<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>derby &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/derby/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Sep 2023 10:58:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>derby &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</title>
		<link>https://speakbola.com/derby-della-madonnina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2022 10:53:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[derby]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Della Madonnina]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1381</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Derby della Madonnina adalah sebutan bagi pertemuan antara dua Milan di kota Milan, Ac Milan vs Inter Milan. Penyebutan Derby della Madonnina pada pertandingan dua Milan ini merujuk pada salah satu pemandangan utama di kota Milan, patung Perawan Maria di puncak Katedral Milan, yang sering disebut sebagai Madonnina (Madonna Kecil dalam bahasa Italia). [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/derby-della-madonnina/">Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Derby della Madonnina adalah sebutan bagi pertemuan antara dua Milan di kota Milan, <a href="https://speakbola.com/tag/ac-milan/">Ac Milan</a> vs <a href="https://speakbola.com/tag/inter-milan/">Inter Milan</a>. Penyebutan Derby della Madonnina pada pertandingan dua Milan ini merujuk pada salah satu pemandangan utama di kota Milan, patung Perawan Maria di puncak Katedral Milan, yang sering disebut sebagai Madonnina (Madonna Kecil dalam bahasa Italia).</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-1402 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-300x200.jpg" alt="Patung Madonnina di atas Katedral Milan" width="420" height="280" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-1024x683.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-400x267.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-768x512.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1.jpg 1536w" sizes="(max-width: 420px) 100vw, 420px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Laga derby AC Milan vs Inter Milan ini menjadi salah satu laga sepak bola terakbar di Italia. Berlangsung setidaknya dua kali dalam setahun di ajang Serie A. Derby della Madonninan adalah satu-satunya derby dalam sepak bola yang selalu dimainkan di stadion yang sama, San Siro, karena baik Milan maupun Internazionale menyebut San Siro sebagai rumah mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baru-baru ini, tepatnya 3 September 2022, Dua Milan ini baru saja melakukan derby della Madonnina pertamanya. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan AC Milan 3-2 Inter Milan. Pertandingan pada hari Sabtu 3 September itu menjadi derby ke-233 antara Inter dan Milan di semua kompetisi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Merujuk pada <a href="https://www.inter.it/en/news/milan-inter-facts-stats" target="_blank" rel="noopener">situs resmi Inter Milan</a>, di Serie A kedua tim telah bertemu sebanyak 177 kali. Secara keseluruhan, Nerazzurri, julukan Inter Milan, telah mencatat 68 kemenangan, lebih banyak dibandingkan dengan Rossoneri, julukan AC Milan, yang berjumlah 53. Nerazzurri juga telah mencetak lebih banyak gol dibandingkan rivalnya, 250 gol, sementara Rossoneri dengan 229 gol.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun derbi ini sesungguhnya tidak akan pernah ada jika saja dahulu tidak terjadi perpecahan. Awalnya dua klub ini adalah satu kesatuan di bawah satu identitas bernama Milan Foot-Ball and Cricket Club.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Sejarah Derby Della Madonnina: AC Milan VS Inter Milan</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan Foot-Ball and Cricket Club didirikan oleh ekspatriat asal Inggris, Alfred Edwards dan Herbert Kilpin, pada 16 Desember 1899. Dua tokoh itulah yang menjadi alasan klub ini memilih kata Milan ketimbang Milano yang lebih bernuansa Italia.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;">Kita akan menjadi tim iblis. Warna kita adalah merah seperti api dan hitam untuk memberikan rasa takut pada lawan kita! &#8211; Herbert Kilpin, 1899</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di awal berdirinya, Milan Foot-Ball and Cricket Club dikenal sebagai salah satu klub yang kuat. Terbukti dengan torehan tiga kali menjuarai kejuaraan sepak bola Italia, yakni pada 1901, 1906, dan 1907.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Prestasi bagus tak menjamin segalanya berjalan mulus. Usai pencapaian menjuarai kejuaraan pada 1907, klub ini mengalami perpecahan pada 1908. Persoalan prinsip antara sesama pengurus klub membuat Milan Foot-Ball and Cricket Club harus pecah.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 1899 <a href="https://twitter.com/acmilan?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@acmilan</a> were founded as Milan Foot-Ball and Cricket Club by two English expats</p>
<p>Despite having only won half as many <a href="https://twitter.com/SerieA?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@SerieA</a> titles as rivals <a href="https://twitter.com/juventusfc?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@juventusfc</a> only Real Madrid have won more <a href="https://twitter.com/ChampionsLeague?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@ChampionsLeague</a> titles than Milan <a href="https://t.co/l1lKtc9Gzi">https://t.co/l1lKtc9Gzi</a> <a href="https://t.co/Sqg6n8C6sz">pic.twitter.com/Sqg6n8C6sz</a></p>
