/posts/1054" target="_blank" rel="noopener">kiper terbaik kedua</a> IFFHS abad kedua puluh.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 14pt;">&#8220;Saya mencetak begitu banyak gol dalam hidup saya, tetapi orang-orang selalu bertanya kepada saya tentang penyelamatan itu.&#8221; &#8211; Pele</span></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Salah satu aksi penyelamatan luar biasa Gordon Banks di bawah mistar gawang terjadi kala Inggris bertemu Brasil di <a href="https://speakbola.com/piala-dunia-terbaik/">Piala Dunia 1970</a>. Saat itu Pele yang sedang jaya-jayanya melakukan sebuah sundulan dari kotak penalti Inggris. Bola meluncur kencang ke sudut kanan bawah gawang Banks kemudian memantul. Hasil pantulannya membawa bola menuju gawang dan peluang terjadi gol amat besar. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Banks, dengan gemilang, memutus peluang terjadinya gol. Ia dengan kekuatan jari-jarinya menepis bola yang amat sulit dijangkau. Bukan ke samping, melainkan bola ditepis Banks melayang ke atas mistar gawangnya.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">A year without Gordon Banks.</p>
<p>His <a href="https://twitter.com/England?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@England</a> 1966 triumph and extraordinary save against <a href="https://twitter.com/Pele?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@Pele</a> four years later will never be forgotten. <a href="https://t.co/lPjCI8vVwg">pic.twitter.com/lPjCI8vVwg</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1227555449446289409?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">February 12, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Aksi legendaris Banks menyelamatkan gawang negaranya itu disebut-sebut sebagai &#8220;penyelamatan abad ini&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Sayangnya, karir kiper legendaris Inggris ini terhenti ketika sebuah kecelakaan mobil menyebabkan dia kehilangan penglihatan mata kanannya. Pun sudah berusaha untuk kembali, tetapi kemampuannya sudah terkubur akibat insiden itu.</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Gordon Banks meninggal pada tahun 2019. Pun demikian aksi legendaris kiper terbaik Inggris ini di bawah mistar gawang, baik di Piala Dunia maupun di Liga, tersimpan rapi di bilik-bilik memori para penggemar sepak bola di seluruh dunia.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Penghargaan:</span></h3>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Klub</span></h4>
<ul>
<li>Leicester City: League Cup: 1963–64</li>
<li>Stoke City: League Cup: 1971–72</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Timnas Inggris</span></h4>
<ul>
<li>FIFA World Cup: 1966</li>
<li>Juara Ketiga UEFA European Championship: 1968</li>
<li>British Home Championship: 1964 (shared), 1965, 1966, 1968, 1969, 1970 (shared), 1971, &amp; 1972.</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Individu</span></h4>
<ul>
<li>FIFA Goalkeeper of the Year: 1966, 1967, 1968, 1969, 1970, &amp; 1971</li>
<li>FIFA World Cup All-Star Team: 1966</li>
<li>Officer of the Order of the British Empire: 1970</li>
<li>Daily Express Sportsmen of the Year: 1971, 1972</li>
<li>FWA Footballer of the Year: 1972</li>
<li>Football League 100 Legends: 1998</li>
<li>English Football Hall of Fame: 2002</li>
<li>NASL All-Stars: 1977</li>
<li>NASL Goalkeeper of the Year: 1977</li>
<li>FIFA 100: 2004</li>
<li>PFA Team of the Century (1907–1976): 2007</li>
<li>Freedom of the City of Stoke-on-Trent 16 October 2014</li>
<li>Freedom of the Borough of Newcastle-under-Lyme 23 February 2018</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2>4. Dino Zoff</h2>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Dino Zoff adalah kiper legendaris sepak bola Italia dan merupakan pemenang tertua Piala Dunia. Zoff berhasil mengangkat Piala Dunia sebagai kapten tim nasional Italia di Piala Dunia 1982 di Spanyol, pada usia 40 tahun, 4 bulan dan 13 hari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Di kejuaraan empat tahunan itu juga Zoff memenangkan penghargaan kiper terbaik Piala Dunia 1982, dan Italia terpilih sebagai  tim terbaik pula.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">At 4⃣0⃣ years and 4⃣ months, he was &#8211; and remains &#8211; the oldest man ever to lift the <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> 🏆🙌</p>
<p>Today, he turns 7⃣7⃣. Happy birthday to Dino Zoff &#8211; a true 🇮🇹<a href="https://twitter.com/Azzurri?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@azzurri</a> icon! 🎂 <a href="https://t.co/IS8eFoLdKH">pic.twitter.com/IS8eFoLdKH</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1101034996184293376?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">February 28, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Penjaga gawang yang terkenal akan refleksnya yang amat cepat ini  juga mencapai kesuksesan di level klub bersama Juventus. Kiper legendaris Italia ini memenangkan 6 gelar Serie A, 2 Coppa Italia, dan Piala UEFA.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Sebagai penjaga gawang, Zoff memiliki tempat spesial dalam sejarah sepak bola. Dia dinobatkan sebagai kiper terbaik ke-3 abad ke-20 oleh IFFHS di belakang Lev Yashin dan Gordon Banks.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Selain itu, dalam beraksi di bawah mistar gawang, ia memegang rekor waktu bermain terlama tanpa kebobolan gol di turnamen internasional (1142 menit) antara tahun 1972 dan 1974. Dengan 112 caps, ia adalah pemain kelima dengan caps terbanyak untuk Azzurri.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Penghargaan:</span></h2>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Juventus</span></h4>
