<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kutukan &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/kutukan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Sep 2023 10:59:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>kutukan &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dukun Sepak Bola, antara Ada dan Tiada</title>
		<link>https://speakbola.com/dukun-sepak-bola/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2022 04:50:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Hitam Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Jimat Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[kutukan]]></category>
		<category><![CDATA[Okultisme Sepak Bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2320</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Praktik okultisme dan hal-hal bersifat klenik belum sepenuhnya hilang di Indonesia dan Afrika. Negara-negara di Afrika dan Indonesia, masih memercayai klenik dan okultisme sebagai salah satu jalan untuk meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan sepak bola. Bentuk praktik okultisme yang paling sering terjadi dalam sepak bola adalah penggunaan dukun sepak bola dan jimat. Rubrik [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/dukun-sepak-bola/">Dukun Sepak Bola, antara Ada dan Tiada</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>Praktik okultisme dan hal-hal bersifat klenik belum sepenuhnya hilang di Indonesia dan Afrika. Negara-negara di Afrika dan Indonesia, masih memercayai klenik dan okultisme sebagai salah satu jalan untuk meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan sepak bola. Bentuk praktik okultisme yang paling sering terjadi dalam sepak bola adalah penggunaan dukun sepak bola dan jimat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Rubrik Offside kali ini akan membahas kejadian sepak bola di Afrika dan Indonesia yang erat kaitannya dengan penggunaan dukun dan jimat.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;" data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Sadio Mane Diancam Santet&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:17341,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;17&quot;:1}">1. Sadio Mane Diancam Dukun Santet</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Seorang dukun dari Benin, sebuah negara di Afrika barat, melalui media sosial mengancam <a href="https://speakbola.com/tag/sadio-mane/">Sadio Mane</a> bahwa dia akan mati karena serangan jantung.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><em><a href="https://newspremises.com.ng/benin-magician-threatens-sadio-mane-of-heart-attack-if-he-goes-ahead-to-play-in-the-afcon/" target="_blank" rel="noopener">Newspremises</a></em> mengabarkan bahwa ancaman itu ditujukan kepada mane apabila ia ikut berpartisipasi dengan Timnas Senegal melawan negara sang Dukun di Piala Afrika 2021.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">A Benin magician has threatened Sadio Manè that he will die of heart attack if he tries to play in the <a href="https://twitter.com/hashtag/AFCON2021?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#AFCON2021</a> tournament in Cameroon.</p>
<p>Sadio Mane’s responded “I grew up convinced that death is in the hands of Allah only” <a href="https://t.co/DEKfnuNjQV">pic.twitter.com/DEKfnuNjQV</a></p>
<p>— Africa Archives ™ (@Africa_Archives) <a href="https://twitter.com/Africa_Archives/status/1480279656393842690?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">January 9, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hal ini menyebabkan kekacauan di media sosial karena penggemar menyerang balik sang dukun. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menanggapi masalah tersebut Sadio Mane menjawab, “saya tumbuh dengan keyakinan bahwa kematian hanya di tangan Allah, dan saya percaya bahwa kehidupan manusia tidak maju atau tertunda, dan saya akan berpartisipasi dalam pertandingan secara normal. Mane menambahkan,</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;">“Dan jika aku terkena serangan jantung dan mati di lapangan, dukun ini hanya akan menjadi sarana untuk mencapai perintah Allah, jadi jangan tertipu olehnya” &#8211; Sadio Mane</span></p></blockquote>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. Menggunakan Jimat</span></h2>
<ul>
<li>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Jimat di Liga Primer Rwanda</span></h3>