<p>— Subside Sports (@subsidesports) <a href="https://twitter.com/subsidesports/status/1339208666570842112?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">December 16, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebagian pengurus klub ingin klub Milan menjadi klub yang didominasi oleh orang Italia. Sementara di sisi lain, ada pengurus klub yang ingin Milan Foot-Ball and Cricket Club menjadi klub yang terbuka bagi orang di seluruh dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Perbedaan prinsip itu akhirnya membawa delapan pengurus klub, yang semuanya orang Swiss, keluar dan membentuk klub baru. Klub inilah yang kemudian dikenal sekarang dengan nama Inter Milan atau Internazionale.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;">Malam yang indah ini menganugrahi kita warna-warna lambang kita: hitam dan biru dengan latar belakang bintang-bintang berwarna emas. Harus disebut Internazionale, karena kita adalah saudara dunia. &#8211; Pendiri Inter Milan, 1908</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sementara itu, klub Milan yang pertama bernama Milan Foot-Ball and Cricket Club kini kita kenal sebagai AC Milan. Dari kisah di atas, kita bisa tahu kenapa AC Milan dijuluki Rossoneri (Merah-Hitam) dan Il Diavolo (Tim Iblis), sedangkan Inter dijuluki Nerazzurri (Hitam-Biru).</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rivalitas Setelah Perpecahan</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Derby della Madonnina pertama antara dua klub kota Milan ini diadakan di final Piala Chiasso tahun 1908, sebuah turnamen sepak bola yang dimainkan di Canton Ticino, Swiss, pada tanggal 18 Oktober tahun itu. Rossoneri menang 2-1.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun ada pendapat lain yang dinilai lebih meyakinkan soal derby della Madonnina pertama, pendapat itu mengemukakan bahwa pertemuan mereka terlaksana di kejuaraan sepak bola Italia (Prima Categoria) pada Januari 1909. Hasilnya, Milan menang 3-2 atas Inter.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selama masa 1940-an hingga 1960-an, Milan berjaya bersama trio Swedia: Gunnar Nordahl, Gunnar Gren, dan Nils Liedholm. Pada era 1980-an hingga 1990-an, ada trio Belanda yang menjadi andalan: Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard. Sebuah hal yang ironis bagi AC Milan mengingat mereka adalah klub yang berpegang teguh pada prinsip Italia-sentris.</span></p>
<div id="attachment_1407" style="width: 462px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1407" class=" wp-image-1407" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-300x214.png" alt="Trio Belanda: Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard" width="452" height="323" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-300x214.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-1024x730.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-400x285.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-768x547.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1.png 1280w" sizes="(max-width: 452px) 100vw, 452px" /><p id="caption-attachment-1407" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Trio Belanda: Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebaliknya, Inter malah memiliki pemain-pemain lokal hebat. Sebut saja Sandro Mazzola, Aurelio Milani, hingga Armando Picchi. Tiga tokoh ini memainkan peran krusial kala Inter menjuarai European Cup, kini Liga Champions, dua musim beruntun (1963/64 dan 1964/65). Untuk pemain non-Italia, pada masa itu ada Luis Suarez Miramontes (Spanyol) dan Jair da Costa (Brasil) yang mencetak gol di final European Cup 1965.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di era 1980-an hingga 1990-an, Inter diperkuat oleh trio Jerman, Lothar Matthaus, Andreas Brehme, dan Juergen Klinsmann. Sayangnya, dari segi prestasi, mereka kalah mentereng dari trio Belandanya AC Milan.</span></p>
<div id="attachment_1408" style="width: 460px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1408" class=" wp-image-1408" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-300x200.png" alt="Trio Jerman: Lothar Matthaus, Jurgen Klinsmann, dan Andreas Brehme" width="450" height="300" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-300x200.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-1024x682.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-400x267.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-768x512.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1.png 1160w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /><p id="caption-attachment-1408" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Trio Jerman: Lothar Matthaus, Jurgen Klinsmann, dan Andreas Brehme</span></p></div>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rivalitas di Era Milenium</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di awal era 2000an, AC Milan mencuri start dengan menjuarai Serie A pada musim 2003/04, menghentikan dominasi Juventus yang 2 musim sebelumnya menjadi juara.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penantian panjang Inter Milan untuk gelar liga, sejak terakhir menjadi juara di tahun 1989, akhirnya usai pada tahun 2006. Di tahun itu skandal Calciopoli menanggalkan Juventus dari gelar 2005/06 (serta mengurangi poin dari total keseluruhan akhir Milan) dan menyerahkan gelar juara Serie A kepada Inter, yang awalnya finis ketiga di belakang Juventus dan Milan.</span></p>
<div id="attachment_1401" style="width: 479px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1401" class=" wp-image-1401" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-300x197.jpg" alt="Rui Costa dan Materazzi di tengah Derby Milan vs Inter" width="469" height="308" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-300x197.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-400x262.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1.jpg 680w" sizes="auto, (max-width: 469px) 100vw, 469px" /><p id="caption-attachment-1401" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Materazzi dan Rui Costa di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions musim 2004/2005.</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inter kemudian memenangkan Serie A 2006/07. Sementara Milan, sebagai hukuman skandal calciopoli, memulai musim dengan poin negatif. Pun demikian, di musim yang sama, Milan sukse merebut Trofi Liga Champions UEFA, setelah mengalahkan Liverpool di Final di Athena.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketika skandal calciopoli mereda, Inter Milan terus mendominasi, memenangkan setiap liga hingga musim 2009-10 di mana mereka mengamankan gelar pada hari terakhir musim. Musim itu juga membuat Inter menjadi tim Italia pertama yang sukses memenangkan treble, Serie A, Coppa Italia, dan gelar Liga Champions.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2010 Hingga Kini</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Musim berikutnya, giliran Milan yang meraih kejayaan. Dengan belanja pemain, termasuk mantan striker Inter Zlatan Ibrahimovic, Milan sukses merebut kembali Scudetto ke-18 mereka. Secara keseluruhan, memimpin klasemen liga dari awal November hingga akhir musim. Musim itu juga Milan berhasil memenangkan kedua pertandingan derby, menjaga clean sheet di kedua pertandingan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sayangnya, sejak 2011/12 , langkah kedua tim Milan ini tertinggal di belakang Juventus di Serie A, dengan finis kesembilan bagi Inter pada 2012/13 dan musim yang sulit bagi Milan pada 2014/15, finis kesepuluh. Meskipun demikian, Inter lebih baik dari keduanya dalam pertandingan derby, dengan sebelas kemenangan (termasuk satu di Coppa Italia 2020/21 ), enam seri dan lima kekalahan (termasuk satu di Supercoppa Italiana 2011 dan satu di 2017/18 Copa Italia ).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di musim 2020/21, Inter memenangkan gelar kesembilan belas, menyalip Milan dalam koleksi gelar Serie A. Namun, di tahun berikutnya Milan langsung menyamakan jumlah dengan memenangkan gelar kesembilan belas mereka.</span></p>
