<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Insiden Sepak Bola &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/insiden-sepak-bola/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Sep 2023 04:25:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>Insiden Sepak Bola &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Dampak Pelanggaran di Piala Dunia Terparah: Berujung Kartu Merah, Lawan Berdarah, Hingga Negara Kalah</title>
		<link>https://speakbola.com/kartu-merah-piala-dunia-terparah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2022 16:12:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Insiden Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Kontroversial]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=3156</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pemain dalam sebuah pertandingan bisa berdampak fatal, apa lagi kelasnya Piala Dunia. Ambil contoh pelanggaran Zinedine Zidane di partai final Piala Dunia 2006 yang berujung kartu merah. Usai ditinggal kaptennya keluar lapangan, Prancis harus gagal di babak adu pinalti. Dampak dari pelanggaran Zidane  tidak berhenti di laga itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/kartu-merah-piala-dunia-terparah/">4 Dampak Pelanggaran di Piala Dunia Terparah: Berujung Kartu Merah, Lawan Berdarah, Hingga Negara Kalah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pemain dalam sebuah pertandingan bisa berdampak fatal, apa lagi kelasnya Piala Dunia. Ambil contoh pelanggaran Zinedine Zidane di partai final Piala Dunia 2006 yang berujung kartu merah. Usai ditinggal kaptennya keluar lapangan, Prancis harus gagal di babak adu pinalti.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dampak dari pelanggaran Zidane  tidak berhenti di laga itu saja. Sebelum alasan dibalik <a href="https://speakbola.com/pertandingan-kontroversial-piala-dunia/">tandukan Zidane</a> kepada Materazzi terkuak, ia sempat jadi musuh publik Prancis selama beberapa waktu. Penyebabnya tentu saja karena Zidane dinilai sebagai biang keladi kekalahan Prancis di Final.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Zidane dan negaranya, Prancis, hanyalah sebuah contoh dari dampak sebuah pelanggaran yang berujung kartu merah Piala Dunia. Berikut ini beberapa dampak terparah yang didapatkan baik oleh pemain maupun tim akibat sebuah pelanggaran yang berujung kartu merah.</span></p>
<h2></h2>
<h2><span style="font-size: 24pt;">1. David Beckham di Piala Dunia 1998</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebelum berada di titik saat ini, David Beckham pernah mengalami fase terendah kariernya akibat sebuah pelanggaran yang ia lakukan. Di usia yang terbilang masih cukup muda, 23 tahun, Beckham harus menanggung beban kekalahan Inggris dari Argentina di babak perempat final Piala Dunia 1998. Beban teramat berat yang ditanggung Beckham muda kala itu menyebabkan mentalnya kena.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Semuanya bermula saat Timnas Inggris berjibaku melawan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Kedua tim bermain imbang 2-2 di babak pertama. Gabriel Batistuta dan Javier Zanetti yang melesakkan gol bagi Argentina. Sementara dua gol Inggris dicetak Michael Owen dan Alan Shearer.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun di babak kedua, sebuah tindakan David Beckham yang tersulut emosi akibat dilanggar oleh Diego Simeone membuat runyam semuanya. Usai terkapar di tanah akibat benturan yang dilakukan Simeone, Beckham terlihat jelas menendang kaki Diego Simeone. Akibat dari pelanggarannya itu, Beckham diganjar kartu merah dan diusir wasit keluar lapangan.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Diego Simeone and David Beckham clash at France &#8217;98. <a href="https://t.co/F7xymJXWY2">pic.twitter.com/F7xymJXWY2</a></p>
<p>— 90s Football (@90sfootball) <a href="https://twitter.com/90sfootball/status/1349461221129351168?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">January 13, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan berlanjut hingga babak adu penalti. Sayangnya Inggris akhirnya takluk dari Argentina dan gagal ke perempat final. Kekalahan itulah yang membuat publik Inggris menyalahkan Beckham. Publik menanggap jika Inggris masih 11 pemain, Three Lions bisa mengalahkan Argentina tanpa harus ada babak penalti.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Beckham mendapat cemoohan usai kekalahan Inggris atas Argentina. Aksi brutal bahkan para suporter lakukan yang sudah benci kepadanya. Para suporter ini bahkan sampai membakar patung Beckham serta menggantungnya.</span></p>
<h2></h2>
