<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>offside &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/offside/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Sep 2023 06:59:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>offside &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sejarah Offside dan Perkembangannya</title>
		<link>https://speakbola.com/sejarah-offside-dan-perkembangannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2022 10:35:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[offside]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1581</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Dalam sepak bola, ada sejumlah peraturan yang diikat dalam regulasi. Salah satunya adalah offside. Offside kerap membuat sebuah pertandingan dipenuhi dengan kontroversi. Akan tetapi, tahukah Anda sejarah offside dalam sepakbola? Offside mungkin salah satu aturan tertua di sepakbola, yang mengalami beberapa revisi. Berikut adalah sejarah offside dan perkembangannya yang dikemas dalam rubrik Bolastori. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/sejarah-offside-dan-perkembangannya/">Sejarah Offside dan Perkembangannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>Dalam sepak bola, ada sejumlah peraturan yang diikat dalam regulasi. Salah satunya adalah offside. Offside kerap membuat sebuah pertandingan dipenuhi dengan kontroversi. Akan tetapi, tahukah Anda sejarah offside dalam sepakbola? Offside mungkin salah satu aturan tertua di sepakbola, yang mengalami beberapa revisi. Berikut adalah sejarah offside dan perkembangannya yang dikemas dalam rubrik <a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a>.</span></p>
<div id="attachment_1595" style="width: 763px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1595" class="wp-image-1595" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916-300x169.jpg" alt="Sejarah Offside dan Perkembangannya" width="753" height="424" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/202207051121-main.cropped_1656994916.jpg 1200w" sizes="(max-width: 753px) 100vw, 753px" /><p id="caption-attachment-1595" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">(Sumber : FIFA)</span></p></div>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pengertian Offside</span></h2>
<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="318613">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph" data-key="318613">
<div></div>
</div>
</div>
<div><img decoding="async" class="alignnone wp-image-1596" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/qkpcvqz2fdbpvoyong05-300x177.jpg" alt="" width="651" height="384" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/qkpcvqz2fdbpvoyong05-300x177.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/qkpcvqz2fdbpvoyong05-400x236.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/qkpcvqz2fdbpvoyong05.jpg 640w" sizes="(max-width: 651px) 100vw, 651px" /></div>
<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="318613">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph" data-key="318613">
<div></div>
</div>
</div>
<div>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Offside mengadopsi istilah militer, yaitu &#8220;off the strength of your side&#8221;. Artinya, pemain dibebas tugaskan alias terlepas dari permainan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Offside adalah keadaan ketika posisi seorang pemain sepak bola yang diberi umpan melebihi posisi pemain lawan, sedangkan tidak ada pemain lawan selain kiper.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Mengutip laman resmi <a href="https://www.fifa.com/" target="_blank" rel="noopener">FIFA</a>, offside dalam sepak bola mengacu pada olahraga rugby. Konsepnya sama, melarang seorang pemain hanya diam menunggu umpan di depan gawang musuh.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Offside terkadang menjadi sensitif dalam sepak bola. Sebab, terkadang pemain yang sedang aktif akan melakukan penyerangan dan mencetak gol, tetapi terperangkap offside.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Penggunaan teknologi dengan penilaian offside juga masih terus menjadi perdebatan di antara para pengamat sepak bola. meskipun demikian, strategi offside tetap diterapkan sebagai salah satu cara untuk menjebak pemain lawan dalam area pertahanan.</span></p>
</div>
<h2 id="peraturan-teknik-offside-adalah" class="components___StyledH3-sc-uk318z-2 bQTLsr"><span class="Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 jvNNzn" style="font-size: 14pt;">Peraturan Teknik Offside</span></h2>