<h2 class="mvp-post-title left entry-title"><span style="font-size: 14pt;">Rekor Skor Derby Della Madonnina Terbanyak di Era Milenium</span></h2>
<h3><span style="font-size: 12pt;">1. 11 Mei 2001 (AC Milan 6-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan pernah memiliki kenangan yang sangat manis atas Inter Milan di laga Derby della Madonnina. Milan pernah begitu perkasa saat berhadapan dengan Inter pada laga pekan ke-30 Serie A musim 2000/2001. Laga itu digelar di Giuseppe Meazza, 11 Mei 2001.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu Milan berhasil menang telak 6-0 atas Inter. Gol-gol Rossoneri dicetak oleh Gianni Comandini, Federico Giunti, Serginho dan Andriy Shevchenko.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 2001<br />
Inter 0⃣ <a href="https://twitter.com/hashtag/ACMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#ACMilan</a> 6⃣<br />
No caption needed 🤩</p>
<p>Sponsored by <a href="https://twitter.com/skrill?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@skrill</a>. Make your money move.<a href="https://twitter.com/hashtag/SempreMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#SempreMilan</a> <a href="https://t.co/aoLYhhw9xA">pic.twitter.com/aoLYhhw9xA</a></p>
<p>— AC Milan (@acmilan) <a href="https://twitter.com/acmilan/status/1259771812415705093?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 11, 2020</a></p></blockquote>
<p><script src="https://platform.twitter.com/widgets.js" async="" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Comandini dan Shevchenko sama-sama mencetak dua gol di laga tersebut. Laga itu menjadi laga dengan margin kemenangan terbesar dalam sejarah Derby della Madonnina, sekaligus rekor derby della madonnina terkelam bagi Inter Milan.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;"><strong>2. 6 Mei 2012 (Inter 4-2 AC Milan)</strong></span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan membutuhkan kemenangan di laga ini untuk bersaing memperebutkan trofi <em>scudetto</em> melawan Juventus. Namun jauh dari harapan, <em>Diavolo Rosso</em> justru kalah dengan skor 4-2 dan harapan mereka mempertahan scudetto pun pupus. Diego Milito membuka keunggulan Inter pada menit 44.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1418 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-300x212.jpg" alt="Selebrasi gol Inter Milan" width="484" height="342" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-300x212.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-400x282.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1.jpg 594w" sizes="auto, (max-width: 484px) 100vw, 484px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, dua gol Zlatan Ibrahimovic pada menit 44 dan 46 membuat Milan berbalik unggul. Akan tetapi, Milito kembali mencetak gol pada menit 52, 80 serta satu gol spektakuler dari Douglas Maicon saat pertandingan menyisakan waktu hanya tiga menit.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">3. Derby Della Madonnina 30 Agustus 2009 (Ac Milan 0-4 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada laga yang digelar di San Siro, Milan yang bertindak sebagai tuan rumah tampil di bawah tekanan Inter yang tampil luar biasa selama 90 menit derby della Madonnina. Inter unggul dalam segala-segalanya dari rival sekotanya itu. Alhasil pada paruh pertama laga, Inter sudah unggul 3-0 lewat gol Thiago Motta, Diego Milito (penalti) dan Maicon. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dejan Stankovic mencetak gol tambahan untuk timnya di babak kedua. Gol-gol <i>Nerazzurri</i> dicetak oleh Thiago Motta menit 30, Diego Milito menit 36 (penalti), menit 45 dan Dejan Stankovic menit 67.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu adalah era di mana Inter masih dilatih Jose Mourinho dan akhirnya meraih <i>treble</i>.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">4. 31 Januari 2016 (AC Milan 3-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan berhasil menang telak dengan skor 3-0 kala menjamu Inter Milan di giornata 22 Serie A di San Siro, Senin (31/01/2016). Pertandingan ini berlangsung seru dan cukup keras. Kedua tim saling jual beli serangan namun Milan lah yang mampu tampil lebih superior dengan tiga gol berkat sumbangan Alex, Carlos Bacca dan M’Baye Niang.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1419 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-300x169.jpg" alt="Alex saat berselebrasi usai mencetak gol ke gawang inter milan" width="440" height="248" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale.jpg 710w" sizes="auto, (max-width: 440px) 100vw, 440px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dengan kemenangan ini, Rossoneri mengantongi 36 poin dan tetap berada di posisi 6 dari 22 laga. Sementara itu Inter tertahan di posisi 4 dengan koleksi 41 poin.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">5. 3 April 2011 (AC Milan 3-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan keluar sebagai pemenang Derby della Madonnina. Dalam laga yang berlangsung dalam tempo tinggi dan sarat emosi, Rossoneri sukses mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 3-0. Dalam pertandingan di San Siro, Minggu (3/4/2011), Milan langsung unggul pada menit pertama. Pato sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah tembakannya merobek gawang Inter.