<h2><span style="font-size: 24pt;">2. Zuniga di Piala Dunia 2014</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Karir bintang PSG dan Timnas Brasil, Neymar, nyaris berakhir karena pelanggaran pemain Kolombia, Camilo Zuniga, di perempat final Piala Dunia 2014.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Neymar yang saat itu menjadi tumpuan Brasil untuk mengangkat trofi Piala Dunia di hadapan pendukung sendiri, terjatuh karena tulang punggungnya dihantam lutut Zuniga.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Usai mendapatkan hantaman yang keras, Neymar tergeletak kesakitan dan kemudian ditandu keluar. Ia tak bisa bermain di sisa turnamen karena langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Neymarjr 10 injured by C.Zuniga ( World Cup 2014) Brazil vs Columbia <a href="https://t.co/BF1RGf27nC">pic.twitter.com/BF1RGf27nC</a></p>
<p>— Dieudonne K. (@king_dieo) <a href="https://twitter.com/king_dieo/status/814439381062848512?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">December 29, 2016</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tanpa Neymar, Brasil kemudian dibantai 1-7 oleh Jerman di partai semifinal. kekalahan itu merupakan salah satu kekalahan terburuk Brasil sepanjang sejarah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sementara sang pelaku pelanggaran, Zuniga, belum bisa hidup normal hingga Piala Dunia 2014 usai. Ia masih mendapat teror akibat pelanggarannya terhadap Neymar di babak perempat final Piala Dunia 2014.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ayah Zuniga, Camilo Zuniga, mengatakan ancaman-ancaman tersebut datang melalui telepon dan juga internet. Kebanyakan berisi ancaman kematian. Tidak sedikit juga yang berbau rasisme. Khawatir terjadi apa-apa, Camilo sampai-sampai mempekerjakan bodyguard untuk mengawal anaknya kemana pun ia pergi.</span></p>
<h2></h2>
<h2><span style="font-size: 24pt;">3. Muhamed Mujic di Piala Dunia 1962</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Piala Dunia 1962 di Chili, kala itu Uni Soviet vs Yugoslavia berjumpa. Dalam pertandingan itu terjadi sebuah pelanggaran keras yang berdampak secara tidak langsung melayangnya nyawa. Pelanggaran itu dilakukan gelandang serang Yugoslavia Muhamed Mujic terhadap pemain Uni Soviet Eduard Dubinski.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam pertandingan penyisihan grup itu, Mujic menghalau pemain belakang Uni Soviet dengan sebuah tackle sangat keras yang membuat Dubinski dilarikan ke rumah sakit akibat patah tulang serius.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Anehnya, pelanggaran tersebut luput dari perhatian wasit Albert Dusch sehingga Mujic pun bebas dari hukuman kartu merah dan tetap bermain hingga akhir pertandingan.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Eduard Dubinski (1936-1969) soviet footballer defender.<br />
He played the 1962 World Cup for <a href="https://twitter.com/hashtag/USSR?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#USSR</a>. In the match against <a href="https://twitter.com/hashtag/Yugoslavia?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#Yugoslavia</a> the player Muhamed Mujic injured him and was hospitalized with a broken leg but sadly the injury caused sarcoma and he died on May 11, 1969. <a href="https://t.co/4OnNIPpvEa">pic.twitter.com/4OnNIPpvEa</a></p>
<p>— Retro football (@RetroFootball20) <a href="https://twitter.com/RetroFootball20/status/1346586937910558721?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">January 5, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Luput dari hukuman wasit juga FIFA, tak membuat kiprah Mujic di piala dunia bersama Timnas Yugoslavia bertahan lama karena setelah kejadian itu Federasi Sepak Bola Yugoslavia segera mengambil tindakan tegas terhadap pemainnya itu. Mujic ditarik dari timnas Yugoslavia dan tidak pernah lagi bermain untuk Timnas negaranya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, tamatnya karir Mujic di Timnas Yugoslavia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan nasib tragis yang dialami Dubinski. Meski cedera patah tulang kakinya bisa diatasi dengan operasi dan ia bisa kembali bermain bola, cedera itulah justru yang memicu tumbuhnya kanker ganas pada tulang dan jaringan lunaknya (sarkoma) yang kemudian merenggut nyawanya 7 tahun kemudian.</span></p>
<h2></h2>
