<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Timnas Jerman &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/timnas-jerman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Sep 2023 04:47:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>Timnas Jerman &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kutukan Piala Dunia Menghantui Pemain Prancis Jelang Laga Prancis vs Australia</title>
		<link>https://speakbola.com/kutukan-piala-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2022 15:42:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Juara Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Australia Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Prancis Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Prancis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=3524</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Kutukan Piala Dunia menghantui sang juara bertahan Piala Dunia, Tim Nasional Sepak Bola Prancis, yang akan bermain menghadapi Australia di laga perdana Piala Dunia 2022. Kutukan yang dimaksud adalah sebuah negara langsung tersingkir di fase grup setelah menjadi juara Piala Dunia di edisi sebelumnya. Kutukan bukan berasal dari dukun sepak bola, ilmu hitam, apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/kutukan-piala-dunia/">Kutukan Piala Dunia Menghantui Pemain Prancis Jelang Laga Prancis vs Australia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong><span style="font-size: 12pt;">Kutukan Piala Dunia menghantui sang juara bertahan Piala Dunia, Tim Nasional Sepak Bola Prancis, yang akan bermain menghadapi Australia di laga perdana Piala Dunia 2022. Kutukan yang dimaksud adalah sebuah negara langsung tersingkir di fase grup setelah menjadi juara Piala Dunia di edisi sebelumnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kutukan bukan berasal dari dukun sepak bola, ilmu hitam, apa lagi sihir. Namun kutukan ini lahir dari persepsi pecinta sepak bola yang menyaksikan kejadian berulang-ulang, yang terjadi rutin di hampir setiap Piala Dunia sejak 2002. Dan, negara pertama yang terkena kutukan ini tidak lain adalah Prancis sendiri. Menyusul kemudian beberapa negara seperti Italia, Spanyol, dan Jerman terdampak kutukan juara bertahan Piala Dunia.</span></p>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Asal Muasal Kutukan Piala Dunia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jauh sebelum Piala Dunia 2022, kutukan ini sebenarnya pernah dirasakan oleh <strong>Timnas Brasil</strong>. Setelah Selecao menjadi juara <strong>Piala Dunia 1962</strong>, mereka tersingkir di fase grup <strong>Piala Dunia 1966</strong> yang dilangsungkan di Inggris.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada saat itu, Brasil tergabung di Grup 3 bersama Portugal, Hungaria dan Bulgaria. Hasilnya, Brasil hanya menempati posisi ketiga setelah mendapatkan satu menang dan dua kalah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meskipun demikian, setelah Brazil kutukan ini tertidur lama lantaran tidak terjadi lagi berulang-ulang di Piala Dunia selanjutnya. Dan, baru satu dekade terakhir ini kutukan ini bangkit kembali menghantui para juara bertahan. Beberapa juara bertahan Piala Dunia yang pernah terkena kutukan ini adalah berikut ini.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">1. Prancis</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Tim Nasional Sepak Bola Prancis</strong> berstatus juara <strong>Piala Dunia 1998</strong> saat tampil di Piala Dunia 2002 yang dilangsungkan di Korea-Jepang. Mereka diprediksi bakal banyak memberi dampak pada Piala Dunia kali itu menyusul penampilan gemilang mereka di EURO 2000.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun kenyataan berkata lain. Pemain Prancis <strong>Piala Dunia 2002</strong> tak mampu berbicara banyak. Tergabung di Grup A bersama Denmark, Senegal dan Uruguay, Les Bleus tak berkutik.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Remember the opening game of the 2002 World Cup when Senegal shocked holders France?<a href="https://t.co/LYX6kHRiYe">pic.twitter.com/LYX6kHRiYe</a></p>
<p>— Vintage Football Shirts (@VFshirts) <a href="https://twitter.com/VFshirts/status/1594722211318964226?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 21, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sang legenda, Zinedine Zidane, yang baru main di matchday ketiga membawa efek buruk bagi Tim Ayam Jago, Prancis kalah 0-1 dari Senegal, imbang 0-0 kontra Uruguay dan tumbang 0-2 dari Denmark. Alhasil mereka terdepak dari Korea-Jepang. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dari sini lah asal muasal kutukan bagi negara juara bertahan muncul kembali.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">2. Italia</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Italia secara mengejutkan keluar sebagai juara <strong>Piala Dunia 2006</strong>. Namun di <strong>Piala Dunia 2010</strong> nasib Italia tak sebaik edisi sebelumnya, mereka rontok di fase grup.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Padahal Italia yang saat itu diasuh Marcelo Lippi berada dalam grup yang kualitas pesertanya di bawah mereka. Negara yang berada satu grup dengan Italia kala itu adalah Paraguay, Selandia Baru dan Slovakia.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="pt">1º Fase:</p>
<p>Copa do Mundo África 2010<br />
Eslováquia 🇸🇰 3&#215;2 🇮🇹 Itália</p>
<p>Gol ESL: Vittek 25&#8242; e 73&#8242;, Kopunek 89&#8242;.<br />
Gol ITA: Di Natali 81&#8242; e Quagliarella 90&#8242;. <a href="https://t.co/TOfDyCjPeY">pic.twitter.com/TOfDyCjPeY</a></p>
<p>— Momentos Lendários de Copa (@CopaJogos) <a href="https://twitter.com/CopaJogos/status/1594301553015459841?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 20, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sayangnya, Italia duduk sebagai juru kunci setelah cuma mengemas dua angka dari tiga pertandingan. Italia bermain 1-1 dengan Paraguay dan Selandia Baru, serta kalah 2-3 dari Slovakia.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">3. Spanyol</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Timnas Spanyol meraih trofi Piala Dunia satu-satunya pada <strong>2010</strong>. Saat itu di partai final, Spanyol menang 1-0 atas Belanda lewat gol injury time Iniesta.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> 5️⃣ years ago, <a href="https://twitter.com/Persie_Official?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@Persie_Official</a> scored THAT <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> goal for <a href="https://twitter.com/OnsOranje?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@OnsOranje</a> 🇳🇱🛫 <a href="https://t.co/2Bv62wCrfv">pic.twitter.com/2Bv62wCrfv</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1139210067700539392?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 13, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sayangnya di <strong>Piala Dunia 2014</strong>, Spanyol yang diasuh Vicente del Bosque hancur lebur. Selain dibantai Belanda 1-5, Spanyol juga tumbang 0-2 oleh Cile.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski pun menang 3-0 atas Australia di pertandingan terakhir grupnya, La Furia Roja tetap gagal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">4. Jerman</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Piala Dunia 2014</strong> jatuh ketangan Die Mannscaft setelah mereka menang 1-0 atas Argentina. Kemenangan itu seolah dejavu Piala Dunia 1990. Sebelumnya, pada Piala Dunia 1990, Jerman juga menang 1-0 atas Argentina di partai final Piala Dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah menjadi juara pada 2014, Jerman hancur lebur di <strong>Piala Dunia 2018</strong>. Tercatat dari tiga pertandingan di fase grup, skuad asuhan Joachim Loew hanya mengemas tiga angka.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">📅 ON THIS DAY IN 2018: Two injury-time goals lead South Korea to a 2-0 win over Germany at the 2018 World Cup.</p>
<p>That World Cup was something else 🙌</p>
<p>📹 <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FIFAWorldCup</a> <a href="https://t.co/xyEQcYCilT">pic.twitter.com/xyEQcYCilT</a></p>