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berusaha menyamakan kedudukan, Nerazzurri malah kehilangan satu pemain pada awal babak kedua. Cristian Chivu dikartumerah karena mengasari Pato. Milan menggandakan keunggulan saat laga berlangsung satu jam. Pato kembali sukses menaklukkan Julio Cesar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Antonio Cassano akhirnya menggenapi kemenangan Milan pada menit-menit akhir. Tendangan penalti bekas pemain Sampdoria ini mengelabui Cesar. Pada masa injury time, Milan juga harus bermain dengan sepuluh pemain. Cassano harus meninggalkan lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pemain yang Pernah Membela AC Milan dan Inter Milan dari Era 90an hingga Kini</span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Cristian Brocchi (Milan 1994-1998, Inter 2000-2001, Milan 2001-2009)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Roberto Baggio (Milan 1995-1997, Inter 1998-2000)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Maurizio Ganz (Inter 1995-1997, Milan 1998-2001)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Francesco Coco (Milan 1995-2002, Inter 2002-2007)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Patrick Vieira (Milan 1995-1996, Inter 2006-2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Edgar Davids (Milan 1996-1997, Inter 2004-2005)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Taribo West (Inter 1997-1999, Milan 2000-2001)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Ronaldo (Inter 1997-2002, Milan 2007-2008)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Thomas Helveg (Milan 1998-2003, Inter (2003-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andres Guglielminpietro (Milan 1998-2001, Inter 2001-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andrea Pirlo (Inter 1998-2001, Milan 2001-2011)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Dario Simic (Inter 1999-2002, Milan 2002-2008)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Christian Vieri (Inter 1999-2005, Milan 2005-2006)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Clarence Seedorf (Inter 2000-2002, Milan 2002-2012)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Drazan Brncic (Milan 2000-2001, Inter 2001-2003)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Umit Davala (Milan 2001-2002, Inter 2002-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Hernan Crespo (Inter 2002-2003, Milan 2004-2005, Inter 2008-2009)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giuseppe Favalli (Inter 2004-2006, Milan 2006-2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Leonardo Bonucci (Inter 2005-2007, Milan 2017-2018)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Zlatan Ibrahimovic (Inter 2006-2009, Milan 2010-2012 dan 2020-sekarang)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Mario Balotelli (Inter 2007-2010, Milan 2013-2014 dan 2015-2016)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Sulley Muntari (Inter 2008-2012, Milan 2012-2015)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Alessandro Mancini (Inter 2008-2010, Milan 2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giampaolo Pazzini (Inter 2011-2012, Milan 2012-2015)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Antonio Cassano (Milan 2011-2012, Inter 2012-2013)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Matias Silvestre (Inter 2012-2013, Milan 2013-2014)</span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pemain Paling Banyak Perpartisipasi di Derby Della Madonnina</span></h2>
<ul>
<li>Paolo Maldini (Milan) = 56</li>
<li>Javier Zanetti (Inter) = 47</li>
<li>Guiseppe Bergomi (Inter) = 44</li>
<li>Alessandro Costacurta (Milan) = 43</li>
<li>Gianni Rivera (Milan) = 42</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pencetak Gol Terbanyak Derby Della Madonnina</span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andriy Shevchenko (Milan) = 14 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giuseppe Meazza (Inter) = 13 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Istvan Nyers (Inter) = 11 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Gunnar Nordahl (Milan)= 11 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Zlatan Ibrahimovic (Kedua klub) = 10 gol</span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rekor Terbanyak Kemenangan Derby Della Madonnina</span></h2>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Serie A (1929–present): Total Pertandingan 177</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: 54</li>
<li>Inter Milan: <strong>67</strong></li>
<li>Seri: 56</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Coppa Italia: Total Pertandingan 27</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: <strong>10</strong></li>
<li>Inter Milan: 9</li>
<li>Seri: 8</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Supercoppa Italiana: Total Pertandingan 1</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: <strong>1</strong></li>
<li>Inter Milan: 0</li>
<li>Seri: 0</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">UEFA Champions League: Total Pertandingan 4</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan:<strong> 2</strong></li>
<li>Inter Milan: 0</li>
<li>Seri: 2</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2 Klub 1 Stadion</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski kedua klub dikenal sebagai musuh bebuyutan, AC Milan dan Inter Milan sampai saat ini masih bermarkas di stadion yang sama, yakni San Siro atau Giuseppe Meazza. Stadion legendaris ini sudah berdiri sejak 1925. Pembangunannya digagas oleh mantan presiden AC Milan, Piero Pirelli.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejatinya, stadion ini dibangun untuk menjadi markas AC Milan. Sementara Inter Milan bermain di Arena Civica, lapangan sepak bola yang dulunya merupakan lokasi parede militer pasukan Napoleon Buonaparte.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1420 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-300x166.png" alt="San Sairo atau Giuseppe Meazza" width="455" height="252" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-300x166.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-1024x567.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-400x222.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-768x425.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1.png 1170w" sizes="auto, (max-width: 455px) 100vw, 455px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun akibat krisis keuangan yang dialami Milan pada tahun 1935, klub terpaksa menjual San Siro ke pemerintah kota Milan. Pemerintah kemudian melakukan sejumlah renovasi dan menambah kapasitas stadion. Baru setelah itu, pada tahun 1947 Inter Milan memilih pindah ke sana.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada tahun 1980, pemerintah kota Milan mengubah nama San Siro menjadi Giuseppe Meazza untuk menghormati legenda sepak bola timnas Italia yang semasa hidupnya juga pernah memperkuat Inter dan AC Milan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski demikian, suporter AC Milan tetap menyebut stadion mereka sebagai San Siro karena Giuseppe lebih identik dengan Inter dan pernah bermain di klub tersebut selama 14 tahun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itu dia Speakers sejarah panjang perseteruan dua klub asal Milan, AC Milan vs Inter Milan, dalam derby della Madonnina. Rivalitas dua klub sekota ini selalu layak untuk dinanti.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/derby-della-madonnina/">Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Pesta Gol di Laga MU VS Arsenal Era Milenium</title>