<h2><span style="font-size: 24pt;">4. Luis Suarez di Dua Piala Dunia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Striker Uruguay, Luis Suarez, menjadi pusat perhatian pada perempat final Piala Dunia 2010 saat timnya menghadapi Ghana. Di detik-detik terakhir perpanjangan waktu, mantan penyerang Barcelona dan Atletico Madrid itu menggunakan tangannya untuk menghentikan upaya Ghana mencetak gol.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Aksinya sebagai penjaga gawang karbitan itu berbuah pelanggaran yang berujung kartu merah dan membuka peluang bagi Ghana mencetak gol dan menjadi tim Afrika pertama yang mampu ke semifinal Piala Dunia. Sayangnya, Asamoah Gyan gagal mengkonversi penalti bahkan Ghana harus kalah di babak adu penalti.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Empat tahun berselang, di Piala Dunia 2014, saat Uruguay bertemu Italia di laga penyisihan grup, Luis Suarez kembali melakukan sebuah pelanggaran konyol.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="es"><a href="https://twitter.com/hashtag/SomosF%C3%BAtbolRetro?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#SomosFútbolRetro</a> ⚽️ | ¿Te acordas? Esta fue la mordida de Luis Suárez 🇺🇾 a Giorgio Chiellini 🇮🇹 durante el partido por fase de grupos del Mundial de <a href="https://twitter.com/hashtag/Brasil2014?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#Brasil2014</a> 🇧🇷. <a href="https://t.co/gKa1aWp9xL">pic.twitter.com/gKa1aWp9xL</a></p>
<p>— APL Somos Fútbol (@APLSomosFutbol) <a href="https://twitter.com/APLSomosFutbol/status/1006307499438428160?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 11, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada menit ke-78, Suarez menggigit bahu Giorgio Chiellini saat keduanya sedang berebut posisi di depan kotak penalti Italia. Aksi itu membuat kedua pemain itu tersungkur di lapangan. Keduanya lantas berusaha meyakinkan wasit dengan berlagak kesakitan. Suarez memegangi giginya sementara Chiellini memegangi bahunya, namun wasit Marco Rodriguez asal Meksiko memutuskan tidak ada pelanggaran.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski Suarez terhindar dari hukuman saat laga berlangsung, namun sesaat setelahnya FIFA langsung melakukan investigasi atas insiden itu dan memutuskan untuk memberikan <a href="https://www.espn.com/soccer/fifa-world-cup/story/1913701/luis-suarez-banned-for-four-months" target="_blank" rel="noopener">larangan bertanding</a> sebanyak 9 laga resmi kepada Suarez. Larangan itu dimulai dari laga Uruguay vs Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2014, serta kewajiban membayar denda sebesar 100.000 Swiss francs atau setara 65.700 pound sterling.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca juga kabar <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala Dunia</a> menarik lainnya di rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> dan <a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a> SpeakBola lainnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola, ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/kartu-merah-piala-dunia-terparah/">4 Dampak Pelanggaran di Piala Dunia Terparah: Berujung Kartu Merah, Lawan Berdarah, Hingga Negara Kalah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tragedi Sepak Bola Paling Tragis: Dari Pesawat Jatuh Hingga Pemain Dibunuh</title>
		<link>https://speakbola.com/tragedi-sepak-bola/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2022 08:51:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Andres Escobar]]></category>
		<category><![CDATA[Insiden Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Matt Busby]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Heysel]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Hilsborough]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Munich]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Timnas Zambia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2060</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Citra sepak bola biasanya ditampilkan sebagai olahraga yang menyenangkan, semarak, bergelimang kemewahan, penuh sportifitas, dan favorit masyarakat sedunia. Olahraga ini memang memiliki banyak sekali penggemar, hampir di seluruh penjuru dunia. Eropa dan Amerika Latin terutama adalah kawasan yang memiliki euforia sepak bola yang amat tinggi. Namun di balik citra sepak bola yang demikian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/tragedi-sepak-bola/">Tragedi Sepak Bola Paling Tragis: Dari Pesawat Jatuh Hingga Pemain Dibunuh</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Citra sepak bola biasanya ditampilkan sebagai olahraga yang menyenangkan, semarak, bergelimang kemewahan, penuh sportifitas, dan favorit masyarakat sedunia. Olahraga ini memang memiliki banyak sekali penggemar, hampir di seluruh penjuru dunia. Eropa dan Amerika Latin terutama adalah kawasan yang memiliki euforia sepak bola yang amat tinggi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun di balik citra sepak bola yang demikian ternyata ada beberapa tragedi sepak bola tragis yang pernah terjadi. Berikut 5 tragedi sepak bola tragis yang pernah terjadi, yang dibahas dalam rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> kali ini.