<ul>
<li>Serie A: 1972–73, 1974–75, 1976–77, 1977–78, 1980–81, 1981–82</li>
<li>Coppa Italia: 1978–79, 1982–83</li>
<li>UEFA Cup: 1976–77</li>
<li>Intercontinental Cup: Runner-up: 1973</li>
<li>European Cup: Runner-up: 1972–73, 1982–83</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Timnas Italia</span></h4>
<ul>
<li>FIFA World Cup: 1982</li>
<li>FIFA World Cup: Runner-up: 1970</li>
<li>UEFA European Championship: 1968</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Individu</span></h4>
<ul>
<li>UEFA European Championship Team of the Tournament: 1968 &amp; 1980</li>
<li>Ballon d&#8217;Or: 1973 Posisi kedua</li>
<li>FIFA World Cup All-Star Team: 1982</li>
<li>FIFA Order of Merit: 1984</li>
<li>FIFA World Cup Best Goalkeeper: 1982</li>
<li>Berlin-Britz Goalkeeper of the Decade (1970s): 1999</li>
<li>IFFHS Italian Goalkeeper of the 20th Century: 1999</li>
<li>IFFHS European Goalkeeper of the 20th Century (2nd): 1999</li>
<li>IFFHS World Goalkeeper of the 20th Century (3rd): 1999</li>
<li>World Soccer Magazine&#8217;s 100 Greatest Players of the Twentieth Century: 1999</li>
<li>November 2003: Italy&#8217;s Golden Player – the best Italian player of the last 50 years, selected by the Italian Football</li>
<li>Federation.</li>
<li>UEFA Golden Jubilee Poll: #5</li>
<li>FIFA 100</li>
<li>Golden Foot &#8220;Football Legends&#8221; Award: 2004</li>
<li>Inducted into the Italian Football Hall of Fame: 2012</li>
<li>Inducted into the Walk of Fame of Italian sport: 2015</li>
<li>IFFHS Legends</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2>3. Iker Casillas</h2>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Casillas telah bermain selama 20 tahun di kompetisi level tertinggi dunia dan merupakan salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Hanya Casillas seorang lah satu-satunya kiper di dunia yang memenangkan 5 Penghargaan Kiper Terbaik Dunia IFFHS berturut-turut dan juga memenangkan 5 kejuaraan terbesar di Dunia (Piala Dunia, Piala Dunia Antarklub, Euro, dan Liga Champions) bersama Real Madrid dan Spanyol.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Kiper asal Spanyol ini setia menjaga gawang <a href="https://speakbola.com/tag/real-madrid/">Los Blancos</a> selama 16 musim dan bermain dalam 725 pertandingan dengan Real, memenangkan 5 gelar La Liga, 4 Supercopa de Espana, 3 Liga Champions, 2 Piala Super UEFA, satu Piala Dunia Antarklub, dan 2 Piala Interkontinental.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Sejak Juni 2000, Iker Casillas bermain untuk Tim Nasional Spanyol di mana ia bermain sebanyak 167 kali antara tahun 2000 dan 2016. Bersama Timnas Spanyol ia memenangkan Euro 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Keberhasilan Casillas sebagai penjaga gawang menyebabkan dirinya mulai dianggap sebagai kiper terhebat di abad baru bersama Gianluigi Buffon. Pada tahun 2014, ia menjadi salah satu dari 4 pemain yang mewakili Spanyol di empat Piala Dunia (2002, 2006, 2010, 2014).</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">A <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> winner, <a href="https://twitter.com/SEFutbol?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@SeFutbol</a> icon and true goalkeeping great has announced his retirement 🧤</p>
<p>Congratulations on a fantastic playing career, <a href="https://twitter.com/IkerCasillas?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@IkerCasillas</a>, and good luck for the next chapter! 👏 <a href="https://t.co/3FQZVvtx5O">pic.twitter.com/3FQZVvtx5O</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1290610265055268865?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">August 4, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Salah satu aksi gemilang Casillas sebagai penjaga gawang Timnas Spanyol di Piala Dunia yang legendaris ditunjukan kala ia menghalau sontekan Arjen Robben di Piala Dunia 2010. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Saat itu, Spanyol dan Belanda bertemu di partai final Piala Dunia 2010. Robben yang lepas dari kawalan berhadapan satu lawan satu dengan Casillas di depan gawang. Casillas maju ke depan untuk memperkecil jarak tembak. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Pun Robben berhasil melepaskan tembakan yang mengecoh Casillas namun dengan refleksnya yang luar biasa Kiper Legendaris Spanyol ini mampu memblok bola dengan kakinya. Penyelamatan Legendaris Casillas itu mengantarkan Spanyol menjadi Juara Piala Dunia 2010.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Penghargaan</span></h3>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Real Madrid</span></h4>
<ul>
<li>La Liga: 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08, 2011–12</li>
<li>Copa del Rey: 2010–11, 2013–14</li>
<li>Supercopa de España: 2001, 2003, 2008, 2012</li>
<li>UEFA Champions League: 1999–2000, 2001–02, 2013–14</li>
<li>UEFA Super Cup: 2002, 2014</li>
<li>FIFA Club World Cup: 2014</li>
<li>Intercontinental Cup: 1998, 2002</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Porto</span></h4>
<ul>
<li>Primeira Liga: 2017–18</li>