		<link>https://speakbola.com/pesta-gol-mu-vs-arsenal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2022 08:26:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[derby]]></category>
		<category><![CDATA[EPL]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil]]></category>
		<category><![CDATA[hasil pertandingan]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[MU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1371</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Ajang English Premier League (EPL) atau Liga Inggris 2022-2023 segera memasuki jadwal pelaksanaan pekan ke-6. Seperti sebelumnya, terdapat 20 tim yang bertanding dalam 10 laga tiap pekannya di Liga Inggris 2022-2023. Namun ada satu pertandingan yang layak untuk dinanti di pekan ke-6 ini, yaitu Manchester United (MU) VS Arsenal. Jadwal laga big match [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pesta-gol-mu-vs-arsenal/">3 Pesta Gol di Laga MU VS Arsenal Era Milenium</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Ajang English Premier League (EPL) atau Liga Inggris 2022-2023 segera memasuki jadwal pelaksanaan pekan ke-6. Seperti sebelumnya, terdapat 20 tim yang bertanding dalam 10 laga tiap pekannya di Liga Inggris 2022-2023. Namun ada satu pertandingan yang layak untuk dinanti di pekan ke-6 ini, yaitu <a href="https://speakbola.com/tag/manchester-united/">Manchester United</a> (MU) VS <a href="https://speakbola.com/tag/arsenal/">Arsenal</a>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jadwal laga big match MU vs Arsenal ini akan tersaji pada Minggu, 4 September 2022, di Old Trafford. Dalam beberapa tahun terakhir, rivalitas kedua tim ini menjadi bumbu yang menambah panas jalannya pertandingan di lapangan.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1375 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/6cef1a5250a208573c5f53c968b950a21a8c60a8-1-300x169.jpg" alt="keributan antara kapten di laga MU Vs Arsenal" width="485" height="273" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/6cef1a5250a208573c5f53c968b950a21a8c60a8-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/6cef1a5250a208573c5f53c968b950a21a8c60a8-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/6cef1a5250a208573c5f53c968b950a21a8c60a8-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/6cef1a5250a208573c5f53c968b950a21a8c60a8-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/6cef1a5250a208573c5f53c968b950a21a8c60a8-1-1536x864.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/6cef1a5250a208573c5f53c968b950a21a8c60a8-1.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 485px) 100vw, 485px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bukan saja sekedar mencari poin, pertemuan kedua rival ini juga menjadi ajang adu gengsi. Baik MU maupun Arsenal tentu saja sama-sama tidak ingin menambah noda bagi rekor pertemuan mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sederet drama telah mewarnai jalannya rivalitas MU dan Arsenal. Salah satu yang paling lekat dalam ingatan tentu saja perseteruan sengit Sir Alex Ferguson vs Arsene Wenger. Selama era kedua pelatih papan atas tersebut, duel MU vs Arsenal seakan tak pernah sepi dengan drama.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Psy war lewat kata-kata kerap menghiasi pertemuan Setan Merah dan Meriam London. Arsene Wenger yang hadir di markas The Gunners pada 96 sempat mengganggu kedigdayaan Setan Merah bersama Sir Alex, yang telah hadir ke Liga Inggris satu dekade sebelumnya. Perseteruan Wenger vs Fergie hanyalah satu dari sederet kejadian yang mewarnai sejarah panjang rivalitas MU vs Arsenal.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Sejarah Rivalitas MU VS Arsenal</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertemuan kedua tim pertama kali terjadi pada 13 Oktober 1894. MU yang masih menggunakan nama Newton Heath FC, berhadapan dengan Tim Meriam London yang masih bernama Woolwich Arsenal. Kedua tim masih sama-sama bermain di divisi dua Liga Inggris kala itu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hasil pertandingan perdana kedua rival berakhir dengan skor imbang 3-3. Sejak saat itu, total sudah 237 kali kedua tim bertemu, di mana MU unggul dalam jumlah kemenangan, yakni 98 pertandingan sementara The Gunners mengemas 86 kemenangan dan 53 pertandingan sisanya berakhir dengan hasil imbang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">237 laga yang pernah berlangsung antara Setan Merah dan Meriam London kerap berjalan sengit. Skor ketat biasanya terjadi. Amat jarang duel antara kedua rival ini berakhir dengan jumlah gol fantastis, terutama di liga Inggris.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun tahukah Speakers bahwa ada tiga laga Liga Inggris antara MU VS Arsenal, yang berlangsung di era mileniun, yang berakhir sebagai pesta gol? Pada rubrik offside kali ini SpeakBola akan merangkum 3 Pesta Gol di Laga MU VS Arsenal Era Milenium.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>1. Manchester United 6-1 Arsenal, 25 Februari 2001</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Laga antara MU vs Arsenal memang sering berakhir dengan skor ketat. Akan tetapi, bukan berarti pesta gol tidak pernah tercipta ketika kedua kesebelasan bertemu. Salah satunya adalah pada laga 25 Februari 2001, di Stadion Old Trafford. Setan Merah menggilas Arsenal dengan skor telak 6-1.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Absennya tiga andalan di lini belakang Arsenal, Lee Dixon, Tony Adams, dan Martin Keown, memaksa Arsene Wenger menurunkan pemain cadangan. Hasilnya adalah sebuah mimpi buruk. Hanya dalam 26 menit, Arsenal sudah tertinggal 1-4. Hattrick Dwight Yorke menandai dominasi Setan Merah di laga tersebut.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/P5DdCZw0B9k" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe><span style="font-size: 12pt;"> </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Walau bersaing ketat untuk saling berebut gelar juara Liga Inggris musim itu, tim asuhan The Professor pada akhirnya tidak bisa mengejar anak asuh Sir Alex. Dwight Yorke CS mengamankan gelar ketiga dalam tiga musim beruntun.