<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tragedi Sepak Bola &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/tragedi-sepak-bola/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Sep 2023 04:36:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>Tragedi Sepak Bola &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dualisme Kompetisi Sepak Bola Indonesia: LSI VS LPI</title>
		<link>https://speakbola.com/dualisme-kompetisi-sepak-bola-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 09:46:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[Dualisme Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Prima Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Super Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[LPI]]></category>
		<category><![CDATA[LSI]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Sepak Bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2167</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Sepak bola Indonesia pernah mengalami peristiwa sangat kelam, akibat perebutan kekuasaan di tubuh PSSI selaku induk organisasi sepak bola di tanah air, yang berujung kepada dualisme kompetisi sepak bola Indonesia, Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI). Keberadaan dua liga yang sama-sama pernah dianggap breakaway league, alias liga yang tidak resmi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/dualisme-kompetisi-sepak-bola-indonesia/">Dualisme Kompetisi Sepak Bola Indonesia: LSI VS LPI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Sepak bola Indonesia pernah mengalami peristiwa <strong>sangat kelam</strong>, akibat <strong>perebutan kekuasaan</strong> di tubuh <strong>PSSI</strong> selaku induk organisasi sepak bola di tanah air, yang berujung kepada <strong>dualisme kompetisi</strong> sepak bola Indonesia, <strong>Liga Super Indonesia (LSI)</strong> dan <strong>Liga Primer Indonesia (LPI)</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keberadaan dua liga yang sama-sama pernah dianggap <strong><em>breakaway league</em></strong>, alias liga yang <strong>tidak resmi</strong>, membuat sepak bola di Indonesia saat itu carut-marut. Dampaknya bukan saja kepada klub tapi juga Timnas Indonesia</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bagaimana sebenarnya awal dualisme ini terjadi?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a> pekan ini akan mengulas dualisme kompetisi sepak bola indonesia yang pernah terjadi sedekade lalu ini.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Babak Pertama: LSI VS LPI</strong></span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Kongres Sepak Bola Nasional</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Kongres Sepak Bola Nasional (KSN)</strong> digelar di kota <strong>Malang</strong>, pada <strong>30-31 Maret</strong>, sebagai langkah untuk menuntut <strong>reformasi</strong> di kubu <strong>PSSI</strong>. Langkah itu diambil akibat carut marut sepak bola Indonesia saat itu yang tak lepas dari <strong>hilangnya kepercayaan</strong> berbagai pihak terhadap PSSI yang dipimpin oleh <strong>Nurdin Halid</strong>. Ia dianggap sudah tak pantas memimpin PSSI karena sempat mendekam di dalam penjara akibat kasus korupsi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketidakpercayaan tersebut ditambah lagi dengan semakin <strong>merosotnya prestasi Timnas Indonesia</strong> di berbagai level. Mulai dari Timnas senior yang untuk pertama kalinya <strong>gagal</strong> lolos ke putaran final <strong>Piala Asia</strong> dalam 14 tahun terakhir, hingga Timnas U-23 yang menjadi <strong>juru kunci</strong> fase grup <strong>SEA Games</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah melalui proses yang memakan waktu cukup panjang, akhirnya Kongres Sepak bola Nasional (KSN) yang berlangsung di Hotel Santika Malang, 30-31 Maret 2010 mampu menghasilkan <strong>7 rekomendasi</strong>:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: 12pt;">PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran dan kritik serta harapan masyarakat dan mengambil langkah-langkah konkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan oleh masyarakat.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Perlu adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur olahraga khususnya sepak bola.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">PSSI perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi dengan seluruh stakeholder terutama KONI dan Pemerintah.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Dilakukan pembinaan sejak usia dini melalui penanganan secara khusus melalui pendekatan IPTEK dengan melibatkan tim yang terdiri dari dokter, psikolog, pemandu bakat dan pakar olahraga dan perlu segera disusun kurikulum standar nasional untuk penyelenggaraan Sekolah Sepak Bola, PPLP dan PPLM Sepak Bola.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Metode pembinaan atlet pelajar muda agar juga memperhatikan pendidikan formalnya.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Pemerintah menyediakan anggaran dari APBN dan APBD untuk mendukung dan menunjang target dan pencapaian sarana untuk menuju prestasi (karena dana APBD masih diperlukan untuk stimulan).</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Perlu segera disusun dan dilaksanakan program pembinaan prestasi yang fokus kepada pembentukan tim nasional untuk menjadi juara dalam SEAG 2011</span></li>