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Tragedi Munich 1958</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">6 Februari 1958, adalah salah satu hari tergelap sepak bola, sebuah pesawat yang membawa tim Manchester United jatuh saat mencoba lepas landas di Munich. Tragedi pesawat jatuh tim sepak bola <a href="https://www.manutd.com/en/news/detail/munich-air-disaster-was-the-darkest-day-in-manchester-united-history" target="_blank" rel="noopener">Manchester United</a> itu menewaskan 23 orang, delapan di antaranya adalah anggota skuad.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hari itu tim dalam perjalanan kembali ke Inggris usai menjalani sebuah pertandingan Piala Eropa 1957-1958 di Beograd, Yugoslavia, melawan Red Star Belgrade. Pesawat harus berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar sebagai akibat perjalanan non-stop Belgrade ke Manchester.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">A symbol of the fateful final game for players, staff and journalists who perished on that Munich runway in 1958.</p>
<p>Tomorrow, we remember them. <a href="https://t.co/9Ff7oaBtQr">pic.twitter.com/9Ff7oaBtQr</a></p>
<p>— Manchester United (@ManUtd) <a href="https://twitter.com/ManUtd/status/1490037509555896321?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">February 5, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah mengisi bahan bakar, sang pilot, Kapten James Thain dan kopilot Kenneth Rayment, mencoba lepas landas dua kali. Namun kedua upaya itu harus dibatalkan karena gangguan di mesin.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Khawatir tim terlambat sebab harus menginap lebih dulu di Munich, pilot memutuskan untuk mencoba lepas landas untuk yang ketiga kalinya. Sayangnya sebuah insiden tragis membuat pesawat tidak pernah meninggalkan Munich.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penggemar berduka karena kehilangan para pemain sepak bola mereka yang meninggal akibat tragedi naas itu. Banyak yang mengkhawatirkan <a href="https://speakbola.com/tag/manchester-united/">Manchester United</a> tidak akan mampu membangun kembali tim sepak bolanya yang hancur dan terpaksa menghilang di tengah semua tragedi tragis ini.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">On this day in 1909 Sir Matt Busby was born.</p>
<p>One of the greatest managers of all time.</p>
<p>The man who built <a href="https://twitter.com/ManUtd?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@ManUtd</a> and redefined what it meant to create a dynasty at a football club.</p>
<p>The man who gave <a href="https://twitter.com/hashtag/mufc?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#mufc</a> an identity it still proudly holds today. <a href="https://t.co/f2dIUKF1BB">pic.twitter.com/f2dIUKF1BB</a></p>
<p>— Wayne Barton (@WayneSBarton) <a href="https://twitter.com/WayneSBarton/status/1529719020265607170?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 26, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun sebuah keajaiban terjadi, manajer legendaris Sir Matt Busby selamat dari kecelakaan itu. Setelah berminggu-minggu berjuang di rumah sakit, Busby kembali untuk membimbing tim meraih dua gelar liga, satu Piala FA dan satu Piala Eropa sebelum akhirnya pensiun sebagai legenda klub pada tahun 1971.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Para Korban Meninggal:</span></h3>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Kru pesawat</span></h4>
<ul>
<li>Kapten Kenneth &#8220;Ken&#8221; Rayment, Kopilot (selamat dari kejadian tetapi mengalami cedera parah dan meninggal tiga minggu kemudian)</li>
<li>Tom Cable, pramugara</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Penumpang</span></h4>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Pemain Manchester United</span></h5>
<ul>
<li>Geoff Bent</li>
<li>Roger Byrne</li>
<li>Eddie Colman</li>
<li>Duncan Edwards (selamat dari kecelakaan, tetapi meninggal 15 hari kemudian)</li>
<li>Mark Jones</li>
<li>David Pegg</li>
<li>Tommy Taylor</li>
<li>Liam &#8220;Billy&#8221; Whelan</li>
</ul>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Staf Manchester United</span></h5>
<ul>
<li>Walter Crickmer, sekretaris klub</li>
<li>Tom Curry, trainer</li>
<li>Bert Whalley, kepala pelatih</li>
</ul>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Wartawan dan Jurnalis</span></h5>
<ul>
<li>Alf Clarke, Manchester Evening Chronicle</li>
<li>Donny Davies, Manchester Guardian</li>
<li>George Follows, Daily Herald</li>
<li>Tom Jackson, Manchester Evening News</li>
<li>Archie Ledbrooke, Daily Mirror</li>
<li>Henry Rose, Daily Express</li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Frank Swift, News of the World (mantan kiper Inggris dan Manchester City. Meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit)</span></li>