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>2. Arsenal 2-4 Manchester United, 1 Februari 2005</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan ini dibuka dengan keributan di lorong menuju lapangan. Pemicunya adalah intimidasi Patrick Vieira terhadap Gary Neville. Melihat rekan setimnya diintimidasi Roy Keane, kapten MU, langsung menghampiri pemain berkebangsaan Prancis tersebut. Keane harus ditenangkan oleh wasit Graham Poll sebelum laga dimulai ketika kedua kesebelasan sedang berjalan menuju lapangan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di babak pertama pertandingan, Patrick Vieira memimpin Arsenal unggul usai melepaskan sundulan memanfaatkan sepak pojok Henry. Ryan Giggs menyamakan kedudukan dengan tembakan keras yang dibelokkan oleh pemain Arsenal.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/K17spWhPofE" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe><span style="font-size: 12pt;"> </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dennis Bergkamp mengembalikan keunggulan Arsenal sebelum dua gol dari Cristiano Ronaldo dan sebuah chip John O&#8217;Shea mengakhiri rekor tak terkalahkan The Gunners dalam waktu lama.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setan Merah sukses membawa pulang kemenangan 4-2 dari Meriam London meski harus bermain dengan 10 orang pada separuh akhir babak kedua.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>3. Manchester United 8-2 Arsenal, 28 Agustus 2011</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Manchester United tampil superior atas rival mereka Arsenal di pekan ketiga Liga Inggris musim itu. Bermain di hadapan publiknya sendiri, Setan Merah pesta gol 8-2, di mana Wayne Rooney mencetak hattrick.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada laga yang dihelat Minggu (28/8/2011) MU dominan sejak awal laga dan di paruh pertama saja mereka sudah unggul 3-1. Tiga gol dilesakkan Danny Welbeck, Ashley Yound dan Rooney. Sementara Arsenal membalas satu gol lewat Theo Walcott</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di babak kedua MU menambah empat gol lagi lewat Rooney (dua), Nani, Park Ji Sung, serta gol kedua Young. Robin van Persie jadi pencetak gol kedua Arsenal.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/JkhSqN-Ef8E" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">The Gunners harus mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Carl Jenkinson dikartu merah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itu dia Speakers 3 Pesta Gol di Laga MU VS Arsenal Era Milenium. Kedua tim akan saling berhadapan lagi pada Minggu, 4 September 2022, di Old Trafford. Apakah akan ada pesta gol lagi di laga nanti? Layak dinanti!</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">SpeakBola</a> untuk mendapatkan berita terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pesta-gol-mu-vs-arsenal/">3 Pesta Gol di Laga MU VS Arsenal Era Milenium</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prediksi MU VS Liverpool Dini Hari Nanti</title>
		<link>https://speakbola.com/prediksi-mu-vs-liverpool/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2022 11:26:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[derby]]></category>
		<category><![CDATA[English Premier League]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Jurgen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi Pertandingan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1169</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Pertandingan bertajuk derbi selalu sulit ditebak. Bahkan hasil pertandingan hampir selalu mematahkan semua data dan fakta dari pertandingan sebelumnya. Tapi yang pasti, prediksi North-West Derby pertama musim ini antara MU Vs Liverpool kemungkinan besar akan berlangsung dengan intensitas tinggi. Karena, kedua tim berada pada kondisi yang sama-sama butuh kemenangan pertama. Tampil mengecewakan di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/prediksi-mu-vs-liverpool/">Prediksi MU VS Liverpool Dini Hari Nanti</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Pertandingan bertajuk derbi selalu sulit ditebak. Bahkan hasil pertandingan hampir selalu mematahkan semua data dan fakta dari pertandingan sebelumnya. Tapi yang pasti, prediksi <em>North-West Derby</em> pertama musim ini antara MU Vs Liverpool kemungkinan besar akan berlangsung dengan intensitas tinggi. Karena, kedua tim berada pada kondisi yang sama-sama butuh kemenangan pertama.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tampil mengecewakan di dua laga perdananya, Manchester United justru dihadapkan dengan ujian berat dengan menjamu Liverpool pada pekan ketiga Liga Inggris musim 2022/2023. Laga bertajuk North-West Derby akan berlangsung pada dini hari nanti, 23 Agustus 2022 pukul 02.00 WIB.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sementara The Reds belum terkalahkan sejak bulan Maret 2018 dari Manchester United di liga. Namun layaknya sang rival, Liverpool jg belum pernah menang di dua laga EPL terakhir mereka.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Masalah Cedera Pemain</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kedua tim sedang memiliki masalah soal kelengkapan tim. Jurgen Klopp masih kehilangan beberapa pemain pilarnya seperti Thiago Alcantara, Diogo Jota, Ibrahima Konate, dan Darwin Nunez.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/bH2ZEPazqP0" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sedangkan di kubu tuan rumah, Erik ten Hag masih belum bisa menurunkan Casemiro yang baru direkrut dari Real Madrid. di samping itu, Victor Lindelof dan Anthony Martial masih belum bisa tampil akibat cedera. Kabar baik datang dari Raphael Varane yang absen di dua pekan pertama sudah bisa memperkuat tim.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Penguasaan Bola</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meskipun belum pernah menang, kedua rival tergolong sebagai tim dengan penguasaan bola tertinggi selama dua pekan EPL berjalan. Rata-rata penguasaan bola mereka selalu di atas 64%.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kendati demikian, dalam sepak bola penguasaan bola tidak selalu selaras dengan perolehan gol, maupun kemenangan. Penguasaan bola yang begitu tinggi belum baik MU maupun Liverpool memetik kemenangan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Krisis Efektifitas</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Manchester United dan Liverpool termasuk tiga tim dengan percobaan tembakan paling tinggi (MU 32 tembakan, Liverpool 35 tembakan). Sayangnya, banyak tembakan yang tidak menemui sasaran.