</ol>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Dualisme Kompetisi: Munculnya Liga Primer Indonesia (LPI)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lima bulan usai diadakannya Kongres Sepak Bola Nasional, tepatnya 26 September 2010, <strong>Liga Super Indonesia (LSI)</strong> kembali digelar. Namun di tengah-tengah berjalannya kompetisi resmi, muncul lah sebuah <strong>liga tandingan</strong> yang dikelola oleh Konsorsium Liga Primer Indonesia dan PT Liga Primer Indonesia, yang diinisiasi oleh <strong>Arifin Panigoro</strong>, bernama <strong>Liga Primer Indonesia (LPI)</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Musim pertama Liga Primer Indonesia dijadwalkan untuk berjalan dari Januari sampai Oktober 2011 dan kick-off pertama terjadi pada tanggal 8 Januari 2011 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. </span><span style="font-size: 12pt;"><strong>Sembilan belas</strong> klub berpartisipasi dalam liga ini, seperti:</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-2202 alignright" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1-300x300.png" alt="Indonesian Premier League" width="456" height="456" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1-300x300.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1-400x400.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1-768x768.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1-80x80.png 80w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Logoipl-1.png 827w" sizes="(max-width: 456px) 100vw, 456px" /></p>
<ul>
<li>Jakarta FC</li>
<li>Medan Chiefs</li>
<li>Batavia Union</li>
<li>Bali De Vata</li>
<li>Semarang United</li>
<li>Minangkabau FC</li>
<li>Aceh United</li>
<li>Bintang Medan</li>
<li>Bogor Raya</li>
<li>Solo FC</li>
<li>Bandung FC</li>
<li>Real Mataram</li>
<li>Manado United</li>
<li>Tangerang Wolves</li>
<li>Cendrawasih Papua</li>
<li>Persebaya 1927</li>
<li>Persema Malang</li>
<li>PSM Makassar</li>
<li>Persibo Bojonegoro</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">PSSI mencap LPI <strong>ilegal</strong>. Di sisi lain, pihak LPI menyatakan bahwa penyelenggaraan Liga Primer Indonnesia tidak melanggar hukum karena <strong>sesuai dengan rekomendasi Kongres Sepak Bola Nasional</strong> di Malang pada Maret 2010.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">PSSI juga mengancam akan menghukum berat semua klub, pemain, dan perangkat pertandingan yang terlibat di LPI. Salah satu ancaman PSSI adalah klub Liga Super Indonesia yang terlibat di LPI akan didegradasikan dan diminta mengembalikan aset-aset PSSI.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meskipun demikian Liga Primer Indonesia tetap berjalan setelah menyelesaikan putaran pertama kompetisi, dengan total setiap tim melakoni 18 laga dan Persebaya 1927 keluar sebagai juara. Di sisi lainnya, kompetisi resmi saat itu yaitu Liga Super Indonesia dijuarai oleh Persipura. Dengan demikian Persipura berhasil otomatis masuk ke babak penyisihan grup Liga Champions AFC 2012.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Babak Kedua: PSSI VS KPSI</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kekisruhan sepak bola Indonesia tidak berakhir hanya dengan adanya dualisme kompetisi saja. Di tahun <strong>2011</strong>, <strong>asosiasi sepak bola Indonesia</strong> jg <strong>terpecah</strong> menjadi dua kubu, <strong>PSSI</strong> Vs <strong>KPSI</strong>, yang keduanya sama-sama menjalankan liganya masing-masing.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kronologi Dualisme PSSI dimulai saat PSSI era <strong>Djohar Arifin Husein</strong>, ketua PSSI periode 2011-2016, memutuskan untuk <strong>menunjuk</strong> PT Liga Prima Indonesia Sportindo, yang sebelumnya mengelola <strong>LPI</strong>, untuk <strong>mengelola</strong> <strong>kompetisi resmi</strong> milik PSSI. PT LPIS pun membentuk <strong>Liga Prima Indonesia</strong> sebagai <strong>kompetisi resmi</strong> musim <strong>2011-2012</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penunjukan PT LPIS sebagai opertator liga membuat sejumlah <strong>klub tidak setuju</strong> untuk bermain di kompetisi yang disupervisi oleh PT LPIS. Keputusan klub-klub tersebut lahir lantaran <strong>PT LPIS dinilai gagal</strong> menjalankan LPI musim sebelumnya.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Dualisme Kepengurusan: Munculnya PSSI versi KPSI</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kisruh di dalam kepengurusan PSSI menyeruak. Dimotori oleh anggota <strong>Komite Eksekutif (Exco) PSSI</strong> saat itu, <strong>La Nyalla Mattalitti</strong>, terbentuklah sebuah <strong>badan sepak bola tandingan</strong> yang juga membawahi sebuah liga bernama, <strong>Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI)</strong>, yang akhirnya tetap menjalankan <strong>Liga Super Indonesia (LSI)</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Merespons dualisme kompetisi sepak bola di Indonesia, <strong>FIFA</strong> mengirimkan <strong>surat</strong> kepada <strong>PSSI</strong> untuk menyelenggarakan <strong>Kongres Tahunan</strong> sebelum 20 Maret untuk melakukan <strong>rekonsiliasi</strong> dualisme kompetisi LPI VS LSI. PSSI merespons dengan menggelar Kongres Tahunan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Salah satu agendanya, mengubah status ISL menjadi kompetisi legal. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada waktu yang sama, KPSI juga menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta. La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI versi KPSI.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kedua kompetisi ini pun bergulir dengan menghasilkan juaranya masing-masing. Sriwijaya FC menjadi peserta menjadi juara Liga Super Indonesia. Sementara di kompetisi resmi, Liga Super Indonesia, Semen Padang menjadi juara, mengungguli Persebaya 1927 dan Arema.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Peserta Liga Prima Indonesia (LPI) 2011/2012</strong>: Arema Indonesia, Deltras Sidoarjo, Gresik United, Mitra Kutai Kartanegara, Pelita Jaya, Persela Lamongan, Persib Bandung, Persiba Balikpapan, Persidafon Dafonsoro, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Persiram Raja Ampat, Persisam Putra Samarinda, Persiwa Wamena, PSAP Sigli, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, dan Sriwijaya FC.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Peserta Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012: </strong>Arema Indonesia, Bontang FC, Persebaya, Persema, Persiba, Persibo, Persija, Persijap, Persiraja, PSM, PSMS, dan Semen Padang </span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Babak Ketiga: Dualisme Timnas Indonesia</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dualisme pada asosiasi sepak bola Indonesia berdampak pula kepada eksistensi <a href="https://speakbola.com/tag/timnas-indonesia/">Timnas Indonesia</a>. Kala itu, Indonesia akan menghadapi event besar di ujung tahun, Piala AFF 2012. Kedua kubu berlomba-lomba saling menyiapkan timnasnya masing-masing.