<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Liga Prima Indonesia &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/liga-prima-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Sep 2023 04:36:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>Liga Prima Indonesia &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dualisme Kompetisi Sepak Bola Indonesia: LSI VS LPI</title>
		<link>https://speakbola.com/dualisme-kompetisi-sepak-bola-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 09:46:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[Dualisme Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Prima Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Super Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[LPI]]></category>
		<category><![CDATA[LSI]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Sepak Bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2167</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Sepak bola Indonesia pernah mengalami peristiwa sangat kelam, akibat perebutan kekuasaan di tubuh PSSI selaku induk organisasi sepak bola di tanah air, yang berujung kepada dualisme kompetisi sepak bola Indonesia, Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI). Keberadaan dua liga yang sama-sama pernah dianggap breakaway league, alias liga yang tidak resmi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/dualisme-kompetisi-sepak-bola-indonesia/">Dualisme Kompetisi Sepak Bola Indonesia: LSI VS LPI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Sepak bola Indonesia pernah mengalami peristiwa <strong>sangat kelam</strong>, akibat <strong>perebutan kekuasaan</strong> di tubuh <strong>PSSI</strong> selaku induk organisasi sepak bola di tanah air, yang berujung kepada <strong>dualisme kompetisi</strong> sepak bola Indonesia, <strong>Liga Super Indonesia (LSI)</strong> dan <strong>Liga Primer Indonesia (LPI)</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keberadaan dua liga yang sama-sama pernah dianggap <strong><em>breakaway league</em></strong>, alias liga yang <strong>tidak resmi</strong>, membuat sepak bola di Indonesia saat itu carut-marut. Dampaknya bukan saja kepada klub tapi juga Timnas Indonesia</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bagaimana sebenarnya awal dualisme ini terjadi?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a> pekan ini akan mengulas dualisme kompetisi sepak bola indonesia yang pernah terjadi sedekade lalu ini.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Babak Pertama: LSI VS LPI</strong></span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Kongres Sepak Bola Nasional</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Kongres Sepak Bola Nasional (KSN)</strong> digelar di kota <strong>Malang</strong>, pada <strong>30-31 Maret</strong>, sebagai langkah untuk menuntut <strong>reformasi</strong> di kubu <strong>PSSI</strong>. Langkah itu diambil akibat carut marut sepak bola Indonesia saat itu yang tak lepas dari <strong>hilangnya kepercayaan</strong> berbagai pihak terhadap PSSI yang dipimpin oleh <strong>Nurdin Halid</strong>. Ia dianggap sudah tak pantas memimpin PSSI karena sempat mendekam di dalam penjara akibat kasus korupsi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketidakpercayaan tersebut ditambah lagi dengan semakin <strong>merosotnya prestasi Timnas Indonesia</strong> di berbagai level. Mulai dari Timnas senior yang untuk pertama kalinya <strong>gagal</strong> lolos ke putaran final <strong>Piala Asia</strong> dalam 14 tahun terakhir, hingga Timnas U-23 yang menjadi <strong>juru kunci</strong> fase grup <strong>SEA Games</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah melalui proses yang memakan waktu cukup panjang, akhirnya Kongres Sepak bola Nasional (KSN) yang berlangsung di Hotel Santika Malang, 30-31 Maret 2010 mampu menghasilkan <strong>7 rekomendasi</strong>:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: 12pt;">PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran dan kritik serta harapan masyarakat dan mengambil langkah-langkah konkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan oleh masyarakat.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Perlu adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur olahraga khususnya sepak bola.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">PSSI perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi dengan seluruh stakeholder terutama KONI dan Pemerintah.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Dilakukan pembinaan sejak usia dini melalui penanganan secara khusus melalui pendekatan IPTEK dengan melibatkan tim yang terdiri dari dokter, psikolog, pemandu bakat dan pakar olahraga dan perlu segera disusun kurikulum standar nasional untuk penyelenggaraan Sekolah Sepak Bola, PPLP dan PPLM Sepak Bola.