<li>Supertaça Cândido de Oliveira: 2018</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Timnas Spanyol</span></h4>
<ul>
<li>FIFA World Cup: 2010</li>
<li>UEFA European Championship: 2008, 2012</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Individu</span></h4>
<ul>
<li>Bravo Award: 2000</li>
<li>La Liga Breakthrough Player of the Year: 2000</li>
<li>La Liga Zamora Trophy: 2007–08</li>
<li>La Liga Best Goalkeeper: 2009, 2012</li>
<li>La Liga Fair Play Award: 2012–13</li>
<li>Primeira Liga Fair Play Award: 2017–18</li>
<li>MARCA Fair Play Award – MARCA&#8217;s 80th Anniversary: 2018</li>
<li>Dragões de Ouro Award – Porto Athlete of the Year: 2018</li>
<li>Primeira Liga Best Goalkeeper: 2018–19</li>
<li>Primeira Liga Team of the Year: 2018–19</li>
<li>Quinas de Ouro Award – Primeira Liga Best XI: 2018–19</li>
<li>Best European Goalkeeper: 2010</li>
<li>IFFHS World&#8217;s Best Goalkeeper: 2008, 2009, 2010, 2011, 2012</li>
<li>FIFA FIFPro World XI: 2008, 2009, 2010, 2011, 2012</li>
<li>FIFA World Cup Golden Glove: 2010</li>
<li>FIFA World Cup Dream Team: 2010</li>
<li>UEFA Euro Team of the Tournament: 2008, 2012</li>
<li>UEFA Team of the Year: 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012</li>
<li>ESM Team of the Year: 2008</li>
<li>UEFA Ultimate Team of the Year (published 2019)</li>
<li>Golden Foot: 2017</li>
<li>World XI: Team of the 21st Century</li>
<li>Globe Soccer Awards – Player Career Award: 2020</li>
<li>11Leyendas Jornal AS: 2021</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2>2. Gianluigi Buffon</h2>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Kiper Legendaris Si Nyonya Tua dan Timnas Italia ini pernah menjadi penjaga gawang terbaik di dunia. Hal itu terjadi di era 2000-an. Para pakar sepak bola bahkan menganggapnya sebagai kiper Italia terhebat sepanjang masa, melampaui Dino Zoff. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Gianluigi Buffon menembus tim utama Parma pada 1995 saat usianya baru menginjak 17 tahun. Pada tahun yang sama, kiper kelahiran Carrara itu menjalani debut profesionalnya. Buffon membela Parma hingga 2001, lalu kemudian hijrah ke Juventus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Bersama Juventus lah karir Buffon melesat. Pun sempat tertiban nasib buruk saat Juventus turun ke Serie B akibat skandal calciopoli, Buffon tetap setia bersama Si Nyonya Tua. Setelah badai berlalu, ia meraih banyak kesuksesan di sana. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Sempat berseragam Paris Saint-Germain pada 2018-2019, Buffon memutuskan kembali ke Juventus dan bertahan hingga 2021. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Di level Timnas, Gianluigi Buffon mencatatkan 176 caps bersama timnas Italia dan ikut menjuarai Piala Dunia 2006 yang digelar di Jerman. Di Jerman pula Buffon terpilih sebagai kiper terbaik Piala Dunia 2006.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Salah satu aksi legendaris kiper senior ini dalam menjaga gawang Timnas Italia terjadi di final Piala Dunia 2006.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OTD?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OTD</a> 16 years ago, Buffon made this insane save to deny Zidane &amp; France in the World Cup final 🔥<a href="https://t.co/5CP8brGyCL">pic.twitter.com/5CP8brGyCL</a></p>
<p>— Juve Canal (@juve_canal) <a href="https://twitter.com/juve_canal/status/1545531111308201987?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 8, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Saat itu Italia berhadapan dengan Prancis di partai penentu. Zinedine Zidane yang mendapat sebuah umpan matang dari Ljungberg melepaskan sebuah tandukan keras ke tengah gawang Italia yang dikawal Buffon.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Buffon dengan sigap dan cermat melakukan penyelamatan gemilang dengan membuang bola ke atas mistar gawangnya. Peluang mencetak gol Prancis dibuat menjadi nol oleh sang kiper legendaris Italia ini.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Penghargaan</span></h3>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Parma</span></h4>
<ul>
<li>Coppa Italia: 1998–99</li>
<li>Supercoppa Italiana: 1999</li>
<li>UEFA Cup: 1998–99</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Juventus</span></h4>
<ul>
<li>Serie A: 2001–02, 2002–03, 2011–12, 2012–13, 2013–14, 2014–15, 2015–16, 2016–17, 2017–18, 2019–20</li>
<li>Serie B: 2006–07</li>
<li>Coppa Italia: 2014–15, 2015–16, 2016–17, 2017–18, 2020–21</li>
<li>Supercoppa Italiana: 2002, 2003, 2012, 2013, 2015, 2020</li>
<li>Juara Kedua UEFA Champions League: 2002–03, 2014–15, 2016–17</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Paris Saint-Germain</span></h4>
<ul>
<li>Ligue 1: 2018–19</li>
<li>Trophée des Champions: 2018</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Timnas Italia</span></h4>
<ul>
<li>Piala Dunia: 2006</li>
<li>Juara Kedua UEFA European Championship: 2012</li>
<li>FIFA Confederations Cup Bronze Medal: 2013</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Individu</span></h4>
<ul>
<li>Bravo Award: 1999</li>
<li>Serie A Goalkeeper of the Year Award: 1999, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2008, 2012, 2014, 2015, 2016, 2017</li>
<li>UEFA Club Goalkeeper of the Year: 2002–03</li>
<li>UEFA Club Footballer of the Year: 2002–03</li>
<li>UEFA Team of the Year: 2003, 2004, 2006, 2016, 2017</li>
<li>ESM Team of the Year: 2002–03, 2016–17</li>
<li>Best European Goalkeeper: 2003, 2016, 2017</li>