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>PSSI</strong> menunjuk<strong> Nilmaizar</strong> sebagai pelatih. Beberapa pemain naturalisasi dipanggil, semisal Diego Michels, Raphael Maitimo, Tonnie Cussel, hingga Johnny van Beukering. Beberapa nama lokal jua bergabung, seperti Taufik, Samsul Arif, Andik Vermansah, Elie Aiboy, hingga Patrich Wanggai.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="in">Di Piala AFF 2012, Andik Vermansah membuat gol indah ke gawang Singapura. <a href="https://twitter.com/hashtag/AFFSuzukiCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#AFFSuzukiCup</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/Kumparan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#Kumparan</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/KumparanSoccer?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#KumparanSoccer</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/TimnasDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#TimnasDay</a> <a href="https://t.co/RZjCLzqGQF">pic.twitter.com/RZjCLzqGQF</a></p>
<p>— kumparan (@kumparan) <a href="https://twitter.com/kumparan/status/802083502892060672?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 25, 2016</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Seakan tak mau kalah, PSSI versi <strong>KPSI</strong> pun menunjuk <strong>Alfred Riedl</strong>. Sebanyak 28 pemain dikumpulkan, beberapa di antaranya seperti Kurnia Meiga, Firman Utina, Hamka Hamzah, M Ridwan, Greg Nwokolo, hingga Cristian Gonzales.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keduanya saling mendaftar ke AFF untuk mengikuti ajang dua tahunan tersebut. Asosiasi Sepak Bola Asia Tenggara itu pun akhirnya memutuskan pada 15 Oktober 2012 bahwa Timnas Indonesia bentukan PSSI Djohar Arifin lah yang berhak ke Piala AFF 2012.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Babak Keempat: Unifikasi</strong></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Liga Prima Indonesia masih menjadi kompetisi resmi PSSI pada 2013. Sedangkan Liga Super Indonesia 2013 juga dianggap resmi setelah proses panjang yang dilalui hingga lahir <strong>Join Committe PSSI</strong> pada <strong>7 Juni 2012</strong>. Komite tersebut terbentuk setelah penandatanganan <strong>MoU</strong> antara <strong>Djohar Arifin Husein</strong>, ketua <strong>PSSI</strong> resmi, dengan <strong>La Nyalla Mattalitti</strong>, ketua PSSI versi <strong>KPSI</strong>, yang diinisiasi oleh <em>taskforce</em> <strong>AFC</strong>.</span></p>
<div id="attachment_2210" style="width: 471px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2210" class="wp-image-2210" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/154657_620-300x171.jpg" alt="KPSI VS PSSI" width="461" height="263" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/154657_620-300x171.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/154657_620-400x228.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/154657_620.jpg 620w" sizes="(max-width: 461px) 100vw, 461px" /><p id="caption-attachment-2210" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Kiri, La Nyalla Mattalitti, Ketua PSSI versi KPSI dan Kanan, Djohar Arifin, Ketua PSSI resmi </span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Liga Super Indonesia yang diikuti oleh 18 tim, akhirnya menelurkan Persipura Jayapura sebagai juara. Sementara Indonesia Premier League, yang diikuti 16 tim, berjalan dengan sistem liga dan berlanjut ke fase play-off. Begitu kompetisi mencapai pertandingan final yang mempertemukan Semen Padang dan Pro Duta FC, pertandingan tersebut dibatalkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sekjen PSSI saat itu, Joko Driyono, mengumumkan pembatalan final tersebut. Joko mengatakan pertandingan itu bukan prioritas karena kompetisi IPL sudah selesai sejak dibatalkan oleh PSSI. Ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari play-off final itu adalah menentukan tujuh tim yang akan menjalani proses verifikasi untuk bergabung dalam liga baru pada 2014.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Liga Super Indonesia 2014</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada akhirnya <strong>dua kompetisi</strong> tersebut <strong>digabungkan</strong> menjadi <strong>Liga Super Indonesia (LSI) 2014</strong>. Mengingat adanya penggabungan, sejumlah tim menjalani verifikasi, di mana hanya ada 4 tim dari Liga Prima Indonesia (LSI) 2013 yang bisa tampil di kompetisi 2014.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dengan peserta kompetisi mencapai 22 tim, PT Liga Indonesia memutuskan untuk membagi kompetisi menjadi 2 wilayah dengan 11 tim di setiap wilayah. Dari setiap wilayah akan ada dua tim yang terdegradasi, di mana rencananya pada musim selanjutnya hanya ada dua tim yang promosi sehingga kompetisi akan diikuti oleh 20 tim.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Milestone reached!<br />
💯 <a href="https://twitter.com/hashtag/PERSIBDAY?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#PERSIBDAY</a> for Achmad Jufriyanto in the league!</p>
<p>🏆 ISL 2014, 🏆 Piala Presiden 2015 and many more to come. We hope so! 🔵<a href="https://twitter.com/hashtag/PERSIB?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#PERSIB</a> <a href="https://t.co/UvzEEvKzWK">pic.twitter.com/UvzEEvKzWK</a></p>