<p>— Footy Accumulators (@FootyAccums) <a href="https://twitter.com/FootyAccums/status/1409131578719191041?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 27, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah mereka menang 2-1 atas Swedia, Jerman tumbang 0-1 dari Meksiko, dan terakhir kalah 0-2 dari Korea Selatan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Prediksi Prancis vs Australia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di Piala Dunia 2022 Qatar semua mata tentu akan tertuju pada Prancis sang juara bertahan untuk melihat bagaimana para pemain Prancis mengatasi kutukan ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hantu bagi Prancis kali ini bukan cuma kutukan semata. Namun mereka juga dilanda badai cedera. Belum lama karim <a href="https://www.espn.com/soccer/france-fra/story/4806724/world-cup-france-karim-benzema-suffers-injury-in-training" target="_blank" rel="noopener">Benzema cedera</a> saat sesi latihan hingga tidak dapat bertanding selama Piala Dunia 2022.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Didier Deschamps sang juru taktik tentu saja bertujuan untuk mempertahankan gelar dan mengatasi badai cedera skuad asuhannya. Oleh karena itu, tentu kehilangan poin di laga Prancis vs Australia bukanlah pilihan.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;" data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Pemain Prancis Piala Dunia 2022&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:14915,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16316922},&quot;9&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:2105634},&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;16&quot;:11}">Pemain Prancis Piala Dunia 2022</span></h3>

<table id="tablepress-8" class="tablepress tablepress-id-8">
<thead>
<tr class="row-1">
	<th class="column-1">Posisi</th><th class="column-2">Pemain</th><th class="column-3">Klub</th><th class="column-4">Usia</th>
</tr>
</thead>
<tbody class="row-striping row-hover">
<tr class="row-2">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Alphonse Areola</td><td class="column-3">West Ham (ENG)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-3">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Hugo Lloris</td><td class="column-3">Tottenham (ENG)</td><td class="column-4">35</td>
</tr>
<tr class="row-4">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Steve Mandanda</td><td class="column-3">Rennes (FRA)</td><td class="column-4">37</td>
</tr>
<tr class="row-5">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Axel Disasi</td><td class="column-3">Monaco (FRA)</td><td class="column-4">24</td>
</tr>
<tr class="row-6">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Lucas Hernandez</td><td class="column-3">Bayern Munich (FRA)</td><td class="column-4">26</td>
</tr>
<tr class="row-7">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Theo Hernandez</td><td class="column-3">AC Milan (ITA)</td><td class="column-4">25</td>
</tr>
<tr class="row-8">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Ibrahima Konate</td><td class="column-3">Liverpool (ENG)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-9">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Jules Kounde</td><td class="column-3">Barcelona (SPA)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-10">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Benjamin Pavard</td><td class="column-3">Bayern Munich (GER)</td><td class="column-4">26</td>
</tr>
<tr class="row-11">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">William Saliba</td><td class="column-3">Arsenal (ENG)</td><td class="column-4">21</td>
</tr>
<tr class="row-12">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Dayot Upamecano</td><td class="column-3">Bayern Munich (GER)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-13">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Raphael Varane</td><td class="column-3">Manchester United (ENG)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-14">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Youssouf Fofana</td><td class="column-3">Monaco (FRA)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-15">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Eduardo Camavinga</td><td class="column-3">Real Madrid (SPA)</td><td class="column-4">19</td>
</tr>
<tr class="row-16">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Matteo Guendouzi</td><td class="column-3">Marseille (FRA)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-17">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Adrien Rabiot</td><td class="column-3">Juventus (ITA)</td><td class="column-4">27</td>
</tr>
<tr class="row-18">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Aurelien Tchouameni</td><td class="column-3">Real Madrid (SPA)</td><td class="column-4">22</td>
</tr>
<tr class="row-19">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Jordan Veretout</td><td class="column-3">Marseille (FRA)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-20">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Ousmane Dembele</td><td class="column-3">Barcelona (FRA)</td><td class="column-4">25</td>
</tr>
<tr class="row-21">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Kingsley Coman</td><td class="column-3">Bayern Munich (GER)</td><td class="column-4">26</td>
</tr>
<tr class="row-22">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Olivier Giroud</td><td class="column-3">AC Milan (ITA)</td><td class="column-4">36</td>
</tr>
<tr class="row-23">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Antoine Griezmann</td><td class="column-3">Atletico Madrid (SPA)</td><td class="column-4">31</td>
</tr>
<tr class="row-24">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Kylian Mbappe</td><td class="column-3">PSG (FRA)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-25">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Marcus Thuram</td><td class="column-3">Bor. M'Gladbach (GER)</td><td class="column-4">25</td>
</tr>
<tr class="row-26">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Randal Kolo Muani</td><td class="column-3">Eintracht Frankfurt (GER)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<!-- #tablepress-8 from cache -->
<ul>
<li><strong>Prediksi Susunan Pemain Prancis</strong> (3-4-1-2): 1. Lloris (GK) – 5. Kounde, 4. Varane, 21. L. Hernandez – 20. Coman, 8. Tchouameni, 25. Camavinga, 22 .T. Hernandez – 7. Griezmann – 10. Mbappe, 11. Dembele</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sedangkan untuk Socceroos, kemungkinan akan berusaha untuk beradaptasi demi menemukan permainan mereka sembari mencoba mencuri angka dari Prancis.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Apabila sudah beradaptasi dan menemukan permainan mereka di laga Prancis vs Australia, Socceroos akan lebih siap untuk dua pertandingan yang di atas kertas lebih dapat dimenangkan yaitu melawan Denmark dan Tunisia</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim asuhan Graham Arnold juga memiliki banyak pemain kunci yang dirundung cedera. Mulai dari Kye Rowles dan Harry Souttar, serta penyerang Ajdin Hrustic, semuanya melewatkan sebagian besar laga musim ini. Tambah lagi Martin Boyle yang harus ditarik dari skuad Australia Piala Dunia 2022 karena cedera lutut, yang kemudian digantikan oleh Marco Tilio.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Australia Piala Dunia 2022</span></h3>

<table id="tablepress-13" class="tablepress tablepress-id-13">
<thead>
<tr class="row-1">
	<th class="column-1">Posisi</th><th class="column-2">Pemain</th><th class="column-3">Klub</th><th class="column-4">Usia</th>
</tr>
</thead>
<tbody class="row-striping row-hover">
<tr class="row-2">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Maty Ryan</td><td class="column-3">FC Copenhagen (DEN)</td><td class="column-4">30</td>
</tr>
<tr class="row-3">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Andrew Redmayne</td><td class="column-3">Sydney FC (AUS)</td><td class="column-4">33</td>
</tr>
<tr class="row-4">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Danny Vukovic</td><td class="column-3">Central Coast Mariners (AUS)</td><td class="column-4">37</td>
</tr>
<tr class="row-5">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Milos Degenek</td><td class="column-3">Columbus Crew (USA)</td><td class="column-4">28</td>
</tr>
<tr class="row-6">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Aziz Behich</td><td class="column-3">Dundee United (SCO)</td><td class="column-4">31</td>
</tr>
<tr class="row-7">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Joel King</td><td class="column-3">OB (DAN)</td><td class="column-4">21</td>
</tr>
<tr class="row-8">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Nathaniel Atkinson</td><td class="column-3">Hearts (SCO)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-9">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Fran Karacic</td><td class="column-3">Brescia (ITA)</td><td class="column-4">26</td>