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Metode pembinaan atlet pelajar muda agar juga memperhatikan pendidikan formalnya.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Pemerintah menyediakan anggaran dari APBN dan APBD untuk mendukung dan menunjang target dan pencapaian sarana untuk menuju prestasi (karena dana APBD masih diperlukan untuk stimulan).</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Perlu segera disusun dan dilaksanakan program pembinaan prestasi yang fokus kepada pembentukan tim nasional untuk menjadi juara dalam SEAG 2011</span></li>
</ol>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Dualisme Kompetisi: Munculnya Liga Primer Indonesia (LPI)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lima bulan usai diadakannya Kongres Sepak Bola Nasional, tepatnya 26 September 2010, <strong>Liga Super Indonesia (LSI)</strong> kembali digelar. Namun di tengah-tengah berjalannya kompetisi resmi, muncul lah sebuah <strong>liga tandingan</strong> yang dikelola oleh Konsorsium Liga Primer Indonesia dan PT Liga Primer Indonesia, yang diinisiasi oleh <strong>Arifin Panigoro</strong>, bernama <strong>Liga Primer Indonesia (LPI)</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Musim pertama Liga Primer Indonesia dijadwalkan untuk berjalan dari Januari sampai Oktober 2011 dan kick-off pertama terjadi pada tanggal 8 Januari 2011 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. </span><span style="font-size: 12pt;"><strong>Sembilan belas</strong> klub berpartisipasi dalam liga ini, seperti:</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-2202 alignright" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1-300x300.png" alt="Indonesian Premier League" width="456" height="456" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1-300x300.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1-400x400.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1-768x768.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1-80x80.png 80w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1.png 827w" sizes="(max-width: 456px) 100vw, 456px" /></p>
<ul>
<li>Jakarta FC</li>
<li>Medan Chiefs</li>
<li>Batavia Union</li>
<li>Bali De Vata</li>
<li>Semarang United</li>
<li>Minangkabau FC</li>
<li>Aceh United</li>
<li>Bintang Medan</li>
<li>Bogor Raya</li>
<li>Solo FC</li>
<li>Bandung FC</li>
<li>Real Mataram</li>
<li>Manado United</li>
<li>Tangerang Wolves</li>
<li>Cendrawasih Papua</li>
<li>Persebaya 1927</li>
<li>Persema Malang</li>
<li>PSM Makassar</li>
<li>Persibo Bojonegoro</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">PSSI mencap LPI <strong>ilegal</strong>. Di sisi lain, pihak LPI menyatakan bahwa penyelenggaraan Liga Primer Indonnesia tidak melanggar hukum karena <strong>sesuai dengan rekomendasi Kongres Sepak Bola Nasional</strong> di Malang pada Maret 2010.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">PSSI juga mengancam akan menghukum berat semua klub, pemain, dan perangkat pertandingan yang terlibat di LPI. Salah satu ancaman PSSI adalah klub Liga Super Indonesia yang terlibat di LPI akan didegradasikan dan diminta mengembalikan aset-aset PSSI.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meskipun demikian Liga Primer Indonesia tetap berjalan setelah menyelesaikan putaran pertama kompetisi, dengan total setiap tim melakoni 18 laga dan Persebaya 1927 keluar sebagai juara. Di sisi lainnya, kompetisi resmi saat itu yaitu Liga Super Indonesia dijuarai oleh Persipura. Dengan demikian Persipura berhasil otomatis masuk ke babak penyisihan grup Liga Champions AFC 2012.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Babak Kedua: PSSI VS KPSI</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kekisruhan sepak bola Indonesia tidak berakhir hanya dengan adanya dualisme kompetisi saja. Di tahun <strong>2011</strong>, <strong>asosiasi sepak bola Indonesia</strong> jg <strong>terpecah</strong> menjadi dua kubu, <strong>PSSI</strong> Vs <strong>KPSI</strong>, yang keduanya sama-sama menjalankan liganya masing-masing.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kronologi Dualisme PSSI dimulai saat PSSI era <strong>Djohar Arifin Husein</strong>, ketua PSSI periode 2011-2016, memutuskan untuk <strong>menunjuk</strong> PT Liga Prima Indonesia Sportindo, yang sebelumnya mengelola <strong>LPI</strong>, untuk <strong>mengelola</strong> <strong>kompetisi resmi</strong> milik PSSI. PT LPIS pun membentuk <strong>Liga Prima Indonesia</strong> sebagai <strong>kompetisi resmi</strong> musim <strong>2011-2012</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penunjukan PT LPIS sebagai opertator liga membuat sejumlah <strong>klub tidak setuju</strong> untuk bermain di kompetisi yang disupervisi oleh PT LPIS. Keputusan klub-klub tersebut lahir lantaran <strong>PT LPIS dinilai gagal</strong> menjalankan LPI musim sebelumnya.