<p>— PERSIB (@persib) <a href="https://twitter.com/persib/status/1497169061826170882?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">February 25, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Persita Tangerang dan Persijap Jepara menjadi dua tim dari wilayah barat yang terdegradasi. Sementara di wilayah timur ada Persepam Madura United dan Persiba Bantul. Sedangkan Persib Bandung keluar sebagai juara Liga Super Indonesia 2014 setelah menang atas Persipura Jayapura di final yang digelar di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;" data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Saknsi FIFA untuk Indonesia&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:17345,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:0,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;17&quot;:1}">Babak Kelima: Sanksi FIFA untuk Indonesia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pun proses unifikasi antara kedua liga dan asosiai sepak bola telah terjadi di tahun 2014, carut-marut sepak bola Indonesia tidak berhenti. Menjelang bergulirnya Liga Super Indonesia 2015, <strong>30 Mei 2015</strong> tepatnya, <strong><a href="https://speakbola.com/tag/fifa/">FIFA</a></strong> memberikan <strong>sanksi</strong> untuk <strong>Indonesia</strong>. Sanksi yang diberikan FIFA untuk Indonesia secara garis besar tertuang dalam tiga poin:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Pertama</strong>, FIFA mencabut keanggotaan PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Kedua</strong>, FIFA melarang timnas mapuun klub Indonesia mengikuti kompetisi internasional di bawah naungan FIFA dan AFC.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Ketiga</strong>, setiap anggota dan ofisial PSSI tidak bisa mengikuti program pengembangan, kursus, atau latihan dari FIFA dan AFC selama sanksi belum dicabut.</span></li>
</ul>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="in">Kemenpora RI ingin berdialog dengan FIFA jauh sebelum keluar SK Menpora RI No 01307/2005, 17 Apr 2015 <a href="https://twitter.com/hashtag/FIFAIndonesia?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#FIFAIndonesia</a> <a href="http://t.co/pNjM8eM82v">pic.twitter.com/pNjM8eM82v</a></p>
<p>— KEMENPORA RI (@KEMENPORA_RI) <a href="https://twitter.com/KEMENPORA_RI/status/654601499771711488?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">October 15, 2015</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saksi FIFA bagi Indonesia lahir lantaran <strong>intervensi</strong> dari <strong>pemerintah</strong> melalui <strong>Kemenpora</strong> dan <strong>Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI)</strong> yang telah <strong>membekukan PSSI</strong> pada 17 April 2015. Pembekuan itu terjadi akibat PSSI tidak mengindahkan imbauan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terkait penyelenggaraan Liga Indonesia 2015.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Bentuk Campur Tangan Pemerintah</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu, BOPI ingin PSSI pimpinan Djohar Arifin menindak Arema Cronus dan Persebaya Surabaya. Kedua klub itu dinilai BOPI tidak layak mengikuti Liga Indonesia 2015 akibat kepengurusan ganda. Namun imbauan itu tidak digubris PSSI dan tetap menyertakan Arema Cronus dan Persebaya ke dalam daftar tim peserta Liga Indonesia 2015.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Liga Indonesia 2015 saat itu sempat berjalan dua pekan sejak dimulai pada 4 April 2020. Namun kemudian ditunda pada 12 April hingga akhirnya dibubarkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sehari setelah dibekukan, PSSI tetap menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) yang menghasilkan La Nyalla Matalitti sebagai ketua umum baru.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selama PSSI dibekukan dan Indonesia mendapat sanksi FIFA, tidak ada kompetisi resmi yang bergulir di Tanah Air. Saat itu, hanya ada Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman untuk mengisi kekosongan kompetisi.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="in">Alhamdulillah. Mitra Kukar juara turnamen Piala Jenderal Sudirman. Bravo Naga Mekes! <a href="https://t.co/e3yKLGfIMc">pic.twitter.com/e3yKLGfIMc</a></p>
<p>— Mitra Kukar FC (@MitraKukar) <a href="https://twitter.com/MitraKukar/status/691426307423522816?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">January 25, 2016</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dua turnamen tersebut diselenggarakan pihak swasta agar klub tidak merugi dan roda ekonomi dari sepak bola Indonesia bisa terus berjalan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setahun berselang, tepatnya pada 10 Mei 2016, Kemenpora mencabut surat keputusan (SK) pembekuan PSSI. Keputusan Kemenpora itu kemudian diikuti FIFA dengan mencabut sanksi untuk Indonesia dan kembali mengakui keanggotaan PSSI.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pencabutan sanksi itu dilakukan pada kongres ke-66 di Meksiko dan diumumkan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, 13 Mei 2016.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itu dia Speakers, dualisme kompetisi sepak bola yang pernah Indonesia alami sedekade lalu. Semoga peristiwa ini tidak akan pernah terjadi lagi.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/dualisme-kompetisi-sepak-bola-indonesia/">Dualisme Kompetisi Sepak Bola Indonesia: LSI VS LPI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tragedi Sepak Bola Paling Tragis: Dari Pesawat Jatuh Hingga Pemain Dibunuh</title>
		<link>https://speakbola.com/tragedi-sepak-bola/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2022 08:51:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Andres Escobar]]></category>