</tr>
<tr class="row-10">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Harry Souttar</td><td class="column-3">Stoke City (ENG)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-11">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Kye Rowles</td><td class="column-3">Hearts (SCO)</td><td class="column-4">24</td>
</tr>
<tr class="row-12">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Bailey Wright</td><td class="column-3">Sunderland (ENG)</td><td class="column-4">30</td>
</tr>
<tr class="row-13">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Thomas Deng</td><td class="column-3">Albirex Niigata (JAP)</td><td class="column-4">25</td>
</tr>
<tr class="row-14">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Aaron Mooy</td><td class="column-3">Celtic (SCO)</td><td class="column-4">32</td>
</tr>
<tr class="row-15">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Jackson Irvine</td><td class="column-3">St Pauli (GER)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-16">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Ajdin Hrustic</td><td class="column-3">Hellas Verona (ITA)</td><td class="column-4">26</td>
</tr>
<tr class="row-17">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Keanu Baccus</td><td class="column-3">St Mirren (SCO)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-18">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Cameron Devlin</td><td class="column-3">Hearts (SCO)</td><td class="column-4">24</td>
</tr>
<tr class="row-19">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Riley McGree</td><td class="column-3">Middlesbrough (ENG)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-20">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Awer Mabil</td><td class="column-3">Cadiz (SPA)</td><td class="column-4">27</td>
</tr>
<tr class="row-21">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Mathew Leckie</td><td class="column-3">Melbourne City (AUS)</td><td class="column-4">31</td>
</tr>
<tr class="row-22">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Marco Tilio</td><td class="column-3">Melbourne City (AUS)</td><td class="column-4">21</td>
</tr>
<tr class="row-23">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Jamie Maclaren</td><td class="column-3">Melbourne City (AUS)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-24">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Jason Cummings</td><td class="column-3">Central Coast Mariners (AUS)</td><td class="column-4">27</td>
</tr>
<tr class="row-25">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Mitchell Duke</td><td class="column-3">Fagiano Okayama (JAP)</td><td class="column-4">31</td>
</tr>
<tr class="row-26">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Garang Kuol</td><td class="column-3">Central Coast Mariners (AUS)</td><td class="column-4">18</td>
</tr>
<tr class="row-27">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Craig Goodwin</td><td class="column-3">Adelaide United (AUS)</td><td class="column-4">30</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<!-- #tablepress-13 from cache -->
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Prediksi Susunan Pemain Australia</strong> (3-5-2): 1. Ryan (GK) – 2. Degenek, 19. Souttar, 4. Rowles – 3. Atkinson, 13. Mooy, 22. Irvine, 10. Hrustic, Goodwin – 23. Maclaren, 15. Duke</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Akankah Perancis mampu memutus kutukan Piala Dunia di pertandingan perdananya? </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca juga artikel seputar <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala Dunia</a> menarik lainnya di rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> dan <a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a> SpeakBola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola, ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/kutukan-piala-dunia/">Kutukan Piala Dunia Menghantui Pemain Prancis Jelang Laga Prancis vs Australia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tim Sepak Bola Terbaik di Piala Dunia Sepanjang Masa</title>
		<link>https://speakbola.com/tim-sepak-bola-terbaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2022 19:31:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Spanyol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=3278</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Di dalam buku sejarah Piala Dunia tertulis cerita tentang tim-tim sepak bola terbaik yang menunjukkan semangat dan keindahan permainan sepak bola. Mereka bukan saja memenangkan trofi Piala Dunia tetapi juga menunjukkan sepak bola yang atraktif namun efektif meskipun mengalami persaingan yang ketat di eranya. Sejak penyelenggaraan perdana pada tahun 1930 di Uruguay hingga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/tim-sepak-bola-terbaik/">5 Tim Sepak Bola Terbaik di Piala Dunia Sepanjang Masa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;">(<strong>speakbola.com</strong>) &#8211; Di dalam buku sejarah Piala Dunia tertulis cerita tentang tim-tim sepak bola terbaik yang menunjukkan semangat dan keindahan permainan sepak bola. Mereka bukan saja memenangkan trofi Piala Dunia tetapi juga menunjukkan sepak bola yang atraktif namun efektif meskipun mengalami persaingan yang ketat di eranya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejak penyelenggaraan perdana pada tahun 1930 di Uruguay hingga turnamen terakhir pada tahun 2018 di Rusia, Piala Dunia telah dimeriahkan oleh tim berisi bintang-bintang terhebat. Sebut saja Pele dan Diego Maradona yang paling mencuat di antara mereka. Kedua pemain itu memimpin negara mereka meraih kemenangan di pesta sepak bola terbesar pada eranya masing-masing.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim-tim lain, seperti Belanda yang dipimpin <a href="https://speakbola.com/karir-johan-cruyff/">Johan Cruyff</a>, gagal mengangkat trofi. Meskipun demikian mereka masih berhasil memukau dan mencuri tempat khusus di hati para penggemar sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lalu siapakah di antara tim-tim terbaik Piala Dunia itu yang paling hebat? Mari kita cari tahu!</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada Rubrik Offside kali ini SpeakBola akan membahas 5 tim Piala Dunia terbaik sepanjang masa. Berikut ini daftarnya.</span></p>
<h2></h2>
<h2><span class="goog-text-highlight" style="font-size: 24pt;">Tim Nasional Jerman Barat Piala Dunia 1974</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dipimpin oleh bek terbaik sepanjang masa, Franz Beckenbauer, Tim Nasional Jerman ini berjaya di dua ajang. Turnamen pertama yang mereka menangkan adalah Piala Eropa 1972, menyusul kemudian Piala Dunia 1974.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selain diisi Beckenbauer, skuad Jerman Piala Dunia 1974 juga yang menampilkan beberapa pemain sepak bola terbaik sepanjang masa, seperti Berti Vogts dan striker produktif mereka, Gerd Müller.</span></p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/SrAVbnAlqYs" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mereka mengalahkan lawan berat tim &#8216;total football&#8217; Belanda pimpinan Johan Cruyff dengan kemenangan 2-1 di partai final Piala Dunia 1974.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Jerman Barat Piala Dunia 1974</span></h3>
<ul>
<li>GK: Sepp Maier</li>
<li>DF: Berti Vogts</li>
<li>DF: Paul Breitner</li>
<li>DF: Hans-Georg Schwarzenbeck</li>
<li>DF: Franz Beckenbauer (c)</li>
<li>DF: Horst-Dieter Höttges</li>
<li>MF: Herbert Wimmer</li>
<li>MF: Bernhard Cullmann</li>
<li>FW: Jürgen Grabowski</li>
<li>MF: Günter Netzer</li>
<li>FW: Jupp Heynckes</li>
<li>MF: Wolfgang Overath</li>
<li>FW: Gerd Müller</li>
<li>FW: Uli Hoeneß</li>
<li>MF: Heinz Flohe</li>
<li>MF: Rainer Bonhof</li>
<li>MF: Bernd Hölzenbein</li>
<li>FW: Dieter Herzog</li>
<li>DF: Jupp Kapellmann</li>
<li>DF: Helmut Kremers</li>
<li>GK: Norbert Nigbur</li>
<li>GK: Wolfgang Kleff</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2><span class="goog-text-highlight" style="font-size: 24pt;">Tim Nasional Prancis di Piala Dunia 1998</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Skuad Tim Nasional Prancis yang saat itu dipimpin oleh Zinedine Zidane, banyak dihuni bintang-bintang Eropa lain seperti Thierry Henry, Didier Deschamps, <span style="font-weight: 400;">Laurent </span> Blanc, dan Lilian Thuram. Mereka memiliki pemain kelas dunia di setiap posisi, meskipun Zidane tetaplah kunci kesuksesan mereka.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> 12th July 1998</p>