<li>IFFHS World&#8217;s Best Goalkeeper: 2003, 2004, 2006, 2007, 2017</li>
<li>FIFA 100</li>
<li>FIFA World Cup Yashin Award: 2006</li>
<li>FIFA World Cup All-Star Team: 2006</li>
<li>Serie A &#8220;Fan&#8221; Award: 2006, 2007</li>
<li>FIFA FIFPro World XI: 2006, 2007, 2017</li>
<li>UEFA European Championship Team of the Tournament: 2008, 2012</li>
<li>Sports Illustrated Team of the Decade: 2009</li>
<li>ESPN World Team of the Decade: 2009</li>
<li>IFFHS Best Goalkeeper of the Decade 2001–2011</li>
<li>IFFHS Best Goalkeeper of the 21st Century 2001–2020</li>
<li>IFFHS Best Goalkeeper of the Past 25 Years: 1987–2012</li>
<li>IFFHS All Time World&#8217;s Best Goalkeeper: 1987–2020</li>
<li>Serie A Team of the Year: 2012, 2014, 2015, 2016, 2017</li>
<li>Pallone Azzurro: 2013, 2016</li>
<li>UEFA Europa League Squad of the Season: 2013–14</li>
<li>Premio Nereo Rocco: 2014</li>
<li>UEFA Champions League Squad of the Season: 2014–15, 2016–17</li>
<li>UEFA Ultimate Team of the Year substitute (published 2015)</li>
<li>France Football World XI: 2015</li>
<li>Gianni Brera Award for Sportsman of the Year: 2015</li>
<li>Juventus MVP of the Year: 2015–16</li>
<li>UEFA Euro All-time XI (published 2016)</li>
<li>Premio Nazionale Carriera Esemplare &#8220;Gaetano Scirea&#8221;: 2016</li>
<li>Golden Foot: 2016</li>
<li>Serie A Footballer of the Year: 2016–17</li>
<li>The Best FIFA Goalkeeper: 2017</li>
<li>UEFA Champions League Goalkeeper of the Season: 2016–17</li>
<li>IFFHS Men&#8217;s World Team: 2017</li>
<li>Gazzetta Sports Awards Man of the Year: 2017</li>
<li>Juventus Greatest XI of All Time: 2017</li>
<li>Ballon d&#8217;Or Dream Team (Silver): 2020</li>
<li>IFFHS All-time Men&#8217;s B Dream Team: 2021</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2>1. Lev Yashin: Kiper Legendaris Dunia, Terbaik dari yang Terbaik</h2>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">&#8220;Laba-Laba Hitam&#8221;, begitulah kiper legendaris dunia ini dijuluki. Lev Yashin adalah seorang penjaga gawang yang amat berapi-api dengan refleks yang hebat dan tubuh atletis yang memukau. Kepiawaiannya menjaga gawang seperti seorang kiper berlengan delapan, yang mampu menyelamatkan segalanya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Lev Ivanovich Yashin, lahir di Moskow, berasal dari keluarga pekerja industri. Perang Dunia II memaksanya untuk menjadi buruh pabrik saat berusia 12 tahun. Namun, karena kesehatannya terganggu, ia berhenti bekerja di usia 18 tahun dan dikirim ke Moskow. Di kota itulah, ia memulai karier sepak bolanya.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Karir Klub Lev Yashin</span></h3>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Yashin menghabiskan seluruh karier sepak bola profesionalnya bersama klub Dinamo Moscow sejak tahun 1950 sampai 1970. Di sanalah, ia dikenal sebagai jenis penjaga gawang modern karena tidak takut bermain dan menggiring bola layaknya pemain lain.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Saking bagusnya cara Yashin mengendalikan kotak penalti, banyak yang menyebutnya sebagai kiper merangkap libero Dinamo Moscow.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Lev Yashin throwing an old-school football into the opposition half like it’s nothing <a href="https://t.co/Rk8WWpo3JK">pic.twitter.com/Rk8WWpo3JK</a></p>
<p>— James Dart (@James_Dart) <a href="https://twitter.com/James_Dart/status/1305027536703848448?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">September 13, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Cara bermain Yashin itulah yang saat ini banyak diadaptasi oleh para penjaga gawang di era sepak bola modern. Kemampuan seorang kiper bukan cuma dinilai dari kepiawaiannya menghentikan tembakan saja tapi juga bagaimana ia mengatur pertahanan dan mendistribusikan bola.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Bersama Dinamo Moscow, Yashin mendominasi Liga Uni Soviet. Mereka memenangkan lima gelar juara Liga Uni Soviet dengan Yashin berdiri di bawah mistar gawang.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Lev Yashin di Tim Nasional</span></h3>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Pada tahun 1954, Yashin untuk pertama kalinya dipanggil Timnas Uni Soviet. Bersama Timnas, Yashin menjuarai medali emas Olimpiade Musim Panas 1956 dan Piala Eropa 1960. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Yashin juga bermain di tiga Piala Dunia, yaitu pada tahun 1958, 1962, dan 1966. Ia mencatat empat pertandingan tanpa kebobolan dari 12 pertandingan yang dimainkannya di putaran final Piala Dunia. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Meskipun tidak sampai menjadi juara tapi penampilan Piala Dunia terbaik Yashin adalah ketika memimpin tim Uni Soviet di Piala Dunia 1966 di Inggris. Pada turnamen empat tahunan itu, Uni Soviet mampu mencapai semifinal. </span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/SovietUnion?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#SovietUnion</a> legend Lev Yashin makes one of the best saves in history of football.. 1966 <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> against <a href="https://twitter.com/hashtag/Germany?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#Germany</a> <a href="https://t.co/Bu9D0NjCZv">pic.twitter.com/Bu9D0NjCZv</a></p>