</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam ajang Liga Primer Rwanda, praktik okultisme dalam bentuk penggunaan jimat kembali muncul. Praktik itu muncul dalam pertandingan antara Mukura Victory melawan Rayon Sports pada 16 Desember 2016.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketika itu Rayon sedang dalam posisi tertinggal 0-1 dan para pemainnya sulit untuk mencetak gol ke gawang Mukura. Bahkan salah satu peluang emasnya cuma berhasil membentur mistar gawang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam keadaan seperti itu penyerang Rayon, Moussa Camara, tiba-tiba berlari ke arah gawang dan membuang sesuatu di sekitar gawang Mukura. Para penonton dan pemain Mukura pun langsung mengaitkan hal ini dengan praktik penggunaan jimat dalam pertandingan sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Aksi Camara itu memancing amarah para pemain Mukura. Ia pun dikejar oleh penjaga gawang Mukura dan ditendangi oleh dua pemain Mukura. Wasit langsung mengeluarkan kartu kuning untuk Camara atas tindakannya ini.</span></p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/aeWBIg_xFPo" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun sebuah kejadian aneh langsung terjadi usai Camara membuang sesuatu dari sekitar gawang tersebut. Rayon mampu menyamakan kedudukan dan Camara lah yang menjadi pencetak golnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Akibat kejadian aneh itu federasi sepak bola Rwanda (FERWAFA) segera mengambil tindakan. Mereka mulai mengeluarkan aturan untuk menghukum pemain dan klub yang terlibat dalam praktik perdukunan ataupun penggunaan jimat dalam sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bagi pemain yang terlibat praktik ini akan dikenakan denda sebesar 100.000 Rwandan Francs (setara 99 paun). Sedangkan untuk klub yang terlibat praktik yang sama, akan dikenakan denda sebesar 2,9 juta Rwandan Francs (setara 2.890 paun) dan akan mendapat sanksi pengurangan tiga poin.</span></p>
<ul>
<li>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Jimat di Derby Bandung, Persib vs PBR tahun 2014</span></h3>
</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Derby Bandung antara Persib Bandung melawan Pelita Bandung Raya yang berlangsung pada <a href="https://speakbola.com/tag/liga-super-indonesia/">Liga Super Indonesia</a> 2014 berakhir imbang untuk kedua tim 2 – 2.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Peristiwa aneh dalam persepakbolaan Indonesia terjadi pada menit ke 52. Ferdinand Sinaga yang baru masuk di awal babak kedua menggantikan Coulibaly tertangkap kamera membuang Handuk berwarna coklat yang digantung Romanovs di kiri jala gawangnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Romanovs, Kiper asing PBR asal Latvia, bereaksi dengan mengambil handuk tersebut sampai memohon ball boy mengambilnya. Suasana bertambah panas karena Ferdinand yang masih belum puas malahan mengambil air mineral di botol yang berada di dekat gawang dan menyiram air ke handuk tersebut.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Throwback when Ferdinand Sinaga put far away Deniss Romanovs&#8217;s towel because he believed there was something mystical in the towel.</p>
<p>Surprisingly, he scored a wonder goal after that accident 😅 <a href="https://t.co/gHjIGlSa9P">https://t.co/gHjIGlSa9P</a> <a href="https://t.co/kqNP5jkPiH">pic.twitter.com/kqNP5jkPiH</a></p>
<p>— footballIndonesia (@footballinanews) <a href="https://twitter.com/footballinanews/status/1368098129095004163?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">March 6, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tindakan Ferdinand ini memicu reaksi keras dari beberapa pemain Pelita Bandung Raya, terutama bek asing mereka, Boban Nikolic. Wasit yang melihat reaksi mereka langsung memisahkan dan memberi pengarahan kepada kedua pemain dan pertandingan dilanjutkan kembali.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Alasan Ferdinand menyiram handuk itu adalah digduga untuk mengusir takhyul. Dengan kata lain, Ferdinand ingin mengusir &#8220;kekuatan tersembunyi&#8221; Romanovs yang tampil baik pada pertandingan ini. Apalagi tindakan Ferdinand menyiramkan air ke handuk tersebut diibaratkan seperti sebuah ritual. Ritual yang kerap dilakukan untuk pengusiran kekuatan mistis dengan menyemburkan air ke sumber yang dicurigai sebagai jimat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada akhirnya setelah kejadian tersebut, Ferdinand Sinaga berhasil membobol gawang Romanovs pada menit ke-8.