<div id="attachment_1602" style="width: 705px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1602" class="wp-image-1602" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/sjdkdvqpanneggtbs5pa-300x225.jpg" alt="Sejarah Offside dan Perkembangannya" width="695" height="521" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/sjdkdvqpanneggtbs5pa-300x225.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/sjdkdvqpanneggtbs5pa-400x300.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/sjdkdvqpanneggtbs5pa.jpg 640w" sizes="(max-width: 695px) 100vw, 695px" /><p id="caption-attachment-1602" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">(Sumber: Flickr)</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Peraturan offside dalam sepak bola terbaru yang disepakati secara luas kemudian dibentuk oleh English Football Association (FA) di tahun 1863. Sejak tahun itu, FA kemudian melarang pemain penyerang yang berada di depan bola saat si kulit bundar ditendang ke arah depan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Peraturan terkait offside ini sendiri dibentuk, salah satunya karena sepak bola dinilai menyerupai permainan rugby, dengan taktik yang mirip di mana pemain diizinkan menggunakan tangan mereka untuk kemudian mengontrol bola dalam beberapa keadaan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Para pemain penyerang ini juga dinilai akan mendapatkan keuntungan tak semestinya jika berada pada posisi offside. Seiring dengan perkembangan olahraga sepak bola, peraturan offside kemudian terus diperbarui.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berikut ini adalah aturan offside dalam sepak bola yang telah ditetapkan dalam Laws of the Game oleh International Football Association Board (IFAB). Seorang pemain sepak bola juga dinyatakan berada dalam posisi offside seperti berikut ini.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Setiap bagian dari badan, kepala atau kaki pemain berada di posisi mendahului pemain bertahan dari lawan.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Setiap bagian dari badan, kepala atau kaki pemain berada di area lawan (di mana batasnya adalah garis pada tengah lapangan).</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt; font-family: Lato;">Tangan serta lengan semua pemain, termasuk si penjaga gawang, tak diperhitungkan. Batas bagian tubuh yang termasuk ke dalam perhitungan offside adalah di atas lengan sejajar dengan bagian bawah ketiak.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pelanggaran Offside kemudian tidak berlaku jika:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Pemain ini berada di area sendiri.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Pemain berada sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim lawan.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Pemain berada sejajar dengan dua pemain terakhir tim lawan.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Seorang pemain, yang berada di posisi offside, kemudian tidak bergerak sama sekali (tak merespons datangnya bola). Artinya, permainanini tetap berjalan ketika yang merespons datangnya bola adalah rekan setimnya, yang tak berada dalam posisi offside</span></li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Aturan Offside tentang ‘Tiga Pemain Belakang’</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ada banyak perbedaan pendapat tentang aturan offside hingga akhirnya Universitas Cambridge mencoba menyatukan berbagai teori ini ke dalam satu rumusan peraturan baku. Aturan baku ini juga kerap diterima serta menjadi pedoman pada masanya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Aturannya sendiri cukup unik serta dikenal juga sebagai peraturan “tiga pemain belakang”. Dalam peraturan ini seorang penyerang kemudian telah dinyatakan offside meskipun pada posisi depannya masih terdapat tiga pemain belakang lawan, termasuk di antaranya kiper.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dapat dibayangkan, betapa seringnya terjadi offside saat peraturan ini kemudian diterapkan. Baru selangkah sudah offside. Tangan maju sedikit disebut offside.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Aturan Offside tentang ‘Dua Pemain Belakang’</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketika FIFA didirikan tepatnya pada tahun 1904, seluruh peraturan sepakbola termasuk diantaranya offside mulai dipikirkan secara lebih serius. Asosiasi sepakbola dari Skotlandia kemudian mengusulkan penggantian aturan “tiga pemain belakang” dengan dua pemain saja.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Konsepnya sendiri sama, bedanya terkena offside adalah saat dua pemain belakang yang berdiri antara seseorang dan gawang musuh. Biasanya, satu bek serta satu kiper. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Perubahan peraturan ini mulai diterapkan pada tahun 1925, serta menghasilkan permainan yang lebih atraktif. Sebab peluang terjadinya offside kian mengecil, maka gol yang tercipta pun menjadi lebih banyak serta menghibur para penonton.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Akibat perubahan offside, pola serta gaya permainan pun turut berubah. Setiap pelatih kemudian terpaksa memutar otak untuk mengalahkan offside. Itulah mengapa dahulu taktik 2-3-5 sering sekali digunakan dengan menempatkan dua bek saja, salah satunya menjadi sweeper atau libero.