<p>France won the World Cup for the first time after surprisingly defeating Brazil 3-0 in the final in Paris. Two first half headers from Zinedine Zidane set up the win, with Emmanuel Petit’s late third sealing a glorious success. <a href="https://t.co/5xXHv11bdn">pic.twitter.com/5xXHv11bdn</a></p>
<p>— Football Memories (@FootballOnThis1) <a href="https://twitter.com/FootballOnThis1/status/1414484328944488449?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 12, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mendapatkan <span style="font-weight: 400;">privilege</span> sebagai tuan rumah dengan dukungan suporter, Prancis memulai perburuan mereka untuk meraih mahkota Piala Dunia pertama dengan elegan, khas negeri fashion. Mereka menumbangkan Italia dan Kroasia di fase gugur sebelum pada babak akhir mempermalukan Brasil yang lebih diunggulkan di partai final dengan skor 3-0.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Usai menjadi juara Piala Dunia, dengan skuad yang sama, Tim Nasional Prancis juga berhasil menggondol pulang Piala Eropa tahun 2000.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Prancis Piala Dunia 1998</span></h3>
<ul>
<li>GK: Bernard Lama</li>
<li>DF: Vincent Candela</li>
<li>DF: Bixente Lizarazu</li>
<li>MF: Patrick Vieira</li>
<li>DF: Laurent Blanc</li>
<li>MF: Youri Djorkaeff</li>
<li>MF: Didier Deschamps (c)</li>
<li>DF: Marcel Desailly</li>
<li>FW: Stéphane Guivarc&#8217;h</li>
<li>MF: Zinedine Zidane</li>
<li>MF: Robert Pires</li>
<li>FW: Thierry Henry</li>
<li>MF: Bernard Diomède</li>
<li>MF: Alain Boghossian</li>
<li>DF: Lilian Thuram</li>
<li>GK: Fabien Barthez</li>
<li>MF: Emmanuel Petit</li>
<li>DF: Frank Leboeuf</li>
<li>MF: Christian Karembeu</li>
<li>FW: David Trezeguet</li>
<li>FW: Christophe Dugarry</li>
<li>GK: Lionel Charbonnier</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2><span class="goog-text-highlight" style="font-size: 24pt;">Tim Nasional Argentina di Piala Dunia 1986</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Magis Diego Maradona amat mendominasi turnamen empat tahunan yang kali itu digelar di Meksiko. Oleh sebab itu banyak pecinta sepak bola yang sering salah kaprah mengira bahwa Argentina saat itu adalah &#8220;one-man-team&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Padahal, Tim Nasional Argentina saat itu bukanlah tim yang hanya mengandalkan Maradona saja. Justru Maradona bisa amat leluasa bermain karena didukung oleh Jorge Luis Burruchaga yang pekerja keras, talenta hebat Jorge Valdano, dan Oscar Ruggeri yang solid di pusat pertahanan Argentina.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🇦🇷 A hero of <a href="https://twitter.com/Argentina?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@Argentina</a>&#8216;s 1986 <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> triumph turns 65 today 🏆</p>
<p>🎂 Happy birthday, Jorge Valdano 🥳 <a href="https://t.co/EyFXZSWadM">pic.twitter.com/EyFXZSWadM</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1312740503851425793?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">October 4, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Skuad Argentina kali itu amatlah lengkap dan pantas disebut sebagai salah satu tim sepak bola terbaik di Piala Dunia, yang diisi oleh pemain-pemain terbaik dengan agresi, kecerdasan, dan skill mumpuni.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Argentina Piala Dunia 1986</span></h3>
<ul>
<li>FW: Sergio Almiron</li>
<li>MF: Sergio Batista</li>
<li>MF: Ricardo Bochini</li>
<li>MF: Claudio Borghi</li>
<li>DF: Jose Luis Brown</li>
<li>DF: Daniel Passarella</li>
<li>FW: Jorge Burruchaga</li>
<li>DF: Nestor Clausen</li>
<li>DF: Jose Luis Cuciuffo</li>
<li>MF: Diego Maradona (c)</li>
<li>FW: Jorge Valdano</li>
<li>MF: Hector Enrique</li>
<li>DF: Oscar Garre</li>
<li>MF: Ricardo Giusti</li>
<li>GK: Luis Islas</li>
<li>DF: Julio Olarticoechea</li>
<li>FW: Pedro Pasculli</li>
<li>GK: Nery Pumpido</li>
<li>DF: Oscar Ruggeri</li>
<li>MF: Carlos Tapia</li>
<li>MF: Marcelo Trobbiani</li>
<li>GK: Hector Zelada</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2><span class="goog-text-highlight" style="font-size: 24pt;">Tim Nasional Spanyol di Piala Dunia 2010</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Skuad Tim Nasional Spanyol di Piala Dunia 2010 adalah skuad yang sama yang berhasil menjuarai Piala Eropa 2008. Antara tahun 2007 hingga 2009, mereka tak terkalahkan dalam 35 pertandingan. Rekor itu termasuk memenangkan sepuluh pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Anggota skuad Spanyol kali itu mayoritas adalah leburan dari pemain Barcelona dan Real Madrid, seperti David Villa, Xavi, Andres Iniesta, Carles Puyol, Xabi Alonso, dan Iker Casillas.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebagai pemenang EURO 2008, Spanyol memasuki Piala Dunia sebagai favorit. Namun kekalahan 1-0 dari Swiss dalam pertandingan perdana mereka di fase grup menimbulkan keraguan.</span></p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/_W--H2RVVtw" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">La Roja dengan cepat bangkit dengan menampilkan gaya sepak bola tiki-taka yang membuat lawan kewalahan. Di partai final saat menghadapi Belanda, tim yang diprediksi sebagai juara, Andres Iniesta mencetak gol kemenangan di perpanjangan waktu dan membuat Spanyol menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kedigdayaan tim sepak bola terbaik di dunia ini berlanjut dua tahun kemudian di ajang EURO 2012. Mereka mengulang lagi kisah empat tahun sebelumnya, Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2012.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Spanyol Piala Dunia 2010</span></h3>
<ul>
<li>GK: Iker Casillas (c)</li>
<li>DF: Raul Albiol</li>
<li>DF: Gerard Pique</li>
<li>DF: Carlos Marchena</li>
<li>DF: Carles Puyol</li>
<li>MF: Andres Iniesta</li>
<li>FW: David Villa</li>
<li>MF: Xavi</li>
<li>FW: Fernando Torres</li>
<li>MF: Cesc Fabregas</li>
<li>DF: Joan Capdevila</li>
<li>GK: Víctor Valdss</li>
<li>MF: Juan Mata</li>
<li>MF: Xabi Alonso</li>
<li>DF: Sergio Ramos</li>
<li>MF: Sergio Busquets</li>
<li>DF: Alvaro Arbeloa</li>
<li>FW: Pedro</li>
<li>FW: Fernando Llorente</li>
<li>MF: Javi Martinez</li>
<li>MF: David Silva</li>
<li>MF: Jesus Navas</li>
<li>GK: Pepe Reina</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2><span class="goog-text-highlight" style="font-size: 24pt;">Tim Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa: Brasil di Piala Dunia 1970</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim ini dianggap oleh sebagian besar sejarawan dan kritikus sepak bola sebagai tim sepak bola terbaik sepanjang masa. Skuad Brasil yang berkompetisi di Meksiko kala itu memiliki banyak pemain legendaris, seperti Pele, Jairzinho, Tostao, Rivelino, dan Carlos Alberto. Melansir dari <a href="https://www.sportsnet.ca/soccer/ranking-top-10-world-cup-teams-time/" target="_blank" rel="noopener">sportsnet</a>, Brasil memenangkan seluruh pertandingan dalam perjalanan mereka untuk menjadi negara pertama yang memenangkan tiga Piala Dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Amatlah tepat jika Piala Dunia 1970 adalah yang pertama disiarkan di TV berwarna. Penyebabnya tentu saja karena ada Tim Nasional Brasil yang memperlihatkan permainan amat berwarna nan indah. Sementara sebagian besar tim lain masih menggunakan pendekatan hitam dan putih yang begitu-gitu saja dan dapat diprediksi.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/BRA?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#BRA</a>&#8216;s 1970 <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a>-winning captain Carlos Alberto Torres would have turned 74 today.</p>
<p>Do you remember this goal he scored from the 1970 Final? <a href="https://t.co/O9P8kXWWig">pic.twitter.com/O9P8kXWWig</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1019305990435627008?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 17, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keindahan warna-warni sepak bola tim Brasil terutama ditunjukkan pada partai final, kala mereka membantai Italia 4-1. Saat itu, Carlos Alberto mencetak salah satu gol terbaik sepanjang masa.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Brasil Piala Dunia 1970</span></h3>
<ul>
<li>GK: Felix</li>
<li>DF: Brito</li>
<li>DF: Piazza</li>
<li>DF: Carlos Alberto (c)</li>
<li>MF: Clodoaldo</li>
<li>DF: Marco Antônio</li>