<li>Eric Thompson, Daily Mail</li>
</ul>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Penumpang lain</span></h5>
<ul>
<li>Bela Miklos, agen perjalanan</li>
<li>Willie Satinoff, supporter dan teman dekat Matt Busby.</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. Tragedi Stadion Heysel 1985</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu tragedi sepak bola terkelam di Eropa. Tragedi yang lebih populer dengan nama <em>Heysel Stadium Disaster</em> ini terjadi pada 29 Mei 1985. Insiden kelam itu terjadi satu jam jelang pertandingan final <a href="https://speakbola.com/tag/liga-champions/">Liga Champions</a> antara <a href="https://speakbola.com/tag/juventus/">Juventus</a> melawan <a href="https://speakbola.com/tag/liverpool/">Liverpool</a> di Stadion Heysel, di pusat kota Brussel, Belgia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tak ada yang mengira kalau final tersebut akan berujung petaka. Kerusuhan bermula ketika penggemar Liverpool tidak terima dengan jatah jumlah penonton yang diberikan panitia, mereka hanya mendapat dua sektor sementara Juventus mendapat 3 sektor.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu, ada satu sektor lainnya di belakang gawang yang diperuntukkan bagi penonton netral dari Belgia. Masalahnya, satu sektor netral itu malah diisi oleh penonton yang mayoritas pendukung Juventus dari Belgia. Parahnya lagi, batas antara dua sektor netral yang dihuni penggemar Juventus dan penggemar Liverpool hanya terbuat dari kawat tipis dan pagar betis polisi yang jumlahnya tidak seberapa.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Awal Tragedi Heysel 1985</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bermula dari aksi saling ejek, kedua suporter tersebut kemudian saling melempar botol dan bongkahan batu stadion. Meskipun disebut sebagai stadion utama di pusat kota, kondisi stadion Heysel tidak layak. Beberapa bagian stadion tersebut terlihat berceceran. Bahkan dilaporkan juga banyak penggemar Liverpool yang menyelinap melalui celah-celah tembok yang memang sengaja mereka jebol.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Perwakilan dari dua petinggi masing-masing klub sudah mengkhawatirkan kondisi Stadion tersebut sebetulnya. Namun setelah mengajukan usulan kepada UEFA Untuk memindahkan pertandingan ke stadion yang lebih layak, permintaan mereka ditolak.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Karena aksi saling lempar dirasa tidak cukup oleh para penggemar Liverpool. Mereka yang disebut sebagai Hooligans nekat memanjat pagar untuk menyerang langsung para Tifosi Juventus. Suporter Juventus yang berada di tribun dekat Liverpool bukanlah garis keras, mereka memilih untuk tidak melawan, terlebih kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Mereka pun mencoba kabur ke tembok pembatas dan dari situlah tragedi sepak bola paling tragis terjadi.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Tembok Stadion Heysel Runtuh</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bukan hanya penggemar Juventus yang tak kuasa menahan kegilaan fans Liverpool, tembok stadion Heysel yang sudah rapuh pun tak kuasa menahan beban yang sedemikian berat. Tembok runtuh, suporter berjatuhan. Diberitakan sejumlah <a href="https://www.liverpoolfc.com/heysel" target="_blank" rel="noopener">39 suporter meninggal</a> akibat terinjak-injak, dan 400 lainnya mengalami cedera parah.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">In Memoria e Amicizia.<br />
Thinking of the 39 Juventus supporters who lost their lives at Heysel on this day in 1985. <a href="https://t.co/yABdi2Zk1n">pic.twitter.com/yABdi2Zk1n</a></p>
<p>— Liverpool Echo (@LivEchonews) <a href="https://twitter.com/LivEchonews/status/1530791043808972803?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 29, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Melihat para rekan diserang oleh para Hooligans, Tifosi Juventus yang berada di sektor seberang mencoba melawan namun petugas keamanan yang siap untuk mencegah insiden yang lebih parah, berhasil meredam aksi berbahaya tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski terjadi kekacauan, pertandingan tetap dilanjutkan. Alasannya pihak penyelenggara sudah berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait dan tidak ingin para suporter semakin gelap mata akibat pertandingan dibatalkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada partai final itu, Juventus berhasil menang dengan skor 1-0, berkat gol yang dicetak oleh Michelle Platini melalui titik putih di menit ke-56.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">On 29 May 1985, over 400 fans were injured and 39 Juventus fans died as they fled from Liverpool fans and a wall collapsed on top of them during the European Cup final, Heysel Stadium.</p>