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Aturan Offside tentang ‘Satu Pemain Belakang’</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada tahun 1990, peraturan offside kembali direvisi serta diterapkan pada Piala Dunia 1990 di Italia. Seorang penyerang akan dikatakan dalam posisi offside, jika pada saat ia menerima umpan hanya tinggal satu pemain belakang lawan saja yang ada di depannya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam situasi normal, pemain belakang ini ialah kiper, juga pemain berhadapan dengan pemain yang berstatus bek. Pada 2003, FIFA kemudian membuat tambahan pasal mengenai offside yang lebih fleksibel ketika seorang berada di posisi offside maka ia belum tentu dinyatakan sebagai offside jika tidak terlibat aktif dalam permainan. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mudahnya adalah tubuhnya tidak berusaha mengejar bola yang diarahkan kepadanya.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Sejarah Peraturan Offside</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sepak bola merupakan suatu permainan beregu, yang terdiri dari 2 kubu dan saling berhadapan. Masing-masing dari regu ini kemudian terdiri dari 11 pemain. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sepak bola sendiri umumnya dimainkan dalam dua babak dengan durasi waktu 2 x 45 menit, juga waktu istirahat 15 menit di antara kedua babak tersebut. Sepak bola sendiri telah mengarungi banyak perkembangan, baik dalam aturan juga cara bermainnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sumber yang sama menyebutkan sepak bola pertama kali ditemukan di Negeri Cina, di semasa pemerintahan Dinasti Han. Saat itu di sekitar abad ke 2 atau 3 M, bola yang digunakan terbuat dari kulit binatang dan digulung-gulung hingga berbentuk bundar. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski permainan ini telah berabad-abad lalu ditemukan, namun badan resmi yang mengatur sepak bola kemudian baru dibentuk pertama kali pada 26 Oktober 1863.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inggris pada saat itu berinisiatif membuat badan resmi sepak bola, dengan nama English Football Association (FA). Organisasi ini sendiri akhirnya melahirkan peraturan sepak bola modern di beberapa bulan setelahnya, tepatnya pada tanggal 8 Desember 1863. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu di antaranya ialah peraturan offside.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Speakers,itulah cerita tentang sejarah offside dan perkembangannya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikutii terus <a href="https://speakbola.com">Speakbola</a> untuk dapat kabar terkini da unik dari dunia sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola ya Speakbola aja!</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/sejarah-offside-dan-perkembangannya/">Sejarah Offside dan Perkembangannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Pesepak Bola yang Punya Profesi Unik Setelah Pensiun</title>
		<link>https://speakbola.com/profesi-unik-pesepak-bola/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2022 07:58:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Daniel Agger]]></category>
		<category><![CDATA[Eric Cantona]]></category>
		<category><![CDATA[offside]]></category>
		<category><![CDATA[pemain sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Phenomenon]]></category>
		<category><![CDATA[Profesi Unik]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Wiese]]></category>
		<category><![CDATA[Trivia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=588</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; 5 pesepak bola ini punya profesi yang unik setelah pensiun. Menjadi pesepak bola dunia adalah profesi yang menjanjikan. Gaji yang besar dan kehidupan yang glamour merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari profesi pesepak bola profesional dunia. Kendati demikian, uang dan ketenaran sepertinya tidak membuat para pemain merasa puas sepenuhnya. Mereka kerap merasa kekurangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/profesi-unik-pesepak-bola/">5 Pesepak Bola yang Punya Profesi Unik Setelah Pensiun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>5 pesepak bola ini punya profesi yang unik setelah pensiun. Menjadi pesepak bola dunia adalah profesi yang menjanjikan. Gaji yang besar dan kehidupan yang glamour merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari profesi pesepak bola profesional dunia. Kendati demikian, uang dan ketenaran sepertinya tidak membuat para pemain merasa puas sepenuhnya. Mereka kerap merasa kekurangan dengan apa yang sudah dicapai selama ini. Dan faktor ini pula yang sepertinya membuat banyak dari mereka mencoba peruntungan di dunia lain. Rubrik Offside mencoba merangkum 5 pesepak bola yang punya profesi unik setelah pensiun, berikut adalah daftarnya.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Tim Wiese (Pegulat WWE)</span></h2>