		<category><![CDATA[Insiden Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Matt Busby]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Heysel]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Hilsborough]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Munich]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Timnas Zambia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2060</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Citra sepak bola biasanya ditampilkan sebagai olahraga yang menyenangkan, semarak, bergelimang kemewahan, penuh sportifitas, dan favorit masyarakat sedunia. Olahraga ini memang memiliki banyak sekali penggemar, hampir di seluruh penjuru dunia. Eropa dan Amerika Latin terutama adalah kawasan yang memiliki euforia sepak bola yang amat tinggi. Namun di balik citra sepak bola yang demikian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/tragedi-sepak-bola/">Tragedi Sepak Bola Paling Tragis: Dari Pesawat Jatuh Hingga Pemain Dibunuh</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Citra sepak bola biasanya ditampilkan sebagai olahraga yang menyenangkan, semarak, bergelimang kemewahan, penuh sportifitas, dan favorit masyarakat sedunia. Olahraga ini memang memiliki banyak sekali penggemar, hampir di seluruh penjuru dunia. Eropa dan Amerika Latin terutama adalah kawasan yang memiliki euforia sepak bola yang amat tinggi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun di balik citra sepak bola yang demikian ternyata ada beberapa tragedi sepak bola tragis yang pernah terjadi. Berikut 5 tragedi sepak bola tragis yang pernah terjadi, yang dibahas dalam rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> kali ini.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Tragedi Munich 1958</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">6 Februari 1958, adalah salah satu hari tergelap sepak bola, sebuah pesawat yang membawa tim Manchester United jatuh saat mencoba lepas landas di Munich. Tragedi pesawat jatuh tim sepak bola <a href="https://www.manutd.com/en/news/detail/munich-air-disaster-was-the-darkest-day-in-manchester-united-history" target="_blank" rel="noopener">Manchester United</a> itu menewaskan 23 orang, delapan di antaranya adalah anggota skuad.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hari itu tim dalam perjalanan kembali ke Inggris usai menjalani sebuah pertandingan Piala Eropa 1957-1958 di Beograd, Yugoslavia, melawan Red Star Belgrade. Pesawat harus berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar sebagai akibat perjalanan non-stop Belgrade ke Manchester.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">A symbol of the fateful final game for players, staff and journalists who perished on that Munich runway in 1958.</p>
<p>Tomorrow, we remember them. <a href="https://t.co/9Ff7oaBtQr">pic.twitter.com/9Ff7oaBtQr</a></p>
<p>— Manchester United (@ManUtd) <a href="https://twitter.com/ManUtd/status/1490037509555896321?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">February 5, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah mengisi bahan bakar, sang pilot, Kapten James Thain dan kopilot Kenneth Rayment, mencoba lepas landas dua kali. Namun kedua upaya itu harus dibatalkan karena gangguan di mesin.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Khawatir tim terlambat sebab harus menginap lebih dulu di Munich, pilot memutuskan untuk mencoba lepas landas untuk yang ketiga kalinya. Sayangnya sebuah insiden tragis membuat pesawat tidak pernah meninggalkan Munich.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penggemar berduka karena kehilangan para pemain sepak bola mereka yang meninggal akibat tragedi naas itu. Banyak yang mengkhawatirkan <a href="https://speakbola.com/tag/manchester-united/">Manchester United</a> tidak akan mampu membangun kembali tim sepak bolanya yang hancur dan terpaksa menghilang di tengah semua tragedi tragis ini.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">On this day in 1909 Sir Matt Busby was born.</p>
<p>One of the greatest managers of all time.</p>
<p>The man who built <a href="https://twitter.com/ManUtd?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@ManUtd</a> and redefined what it meant to create a dynasty at a football club.</p>
<p>The man who gave <a href="https://twitter.com/hashtag/mufc?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#mufc</a> an identity it still proudly holds today. <a href="https://t.co/f2dIUKF1BB">pic.twitter.com/f2dIUKF1BB</a></p>
<p>— Wayne Barton (@WayneSBarton) <a href="https://twitter.com/WayneSBarton/status/1529719020265607170?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 26, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun sebuah keajaiban terjadi, manajer legendaris Sir Matt Busby selamat dari kecelakaan itu. Setelah berminggu-minggu berjuang di rumah sakit, Busby kembali untuk membimbing tim meraih dua gelar liga, satu Piala FA dan satu Piala Eropa sebelum akhirnya pensiun sebagai legenda klub pada tahun 1971.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Para Korban Meninggal:</span></h3>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Kru pesawat</span></h4>
<ul>
<li>Kapten Kenneth &#8220;Ken&#8221; Rayment, Kopilot (selamat dari kejadian tetapi mengalami cedera parah dan meninggal tiga minggu kemudian)</li>
<li>Tom Cable, pramugara</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Penumpang</span></h4>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Pemain Manchester United</span></h5>
<ul>
<li>Geoff Bent</li>
<li>Roger Byrne</li>
<li>Eddie Colman</li>
<li>Duncan Edwards (selamat dari kecelakaan, tetapi meninggal 15 hari kemudian)</li>
<li>Mark Jones</li>
<li>David Pegg</li>
<li>Tommy Taylor</li>
<li>Liam &#8220;Billy&#8221; Whelan</li>
</ul>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Staf Manchester United</span></h5>
<ul>
<li>Walter Crickmer, sekretaris klub</li>
<li>Tom Curry, trainer</li>
<li>Bert Whalley, kepala pelatih</li>
</ul>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Wartawan dan Jurnalis</span></h5>
<ul>
<li>Alf Clarke, Manchester Evening Chronicle</li>
<li>Donny Davies, Manchester Guardian</li>
<li>George Follows, Daily Herald</li>
<li>Tom Jackson, Manchester Evening News</li>
<li>Archie Ledbrooke, Daily Mirror</li>
<li>Henry Rose, Daily Express</li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Frank Swift, News of the World (mantan kiper Inggris dan Manchester City. Meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit)</span></li>
<li>Eric Thompson, Daily Mail</li>
</ul>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Penumpang lain</span></h5>
<ul>
<li>Bela Miklos, agen perjalanan</li>