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Dualisme Kepengurusan: Munculnya PSSI versi KPSI</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kisruh di dalam kepengurusan PSSI menyeruak. Dimotori oleh anggota <strong>Komite Eksekutif (Exco) PSSI</strong> saat itu, <strong>La Nyalla Mattalitti</strong>, terbentuklah sebuah <strong>badan sepak bola tandingan</strong> yang juga membawahi sebuah liga bernama, <strong>Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI)</strong>, yang akhirnya tetap menjalankan <strong>Liga Super Indonesia (LSI)</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Merespons dualisme kompetisi sepak bola di Indonesia, <strong>FIFA</strong> mengirimkan <strong>surat</strong> kepada <strong>PSSI</strong> untuk menyelenggarakan <strong>Kongres Tahunan</strong> sebelum 20 Maret untuk melakukan <strong>rekonsiliasi</strong> dualisme kompetisi LPI VS LSI. PSSI merespons dengan menggelar Kongres Tahunan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Salah satu agendanya, mengubah status ISL menjadi kompetisi legal. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada waktu yang sama, KPSI juga menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta. La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI versi KPSI.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kedua kompetisi ini pun bergulir dengan menghasilkan juaranya masing-masing. Sriwijaya FC menjadi peserta menjadi juara Liga Super Indonesia. Sementara di kompetisi resmi, Liga Super Indonesia, Semen Padang menjadi juara, mengungguli Persebaya 1927 dan Arema.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Peserta Liga Prima Indonesia (LPI) 2011/2012</strong>: Arema Indonesia, Deltras Sidoarjo, Gresik United, Mitra Kutai Kartanegara, Pelita Jaya, Persela Lamongan, Persib Bandung, Persiba Balikpapan, Persidafon Dafonsoro, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Persiram Raja Ampat, Persisam Putra Samarinda, Persiwa Wamena, PSAP Sigli, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, dan Sriwijaya FC.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Peserta Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012: </strong>Arema Indonesia, Bontang FC, Persebaya, Persema, Persiba, Persibo, Persija, Persijap, Persiraja, PSM, PSMS, dan Semen Padang </span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Babak Ketiga: Dualisme Timnas Indonesia</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dualisme pada asosiasi sepak bola Indonesia berdampak pula kepada eksistensi <a href="https://speakbola.com/tag/timnas-indonesia/">Timnas Indonesia</a>. Kala itu, Indonesia akan menghadapi event besar di ujung tahun, Piala AFF 2012. Kedua kubu berlomba-lomba saling menyiapkan timnasnya masing-masing.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>PSSI</strong> menunjuk<strong> Nilmaizar</strong> sebagai pelatih. Beberapa pemain naturalisasi dipanggil, semisal Diego Michels, Raphael Maitimo, Tonnie Cussel, hingga Johnny van Beukering. Beberapa nama lokal jua bergabung, seperti Taufik, Samsul Arif, Andik Vermansah, Elie Aiboy, hingga Patrich Wanggai.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="in">Di Piala AFF 2012, Andik Vermansah membuat gol indah ke gawang Singapura. <a href="https://twitter.com/hashtag/AFFSuzukiCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#AFFSuzukiCup</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/Kumparan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#Kumparan</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/KumparanSoccer?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#KumparanSoccer</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/TimnasDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#TimnasDay</a> <a href="https://t.co/RZjCLzqGQF">pic.twitter.com/RZjCLzqGQF</a></p>