<div id="attachment_593" style="width: 399px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-593" class="wp-image-593" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/hi-res-c48fd600f181e99fe34e7468348f7e58_crop_north-300x200.jpg" alt="wiese" width="389" height="259" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/hi-res-c48fd600f181e99fe34e7468348f7e58_crop_north-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/hi-res-c48fd600f181e99fe34e7468348f7e58_crop_north-1024x683.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/hi-res-c48fd600f181e99fe34e7468348f7e58_crop_north-400x267.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/hi-res-c48fd600f181e99fe34e7468348f7e58_crop_north-768x512.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/hi-res-c48fd600f181e99fe34e7468348f7e58_crop_north-1536x1025.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/hi-res-c48fd600f181e99fe34e7468348f7e58_crop_north-2048x1366.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 389px) 100vw, 389px" /><p id="caption-attachment-593" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Tim Wiese Pegulat WWE</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Wiese adalah mantan kiper dari Werder Bremen. Wiese sempat melalang buana di Bundesliga.Sealin Bremen, Ia juga pernah membela Hoffenheim, Fortuna Koln dan Kaiserslautern. Ia meninggalkan Bundesliga pada 2013-2014. Setelah itu, Tim Wiese memutuskan pensiun saat berusia 33 tahun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejak tanggal 7 Juni 2016, dilaporkan bahwa Wiese telah menyetujui undangan dari Triple H untuk menjalani serangkaian pelatihan di dalam tempat fasilitas bagi perkembangan kemampuan pegulat WWE yaitu di WWE Performance Center. Tubuh yang besar dan kekar menjadi modal yang bagus untuk sang kiper menjalani profesi barunya.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. Daniel Agger (Seniman Tato)</span></h2>
<div id="attachment_595" style="width: 454px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-595" class="wp-image-595" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/bd7e4467a88982f4-300x169.jpg" alt="Agger" width="444" height="250" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/bd7e4467a88982f4-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/bd7e4467a88982f4-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/bd7e4467a88982f4-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/bd7e4467a88982f4-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/bd7e4467a88982f4.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 444px) 100vw, 444px" /><p id="caption-attachment-595" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Agger Seniman Tato</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Agger adalah nama yang tak asing untuk pecinta Liverpool. Sepanjang kariernya, Agger hanya memperkuat dua klub, yakni Brodby dan Liverpool. Pemain ini juga dikenal karena memiliki banyak<a href="https://speakbola.com/bintang-bola-tanpa-tato/"> tato</a> ditubuhnya. Setalah pensiun pada 2016, pemain asal Denmark ini memustuskan untuk melanjutkan profesinya menjadi tukang tato.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>3. Ronaldo Luiz Nazario da Lima (Pemain Poker)</strong></span></h2>
<div id="attachment_596" style="width: 399px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-596" class="wp-image-596" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/ronaldo-300x200.jpg" alt="Ronaldo" width="389" height="259" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/ronaldo-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ronaldo-1024x683.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ronaldo-400x267.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ronaldo-768x512.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/ronaldo.jpg 1186w" sizes="auto, (max-width: 389px) 100vw, 389px" /><p id="caption-attachment-596" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Ronaldo Pemain Poker</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Striker Brazil ini sudah malang melintang di klub-klub elit dunia, seperti Real Madrid, PSV, Inter Milan dan Barcelona. Setelah pensiun pada 2011, peraih 2 kali gelar pemain terbaik dunia tersebut pernah mencoba berkarir di dunia Poker. Ia pernah mengikuti ajang poker dunia di Bahama, ia bahkan sukses mengalahkan beberapa pemain poker top dunia dan merebut posisi ke-26 dari 816 pemain top dunia.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4. Eric Cantona (Aktor)</span></h2>