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">3. <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Kementrian Olahraga Pantai Gading Menggunakan Dukun Sepak Bola&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:265149,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;21&quot;:0}" data-sheets-textstyleruns="{&quot;1&quot;:0}{&quot;1&quot;:46,&quot;2&quot;:{&quot;5&quot;:1}}">Kementrian Olahraga Pantai Gading Menggunakan Dukun Sepak Bola</span></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada tahun 1992 tim nasional Pantai Gading berhasil meraih juara di piala Afrika 1992. Ketika itu, muncul isu bahwa kesuksesan Pantai Gading bukan karena keunggulan taktis tim tapi lebih pada kemampuan kerja gaib dari jimat tertentu yang dilakukan para dukun di Pantai Gading.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Classic Match</p>
<p>Ivory Coast 🇨🇮 0 vs 0 🇬🇭 Ghana ( a.e.t)<br />
1992 Africa Cup of Nations<br />
Final Match</p>
<p>Ivory Coast 🇨🇮 won 11-10 on penalties <a href="https://t.co/hE7soTm1Sl">pic.twitter.com/hE7soTm1Sl</a></p>
<p>— AfricaFootballClassics (@AfricaClassic) <a href="https://twitter.com/AfricaClassic/status/1248256613066190848?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 9, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kementerian olahraga Pantai Gading telah mempekerjakan dukun untuk tim sepak bola mereka. Sebelum turnamen, mereka berjanji untuk membayar jika Pantai Gading juara tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Sang dukun tidak mendapatkan sepeserpun akibatnya mereka menjadi marah dan berbalik mengutuk tim Pantai Gading.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ajaibnya, usai kena kutukan itu, pantai tidak memenangkan apapun selama bertahun-tahun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hampir satu dekade kemudian Menteri Pertahanan Pantai Gading meminta maaf kepada para dukun tersebut bahkan atas nama bangsa Pantai Gading dan membayarnya dengan sejumlah uang.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4. Dukun Australia di Piala Dunia 1970</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kejadian yang sama seperti Pantai Gading juga dicurigai dilakukan oleh Australia. Negeri kangguru itu diduga pernah meminta bantuan seorang dukun menjelang kualifikasi Piala Dunia pada 1970. Saat itu, Australia harus menang melawan Zimbabwe.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menurut <a href="https://www.abc.net.au/news/2018-06-02/world-cup-2018-socceroos-and-the-witchdoctor-curse/9825008" target="_blank" rel="noopener">Johnny Warren</a>, AKA ‘Kapten Socceroo’, dukun ini mengubur tulang di sekitar tiang gawang Zimbabwe untuk mengutuk mereka. Timnas Australia kemudian memenangkan kualifikasi 3-1. Namun mereka masih belum lolos ke Piala Dunia di Meksiko.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Usut punya usut, kegagalan lolosnya Australia itu ternyata akibat dukun yang membantu Australia jelang kualifikasi Piala Dunia 1970 malah berbalik mengutuk tim Australia juga karena mereka tidak membayar atas layanan jasanya. Karena sebab itu mereka kalah di playoff melawan Israel.</span></p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/1_RPfOiKINE" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Australia kemudian lolos ke Piala Dunia 1974 di Jerman tapi harus menderita di babak penyisihan grup dengan hanya mengantongi satu poin dan tanpa gol. Setelah itu, Australia berkali-kali hampir lolos ke Piala Dunia tapi selalu kalah di babak playoff.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada 2004 seorang penyiar radio Australia, John Safran, melakukan perjalanan ke Mozambik. Lokasi yang diduga sebagai tempat dukun pemberi kutukan itu berasal. Sarfan menyewa seorang dukun baru untuk mengangkat kutukan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Apa yang terjadi selanjutnya? Australia lolos ke Piala Dunia 2006 dan mencapai babak 16 besar. Australia juga sudah memenuhi syarat untuk tiga turnamen terakhir. Sungguh kejadian yang diluar nalar.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">5. <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Dukun Bola Indonesia: Jangan Masuk Lapangan Duluan&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:265149,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;21&quot;:0}" data-sheets-textstyleruns="{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:{&quot;5&quot;:1}}{&quot;1&quot;:20}">Dukun Bola Indonesia: Jangan Masuk Lapangan Duluan!