<p>— Classic Football (@classic_1863) <a href="https://twitter.com/classic_1863/status/711956008667627524?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">March 21, 2016</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Kiper Peraih Ballon d&#8217;Or</span></h3>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Segala catatan gemilang tersebut membuat Yashin dinominasikan Ballon d’Or pada tahun 1960 dan 1961. Pada dua edisi tersebut, sayangnya si laba-laba hitam hanya menempati posisi kelima dan keempat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Yashin akhirnya secara resmi dianugerahi Ballon d’Or pada bulan Desember 1963. Sampai saat ini, ia adalah satu-satunya kiper yang pernah menjadi Pemain Terbaik Dunia, peraih Ballon d&#8217;Or.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Lev Yashin vs Indonesia</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Indonesia adalah salah satu negara yang pernah menjajal kehebatan Lev Yashin di bawah mistar gawang. Perjumpaan kedua negara terjadi di <a href="https://speakbola.com/pertandingan-timnas-paling-bersejarah/">Olimpiade Musim Panas 1956</a>, Melbourne. Meskipun, saat itu Indonesia masih menggunakan nama Hindia Belanda.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebagai salah satu tim kuat di era 1950-an, Uni Sovyet diprediksi bakal menang mudah atas Indonesia. Namun yang terjadi justru sebaliknya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Timnas Indonesia yang saat itu dilatih pelatih asal Yugoslavia, Tony Pogacknik, dan diperkuat pemain seperti Maulwi Saelan, Endang Witarsa, Thio Him Tjiang, Ramlan, dan <a href="https://speakbola.com/ramang-legenda-sepak-bola-indonesia/">Andi Ramang</a> berhasil menahan imbang tim Uni Sovyet, yang dihuni pemain kaliber dunia 0-0.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keberanian pemain Indonesia meladeni lawan yang berpostur lebih besar dan bisa membuat kewalahan Lev Yashin, kiper terbaik di dunia, jadi catatan yang dikenang hingga sekarang.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Ujung Masa Sang Kiper Terbaik Dunia </span></h3>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Semua dedikasinya untuk Timnas Uni Soviet berakhir pada tahun 1971 di Moskow dalam sebuah pertandingan testimonial yang diselenggarakan khusus untuknya di Stadion Lenin, Moskow. Acara itu dihadiri 100.000 penggemar dan sejumlah bintang sepak bola, termasuk Pele, Eusebio, dan Franz Beckenbauer.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Pada tahun 1986, Yashin harus kehilangan kakinya karena penyakit thrombophlebitis (semacam radang pembuluh darah). Ia meninggal dunia pada 20 Maret 1990 akibat kanker lambung.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Kiper Legendaris Dunia</span></h3>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Demi memperingati sang kiper legendaris dunia, sebuah patung perunggu dipersembahkan untuknya. Hingga kini, patung Lev Yashin itu bisa dilihat di depan Stadion Dinamo di kota Moskow.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Di samping itu FIFA mengabadikan nama Lev Yashin menjadi sebuah penghargaan bagi para kiper terbaik di dunia, Yashin Trophy, yang diberikan setahun sekali saat <a href="https://speakbola.com/ballon-dor-pemain-sepak-bola-terbaik/">Ballon d&#8217;Or Gala</a>.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 14pt;">&#8220;Kiper macam apa yang tidak tersiksa oleh sebuah gol yang diizinkannya terjadi? Dia harus tersiksa! Dan jika dia tenang-tenang saja, maka berakhir sudah. Tak peduli apa yang dimilikinya di masa lalu, dia tak punya masa depan. &#8221; &#8211; Lev Yashin</span></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400; font-size: 12pt;">Lev Yashin abadi dalam sejarah sepak bola. Penjaga gawang legendaris Uni Soviet itu bisa dibilang merupakan salah satu kiper terbaik sepanjang masa.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Penghargaan</span></h3>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Dynamo Moscow</span></h4>
<ul>
<li>Soviet Top League: 1954, 1955, 1957, 1959, 1963</li>
<li>Soviet Cup: 1953, 1966–67, 1970; runner-up: 1955</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Timnas Uni Soviet</span></h4>
<ul>
<li>UEFA European Football Championship: Juara 1960, Juara Kedua 1964</li>
<li>Olympic Games Gold Medal: 1956</li>
<li>Semifinalis Piala Dunia: 1966</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Individu</span></h4>
<ul>
<li>European Goalkeeper of the Year: 1956, 1957, 1959, 1960, 1961, 1963, 1964, 1965, 1966</li>
<li>UEFA European Championship Team of the Tournament: 1960, 1964</li>
<li>USSR Goalkeeper of the year: 1960, 1963, 1966</li>
<li>Ballon d&#8217;Or: 1963</li>
<li>World Soccer World XI: 1963, 1964, 1966, 1967</li>
<li>FIFA XI: 1963, 1968</li>
<li>Europe XI: 1964, 1964, 1965</li>
<li>European football Oscars: 1963-64</li>
<li>World XI selected by italian press. 1960, 1961</li>
<li>Order of Lenin</li>
<li>Silver Olympic Order</li>
<li>FIFA Order of Merit</li>
<li>Placar&#8217;s All-Time Team</li>
<li>Placar&#8217;s 100 Stars of the Century: #11</li>
<li>FIFA World Cup All-Time Team</li>
<li>Planète Foot&#8217;s All-Time Team</li>
<li>France Football&#8217;s Football Player of the Century: #10</li>
<li>Planète Foot&#8217;s 50 Best Players of all Time</li>
<li>Venerdì&#8217;s All-Time Team</li>
<li>Venerdì&#8217;s 100 Magnificent</li>
<li>World Soccer&#8217;s 100 Greatest Footballers of All Time: #11</li>
<li>World Team of the 20th Century</li>