<p>— kumparan (@kumparan) <a href="https://twitter.com/kumparan/status/802083502892060672?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 25, 2016</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Seakan tak mau kalah, PSSI versi <strong>KPSI</strong> pun menunjuk <strong>Alfred Riedl</strong>. Sebanyak 28 pemain dikumpulkan, beberapa di antaranya seperti Kurnia Meiga, Firman Utina, Hamka Hamzah, M Ridwan, Greg Nwokolo, hingga Cristian Gonzales.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keduanya saling mendaftar ke AFF untuk mengikuti ajang dua tahunan tersebut. Asosiasi Sepak Bola Asia Tenggara itu pun akhirnya memutuskan pada 15 Oktober 2012 bahwa Timnas Indonesia bentukan PSSI Djohar Arifin lah yang berhak ke Piala AFF 2012.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Babak Keempat: Unifikasi</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Liga Prima Indonesia masih menjadi kompetisi resmi PSSI pada 2013. Sedangkan Liga Super Indonesia 2013 juga dianggap resmi setelah proses panjang yang dilalui hingga lahir <strong>Join Committe PSSI</strong> pada <strong>7 Juni 2012</strong>. Komite tersebut terbentuk setelah penandatanganan <strong>MoU</strong> antara <strong>Djohar Arifin Husein</strong>, ketua <strong>PSSI</strong> resmi, dengan <strong>La Nyalla Mattalitti</strong>, ketua PSSI versi <strong>KPSI</strong>, yang diinisiasi oleh <em>taskforce</em> <strong>AFC</strong>.</span></p>
<div id="attachment_2210" style="width: 471px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2210" class="wp-image-2210" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/154657_620-300x171.jpg" alt="KPSI VS PSSI" width="461" height="263" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/154657_620-300x171.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/154657_620-400x228.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/154657_620.jpg 620w" sizes="(max-width: 461px) 100vw, 461px" /><p id="caption-attachment-2210" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Kiri, La Nyalla Mattalitti, Ketua PSSI versi KPSI dan Kanan, Djohar Arifin, Ketua PSSI resmi </span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Liga Super Indonesia yang diikuti oleh 18 tim, akhirnya menelurkan Persipura Jayapura sebagai juara. Sementara Indonesia Premier League, yang diikuti 16 tim, berjalan dengan sistem liga dan berlanjut ke fase play-off. Begitu kompetisi mencapai pertandingan final yang mempertemukan Semen Padang dan Pro Duta FC, pertandingan tersebut dibatalkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sekjen PSSI saat itu, Joko Driyono, mengumumkan pembatalan final tersebut. Joko mengatakan pertandingan itu bukan prioritas karena kompetisi IPL sudah selesai sejak dibatalkan oleh PSSI. Ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari play-off final itu adalah menentukan tujuh tim yang akan menjalani proses verifikasi untuk bergabung dalam liga baru pada 2014.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Liga Super Indonesia 2014</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada akhirnya <strong>dua kompetisi</strong> tersebut <strong>digabungkan</strong> menjadi <strong>Liga Super Indonesia (LSI) 2014</strong>. Mengingat adanya penggabungan, sejumlah tim menjalani verifikasi, di mana hanya ada 4 tim dari Liga Prima Indonesia (LSI) 2013 yang bisa tampil di kompetisi 2014.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dengan peserta kompetisi mencapai 22 tim, PT Liga Indonesia memutuskan untuk membagi kompetisi menjadi 2 wilayah dengan 11 tim di setiap wilayah. Dari setiap wilayah akan ada dua tim yang terdegradasi, di mana rencananya pada musim selanjutnya hanya ada dua tim yang promosi sehingga kompetisi akan diikuti oleh 20 tim.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Milestone reached!<br />
💯 <a href="https://twitter.com/hashtag/PERSIBDAY?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#PERSIBDAY</a> for Achmad Jufriyanto in the league!</p>
<p>🏆 ISL 2014, 🏆 Piala Presiden 2015 and many more to come. We hope so! 🔵<a href="https://twitter.com/hashtag/PERSIB?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#PERSIB</a> <a href="https://t.co/UvzEEvKzWK">pic.twitter.com/UvzEEvKzWK</a></p>
<p>— PERSIB (@persib) <a href="https://twitter.com/persib/status/1497169061826170882?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">February 25, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Persita Tangerang dan Persijap Jepara menjadi dua tim dari wilayah barat yang terdegradasi. Sementara di wilayah timur ada Persepam Madura United dan Persiba Bantul. Sedangkan Persib Bandung keluar sebagai juara Liga Super Indonesia 2014 setelah menang atas Persipura Jayapura di final yang digelar di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;" data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Saknsi FIFA untuk Indonesia&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:17345,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:0,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;17&quot;:1}">Babak