<div id="attachment_597" style="width: 348px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-597" class="wp-image-597" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/cantona-300x173.jpg" alt="Cantona" width="338" height="195" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/cantona-300x173.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cantona-1024x591.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cantona-400x231.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cantona-768x443.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cantona.jpg 1231w" sizes="auto, (max-width: 338px) 100vw, 338px" /><p id="caption-attachment-597" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 12pt;">Cantona Aktor</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Legenda Manchester United ini memutuskan pensiun pada 1997. Keputusan yang cukup mengejutkan karena usianya masih 30 tahun saat itu. Lepas dari dunia sepak bola, Cantona serius mendalami dunia peran. Pemain yang idientik dengan nomor 7 tersebut pernah berperan dalam film Elizabeth 1998 dan Looking for Eric pada 2009.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">5. Santi Canizares (Pembalap Rally)</span></h2>
<div id="attachment_599" style="width: 391px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-599" class="wp-image-599" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/cani-300x167.jpg" alt="Canizares" width="381" height="212" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/cani-300x167.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cani-400x222.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cani.jpg 504w" sizes="auto, (max-width: 381px) 100vw, 381px" /><p id="caption-attachment-599" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Canizares jadi Pembalap</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mantan penjaga gawang asal Spanyol yang berpenampilan nyentrik adalah legenda Valencia, Selepas tak lagi bermain bola atau pensiun, Canizares pindah haluan menjadi pembalap rally.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada 2010, kiper asal Spanyol ini tampil di Kejuaraan Reli Sierra Morena. Setahun berikutnya, ia membela tim Suzuki Ibérica Motor Sport dan ikut serta dalam Spanish Historic Rally Championship. Pada 2016, ia mengikuti reli Sierra Morena.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">17 Juni 2017, dengan mengendarai Porsche 977, Canizares sukses menjuarai Rally de la Ceramica. Selain itu, ia juga mampu naik podium pada ajang Rally Ciudad de Valencia-Memorial Javi Sanz.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Speakers, itulah daftar para pemain yang punya profesi baru setelah pensiun bermain sepak bola. manakah yang paling unik?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com">Speakbola</a> untuk dapat berita terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya sepakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/profesi-unik-pesepak-bola/">5 Pesepak Bola yang Punya Profesi Unik Setelah Pensiun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Psywar Terpanas Laga El Clasico</title>
		<link>https://speakbola.com/3-psywar-terpanas-el-clasico/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2022 09:58:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[cristiano ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[el clasico]]></category>
		<category><![CDATA[fakta unik]]></category>
		<category><![CDATA[messi]]></category>
		<category><![CDATA[offside]]></category>
		<category><![CDATA[Real Madrid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=439</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Psywar atau perang urat syaraf  kerap terjadi di dalam dunia olahraga belakangan ini. Psywar sendiri dapat diartikan suatu bentuk tindakan serangan yang dilancarkan menggunakan metode psikologi dengan tujuan membangkitkan reaksi psikologis yang telah terancang terhadap orang lain. Dalam kesemptan kali ini, rubrik Offside akan membahas 3 psywar terpanas laga El Clasico. 1.  Psywar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/3-psywar-terpanas-el-clasico/">3 Psywar Terpanas Laga El Clasico</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>Psywar atau perang urat syaraf  kerap terjadi di dalam dunia olahraga belakangan ini. Psywar sendiri dapat diartikan suatu bentuk tindakan serangan yang dilancarkan menggunakan metode psikologi dengan tujuan membangkitkan reaksi psikologis yang telah terancang terhadap orang lain. Dalam kesemptan kali ini, rubrik Offside akan membahas 3 psywar terpanas laga El Clasico.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1.  Psywar Suarez dan Cristiano Ronaldo</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Psywar ini terjadi pada El Clasico yang digelar pada Sabtu (23/12/2017) di Santiago Bernabeu. </span><span style="font-size: 12pt;">CR7 saling melempar psywar dengan Suarez jelang laga tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-455 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/download-2.jpg" alt="Ronaldo dan Suarez saling tebar psywar" width="353" height="220" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://speakbola.com/faktor-cristiano-ingin-hengkang-dari-mu/"> Cristiano Ronaldo</a> meminta diadakan Guard of Honour. Hal itu sebagai penghormatan untuk Real Madrid, yang baru saja memenangkan ajang Piala Dunia Antarklub.