<li>Willie Satinoff, supporter dan teman dekat Matt Busby.</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. Tragedi Stadion Heysel 1985</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu tragedi sepak bola terkelam di Eropa. Tragedi yang lebih populer dengan nama <em>Heysel Stadium Disaster</em> ini terjadi pada 29 Mei 1985. Insiden kelam itu terjadi satu jam jelang pertandingan final <a href="https://speakbola.com/tag/liga-champions/">Liga Champions</a> antara <a href="https://speakbola.com/tag/juventus/">Juventus</a> melawan <a href="https://speakbola.com/tag/liverpool/">Liverpool</a> di Stadion Heysel, di pusat kota Brussel, Belgia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tak ada yang mengira kalau final tersebut akan berujung petaka. Kerusuhan bermula ketika penggemar Liverpool tidak terima dengan jatah jumlah penonton yang diberikan panitia, mereka hanya mendapat dua sektor sementara Juventus mendapat 3 sektor.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu, ada satu sektor lainnya di belakang gawang yang diperuntukkan bagi penonton netral dari Belgia. Masalahnya, satu sektor netral itu malah diisi oleh penonton yang mayoritas pendukung Juventus dari Belgia. Parahnya lagi, batas antara dua sektor netral yang dihuni penggemar Juventus dan penggemar Liverpool hanya terbuat dari kawat tipis dan pagar betis polisi yang jumlahnya tidak seberapa.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Awal Tragedi Heysel 1985</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bermula dari aksi saling ejek, kedua suporter tersebut kemudian saling melempar botol dan bongkahan batu stadion. Meskipun disebut sebagai stadion utama di pusat kota, kondisi stadion Heysel tidak layak. Beberapa bagian stadion tersebut terlihat berceceran. Bahkan dilaporkan juga banyak penggemar Liverpool yang menyelinap melalui celah-celah tembok yang memang sengaja mereka jebol.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Perwakilan dari dua petinggi masing-masing klub sudah mengkhawatirkan kondisi Stadion tersebut sebetulnya. Namun setelah mengajukan usulan kepada UEFA Untuk memindahkan pertandingan ke stadion yang lebih layak, permintaan mereka ditolak.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Karena aksi saling lempar dirasa tidak cukup oleh para penggemar Liverpool. Mereka yang disebut sebagai Hooligans nekat memanjat pagar untuk menyerang langsung para Tifosi Juventus. Suporter Juventus yang berada di tribun dekat Liverpool bukanlah garis keras, mereka memilih untuk tidak melawan, terlebih kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Mereka pun mencoba kabur ke tembok pembatas dan dari situlah tragedi sepak bola paling tragis terjadi.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Tembok Stadion Heysel Runtuh</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bukan hanya penggemar Juventus yang tak kuasa menahan kegilaan fans Liverpool, tembok stadion Heysel yang sudah rapuh pun tak kuasa menahan beban yang sedemikian berat. Tembok runtuh, suporter berjatuhan. Diberitakan sejumlah <a href="https://www.liverpoolfc.com/heysel" target="_blank" rel="noopener">39 suporter meninggal</a> akibat terinjak-injak, dan 400 lainnya mengalami cedera parah.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">In Memoria e Amicizia.<br />
Thinking of the 39 Juventus supporters who lost their lives at Heysel on this day in 1985. <a href="https://t.co/yABdi2Zk1n">pic.twitter.com/yABdi2Zk1n</a></p>
<p>— Liverpool Echo (@LivEchonews) <a href="https://twitter.com/LivEchonews/status/1530791043808972803?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 29, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Melihat para rekan diserang oleh para Hooligans, Tifosi Juventus yang berada di sektor seberang mencoba melawan namun petugas keamanan yang siap untuk mencegah insiden yang lebih parah, berhasil meredam aksi berbahaya tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski terjadi kekacauan, pertandingan tetap dilanjutkan. Alasannya pihak penyelenggara sudah berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait dan tidak ingin para suporter semakin gelap mata akibat pertandingan dibatalkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada partai final itu, Juventus berhasil menang dengan skor 1-0, berkat gol yang dicetak oleh Michelle Platini melalui titik putih di menit ke-56.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">On 29 May 1985, over 400 fans were injured and 39 Juventus fans died as they fled from Liverpool fans and a wall collapsed on top of them during the European Cup final, Heysel Stadium.</p>
<p>&#8220;No one truly dies if they live on in the hearts of those who remain, forever&#8221; RIP the 39 ◼️◻️ <a href="https://t.co/grZfPbPvXH">pic.twitter.com/grZfPbPvXH</a></p>
<p>— Armed Forces Spurs Official Supporters Club (@AF_Spurs_OSC) <a href="https://twitter.com/AF_Spurs_OSC/status/1530842169443028994?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 29, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Buntut dari tragedi Heysel, UEFA menjatuhi hukuman larangan bertanding 5 tahun bagi tim-tim Inggris. Khusus Liverpool, 6 tahun. Di samping itu, 14 suporter Liverpool yang dianggap menjadi biang keladi tragedi sepak bola paling mengerikan ini dihukum 3 tahun menginap di hotel prodeo.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">3. Tragedi Hilsborough 1989</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sabtu 15 April 1989, semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest akan dimulai pukul 15:00. Pertandingan ini akan diadakan di kandang Sheffield Wednesday, Hillsborough. Seluruh 54.000 tiket ludes terjual pada siang hari.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada hari pertandingan, beberapa suporter sudah mulai berdatangan. Suporter Liverpool dialokasikan ke loket barat Stadion Hillsborough sehingga rute itu akan menjauhkan mereka dari suporter Nottingham Forest yang datang dari selatan. Jalur tersebut juga berarti semua pendukung Liverpool harus melewati satu sektor yaitu Leppings Lane yang hanya memiliki 7 pintu.</span></p>