</span></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Aksi okultisme dalam sepak bola berikutnya hadir dari dalam negeri. Diduga sama-sama menggunakan dukun, kedua kesebelasan enggan masuk ke lapangan sepak bola terlebih dulu alias sama-sama menunggu. Kejadian tersebut terjadi di pertandingan sepak bola tarkam (antarkampung)</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam pertandingan itu, terlihat perangkat pertandingan dan pemain kedua tim hendak masuk lapangan yang ditandai dengan masuknya bendera fair play dan lagu FIFA.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun setelah wasit memasuki lapangan, pemain kedua kesebelasan masih berdiri di luar dan terlihat saling menunggu untuk masuk ke lapangan terlebih dahulu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Wasit akhirnya berinisiatif menghampiri kedua kesebelasan dan memaksa pemain untuk masuk ke lapangan pertandingan.</span></p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/zgyiOGiv3mE?start=1444" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kejadian ini persis seperti yang pernah dikatakan oleh Oki Rengga, stand up comedian sekaligus mantan kiper PSMS Medan. Dalam wawancaranya di sebuah acara, ia mengungkapkan bila timnya pernah diinstruksikan oleh seorang dukun untuk tidak masuk ke lapangan sepak bola lebih dulu dibandingkan tim lawan supaya bisa menang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Speakers, itulah 5 perbuatan okultisme dalam sepak bola. Menurut speakers apakah penggunaan dukun dan jimat dalam sepak bola membuahkan hasil atau hanya perbuatan sia-sia belaka?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/dukun-sepak-bola/">Dukun Sepak Bola, antara Ada dan Tiada</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Kutukan &#8220;Mengerikan&#8221; dalam Sepak Bola</title>
		<link>https://speakbola.com/5-kutukan-sepak-bola/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 09:15:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Benfica]]></category>
		<category><![CDATA[Birmingham City]]></category>
		<category><![CDATA[cristiano ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun]]></category>
		<category><![CDATA[Kalah]]></category>
		<category><![CDATA[kutukan]]></category>
		<category><![CDATA[MU]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=723</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Sepak Bola merupakan olahraga yang kompetitif. Persaingan, gengsi dan juga emosi kerap kali terlihat dalam sebuah pertandingan sepak bola. Sepak bola juga kerap dikaitkan dengan kejadian aneh yang menimbulkan fenomena di luar nalar. Fenomena tersebut terjadi berulang dalam kurun waktu yang lama sehingga menciptakan kepercayaan tertentu. Bahkan, sederet kejadian fenomena tersebut telah dianggap menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/5-kutukan-sepak-bola/">5 Kutukan &#8220;Mengerikan&#8221; dalam Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>Sepak Bola merupakan olahraga yang kompetitif. Persaingan, gengsi dan juga emosi kerap kali terlihat dalam sebuah pertandingan sepak bola. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sepak bola juga kerap dikaitkan dengan kejadian aneh yang menimbulkan fenomena di luar nalar. Fenomena </span><span style="font-size: 12pt;">tersebut terjadi berulang dalam kurun waktu yang lama sehingga menciptakan kepercayaan tertentu. Bahkan, sederet kejadian fenomena tersebut telah dianggap menjadi sebuah kutukan tersendiri di dalam dunia sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Speakers, tim speakbola merangkum 5 kutukan sepak bola mengerikan yang disajikan dalam rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a>.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Kutukan Bela Guttmann</span></h2>
<div id="attachment_724" style="width: 438px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-724" class="wp-image-724" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/guttman.jpg" alt="Kutukan sepak bola Bela Guttmann" width="428" height="340" /><p id="caption-attachment-724" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Kutukan Bela Guttmann</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mungkin ini adalah salah satu kutukan sepak bola yang paling terkenal di dunia. Kutukan ini dianggap nyata oleh sebagian orang setelah mantan pelatih Benfica, Bela Guttmann, mengeluarkan sumpah serapah untuk klub asal Portugal itu. Kutukan Guttmann tersebut menyebutkan jika Benfica tidak bakal menjuarai Liga Champions selama 100 tahun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada 1962, ketika Guttmann membawa tim tersebut meraih titel tingkat Eropa untuk kedua kalinya, sang pelatih meminta klub Portugal itu untuk menaikkan gajinya tetapi ditolak dan kontraknya justru diputus oleh pihak klub. Bela Guttmann pun marah dan mengutarakan kutukannya. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Percaya atau tidak, selama Benfica masuk ke partai final Liga Champions pasca era Bela Guttmann, Benfica mengalami 8 kali kekalahan dari 8 final Liga Champions yang dilakoni. Sebuah kutukan dalam sepak bola yang mengerikan bukan?</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. Kutukan Australia di Piala Dunia</span></h2>