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Akan sangat menyenangkan sekali jika Barcelona melakukan guard of honour kepada kami di El Clasico,&#8221; tutur pemain asal Portugal itu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pernyataan tersebut langsung dibalas oleh stiker Barcelona, Suarez. &#8220;The guard of honour adalah hal baru sejak saya bermain di Spanyol,&#8221; ujar Suarez. &#8220;Saya tahu, ada aturan yang menyebut, jika kita bermain di kompetisi/ajang yang dimenangkan lawan Anda, Anda harus menghormati mereka dengan the guard of honour.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Masalahnya, kata Suarez, tim asal Catalan tersebut tak tampil di Piala Dunia Antarklub, yang digelar Uni Emirate Arab itu. &#8220;Jadi, kami tidak akan melakukannya!&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Suarez dkk.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. <strong>Psywar Barcelona lewat Spanduk</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Psywar ini terjadi jelang laga El Clasico Minggu (11/4/2021). Kala itu kedua tim sedang bersaing ketat dalam perebutan gelar La Liga.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Barcelona saat itu berada di peringkat ke-2 klasemen sementara Liga Spanyol dengan torehan 65 poin. Sedangkan Real Madrid terpaut dua angka dan menempati peringkat ke-3 klasemen Liga Spanyol.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Barcelona melakukan psywar unik jelang laga tersebut. Barcelona memajang spanduk berukuran raksasa di gedung yang berada di dekat markas Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu, Madrid.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Spanduk raksasa itu memuat dua pemain andalan Barca, Frenkie De Jong dan Pedri dengan seragam kebanggannya. Selain itu, spanduk tersebut juga bertuliskan Can&#8217;t Wait For El Clasico. Pertandingan tersebut berakhir untuk kemenangan Real Madrid dengan skor 2-1.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote class="twitter-tweet"><p><span style="font-size: 12pt;">CAN&#8217;T WAIT FOR<a href="https://twitter.com/hashtag/ELCL%C3%81SICO?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#ELCLÁSICO</a>! 🤩 <a href="https://t.co/BD8A5OL4ZA">pic.twitter.com/BD8A5OL4ZA</a>— FC Barcelona (@FCBarcelona) <a href="https://twitter.com/FCBarcelona/status/1379393734945693700?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 6, 2021</a></span></p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;"><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">3. Psywar Messi</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Psywar selanjutnya terjadi di laga El Clasico pada tanggal 19 Desember 2019. El Clasico yang seharusnya digelar pada tanggal ada 26 Oktober lalu namun karena kondisi politik di Catalunya sedang tidak kondusif akhirnya Federasi Sepakbola Spanyol memutuskan untuk menunda pertandingan itu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jelang laga, kapten Barca, <a href="https://speakbola.com/kontrak-messi-di-psg-diperpanjang/">Lionel Messi</a> melempar psywar yang berisi keinginan dirinya untuk melawan Real Madrid versi kuat. Belakangan memang tim asal ibukota tersebut sedang tidak dalam kondisi yang bagus.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-452 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_-300x169.jpg" alt="Lionel Messi Psywar" width="373" height="210" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/045192200_1628214189-01Lionel_Messi_Bercerai_dengan_Barcelona_.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 373px) 100vw, 373px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Mereka sangat layak untuk pertandingan-pertandingan ini. Pertandingan ini spesial, tidak penting bagaimana kondisi salah satu tim atau yang lain menjelang duel ini,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan yang diselenggarakan di stadion Camp Nou tersebut berakhir dengan skor kacamata alias 0-0.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">El Clasico masih menjadi salah satu pertandingan yang menarik banyak penonton. Rivalitas kedua tim yang sudah mendarah daging membuat pertandingan semakin seru untuk ditonton.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah 3 psywar terpanas El Clasico. Menurut kalian seberapa berpengaruh kah psywar dalam sebuah pertandingan?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Terus ikuti speakbola untuk dapat berita terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya <a href="https://speakbola.com/">speakbola</a> aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/3-psywar-terpanas-el-clasico/">3 Psywar Terpanas Laga El Clasico</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