<p>&#8220;No one truly dies if they live on in the hearts of those who remain, forever&#8221; RIP the 39 ◼️◻️ <a href="https://t.co/grZfPbPvXH">pic.twitter.com/grZfPbPvXH</a></p>
<p>— Armed Forces Spurs Official Supporters Club (@AF_Spurs_OSC) <a href="https://twitter.com/AF_Spurs_OSC/status/1530842169443028994?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 29, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Buntut dari tragedi Heysel, UEFA menjatuhi hukuman larangan bertanding 5 tahun bagi tim-tim Inggris. Khusus Liverpool, 6 tahun. Di samping itu, 14 suporter Liverpool yang dianggap menjadi biang keladi tragedi sepak bola paling mengerikan ini dihukum 3 tahun menginap di hotel prodeo.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">3. Tragedi Hilsborough 1989</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sabtu 15 April 1989, semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest akan dimulai pukul 15:00. Pertandingan ini akan diadakan di kandang Sheffield Wednesday, Hillsborough. Seluruh 54.000 tiket ludes terjual pada siang hari.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada hari pertandingan, beberapa suporter sudah mulai berdatangan. Suporter Liverpool dialokasikan ke loket barat Stadion Hillsborough sehingga rute itu akan menjauhkan mereka dari suporter Nottingham Forest yang datang dari selatan. Jalur tersebut juga berarti semua pendukung Liverpool harus melewati satu sektor yaitu Leppings Lane yang hanya memiliki 7 pintu.</span></p>
<div id="attachment_2083" style="width: 407px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2083" class="wp-image-2083" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/62797420_hillsborough_slide01-gif-976×748-1-300x230.png" alt="tragedi sepak bola tragis di hillsborough" width="397" height="304" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/62797420_hillsborough_slide01-gif-976×748-1-300x230.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/62797420_hillsborough_slide01-gif-976×748-1-400x306.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/62797420_hillsborough_slide01-gif-976×748-1-768x588.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/62797420_hillsborough_slide01-gif-976×748-1.png 1011w" sizes="(max-width: 397px) 100vw, 397px" /><p id="caption-attachment-2083" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Ribuan suporter Liverpool memadati sektor Leppings Lane. Sementara hanya 7 gerbang tersedia. Credit: BBC (https://www.bbc.com/news/uk-19545126)</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Suporter emosi akibat palang pintu otomatis yang seharusnya mempermudah rupanya malah membuat mekanisme pengecekan tiket sangat lama, sementara pihak kepolisian kian kehabisan waktu. Karena gegabah, kepolisian kemudian membuka sektor C dan membuat stadion membludak. Hal ini membuat suporter Liverpool yang berjumlah ribuan memaksa untuk masuk ke stadion menjelang kick off pertandingan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada pukul 15.06, saat laga sudah berjalan beberapa menit, suporter tampak tumpah ruah ke lapangan. Pagar penonton roboh dan tak lama setelahnya, korban berjatuhan sehingga pertandingan dihentikan.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🔥<br />
Justice<br />
For<br />
The<br />
96<br />
🔥</p>
<p>April 15, 1989<a href="https://twitter.com/hashtag/JFT96?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#JFT96</a><a href="https://twitter.com/hashtag/LFC?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#LFC</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/LFCFamily?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#LFCFamily</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/repost?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#repost</a> <a href="https://twitter.com/LFC?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@LFC</a></p>
<p>31 years ago today, 96 children, women and men lost their lives at Hillsborough.</p>
<p>Our thoughts are with all those affected by the tragedy and the 96 fans who will never be forgotten. <a href="https://t.co/BERFiKKRrg">pic.twitter.com/BERFiKKRrg</a></p>