Kelima: Sanksi FIFA untuk Indonesia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pun proses unifikasi antara kedua liga dan asosiai sepak bola telah terjadi di tahun 2014, carut-marut sepak bola Indonesia tidak berhenti. Menjelang bergulirnya Liga Super Indonesia 2015, <strong>30 Mei 2015</strong> tepatnya, <strong><a href="https://speakbola.com/tag/fifa/">FIFA</a></strong> memberikan <strong>sanksi</strong> untuk <strong>Indonesia</strong>. Sanksi yang diberikan FIFA untuk Indonesia secara garis besar tertuang dalam tiga poin:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Pertama</strong>, FIFA mencabut keanggotaan PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Kedua</strong>, FIFA melarang timnas mapuun klub Indonesia mengikuti kompetisi internasional di bawah naungan FIFA dan AFC.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Ketiga</strong>, setiap anggota dan ofisial PSSI tidak bisa mengikuti program pengembangan, kursus, atau latihan dari FIFA dan AFC selama sanksi belum dicabut.</span></li>
</ul>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="in">Kemenpora RI ingin berdialog dengan FIFA jauh sebelum keluar SK Menpora RI No 01307/2005, 17 Apr 2015 <a href="https://twitter.com/hashtag/FIFAIndonesia?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#FIFAIndonesia</a> <a href="http://t.co/pNjM8eM82v">pic.twitter.com/pNjM8eM82v</a></p>
<p>— KEMENPORA RI (@KEMENPORA_RI) <a href="https://twitter.com/KEMENPORA_RI/status/654601499771711488?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">October 15, 2015</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saksi FIFA bagi Indonesia lahir lantaran <strong>intervensi</strong> dari <strong>pemerintah</strong> melalui <strong>Kemenpora</strong> dan <strong>Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI)</strong> yang telah <strong>membekukan PSSI</strong> pada 17 April 2015. Pembekuan itu terjadi akibat PSSI tidak mengindahkan imbauan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terkait penyelenggaraan Liga Indonesia 2015.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Bentuk Campur Tangan Pemerintah</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu, BOPI ingin PSSI pimpinan Djohar Arifin menindak Arema Cronus dan Persebaya Surabaya. Kedua klub itu dinilai BOPI tidak layak mengikuti Liga Indonesia 2015 akibat kepengurusan ganda. Namun imbauan itu tidak digubris PSSI dan tetap menyertakan Arema Cronus dan Persebaya ke dalam daftar tim peserta Liga Indonesia 2015.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Liga Indonesia 2015 saat itu sempat berjalan dua pekan sejak dimulai pada 4 April 2020. Namun kemudian ditunda pada 12 April hingga akhirnya dibubarkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sehari setelah dibekukan, PSSI tetap menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) yang menghasilkan La Nyalla Matalitti sebagai ketua umum baru.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selama PSSI dibekukan dan Indonesia mendapat sanksi FIFA, tidak ada kompetisi resmi yang bergulir di Tanah Air. Saat itu, hanya ada Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman untuk mengisi kekosongan kompetisi.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="in">Alhamdulillah. Mitra Kukar juara turnamen Piala Jenderal Sudirman. Bravo Naga Mekes! <a href="https://t.co/e3yKLGfIMc">pic.twitter.com/e3yKLGfIMc</a></p>
<p>— Mitra Kukar FC (@MitraKukar) <a href="https://twitter.com/MitraKukar/status/691426307423522816?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">January 25, 2016</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dua turnamen tersebut diselenggarakan pihak swasta agar klub tidak merugi dan roda ekonomi dari sepak bola Indonesia bisa terus berjalan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setahun berselang, tepatnya pada 10 Mei 2016, Kemenpora mencabut surat keputusan (SK) pembekuan PSSI. Keputusan Kemenpora itu kemudian diikuti FIFA dengan mencabut sanksi untuk Indonesia dan kembali mengakui keanggotaan PSSI.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pencabutan sanksi itu dilakukan pada kongres ke-66 di Meksiko dan diumumkan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, 13 Mei 2016.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itu dia Speakers, dualisme kompetisi sepak bola yang pernah Indonesia alami sedekade lalu. Semoga peristiwa ini tidak akan pernah terjadi lagi.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/dualisme-kompetisi-sepak-bola-indonesia/">Dualisme Kompetisi Sepak Bola Indonesia: LSI VS LPI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