<li>FW: Jairzinho</li>
<li>MF: Gerson</li>
<li>FW: Tostao</li>
<li>FW: Pele</li>
<li>MF: Rivelino</li>
<li>GK: Ado</li>
<li>FW: Roberto</li>
<li>DF: Baldocchi</li>
<li>DF: Fontana</li>
<li>DF: Everaldo</li>
<li>DF: Joel</li>
<li>MF: Paulo Cesar</li>
<li>FW: Edu</li>
<li>FW: Dario</li>
<li>DF: Ze Maria</li>
<li>GK: Leao</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah dia Speakers, 5 tim terbaik yang pernah ada di Piala Dunia sepanjang sejarah di gelarnya ajang sepak bola empat tahun itu. Setujukah kalian dengan daftar di atas?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca juga kabar seputar <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala Dunia</a> menarik lainnya di rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> dan <a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a> SpeakBola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola, ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/tim-sepak-bola-terbaik/">5 Tim Sepak Bola Terbaik di Piala Dunia Sepanjang Masa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Grup Neraka Piala Dunia 2022 yang Kurang Panas: Grup E!</title>
		<link>https://speakbola.com/grup-neraka-piala-dunia-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 09:27:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Grup E Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Kosta Rika]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Spanyol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2486</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Piala Dunia tidak jarang melahirkan grup neraka yang diisi oleh tim-tim kuat. Begitu halnya dengan edisi kali ini, Grup E yang diisi oleh Spanyol, Jerman, Jepang, dan Kosta Rika digadanng-gadang sebagai grup neraka Piala Dunia 2022. Dengan komposisi grup yang berisi dua negara mantan juara Piala dunia dan dua negara, bisa dibilang kuda [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/grup-neraka-piala-dunia-2022/">Grup Neraka Piala Dunia 2022 yang Kurang Panas: Grup E!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong></span> &#8211; <span style="font-size: 12pt;"><a href="https://speakbola.com/piala-dunia-pesta-sepak-bola/">Piala Dunia</a> tidak jarang melahirkan grup neraka yang diisi oleh tim-tim kuat. Begitu halnya dengan edisi kali ini, Grup E yang diisi oleh Spanyol, Jerman, Jepang, dan Kosta Rika digadanng-gadang sebagai grup neraka <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia-2022/">Piala Dunia 2022</a>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dengan komposisi grup yang berisi dua negara mantan juara <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala dunia</a> dan dua negara, bisa dibilang kuda hitam lah, apakah pantas grup E disebut grup neraka Piala Dunia 2022 Qatar? Atau sebutan neraka bagi grup E hanyalah sebutan yang dipaksakan saja, agar fase grup Piala Dunia 2022 terkesan seru?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> kali ini speakbola.com akan membedah satu persatu peserta grup E sehingga Speakers sekalian dapat menyimpulkan apakah grup E Piala Dunia 2022 layak disebut sebagai grup neraka.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Spanyol</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Spanyol adalah negara yang berhasil menjadi juara Piala Dunia tahun 2010 di Afrika Selatan. Bermaterikan mayoritas pemain-pemain Real Madrid dan Barcelona, Spanyol dengan tiki takanya menjadi penguasa dunia saat itu. Mereka meraih Double winner, Piala Dunia 2010 dan EURO 2012.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">The most iconic winning goal ever? ✨ 🇪🇸 <a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 2010, Andres Iniesta produced some late magic as Spain won their first <a href="https://twitter.com/hashtag/FIFAWorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#FIFAWorldCup</a>! 🏆 🤩 <a href="https://twitter.com/andresiniesta8?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@andresiniesta8</a> | <a href="https://twitter.com/SEFutbol?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@SEFutbol</a> <a href="https://t.co/B78JQy2lqd">pic.twitter.com/B78JQy2lqd</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1546478622705422345?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 11, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Spanyol juga adalah salah satu negara dengan catatan partisipasi paling banyak di Piala Dunia dalam grup E. Hingga Piala Dunia 2018 di Rusia lalu, Spanyol telah berpartisipasi sebanyak 15 kali dalam pesta sepak bola sejagat raya ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pun begitu, sepanjang 15 kali keikutsertaannya dalam ajang ini banyak pula langkah Spanyol yang hanya berakhir hingga fase grup saja. Salah satunya yaitu di Piala Dunia 2014 Brazil. Spanyol kandas di fase grup, sebagaimana kutukan Piala Dunia mengatakan bahwa juara bertahan akan mengalami kesialan di Piala Dunia berikutnya.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">💨 Catch him if you can (spoiler: Spain couldn&#8217;t) 😬</p>
<p>⏪ <a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 2014, Arjen Robben scored this stunning breakaway goal as <a href="https://twitter.com/OnsOranje?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@OnsOranje</a> served up a shock 5-1 demolition of the <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> holders 😲 <a href="https://t.co/EBpB51yDak">pic.twitter.com/EBpB51yDak</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1403975675078451202?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 13, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bermaterikan pemain-pemain muda minim pengalaman Piala Dunia, posisi Spanyol saat ini di rangking <a href="https://www.fifa.com/fifa-world-ranking/ESP" target="_blank" rel="noopener">FIFA</a> adalah urutan ke tujuh. Namun demikian kedalaman squad Spanyol di Piala Dunia 2022 Qatar nanti tidak untuk dianggap remeh.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pun belum secara resmi mengumumkan skuad mereka, merujuk pada <a href="https://www.uefa.com/uefanationsleague/teams/122--spain//squad/" target="_blank" rel="noopener">skuad Spanyol</a> di UEFA Nations League, masih ada beberapa pemain mantan juara dunia yang jadi bagian. Selain itu, kualitas kompetisi di mana para pemain Spanyol bermain amat baik, rerata adalah liga Eropa. Jadi, sang Juara Piala Dunia 2010 ini memanglah pantas digadang-gadang sebagi tim yang menakutkan di Piala Dunia 2022 nanti.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Kosta Rika</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Perjalanan timnas Kosta Rika mendapatkan tiket Piala Dunia 2022 tidaklah mudah. Mereka harus melalui babak play-off dulu untuk bisa melaju mewakili konfederasi CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hanya ada empat wakil dari CONCACAF yang boleh ikut Piala Dunia 2022 dan Kosta Rika adalah negara terakhir. Sebelumnya ada Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko yang tembus lebih dulu. Kosta Rika harus mengalahkan Selandia Baru terlebih dahulu untuk bisa lolos ke kompetisi empat tahunan ini.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🇨🇷🥳</p>
<p>Celebration time for Costa Rica who reach their third consecutive <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FIFAWorldCup</a> tournament!<a href="https://twitter.com/hashtag/WCQ?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WCQ</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/Qatar2022?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#Qatar2022</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/CostaRica?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#CostaRica</a> <a href="https://t.co/SJ7X1nmaXf">pic.twitter.com/SJ7X1nmaXf</a></p>