<li>Voetbol International&#8217;s Team of the Century</li>
<li>Voetbol International&#8217;s World Stars by Raf Willems</li>
<li>Jornal A Tarde All-Time Team</li>
<li>Placar&#8217;s 100 Stars of the World Cup: #23</li>
<li>O Estado de São Paulo All-Time Team</li>
<li>Berlin-Britz Team of the Decade (1960s)</li>
<li>World Hall of Fame of Soccer</li>
<li>FIFA Goalkeeper of the 20th Century</li>
<li>FIFA World Cup Dream Team</li>
<li>Golden Player of Russia</li>
<li>World Soccer Greatest XI of all time</li>
<li>World Sports dream team of the past 20 years: 1970</li>
<li>IFFHS Legends</li>
<li>IFFHS World Goalkeeper of the Century</li>
<li>IFFHS European Goalkeeper of the Century</li>
<li>Ballon d&#8217;Or Dream Team</li>
<li>IFFHS All-time Men&#8217;s Dream Team</li>
<li>IFFHS All-time Europe Men&#8217;s Dream Team</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah dia Speakers, para kiper legendaris dunia yang aksi-aksi briliannya menangkal terjadinya gol ke gawang masih terekam tak tergerus zaman. Saat ini, menurut kalian siapakah kiper terbaik yang layak dikategorikan sebagai kiper legendaris kelak?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca juga artikel menarik tentang <a href="https://speakbola.com/tag/kiper-terbaik/">kiper terbaik</a> lainnya di rubrik Offside. Bicaya bola ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/kiper-legendaris-piala-dunia/">5 Kiper Legendaris Dunia yang Tak Lekang Zaman, Nomor 1 Pernah Lawan Timnas Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ramang : Legenda Sepak Bola Indonesia yang Diakui FIFA</title>
		<link>https://speakbola.com/ramang-legenda-sepak-bola-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2022 09:05:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Lev Yashin]]></category>
		<category><![CDATA[PSM Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramang]]></category>
		<category><![CDATA[Uni Soviet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=851</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Sejarah sepak bola Indonesia menulis, ada seorang pemain hebat berasal dari pulau Sulawesi. Dia adalah Ramang legenda sepak bola Indonesia yang bahkan diakui oleh FIFA. Andi Ramang adalah pesepak bola asal Sulawesi Selatan. Ia lahir pada 24 April 1924 di Kabupaten Barru. Di usia 18 tahun, Ramang pindah ke Makassar pasca menikah. Di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/ramang-legenda-sepak-bola-indonesia/">Ramang : Legenda Sepak Bola Indonesia yang Diakui FIFA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>Sejarah sepak bola Indonesia menulis, ada seorang pemain hebat berasal dari pulau Sulawesi. Dia adalah Ramang legenda sepak bola Indonesia yang bahkan diakui oleh FIFA.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Andi Ramang adalah pesepak bola asal Sulawesi Selatan. Ia lahir pada 24 April 1924 di Kabupaten Barru. Di usia 18 tahun, Ramang pindah ke Makassar pasca menikah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di Makassar, Ramang mengadu nasib dengan bekerja serabutan dari jadi tukang becak hingga kernet truk. Dua tahun berselang, ia mendapat kesempatan untuk memperkuat PSM Makassar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Memulai karir profesionalnya di PSM Makassar, Ramang perlahan tapi pasti berkembang menjadi pesepak bola handal. Ramang bermain dalam dua periode di kompetisi liga Indonesia saat itu pada tahun 1947-1960 dan tahun 1962-1968. Hasilnya, Ramang mampu mempersembahkan dua gelar perserikatan kepada Juku Eja.</span></p>
<div id="attachment_855" style="width: 504px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-855" class="wp-image-855" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-pijar-1-608eb2bed541df4097117062-1-300x201.jpg" alt="PSM Makassar" width="494" height="331" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-pijar-1-608eb2bed541df4097117062-1-300x201.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-pijar-1-608eb2bed541df4097117062-1-1024x687.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-pijar-1-608eb2bed541df4097117062-1-400x269.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-pijar-1-608eb2bed541df4097117062-1-768x516.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-pijar-1-608eb2bed541df4097117062-1-1536x1031.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-pijar-1-608eb2bed541df4097117062-1.jpg 1795w" sizes="(max-width: 494px) 100vw, 494px" /><p id="caption-attachment-855" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 12pt;">Ramang dan PSM Makassar</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ramang dikenal sebagai striker kelas atas Indonesia pada dekade tahun 1940-an akhir hingga 1960-an. Andi Ramang dikenal memiliki kemampuan tendangan yang keras dan akurat, kemampuan utuk melakukan tembakan salto, dan punya kecepatan di atas rata-rata.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menurut Maulwi Saelan, penjaga gawang andalan timnas Indonesia pada 1950-an. “Ramang bisa menembak ke arah gawang dari posisi apa pun,” kata Saelan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Ramang dan Timnas Indonesia</span></h2>