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/6iPcst2zP6A" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bagi Liverpool, efektivitas mereka yang rendah kemungkinan berasal dari para penyerang andalannya yang masih dirundung cedera. Diogo Jota yang musim lalu mencetak 15 gol belum pernah bermain sama sekali. Roberto Firmino yang sering menjadi pemecah kebuntuan masih mencari sentuhan permainannya. Sadio Mane sudah pergi dan penggantinya, Darwin Nunez justru mendapatkan hukuman larangan bertanding pasca ganjaran kartu merah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bagi Erik ten Hag, masalah efektivitas hadir dari berbagai faktor. Dalam dua pertandingan awal, MU hanya mendapat 1 gol, itupun berasal dari gol bunuh diri. Cristiano Ronaldo adalah pemain dengan jumlah percobaan tembakan tertinggi (7 kali) di antara seluruh pemain United. Namun, dari 7 kali percobaan, hanya 2 kali yang menemui sasaran. Justru efektifitas Diogo Dalot yang lebih besar. Tiga tendangan yang ia lesatkan semuanya menemui sasaran.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Tagar Empty Old Trafford di laga MU Vs Liverpool</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tagar Empty Old Trafford menggema di twitter sepekan lalu menyambut laga derbi di Old Trafford dini hari nanti. Aksi yang ditujukan untuk memboikot laga lawan Liverpool di Old Trafford merupakan bentuk protes supporter pada keluarga Glazer, pemilik Manchester United.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="qme"><a href="https://twitter.com/hashtag/EmptyOldTrafford?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#EmptyOldTrafford</a> <a href="https://t.co/2FJuBQqv4P">pic.twitter.com/2FJuBQqv4P</a></p>
<p>— Aidan Walsh 🔰 (@AidanWalshMUFC) <a href="https://twitter.com/AidanWalshMUFC/status/1556973100159315970?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">August 9, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pasalnya sejak mengakuisisi klub pada 2005 silam mereka dianggap merusak citra dan filosofi klub yang berubah fokus menjadi ladang bisnis.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bagaimana jadinya jika pertandingan dini hari nanti tanpa pendukung tuan rumah ya, Speakers? Menarik untuk dinanti apakah pertandingan MU Vs Liverpool akan berlangsung dengan intensitas tinggi sesuai prediksi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">SpeakBola</a> untuk mendapatkan berita terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/prediksi-mu-vs-liverpool/">Prediksi MU VS Liverpool Dini Hari Nanti</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para Pemain Yang Pernah Membela Dua Tim Sekota</title>
		<link>https://speakbola.com/pemain-membela-dua-tim-sekota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 10:42:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[Arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[As roma]]></category>
		<category><![CDATA[derby]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=657</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Derby, itu lah sebutan bagi pertandingan sepak bola yang mempertemukan dua tim sekota atau dari wilayah yang sama. Pertandingan derby adalah salah satu pertandingan yang paling panas di sepak bola. Para tim-tim wakil kota atau wilayah saling menunjukan permainan terbaik mereka agar mendapatkan pengakuan sebagai penguasa tunggal wilayahnya. Laga derby tidak jarang mempertemukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pemain-membela-dua-tim-sekota/">Para Pemain Yang Pernah Membela Dua Tim Sekota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Derby, itu lah sebutan bagi pertandingan sepak bola yang mempertemukan dua tim sekota atau dari wilayah yang sama. Pertandingan derby adalah salah satu pertandingan yang paling panas di sepak bola. Para tim-tim wakil kota atau wilayah saling menunjukan permainan terbaik mereka agar mendapatkan pengakuan sebagai penguasa tunggal wilayahnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Laga derby tidak jarang mempertemukan dua raksasa sepak bola yang berada di satu kota yang sama. Di Italia, ada derby milan antara <a href="https://speakbola.com/tag/ac-milan/">AC Milan</a> vs Inter Milan, juga ada derby kota Roma antara AS Roma dan Lazio. Sementara dari Liga Inggris ada derby Manchester antara <a href="https://speakbola.com/tag/manchester-united/">Manchester United</a> vs <a href="https://speakbola.com/tag/manchester-city/">Manchester City</a>. Selain itu, masih dari Liga Inggris, ada derby kota London antara Arsenal Vs Tottenham.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gengsi laga derby amat tinggi, baik antara tim sepak bola itu sendiri atau pun antara pendukung. Rivalitas yang amat panas itu membuat terlarang bagi seorang pemain membela dua tim sekota, mereka akan dicap pengkhianat oleh pendukung mantan tim.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tapi, tahukah speakers jika ada beberapa pemain yang berani mengambil resiko pindah ke tim rival dan dicap sebagai para pengkhianat sepak bola?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Rubrik offside kali ini mengabarkan tentang para pemain yang pernah bela dua tim sekota.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Ronaldo (Inter Milan dan AC Milan)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ronaldo Nazario, El Phenomenon, tajam sebagai seorang striker dan aksinya mengolah bola juga amat menawan. Ia adalah salah satu pelopor Jogo Bonito tim nasional Brazil, panutan bagi para pesepak bola saat ini yang menyukai permainan indah. Namun, untuk urusan loyalitas kepada tim, Ia bukanlah seoranng panutan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-671 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-300x180.jpg" alt="Ronaldo saat memperkuat Inter Milan" width="398" height="239" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-300x180.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-1024x615.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-400x240.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-768x461.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-1536x923.