<div id="attachment_725" style="width: 433px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-725" class=" wp-image-725" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/australia-1-300x169.jpg" alt="Kutukan Timnas Australia" width="423" height="238" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/australia-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/australia-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/australia-1.jpg 640w" sizes="auto, (max-width: 423px) 100vw, 423px" /><p id="caption-attachment-725" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Kutukan Timnas Australia di Piala Dunia</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Australia pernah meminta bantuan seorang dukun menjelang kualifikasi Piala Dunia pada 1970. Saat itu, Australia harus menang melawan Zimbabwe.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menurut <a href="https://www.abc.net.au/news/2018-06-02/world-cup-2018-socceroos-and-the-witchdoctor-curse/9825008" target="_blank" rel="noopener">Johnny Warren</a>, AKA &#8216;Kapten Socceroo&#8217;, dukun ini mengubur tulang di sekitar tiang gawang Zimbabwe untuk mengutuk mereka. Timnas Australia kemudian memenangkan kualifikasi 3-1. Namun, mereka masih belum lolos ke Piala Dunia di Meksiko.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Usut punya usut, ternyata dukun yang membantu Australia jelang kualifikasi Piala Dunia 1970 malah mengutuk tim Australia juga karena mereka tidak membayar atas layanan jasanya. Karena itu, mereka kalah di playoff melawan Israel.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Australia kemudian lolos ke Piala Dunia 1974 di Jerman. Tapi, Australia menderita di babak penyisihan grup dengan hanya mengantongi satu poin dan tanpa gol. </span><span style="font-size: 12pt;">Setelah itu, Australia berkali-kali hampir lolos ke Piala Dunia tapi selalu kalah di babak playoff. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada 2004, seorang penyiar radio Australia, John Safran, melakukan perjalanan ke Mozambik. Lokasi yang diduga sebagai tempat kutukan sepak bola itu berasal. Sarfan menyewa seorang dukun baru untuk mengangkat kutukan tersebut. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Apa yang terjadi selanjutnya? Australia lolos ke Piala Dunia 2006 dan mencapai babak 16 besar. Australia juga sudah memenuhi syarat untuk tiga turnamen terakhir. Sungguh kejadian yang diluar nalar.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">3.<strong>Kutukan Gipsi Birmingham City</strong></span></h2>
<div id="attachment_732" style="width: 455px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-732" class=" wp-image-732" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/birmingham-1-300x200.jpeg" alt="Kutukan Gipsi Birmingham City" width="445" height="296" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/birmingham-1-300x200.jpeg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/birmingham-1-1024x682.jpeg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/birmingham-1-400x267.jpeg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/birmingham-1-768x512.jpeg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/birmingham-1.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 445px) 100vw, 445px" /><p id="caption-attachment-732" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Markas Birmingham City yang memulai kutukan Gipsi</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kutukan ini bermula dari kepindahan Birmingham City ke St. Andrew’s pada 1906. Orang Gipsi yang berada di daerah tersebut memberikan kutukan selama 100 tahun kepada Brimingham City, yang telah menyebabkan mereka terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka akibat tergusur.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kutukan benar terjadi, selama Birmingham memulai debutnya dari tahun 1906, klub ini sama sekali belum pernah merasakan menjadi juara dalam ajang sepak bola apapun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">100 tahun berselang, pada tahun 2006, kutukan gipsi itu pun berakhir. Benar saja, tak lama kemudian Birmingham City langsung menjuarai Piala Liga di tahun 2010/2011 dan bahkan berhak tampil sampai fase grup Liga Eropa pada tahun 2011/2012 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Kebetulan atau memang kutukan kah?</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4. Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia</span></h2>