<div id="attachment_853" style="width: 515px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-853" class="wp-image-853" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-dan-timnas-1-300x188.jpg" alt="Timnas Indonesia " width="505" height="316" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-dan-timnas-1-300x188.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-dan-timnas-1-1024x640.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-dan-timnas-1-400x250.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-dan-timnas-1-768x480.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ramang-dan-timnas-1.jpg 1200w" sizes="(max-width: 505px) 100vw, 505px" /><p id="caption-attachment-853" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 12pt;">Timnas Indonesia Ketika Mengalahkan Cina 2-0</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Nama Ramang di kancah sepak bola nasional melesat setelah ia dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia pada 1952 untuk menggantikan seniornya, Sunar Arland.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun sebelumnya Ramang pernah bermain di Piala Dunia 1934, kala itu Indonesia masih bernama <a href="https://speakbola.com/indonesia-dalam-piala-dunia/">Hindia Belanda</a>. Tetapi karier profesionalnya di timnas Indonesia dimulai tahun 1953.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berkat dirinya Indonesia disematkan dengan status Macan Asia, karena dalam sebuah tur ke Asia Timur pada tahun 1953, Indonesia mampu memenangkan lima dari enam laga yang dipertandingkan, hanya kalah sekali dari Korea Selatan! Menariknya, Ramang mencetak 19 gol dari total 25 gol Indonesia di keenam pertandingan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dirinya hampir membawa Indonesia ke Piala Dunia 1958 setelah dua golnya menyingkirkan Tiongkok dengan skor agregat 4-3 di babak kualifikasi. Indonesia kemudian melaju ke putaran kedua kualifikasi dan tergabung dengan Sudan, Israel, dan Mesir. Sayang, Indonesia mengundurkan diri lantaran enggan bertanding melawan Israel karena alasan politik. Jika menjadi juara grup, Ramang dkk. akan lolos ke Swedia untuk melakoni debut Piala Dunia dengan nama Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selain itu, pada tahun 1959, Ramang turut menginspirasi kesuksesan Indonesia menahan imbang Jerman Timur 2-2 dalam sebuah laga persahabatan di Jakarta pada 1959.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Ramang vs Lev Yashin</span></h2>
<div id="attachment_858" style="width: 497px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-858" class="wp-image-858" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/download-1.jpg" alt="Indonesia vs Uni Soviet" width="487" height="273" /><p id="caption-attachment-858" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 12pt;">Indonesia vs Uni Soviet</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Puncak dari kejayaan karir Ramang di Timnas terjadi pada tahun 1960. Ramang yang menjadi bagian tim Merah Putih yang dilatih Tony Pogacnik akan menghadapi Uni Soviet (sekarang Rusia) di babak perempatfinal ajang Olimpiade.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://tirto.id/mitos-dan-realitas-ramang-legenda-sepakbola-indonesia-eiFt" target="_blank" rel="noopener">Tony Pogacnik</a> sudah menyiapkan pertahanan bergerendel untuk mengusik pesta Uni Soviet. Ia berencana memainkan pakem 3-4-3 dengan komposisi pemain yang tak lazim.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sian Liong dan Him Tjian, yang sejatinya merupakan pemain bertahan, akan bermain di lini tengah bersama Ramlan dan Liong Houw. Kiat Sek Kwee ditarik mundur ke belakang untuk berdiri sejajar dengan Chaerudin dan Rasjid.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di lini depan, Pogacnik mengandalkan Ashari Danoe, Endang Witarsa, serta Ramang. Kejutan Pogacnik yang dipersembahkan untuk Igor Netto, Eduward Sterltsov, Analoty Isayev, dan lain-lain tak berhenti hanya sampai di situ.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Melalui Ramang, pelatih asal Yugoslavia itu juga mengincar serangan balik cepat untuk membuat prahara di lini belakang Uni Soviet.</span><br />
<span style="font-size: 12pt;">saat serangan Uni Soviet sering mentok di barisan pertahanan Indonesia atau di tangan Maulwi Saelan, FIFA lantas menulis, “Pemain bertahan Uni Soviet yang gagah tiba-tiba kaget ketika Ramang, penyerang Indonesia bertubuh pendek, berhasil melewati dua pemain dan memaksa Lev Yashin melakukan penyelamatan dengan ujung jarinya.”</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kiper terbaik sepanjang masa sepak bola dunia itu kemudian terpana melihat aksi Ramang yang hampir menjebol gawangnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada menit ke-84, jika bukan karena penyelamatan gemilang yang dilakukan Lev Yashin, Ramang barangkali sudah membobol gawang Uni Soviet. Dan pada kesempatan lain, jika pemain Uni Soviet tak berbuat curang, sebagaimana pengakuan Ramang, pertandingan legendaris itu jelas tak akan berakhir dengan skor 0-0. “Ketika itu saya hampir mencetak gol, tapi baju saya ditarik oleh lawan,” kenang Ramang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Karena laga berakhir 0-0, laga pun dilanjutkan dengan partai ulangan di mana Ramang lantas mendapat pengawalan dan Indonesia pun akhirnya tumbang dari tangan Uni Soviet dengan skor 0-4 dan gagal melangkah ke semifinal Olimpiade 1956.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Julukan Kurcaci Monster dari FIFA</span></h2>