<div id="attachment_2083" style="width: 407px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2083" class="wp-image-2083" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/62797420_hillsborough_slide01-gif-976×748-1-300x230.png" alt="tragedi sepak bola tragis di hillsborough" width="397" height="304" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/62797420_hillsborough_slide01-gif-976×748-1-300x230.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/62797420_hillsborough_slide01-gif-976×748-1-400x306.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/62797420_hillsborough_slide01-gif-976×748-1-768x588.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/62797420_hillsborough_slide01-gif-976×748-1.png 1011w" sizes="(max-width: 397px) 100vw, 397px" /><p id="caption-attachment-2083" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Ribuan suporter Liverpool memadati sektor Leppings Lane. Sementara hanya 7 gerbang tersedia. Credit: BBC (https://www.bbc.com/news/uk-19545126)</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Suporter emosi akibat palang pintu otomatis yang seharusnya mempermudah rupanya malah membuat mekanisme pengecekan tiket sangat lama, sementara pihak kepolisian kian kehabisan waktu. Karena gegabah, kepolisian kemudian membuka sektor C dan membuat stadion membludak. Hal ini membuat suporter Liverpool yang berjumlah ribuan memaksa untuk masuk ke stadion menjelang kick off pertandingan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada pukul 15.06, saat laga sudah berjalan beberapa menit, suporter tampak tumpah ruah ke lapangan. Pagar penonton roboh dan tak lama setelahnya, korban berjatuhan sehingga pertandingan dihentikan.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🔥<br />
Justice<br />
For<br />
The<br />
96<br />
🔥</p>
<p>April 15, 1989<a href="https://twitter.com/hashtag/JFT96?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#JFT96</a><a href="https://twitter.com/hashtag/LFC?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#LFC</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/LFCFamily?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#LFCFamily</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/repost?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#repost</a> <a href="https://twitter.com/LFC?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@LFC</a></p>
<p>31 years ago today, 96 children, women and men lost their lives at Hillsborough.</p>
<p>Our thoughts are with all those affected by the tragedy and the 96 fans who will never be forgotten. <a href="https://t.co/BERFiKKRrg">pic.twitter.com/BERFiKKRrg</a></p>
<p>— KopConnect (@KOPCONNECTevent) <a href="https://twitter.com/KOPCONNECTevent/status/1250287566399492097?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 15, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ada 730 penonton yang mengalami luka-luka, dan 96 suporter Liverpool meninggal dalam tragedi sepak bola paling mengerikan itu. Mereka yang pulang dengan selamat, mengalami trauma yang luar biasa hebat. Menurut laman resmi <a href="https://www.liverpoolfc.com/news/33-years-never-forgotten" target="_blank" rel="noopener">Liverpool</a> korban insiden ini bertambah lagi satu dalam beberapa tahun terakhir menjadi 97.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4. Tragedi Timnas Zambia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">27 April 1993, delapan belas pemain, lima ofisial, wartawan, dan kru tewas dalam sebuah tragedi pesawat jatuh tim sepak bola Zambia, selasa malam, dua kilometer di lepas pantai Gabon.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Insiden tragis itu adalah tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola Zambia. Pasalnya, pemain sepak bola yang meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut dianggap sebagai generasi emas Timnas Zambia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pesawat yang membawa timnas Zambia itu dijadwalkan berhenti tiga kali untuk mengisi bahan bakar, yaitu di Brazzaville (Kongo), Libreville (Gabon), dan Abidjan (Pantai Gading) sebelum tiba di Dakar, Senegal. Penerbangan itu dilakukan Timnas Zambia dalam rangka menghadapi Senegal pada Kualifikasi Piala Dunia 1994 zona Afrika.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/Fazfootball?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#Fazfootball</a>: The last image of the national football team that perished off the coast of Gabon in 1993. <a href="http://t.co/vCQbJPE1Nz">pic.twitter.com/vCQbJPE1Nz</a></p>
<p>— FAZ (@FAZFootball) <a href="https://twitter.com/FAZFootball/status/592959770539249664?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 28, 2015</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Timnas Zambia menggunakan pesawat DHC-5 Buffalo milik angkatan udara Zambia (ZAF) karena Asosiasi Sepak Bola Zambia (FAZ) tidak mampu menerbangkan tim secara komersial ataupun menyewa pesawat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketika pesawat sampai di Brazzaville, pesawat sudah diketahui mengalami kendala mesin. Namun, penerbangan tetap dipaksakan lanjut menuju ke Libreville. </span><span style="font-size: 12pt;">Dua menit setelah meninggalkan Libreville, pesawat mengalami kecelakaan dan menewaskan 25 penumpang dan lima kru.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Enam pemain anggota Olimpiade 1988, termasuk kiper Efford Chabala, meninggal. Selain itu ada pemain muda terbaik Zambia 1992, Moses Chikwalakwala, yang saat itu masih berusia 19 tahun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penyebab kecelakaan pesawat sempat menjadi misteri karena tidak ada kotak hitam di pesawat militer. Sempat muncul kabar bahwa militer Gabon menembak jatuh pesawat karena mengira ada invasi. Namun, pada 2003 laporan resmi menyebut pesawat mengalami kecelakaan karena kerusakan mesin bagian kiri.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">5. Gol Bunuh Diri Escobar 1994</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kisah tragis sepak bola satu ini bukan perkara gol bunuh diri, tapi tragedi setelah gol bunuh diri itu terjadi, yang menyebabkan seorang pemain sepak bola meninggal dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kolombia yang tampil memukau di babak kualifikasi Piala Dunia Zona Amerika harus memulai <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala Dunia</a> 1994 dengan kekalahan 1-3 dari Rumania. Sementara di pertandingan selanjutnya, mereka harus menghadapi tuan rumah Amerika Serikat di partai kedua.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="es">📺 Hoy se cumplen 2️⃣8️⃣ años de uno de los mejores goles ⚽ del 🏆 &#8220;Mundial 🇺🇸 1994&#8221;.</p>