<p>— beIN SPORTS (@beINSPORTS_EN) <a href="https://twitter.com/beINSPORTS_EN/status/1536800256834392067?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 14, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam pembagian grup Piala Dunia 2022 Qatar, Kosta Rika masuk ke dalam grup E bersama Jepang, Spanyol, dan Jerman. Bagi Kosta Rika yang amat minim pengalaman Piala Dunia, baru 5 kali tampil, grup ini tentulah menjadi grup neraka di Piala Dunia 2022.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejak pertama kali berpartisipasi pada Piala Dunia 1990 di Italia, prestasi terjauh mereka hanyalah masuk kebabak delapan besar. Saat itu, di Piala Dunia 2014 Brazil, mereka kalah melalui babak adu pinalti oleh Belanda. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kendati demikian, di Piala Dunia 2014 lalu Kosta Rika berada dalam satu grup bersama tiga negara kuat, Italia, Uruguay, dan Inggris. Grup yang lebih neraka ketimbang grup mereka saat ini. Mereka berhasil menaham imbang Inggris 0-0, mengalahkan Uruguay 3-1, dan mengalahkan Italia 1-0. Sejak saat itulah istilah kuda hitam disempatkan ke negara yang saat ini berada di posisi 31 rangking <a href="https://www.fifa.com/fifa-world-ranking/CRC" target="_blank" rel="noopener">FIFA</a> ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dari segi kedalaman squad, Pemain Kosta Rika kebanyakan sudah berusia di atas 30 tahun. Seperti halnya Keylor Navas (35) dan juga sang kapten, Bryan Ruiz (36). Tetapi, Keylor Navas, yang merupakan kiper PSG tentu yang paling disorot di antara pemain Timnas Kosta Rika lainnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, masih ada beberapa nama-nama lain yang pernah malang melintang di sepak bola Eropa seperti Joel Campbell misalnya. Campbell pernah berseragam Arsenal pada tahun 2011. Dia kemudian berpindah-pindah ke Villarreal hingga Real betis.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Jerman</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jerman adalah negara dengan tradisi sepak bola yang kuat. Tak heran bila Tim Nasional Jerman merupakan salah satu tim terkuat di dunia sepak bola. Sejarah Jerman bersama Piala Dunia juga amatlah kuat, mereka telah menjadi juara Piala Dunia sebanyak empat kali. Tiga gelar juara Piala Dunia Jerman diraih saat negara ini masih terpecah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, yaitu pada Piala Dunia 1954, 1974 dan 1990. Kemudian gelar juara pada Piala Dunia 2014 diraih sebagai Jerman saja, tanpa barat dan timur.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di samping itu, dari 19 kali partisipasinya dalam kompetisi empat tahunan ini, Timnas Jerman selalu punya prestasi yang baik, paling tidak tembus hingga babak delapan besar. Hanya dua kali mereka pulang di fase grup atau babak pertama Piala Dunia, yaitu Piala Dunia 1938 dan 2018. Jadi meskipun <a href="https://www.fifa.com/fifa-world-ranking/GER" target="_blank" rel="noopener">ranking FIFA</a> Jerman saat ini ada di bawah Spanyol, yaitu 11, berbicara soal Piala Dunia, salah satu negara dengan bintang Piala Dunia terbanyak ini masih jauh lebih baik dari ketiga tim lainnya.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">On this day in 2018, Germany’s World Cup defence was ended by Korea and Son Heung-min 😮</p>
<p>(via <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FIFAWorldCup</a>)<a href="https://t.co/FfC3hWZP7I">pic.twitter.com/FfC3hWZP7I</a></p>
<p>— B/R Football (@brfootball) <a href="https://twitter.com/brfootball/status/1409115357000912898?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 27, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kursi kepelatihan Jerman saat ini dipegang oleh Hansi Flick. Ia menggantikan Joachim Loew yang berhasil membawa Jerman meraih gelar Juara Dunia 2014. Flick tidak asing lagi dengan timnas Jerman sebab pada tahun 2006-2014 ia menjadi asisten Joachim Loew. Secara tidak langsung, Flick punya peran membentuk skuad Jerman yang menjadi juara dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Manuel Neuer masih menjadi andalan di bawah mistar gawang Jerman. Kapten tim ini merupakan anggota Timnas Jerman saat meraih Piala Dunia 2014. Neuer merupakan kiper yang mampu mengoleksi tidak hanya gelar Bundesliga bersama Bayern Munchen, tetapi juga Liga Champions. Neuer kini memiliki 113 caps bersama Der Panzer.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di samping Neuer, skuad Timnas Jerman 2022 masih diisi oleh pemain-pemain berpengalaman lainnya semisal Joshua Kimmich, Serge Gnarby, dan Thomas Muller, yang saat ini sudah mengoleksi 10 gol Piala Dunia.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Jepang</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Prestasi terbaik Jepang di Piala Dunia adalah 3 kali menembus babak 16 besar. Selebihnya, dari total 6 kali percobaan, Samurai Biru langsung 3 kali gugur di fase grup. Jepang baru menjalani debutnya di Piala Dunia 1998 di Perancis. Sebagai debutan kala itu, mereka kalah bersaing dengan Argentina, Kroasia, dan Jamaika.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jika dicermati, Jepang selalu mendapatkan hasil yang bergantian di setiap keikutsertaan Piala Dunia mereka. Gagal di fase grup 1998, 2006, dan 2014. Namun Jepang sukses ke fase gugur di tahun 2002, 2010, dan 2018. Jika tren tersebut berlanjut, harusnya Jepang kandas di fase grup Piala Dunia Qatar 2022.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">When you bag an injury-time winner to send your country to the <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> quarter-finals 💥<a href="https://twitter.com/NChadli?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@NChadli</a> 🇧🇪👏</p>
<p>🎥 Highlights 👉 <a href="https://t.co/LOdKDX2Cwn">https://t.co/LOdKDX2Cwn</a><br />
📺 TV listings 👉 <a href="https://t.co/xliHcxWvEO">https://t.co/xliHcxWvEO</a> <a href="https://t.co/tzvoWhVbp7">pic.twitter.com/tzvoWhVbp7</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1013901378765369345?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 2, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kemungkinan itu semakin besar jika melihat komposisi grup Piala Dunia yang dihuni Jepang saat ini. Berdasarkan head to head, Jepang tak punya catatan bagus menghadapi Spanyol dan Jerman. Jepang kalah dalam satu-satunya pertemuan di laga uji coba melawan Spanyol tahun 2001 dengan skor 1-0. Sedangkan melawan Jerman, Jepang meraih hasil satu imbang dan satu kalah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Catatan lebih bagus didapatkan Jepang ketika berjumpa Kosta Rika. Mereka tak pernah kalah. Tiga menang dan satu imbang adalah hasil yang dimiliki Jepang kala berjumpa Kosta Rika.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Harapan untuk lolos tentu diusung tinggi oleh skuad Jepang yang saat ini menempati <a href="https://www.fifa.com/fifa-world-ranking/JPN" target="_blank" rel="noopener">posisi 24</a> rangking FIFA. Mereka bisa dikatakan punya generasi pemain bagus di timnas saat ini. Ada pemain muda seperti Takefusa Kubo, Ritsu Doan, dan Reo Hatate yang bermain di Eropa. Ada juga mereka yang berada dalam usia emas seperti Daichi Kamada, Kyogo Furuhashi, dan Takumi Minamino. Demikian halnya dengan pemain senior seperti Maya Yoshida, Yuto Nagatomo, dan Genki Haraguchi.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Pembagian Grup Piala Dunia 2022</span></h2>
<ul>
<li><strong>Grup A</strong>: Qatar (tuan rumah), Ekuador, Senegal, Belanda</li>
<li><strong>Grup B</strong>: Inggris, Iran, Amerika Serikat, Wales</li>
<li><strong>Grup C</strong>: Argentina, Arab Saudi, Meksiko, Polandia</li>
<li><strong>Grup D</strong>: Perancis, Denmark, Tunisia, Australia</li>
<li><strong>Grup E</strong>: Spanyol, Jerman, Jepang, Kosta Rika</li>
<li><strong>Grup F</strong>: Belgia, Kanada, Maroko, Kroasia</li>
<li><strong>Grup G</strong>: Brasil, Serbia, Swiss, Kamerun</li>
<li><strong>Grup H</strong>: Portugal, Ghana, Uruguay, Korea Selatan</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menilik pada komposisi pembagian grup Piala Dunia 2022 Qatar yang lebih merata maka pastilah dikatakan bila Grup E adalah grup neraka, yang kurang panas, di <a href="https://speakbola.com/jadwal-lengkap-piala-dunia-2022/">Piala Dunia 2022 Qatar</a> lantaran grup E memiliki dua negara Juara Piala Dunia. Namun demikian, sebenarnya masih ada grup lain yang bisa juga dikatakan neraka, yaitu grup C  dan Grup H. </span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/grup-neraka-piala-dunia-2022/">Grup Neraka Piala Dunia 2022 yang Kurang Panas: Grup E!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Pemain Bola Yang Pensiun Dini, Pemain Asal Jerman Yang Terbanyak</title>
		<link>https://speakbola.com/pemain-bola-yang-pensiun-dini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 11:45:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Andre Schurrle]]></category>
		<category><![CDATA[Benedikt Howedws]]></category>
		<category><![CDATA[Lars Bender]]></category>
		<category><![CDATA[pemain sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Pensiun Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Philipp Lahm]]></category>
		<category><![CDATA[Sandro Wagner]]></category>