<p>— KopConnect (@KOPCONNECTevent) <a href="https://twitter.com/KOPCONNECTevent/status/1250287566399492097?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 15, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ada 730 penonton yang mengalami luka-luka, dan 96 suporter Liverpool meninggal dalam tragedi sepak bola paling mengerikan itu. Mereka yang pulang dengan selamat, mengalami trauma yang luar biasa hebat. Menurut laman resmi <a href="https://www.liverpoolfc.com/news/33-years-never-forgotten" target="_blank" rel="noopener">Liverpool</a> korban insiden ini bertambah lagi satu dalam beberapa tahun terakhir menjadi 97.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4. Tragedi Timnas Zambia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">27 April 1993, delapan belas pemain, lima ofisial, wartawan, dan kru tewas dalam sebuah tragedi pesawat jatuh tim sepak bola Zambia, selasa malam, dua kilometer di lepas pantai Gabon.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Insiden tragis itu adalah tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola Zambia. Pasalnya, pemain sepak bola yang meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut dianggap sebagai generasi emas Timnas Zambia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pesawat yang membawa timnas Zambia itu dijadwalkan berhenti tiga kali untuk mengisi bahan bakar, yaitu di Brazzaville (Kongo), Libreville (Gabon), dan Abidjan (Pantai Gading) sebelum tiba di Dakar, Senegal. Penerbangan itu dilakukan Timnas Zambia dalam rangka menghadapi Senegal pada Kualifikasi Piala Dunia 1994 zona Afrika.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/Fazfootball?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#Fazfootball</a>: The last image of the national football team that perished off the coast of Gabon in 1993. <a href="http://t.co/vCQbJPE1Nz">pic.twitter.com/vCQbJPE1Nz</a></p>
<p>— FAZ (@FAZFootball) <a href="https://twitter.com/FAZFootball/status/592959770539249664?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 28, 2015</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Timnas Zambia menggunakan pesawat DHC-5 Buffalo milik angkatan udara Zambia (ZAF) karena Asosiasi Sepak Bola Zambia (FAZ) tidak mampu menerbangkan tim secara komersial ataupun menyewa pesawat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketika pesawat sampai di Brazzaville, pesawat sudah diketahui mengalami kendala mesin. Namun, penerbangan tetap dipaksakan lanjut menuju ke Libreville. </span><span style="font-size: 12pt;">Dua menit setelah meninggalkan Libreville, pesawat mengalami kecelakaan dan menewaskan 25 penumpang dan lima kru.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Enam pemain anggota Olimpiade 1988, termasuk kiper Efford Chabala, meninggal. Selain itu ada pemain muda terbaik Zambia 1992, Moses Chikwalakwala, yang saat itu masih berusia 19 tahun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penyebab kecelakaan pesawat sempat menjadi misteri karena tidak ada kotak hitam di pesawat militer. Sempat muncul kabar bahwa militer Gabon menembak jatuh pesawat karena mengira ada invasi. Namun, pada 2003 laporan resmi menyebut pesawat mengalami kecelakaan karena kerusakan mesin bagian kiri.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">5. Gol Bunuh Diri Escobar 1994</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kisah tragis sepak bola satu ini bukan perkara gol bunuh diri, tapi tragedi setelah gol bunuh diri itu terjadi, yang menyebabkan seorang pemain sepak bola meninggal dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kolombia yang tampil memukau di babak kualifikasi Piala Dunia Zona Amerika harus memulai <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala Dunia</a> 1994 dengan kekalahan 1-3 dari Rumania. Sementara di pertandingan selanjutnya, mereka harus menghadapi tuan rumah Amerika Serikat di partai kedua.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="es">📺 Hoy se cumplen 2️⃣8️⃣ años de uno de los mejores goles ⚽ del 🏆 &#8220;Mundial 🇺🇸 1994&#8221;.</p>
<p>🎩 Fue obra de Gica Hagi en la victoria de 🇷🇴 Rumanía (1-3) frente a 🇨🇴 Colombia.<a href="https://t.co/MzGJqSEGTv">pic.twitter.com/MzGJqSEGTv</a></p>
<p>— La PC Futbolería (@pcfutbol) <a href="https://twitter.com/pcfutbol/status/1538227866961428481?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 18, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada 22 Juni 1994, Andres Escobar turun sebagai starter sekaligus kapten Kolombia saat menghadapi tuan rumah, Amerika Serikat. Di menit ke-35, sebuah umpan silang yang dilepaskan John Harkes coba dipotong sang kapten. Escobar merentangkan kakinya dalam posisi menghadap gawang sendiri. Sayangnya, upaya Escobar tersebut malah melahirkan sebuah gol bunuh diri. Bola melintir masuk ke gawang sendiri sementara kiper sudah terlanjur mati langkah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kolombia kalah 1-2 di laga tersebut, membuat peluang mereka lolos dari fase grup menyempit. Pada akhirnya, Kolombia tersingkir dari Piala Dunia meski menang atas Swiss di partai terakhir.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Enam hari setelah Kolombia tersingkir, tepatnya pada 2 Juli 1994, Escobar meninggal dunia. Sekelompok orang, terdiri dari tiga orang, mendatanginya saat ia berada di mobil. Mereka lantas menembaki Escobar, sambil berteriak &#8216;Gol!&#8217;</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 1994</p>