<p>🎩 Fue obra de Gica Hagi en la victoria de 🇷🇴 Rumanía (1-3) frente a 🇨🇴 Colombia.<a href="https://t.co/MzGJqSEGTv">pic.twitter.com/MzGJqSEGTv</a></p>
<p>— La PC Futbolería (@pcfutbol) <a href="https://twitter.com/pcfutbol/status/1538227866961428481?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 18, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada 22 Juni 1994, Andres Escobar turun sebagai starter sekaligus kapten Kolombia saat menghadapi tuan rumah, Amerika Serikat. Di menit ke-35, sebuah umpan silang yang dilepaskan John Harkes coba dipotong sang kapten. Escobar merentangkan kakinya dalam posisi menghadap gawang sendiri. Sayangnya, upaya Escobar tersebut malah melahirkan sebuah gol bunuh diri. Bola melintir masuk ke gawang sendiri sementara kiper sudah terlanjur mati langkah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kolombia kalah 1-2 di laga tersebut, membuat peluang mereka lolos dari fase grup menyempit. Pada akhirnya, Kolombia tersingkir dari Piala Dunia meski menang atas Swiss di partai terakhir.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Enam hari setelah Kolombia tersingkir, tepatnya pada 2 Juli 1994, Escobar meninggal dunia. Sekelompok orang, terdiri dari tiga orang, mendatanginya saat ia berada di mobil. Mereka lantas menembaki Escobar, sambil berteriak &#8216;Gol!&#8217;</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 1994</p>
<p>Andrés Escobar was shot and killed, days after scoring an own goal that knocked <a href="https://twitter.com/FCFSeleccionCol?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FCFSeleccionCol</a> out of the <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FIFAWorldCup</a></p>
<p>The gunman shouted &#8220;Gol&#8221; with each of the 6 shots he fired, the same amount of times it was said by the commentator <a href="https://t.co/YR4IERI7l8">pic.twitter.com/YR4IERI7l8</a></p>
<p>— Subside Sports (@subsidesports) <a href="https://twitter.com/subsidesports/status/1278644592359981056?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 2, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Enam peluru menembus tubuh Escobar. Dia dibawa ke rumah sakit namun nyawa pemain sepak bola ini tak tertolong, ia dinyatakan meninggal dunia beberapa menit setelah tiba di rumah sakit.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Insiden penembakan ini banyak dikaitkan sebagai pembalasan atas gol bunuh diri Escobar. Cerita-cerita yang berkembang kemudian turut menyinggung soal keterkaitan kartel judi dan narkoba.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lebih dari 100 ribu warga Kolombia yang berduka hadir ke pemakaman Escobar. Sejumlah orang meneriakkan tuntutan agar keadilan ditegakkan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">6. Tragedi Kanjuruhan, Arema VS Persebaya 2022</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sepak bola Indonesia berduka, sebuah tragedi amat kelam terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, seusai pertandingan antara Arema VS Persebaya (1/10/2022). Melansir dari <a href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/03/49/2679356/5-fakta-terbaru-kerusuhan-laga-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-nomor-1-jadi-sorotan-dunia" target="_blank" rel="noopener">okebola</a>, 125 korban tewas pada kerusuhan yang terjadi di markas Singo Edan itu.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="in">Keluarga besar Persebaya turut berdukacita sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa setelah laga Arema FC vs Persebaya<br />
Tidak ada satupun nyawa yang sepadan dengan sepak bola</p>
<p>Alfatihah untuk para korban<br />
Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan</p>
<p>🥀</p>
<p>— Official Persebaya (@persebayaupdate) <a href="https://twitter.com/persebayaupdate/status/1576271080884690945?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">October 1, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Singo Edan mengalami kekalahan 2-3 dari rivalnya Bajul Ijo di derby Jawa Timur. Suporter Arema, <a href="https://speakbola.com/tag/aremania/">Aremania</a>, yang tak terima dengan kekalahan tersebut berbuat kerusuhan dengan merangsek masuk ke lapangan. Serbuan suporter ke dalam lapangan itu dihalau oleh polisi dengan menembakkan gas air mata.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gas air mata ditembakan bukan hanya kepada suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton. Hal itu memicu kepanikan suporter. Akibatnya massa penonton berlarian dan berdesakan menuju pintu keluar, hingga terinjak-injak. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">125 orang meninggal akibat kekurangan oksigen saat terjadi penumpukan massa pada tragedi di stadion Kanjuruhan, 32 di antaranya adalah anak-anak. Di samping memakan jumlah korban meninggal yang amat banyak, kerusuhan usai laga Arema Vs Persebaya ini juga berimbas pada 302 orang mengalami luka ringan dan 21 orang luka berat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Buntut dari tragedi, yang memakan korban nyawa ini, membuat <a href="https://ligaindonesiabaru.com/press/detail/pt-lib-menghentikan-kompetisi-bri-liga-1-2022-2023-selama-sepekan" target="_blank" rel="noopener">PT Liga Indonesia Baru (LIB)</a> berkeputusan untuk menghentikan Liga 1 2022 selama sepekan. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah tragedi tragis sepak bola yang pernah terjadi di dunia, Speakers. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca artikel menarik lainnya di rubrik Offside untuk mendapatkan berita terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya <a href="https://speakbola.com/">SpeakBola</a> aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/tragedi-sepak-bola/">Tragedi Sepak Bola Paling Tragis: Dari Pesawat Jatuh Hingga Pemain Dibunuh</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