		<category><![CDATA[Sven Bender]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Jerman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2413</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Ketenaran dan kekayaan adalah dua hal yang amat memungkinkan diraih oleh seorang pemain sepak bola. Apalagi bila mereka adalah pemain-pemain berprestasi yang pernah memenangkan Piala Dunia, amat memungkinkan bagi para pemain itu untuk memiliki karir sepak bola yang panjang. Tapi, itu semua tidak berlaku bagi beberapa pemain Timnas Jerman ini. Usai menjadi juara [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pemain-bola-yang-pensiun-dini/">5 Pemain Bola Yang Pensiun Dini, Pemain Asal Jerman Yang Terbanyak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Ketenaran dan kekayaan adalah dua hal yang amat memungkinkan diraih oleh seorang pemain sepak bola. Apalagi bila mereka adalah pemain-pemain berprestasi yang pernah memenangkan Piala Dunia, amat memungkinkan bagi para pemain itu untuk memiliki karir sepak bola yang panjang. Tapi, itu semua tidak berlaku bagi beberapa pemain Timnas Jerman ini. Usai menjadi juara Piala Dunia pada 2014, mereka lebih memilih menjadi pemain bola yang pensiun dini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berbagai latar belakang alasan menjadi penyebab para pemain ini memilih meninggalkan sepak bola di usia muda. Pada rubrik Offside kali ini, mari kita telusuri penyebab para pemain berprestasi ini memutuskan meninggalkan lapangan hijau lebih cepat.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">1. Andre Schurrle &#8211; 29 Tahun</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Andre Schurrle secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia sepak bola pada 2020. Schurrle memilih pensiun di usia yang masih terbilang cukup muda bagi ukuran pemain sepak bola, yaitu 29 tahun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Alasan Andre Schurrle pensiun dini diduga karena ia merasakan stres akibat karier sepak bolanya yang mentok, alias tidak berkembang. Padahal, Schurrle sebenarnya sempat membela Chelsea pada medio 2013-2015, namun ia kesulitan untuk bisa bermain secara reguler.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di level Timnas Jerman, Schurrle sendiri sebenarnya berperan cukup penting dalam membantu Timnas Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. Kala pertandingan final melawan Timnas Argentina, Schurrle mengirimkan umpan silang yang kemudian dikonversi menjadi gol kemenangan oleh Mario Gotze.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">World Cup winner Andre Schurrle has chosen to retire from football at the age of 29 🇩🇪 <a href="https://t.co/8LUo1fuY2W">pic.twitter.com/8LUo1fuY2W</a></p>
<p>— B/R Football (@brfootball) <a href="https://twitter.com/brfootball/status/1284109058157445120?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 17, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun sejak tersisih dari Chealse dan memilih pulang ke Jerman, karir Schurrle mulai menurun. Schurrle secara perlahan tersisih dari skuad Dortmund. Ia pun dipinjamkan ke Fulham dan kemudian Spartak Moskow. Akhirnya, setelah musim kompetisi 2019-2020 selesai, Dortmund membuat pilihan untuk memutus kontrak Schurrle yang sebenarnya masih menyisakan satu tahun lagi.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Penghargaan Andre Schurrle</span></h3>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Klub:</span></h4>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Mainz 05 U19</strong>: </span>Under 19 Bundesliga 2008-09</li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Chelsea</strong>: </span>Premier League 2014-15</li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Wolfsburg</strong>: </span>DFB-Pokal: 2014–15 &amp; DFL-Supercup: 2015</li>
<li><strong>Borussia Dortmund</strong>: DFB-Pokal 2016–17</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Timnas Jerman</span></h4>
<ul>
<li>Piala Dunia 2014</li>
<li>Juara Ketiga UEFA European Championship 2012</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Individual</span></h4>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Premier League Goal of the Month: January 2019</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">BBC Goal of the Month: January 2019</span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;" data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Lars Bender dan Sven Bender&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:701,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;10&quot;:1,&quot;12&quot;:0}">2. Lars dan Sven Bender &#8211; 31 Tahun</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://speakbola.com/5-pemain-bola-kembar/">Pemain sepak bola kembar</a>, Lars Bender dan Sven Bender, memutuskan untuk pensiun akhir musim 2020/2021 berakhir.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">ℹ️ Lars and Sven Bender will not renew their expiring contracts at Bayer 04 and will end their professional playing careers at the end of the current season. <a href="https://t.co/0JIfo9VltC">pic.twitter.com/0JIfo9VltC</a></p>
<p>— Bayer 04 Leverkusen (@bayer04_en) <a href="https://twitter.com/bayer04_en/status/1340983588850970624?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">December 21, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sven Bender mulai bermain untuk Bayer Leverkusen sejak musim 2017/2018. Saat itu, pihak Leverkusen membelinya dengan harga 15 juta euro agar bisa bermain dengan saudara kembarnya, Lars, yang telah lebih dulu bermain di Bayer Leverkusen sejak dibeli dari TSV 1860 Munich pada 2009.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lars Bender gagal memberikan satu trofi pun bagi Leverkusen, sementara kembarannya, Sven, dua kali meraih gelar Bundesliga bersama Dortmund. Dia juga punya dua gelar DFB Pokal, yang diraihnya juga saat membela Dortmund.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di usia 31 tahun, saudara kembar ini sebenarnya masih berada di level kompetitif bagi pesepak bola. Paling tidak, karir mereka bisa berlanjut tiga atau empat musim ke depan secara kompetitif. Namun Lars dan Sven Bender memutuskan menjadi pemain bola yang pensiun dini dan tidak mengambil tawaran kontrak baru dari Bayer Leverkusen. Mereka merasa tidak lagi cukup bugar usai mengalami beberapa cedera sepanjang tahun 2020.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Penghargaan</span></h3>
<h4><span style="font-size: 14pt;">Lars Bender</span></h4>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Timnas Jerman</span></h5>
<ul>
<li>UEFA European Under-19 Championship: 2008</li>
<li>Summer Olympic Games: Silver Medal, 2016</li>
</ul>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Individual</span></h5>
<ul>
<li>Fritz Walter Medal U17 Gold Medal 2006</li>
<li>UEFA European Under-19 Football Championship Golden Player: 2008</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 14pt;">Sven Bender</span></h4>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Klub (Borussia Dortmund)</span></h5>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Bundesliga: 2010–11, 2011–12</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">DFB-Pokal: 2011–12, 2016–17</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">DFL-Supercup: 2013, 2014</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">UEFA Champions League runner-up: 2012–13</span></li>
</ul>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Timnas Jerman</span></h5>
<ul>
<li>UEFA European Under-19 Championship: 2008</li>
<li>Summer Olympic Games: Silver Medal, 2016</li>
</ul>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Individual</span></h5>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Fritz Walter Medal U17 Bronze Medal 2006</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">UEFA European Under-19 Football Championship Golden Player: 2008</span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;" data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Sandro Wagner&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:10943,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16777215},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;10&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:4473924},&quot;16&quot;:10}">3. Sandro Wagner &#8211; 32 Tahun</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sandro Wagner mengikuti jejak Schurrle dan si kembar menjadi pemain bola yang pensiun dini di usia 32 tahun pada 2020 lalu. Wagner memutuskan untuk mundur dari dunia yang membesarkan namanya setelah memutus kontraknya dengan klub China, Tianjin Teda.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">After he terminated his contract with Tianjin TEDA, Sandro Wagner could retire from football and start a coaching career. Wagner has an agreement with Bayern to start working at the club as a youth coach after he ends his active career [Bild] <a href="https://t.co/lM3WzqBKzk">pic.twitter.com/lM3WzqBKzk</a></p>