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-1000x600.jpg 1000w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1.jpg 1908w" sizes="auto, (max-width: 398px) 100vw, 398px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meskipun tak pernah menyebrang langsung antar tim rival sekota, pemain Brasil itu pernah bermain untuk Real Madrid dan Barcelona sekaligus. Dia juga pernah merumput di AC Milan dan Inter Milan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Untuk melengkapi label pengkhianat yang melekat pada dirinya, Ronaldo pernah pindah ke Corinthians setelah berlatih beberapa bulan bersama Flamengo.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. Ibrahimovic (Inter Milan dan AC Milan)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Derby della madonnina, begitulah sebutan bagi pertandingan yang mempertemukan Inter Milan vs AC Milan. Adalah Zlatan Ibrahimovic, seorang pemain yang pernah membela dua tim kota Milan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-674 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-300x169.jpg" alt="Ibrahimovic pemain membela tim sekota" width="440" height="248" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-1536x864.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 440px) 100vw, 440px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ibra lebih dulu membela Inter pada 2006 &#8211; 2009. Kemudian, ia membela Milan di musim 2011/12 dan kini kembali berseragam Rossoneri sejak musim lalu. Ibra meraih 5 trofi di Inter dan sejauh ini sudah meraih 2 trofi bersama Milan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">3. Adebayor (Tottenham Hotspur dan Arsenal)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">London Utara, rumah bagi dua tim sepak bola besar yaitu Arsenal dan Tottenham Hotspur. Kedua tim kerap terlibat derby sekota yang panas di Liga Inggris.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, meski berseteru, kedua tim juga pernah dibela beberapa pemain yang sama. Salah satunya adalah Emmanuel Adebayor, yang membela Arsenal sejak 2006 hingga 2009. Lalu membela Tottenham pada 2011 hingga 2015.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-673 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1-300x173.jpg" alt="pemain yang pernah membela tim sekota" width="451" height="260" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1-300x173.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1-1024x591.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1-400x231.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1-768x443.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1.jpg 1231w" sizes="auto, (max-width: 451px) 100vw, 451px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski tampil tajam bersama kedua tim sekota itu, Adebayor sayangnya tak berhasil meraih satu trofi pun di kedua tim rival itu.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4.Thibaut Courtois (Atletico Madrid dan Real Madrid)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu laga derby yang atmosfernya paling panas di La Liga adalah derby antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Tercatat ada beberapa pemain-pemain top yang pernah bermain untuk kedua tim, salah satunya adalah Thibaut Courtois.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-670 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-300x169.jpg" alt="Courtois saat membela Real Madrid" width="463" height="261" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-1536x864.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 463px) 100vw, 463px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kiper asal Belgia ini bermain di kedua tim rival itu dengan menjadi juara La Liga bersama keduanya. Bersama Atletico, Courtois bermain selama 3 musim sejak 2011 hingga 2014. Kini Ia bermain di Real Madrid sejak 2018 dan sejauh ini sudah meraih 3 trofi.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">5. Carlos Tevez (Manchester United dan Manchester City)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Carlos Tevez, adalah salah satu pemain bintang yang sempat merasakan label pengkhianat akibat langsung menyeberang dari Machaster United ke rival sekota mereka Manchester City.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-669" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-300x200.jpg" alt="Pemain membela tim sekota" width="470" height="313" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-1024x682.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-400x266.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-768x511.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-1536x1023.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-2048x1364.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 470px) 100vw, 470px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tevez bermain di MU sejak 2007 hingga 2009, lalu langsung menyeberang ke City pada 2009 hingga 2013. Bersama MU, ia sukses meraih 6 trofi, sedangkan di City Ia memnangkan 3 trofi.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">6. Pedro (AS Roma dan Lazio)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pemain terakhir yang membela dua tim rival adalah Pedro. Penyerang yang namanya mencuat saat memperkuat Barcelona ini menjadi pemain pertama dalam 40 tahun yang menyebrang langsung antara dua tim sekota, AS Roma dan Lazio.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-672 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1-300x168.jpg" alt="Pedro menyebrang dari AS Roma ke Lazio" width="493" height="276" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1-300x168.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1-400x224.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1-768x429.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1-1000x560.jpg 1000w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1.jpg 1002w" sizes="auto, (max-width: 493px) 100vw, 493px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pedro sendiri sebenarnya baru bergabung di Roma awal musim lalu. Ia tampil 40 kali dan mencetak 6 gol serta 7 assist. Setelah itu pemain asal Spanyol ini dikontrak Lazio selama 2 tahun hingga 2023.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah dia sederet daftar pemain yang pernah membela dua tim sekota. Bursa transfer masih berjalan sampai beberapa waktu lagi, menarik untuk ditunggu apakah akan ada lagi pemain yang menyebrang ke tim rival dan menambah daftar pemain yang pernah membela dua tim sekota.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari duni sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pemain-membela-dua-tim-sekota/">Para Pemain Yang Pernah Membela Dua Tim Sekota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