<div id="attachment_726" style="width: 511px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-726" class="wp-image-726" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerman-1-300x169.jpg" alt="Kutukan mengerikan sepak bola" width="501" height="282" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerman-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerman-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerman-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerman-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerman-1-1536x864.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerman-1.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 501px) 100vw, 501px" /><p id="caption-attachment-726" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Jerman Gugur di Fase Grup Piala Dunia 2018</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kutukan juara bertahan Piala Dunia. Kutukan ini menunjukan bahwa tim yang menjuarai suatu Piala Dunia biasanya akan kesulitan di Piala Dunia selanjutnya. Sebuah kutukan yang dimulai sejak 2002, ketika Brasil mendapatkan gelar juara di Jepang-Korea Selatan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim yang menjadi juara seringkali tersingkir pada fase grup. Hal ini dirasakan oleh Prancis pada 2002 (setelah menjadi juara pada 1998), Italia pada 2010 (setelah menjadi juara pada 2006), Spanyol pada 2014 (setelah menjadi juara pada 2010), dan terakhir kali oleh Jerman pada 2018 (setelah menjadi juara pada 2014).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Walau berbagai faktor dapat dianggap sebagai penyebab terjadinya kegagalan bagi negara-negara tersebut tetapi hal ini menyebabkan kutukan Piala Dunia ini seakan membayangi seluruh tim yang menjadi juara Piala Dunia.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">5. Kutukan nomor punggung 7 di Manchester United</span></h2>
<div id="attachment_733" style="width: 382px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-733" class="wp-image-733" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/cr-300x300.jpeg" alt="5 Kutukan Sepak Bola paling mengerikan" width="372" height="372" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/cr-300x300.jpeg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cr-1024x1024.jpeg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cr-400x400.jpeg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cr-768x768.jpeg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cr-80x80.jpeg 80w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/cr.jpeg 1200w" sizes="auto, (max-width: 372px) 100vw, 372px" /><p id="caption-attachment-733" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Kutukan Nomor 7 di MU</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Banyak nomor punggung yang dianggap sakral atau keramat dalam sebuah tim. Khusus dalam kasus ini adalah nomor 7 di Manchester United. </span><span style="font-size: 12pt;">Banyak pemain hebat yang pernah mengenakan kaos ikon Manchester United nomor 7, mulai dari George Best hingga <a href="https://speakbola.com/teori-sepak-bola-yang-tak-diketahui-para-bintang/">Cristiano Ronaldo</a>. Namun sejak Ronaldo pindah ke Real Madrid pada 2009, nomor itu seperti dikutuk.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Michael Owen adalah orang pertama yang mengenakan jersey itu pada 2009 setelah didatangkan secara mengejutkan dari Newcastle United. Namun, dia tidak berhasil dengan jersey MU No.7. </span><span style="font-size: 12pt;">Kemudian ada nama-nama terkenal lainnya menyusul ikut mengenakan jersey tersebut, di antaranya Angel Di Maria, Memphis Depay, dan Alexis Sanchez. Namun semuanya juga gagal.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Speakers, itulah 5 kutukan sepak bola yang mengerikan. Menurut speakers itu kebetulan atau nyata?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com">speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola. </span><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola ya speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/5-kutukan-sepak-bola/">5 Kutukan &#8220;Mengerikan&#8221; dalam Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