<p>Andrés Escobar was shot and killed, days after scoring an own goal that knocked <a href="https://twitter.com/FCFSeleccionCol?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FCFSeleccionCol</a> out of the <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FIFAWorldCup</a></p>
<p>The gunman shouted &#8220;Gol&#8221; with each of the 6 shots he fired, the same amount of times it was said by the commentator <a href="https://t.co/YR4IERI7l8">pic.twitter.com/YR4IERI7l8</a></p>
<p>— Subside Sports (@subsidesports) <a href="https://twitter.com/subsidesports/status/1278644592359981056?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 2, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Enam peluru menembus tubuh Escobar. Dia dibawa ke rumah sakit namun nyawa pemain sepak bola ini tak tertolong, ia dinyatakan meninggal dunia beberapa menit setelah tiba di rumah sakit.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Insiden penembakan ini banyak dikaitkan sebagai pembalasan atas gol bunuh diri Escobar. Cerita-cerita yang berkembang kemudian turut menyinggung soal keterkaitan kartel judi dan narkoba.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lebih dari 100 ribu warga Kolombia yang berduka hadir ke pemakaman Escobar. Sejumlah orang meneriakkan tuntutan agar keadilan ditegakkan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">6. Tragedi Kanjuruhan, Arema VS Persebaya 2022</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sepak bola Indonesia berduka, sebuah tragedi amat kelam terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, seusai pertandingan antara Arema VS Persebaya (1/10/2022). Melansir dari <a href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/03/49/2679356/5-fakta-terbaru-kerusuhan-laga-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-nomor-1-jadi-sorotan-dunia" target="_blank" rel="noopener">okebola</a>, 125 korban tewas pada kerusuhan yang terjadi di markas Singo Edan itu.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="in">Keluarga besar Persebaya turut berdukacita sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa setelah laga Arema FC vs Persebaya<br />
Tidak ada satupun nyawa yang sepadan dengan sepak bola</p>
<p>Alfatihah untuk para korban<br />
Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan</p>
<p>🥀</p>
<p>— Official Persebaya (@persebayaupdate) <a href="https://twitter.com/persebayaupdate/status/1576271080884690945?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">October 1, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Singo Edan mengalami kekalahan 2-3 dari rivalnya Bajul Ijo di derby Jawa Timur. Suporter Arema, <a href="https://speakbola.com/tag/aremania/">Aremania</a>, yang tak terima dengan kekalahan tersebut berbuat kerusuhan dengan merangsek masuk ke lapangan. Serbuan suporter ke dalam lapangan itu dihalau oleh polisi dengan menembakkan gas air mata.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gas air mata ditembakan bukan hanya kepada suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton. Hal itu memicu kepanikan suporter. Akibatnya massa penonton berlarian dan berdesakan menuju pintu keluar, hingga terinjak-injak. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">125 orang meninggal akibat kekurangan oksigen saat terjadi penumpukan massa pada tragedi di stadion Kanjuruhan, 32 di antaranya adalah anak-anak. Di samping memakan jumlah korban meninggal yang amat banyak, kerusuhan usai laga Arema Vs Persebaya ini juga berimbas pada 302 orang mengalami luka ringan dan 21 orang luka berat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Buntut dari tragedi, yang memakan korban nyawa ini, membuat <a href="https://ligaindonesiabaru.com/press/detail/pt-lib-menghentikan-kompetisi-bri-liga-1-2022-2023-selama-sepekan" target="_blank" rel="noopener">PT Liga Indonesia Baru (LIB)</a> berkeputusan untuk menghentikan Liga 1 2022 selama sepekan. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah tragedi tragis sepak bola yang pernah terjadi di dunia, Speakers. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca artikel menarik lainnya di rubrik Offside untuk mendapatkan berita terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya <a href="https://speakbola.com/">SpeakBola</a> aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/tragedi-sepak-bola/">Tragedi Sepak Bola Paling Tragis: Dari Pesawat Jatuh Hingga Pemain Dibunuh</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