<div id="attachment_859" style="width: 475px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-859" class="wp-image-859" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/img_kantor-fifa-120511-300x169.jpg" alt="FIFA Akui Ramang sang legenda sepak bola Indonesia" width="465" height="262" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/img_kantor-fifa-120511-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/img_kantor-fifa-120511-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/img_kantor-fifa-120511-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/img_kantor-fifa-120511-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/img_kantor-fifa-120511.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 465px) 100vw, 465px" /><p id="caption-attachment-859" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 12pt;">FIFA Mengakui Kehebatan Ramang</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Perjalanan Andi Ramang sebagai pemain Timnas Indonesia membuatnya mendapat pengakuan dari induk sepak bola dunia, FIFA.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">FIFA bahkan pernah menceritakan kisah hebat Ramang untuk memperingati 25 tahun meninggalnya sang legenda pada 26 September 2012 lalu sebagai bentuk pengakuan atas performanya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kisah mengenai Ramang yang diangkat oleh FIFA adalah soal kehebatannya di ajang Olimpiade 1956 di Melbourne. Saat itu, penyerang legendaris ini mencuri perhatian saat melawan Uni Soviet di babak perempat final.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">“Bek-bek Uni Soviet yang bertubuh raksasa langsung terbangun saat Ramang yang bertubuh mungil melewati dua pemain dan memaksa Lev Yashin melakukan beberapa aksi penyelamatan,” kenang FIFA.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">“Pada menit ke-84, pemain berusia 32 tahun itu hampir membuat Indonesia unggul andai saja tendangannya tidak ditahan oleh pria yang selanjutnya disebut kiper terhebat dalam sejarah sepak bola,” tulis FIFA lagi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kisah Ramang yang mampu memporak porandakan barisan pertahanan Uni Soviet yang bertubuh besar, membuatnya dijuluki Kurcaci Monster.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah salah satu peristiwa yang membuat nama Ramang menjadi salah satu legenda sepak bola Indonesia.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Kasus Suap dan Akhir Hayat Ramang Sang Legenda Sepak Bola Indonesia</span></h2>
<div id="attachment_866" style="width: 504px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-866" class="wp-image-866" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/20180211_024559-1-300x233.jpg" alt="Ramang sang legenda sepak bola indonesia" width="494" height="383" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/20180211_024559-1-300x233.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/20180211_024559-1-1024x796.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/20180211_024559-1-400x311.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/20180211_024559-1-768x597.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/20180211_024559-1.jpg 1509w" sizes="auto, (max-width: 494px) 100vw, 494px" /><p id="caption-attachment-866" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 12pt;">Kasus Suap dan Akhir Hayat Ramang</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sayangnya, kisah indah Ramang di sepak bola tak seperti kehidupannya. Saat itu, pemain sepak bola tidak bisa punya penghasilan besar seperti pemain saat ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Akibatnya, Ramang terjerat kemiskinan. Apalagi ditambah kasus suap Skandal Senayan 1962 yang menyeret namanya hingga membuat kariernya tenggelam.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sang legenda dituding menjadi dalang pengaturan skor antara PSM vs Persebaya pada ajang Kejurnas PSSI 1961 (Perserikatan). Buntut dari kasus ini, ramang mendapatkan sanksi larangan bertanding seumur hidup.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski begitu, Ramang tak pernah mengakui ia terlibat pengaturan skor. Ia mengaku hanya menerima “hadiah” dari orang yang menang judi. Bahkan, Ramang berani melawan karena menilai tuduhan itu tak tepat sasaran. “Saya minta keadilan, tapi tidak dapat,” kata Ramang, seperti diwartakan <a href="https://majalah.tempo.co/read/olahraga/30010/ramang-sudah-pergi" target="_blank" rel="noopener">Tempo</a>. “Saya telah menunjukkan orang yang memberikan hadiah, ternyata tidak pernah ditanyakan kepadanya benar atau tidak. Hadiah itu diberikan setelah pertandingan melawan Persija, setelah kita menang!”</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah itu, Ramang sempat berkarier menjadi pelatih PSM dan Persipal Palu, namun tersingkir secara perlahan akibat tidak memiliki sertifikat kepelatihan. Akhirnya sang Legenda meninggal dunia pada tahun 1987 saat usianya 59 tahun akibat penyakit paru-paru, tanpa bisa berobat di rumah sakit akibat kekurangan biaya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Begitulah akhir kisah dari Ramang sang legenda sepak bola Indonesia. Nama dan prestasinya akan selalu menjadi semangat untuk generasi selanjutnya. Istirahat dengan tenang Ramang!</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com">Speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola speakbola ya speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/ramang-legenda-sepak-bola-indonesia/">Ramang : Legenda Sepak Bola Indonesia yang Diakui FIFA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