<p>— Bayern &amp; Germany (@iMiaSanMia) <a href="https://twitter.com/iMiaSanMia/status/1287060640318861314?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 25, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keputusan pensiun dini Sandro Wagner dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya. Selain itu, keputusan Wagner juga berkaitan dengan persiapannya banting stir ke dunia kepelatihan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Penghargaan</span></h2>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Klub (Bayern Munich)</span></h3>
<ul>
<li>Bundesliga: 2007–08, 2017–18</li>
<li>DFL-Ligapokal: 2007</li>
<li>DFL-Supercup: 2018</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Timnas Jerman U21</span></h3>
<ul>
<li>UEFA European Under-21 Championship: 2009</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Timnas Jerman Senior</span></h3>
<ul>
<li>FIFA Confederations Cup: 2017</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">4. Benedikt Howedes &#8211; 32 Tahun</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Benedikt Howedes memutuskan untuk pensiun sebagai pemain sepak bola profesional di usia yang relatif masih kompetitif, 32 tahun. Alasan di balik keputusannya menyusul Schurrle dkk menjadi pemain bola yang pensiun dini diduga adalah keluarga.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Howedes menghabiskan 16 tahun karier sepak bolanya bersama Schalke 04 dan berhasil meraih gelar juara DFB Pokal pada tahun 2011. Kemudian pada musim panas 2017, Howedes memilih hengkang untuk bergabung bersama Juventus dengan status sebagai pemain pinjaman. Bersama Si Nyonya Tua, Howedes berhasil meraih gelar juara Serie A dan Coppa Italia.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Benedikt Höwedes has announced his retirement.</p>
<p>For six straight seasons, <a href="https://twitter.com/BeneHoewedes?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@BeneHoewedes</a> wore the captain&#8217;s armband for Schalke&#8230; ⚒️©️</p>
<p>No other player in Bundesliga history has ever captained a team for that long. <a href="https://t.co/IGZw8nCacT">pic.twitter.com/IGZw8nCacT</a></p>
<p>— Bundesliga English (@Bundesliga_EN) <a href="https://twitter.com/Bundesliga_EN/status/1289190152343105538?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 31, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Satu musim bersama Juventus, Howedes resmi meninggalkan Schalke 04. Kemudian ia pindah permanen ke klub raksasa asal Rusia, Lokomotiv Moscow.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bersama Lokomotiv Moskow, pemain kelahiran Haltern, Jerman ini sukses mempersembahkan Piala Rusia dan Piala Super rusia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hingga pada Juni 2020, Howedes mengakhiri kontrak profesionalnya bersama Lokomotiv Moskow kemudian memutuskan pensiun dini.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Penghargaan</span></h3>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Klub</span></h4>
<ul>
<li><strong>Schalke 04</strong>: DFB-Pokal 2010–11 &amp; DFL-Supercup 2011</li>
<li><strong>Juventus</strong>: Serie A 2017–18 &amp; Coppa Italia 2017–18</li>
<li><strong>Lokomotiv Moscow</strong>: Russian Cup 2018–19</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Timnas Jerman U21</span></h4>
<ul>
<li>UEFA European Under-21 Championship: 2009</li>
</ul>
<h4>Timnas Jerman Senior</h4>
<ul>
<li>Piala Dunia 2014</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Individual</span></h4>
<ul>
<li>Fritz Walter Medal U19 Gold Medal 2007</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">5. Philipp Lahm &#8211; 33 Tahun</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kapten Bayern Muenchen, Philipp Lahm, mengumumkan pensiun sepak bola pada Februari 2017 di usia 33 tahun dalam sebuah laga perpisahan yang sangat emosional saat melawan Freiburg, Sabtu, 20 Mei 2017. Di laga terakhirnya, Lahm memberikan kemenangan 4-1 bagi Bayern sebelum menyandang status sebagai pemain bola yang pensiun dini.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Bayern Munich&#8217;s Philipp Lahm has confirmed he will retire at the end of the season. <a href="https://t.co/z1VHhpeWEg">pic.twitter.com/z1VHhpeWEg</a></p>
<p>— DW Sports (@dw_sports) <a href="https://twitter.com/dw_sports/status/829093623249698817?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">February 7, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu bek dan gelandang bertahan terbaik dunia itu telah memenangkan 22 piala domestik dan Eropa dengan The Bavarian, termasuk gelar ke-8 Bundesliga. Prestasi Lahm menyamai 3 legenda Bayern, yakni Oliver Kahn, Bastian Schweinsteiger dan Mehmet Scholl.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebelum benar-benar meninggalkan sepak bola, Philipp Lahm sudah lebih dulu pensiun dari Tim Nasional usai sukses mengantarkan Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. Ia telah tampil 113 kali bersama Timnas Jerman sejak laga debutnya pada 2002.</span></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">Penghargaan Philipp Lahm</span></h3>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Klub (Bayern Munich)</span></h4>
<ul>
<li>Bundesliga: 2005–06, 2007–08, 2009–10, 2012–13, 2013–14, 2014–15, 2015–16, 2016–17</li>
<li>DFB-Pokal: 2005–06, 2007–08, 2009–10, 2012–13, 2013–14, 2015–16</li>
<li>DFL-Ligapokal: 2007</li>
<li>DFL-Supercup: 2010, 2012, 2016</li>
<li>UEFA Champions League: 2012–13</li>
<li>UEFA Super Cup: 2013</li>
<li>FIFA Club World Cup: 2013</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Timnas Jerman</span></h4>
<ul>
<li>Piala Dunia: Juara: 2014, Juara ketiga: 2006 &amp; 2010</li>
<li>UEFA European Championship runner-up: 2008, semi-finals: 2012</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Timnas Jerman U19</span></h4>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">UEFA European Under-19 Championship runner-up: 2002</span></li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Individual</span></h4>
<ul>
<li>Silbernes Lorbeerblatt: 2006, 2010, 2014</li>
<li>FIFA World Cup All-Star Team: 2006, 2010</li>
<li>FIFA World Cup Dream Team: 2010</li>
<li>FIFA World Cup Castrol Index All Star Team: 2014</li>
<li>UEFA Team of the Year: 2006, 2008, 2012, 2013, 2014</li>
<li>UEFA European Championship Team of the Tournament: 2008, 2012</li>
<li>ESM Team of the Year: 2013, 2014</li>
<li>FIFA Club World Cup Silver Ball: 2013</li>
<li>FIFA FIFPro World XI: 2013, 2014</li>
<li>FIFA FIFPro World XI 2nd team: 2015</li>
<li>FIFA FIFPro World XI 3rd team: 2016</li>
<li>FIFA FIFPro World XI 4th team: 2017</li>
<li>UEFA Champions League Team of the Season: 2013–14</li>
<li>FIFA Ballon d&#8217;Or: 6th place 2014</li>
<li>UEFA Ultimate Team of the Year 2015</li>
<li>UEFA European Championship All-time XI 2016</li>
<li>Footballer of the Year in Germany: 2017</li>
<li>Honorary citizen of Munich: 2019</li>
<li>Ballon d&#8217;Or Dream Team (Bronze): 2020</li>
<li>IFFHS World team of the decade 2011–2020</li>
<li>IFFHS UEFA team of the decade 2011–2020</li>
<li>IFFHS All-time Europe Men&#8217;s Dream Team: 2021</li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pemain-bola-yang-pensiun-dini/">5 Pemain Bola Yang Pensiun Dini, Pemain Asal Jerman Yang Terbanyak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Negara Pemilik Gelar Juara Piala Dunia Terbanyak</title>
		<link>https://speakbola.com/6-negara-juara-piala-dunia-terbanyak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2022 10:58:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Juara Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kontestan piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Uruguay]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2294</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Piala Dunia adalah turnamen sepak bola internasional yang diikuti oleh tim nasional pria senior dari berbagai negara. Turnamen sepak bola ini adalah salah satu kompetisi olahraga internasional paling populer. Pada tahun 2014, tercatat lebih dari 3 miliar orang menonton Piala Dunia. Sejak pertama kali digelar pada 1930, Piala Dunia telah diselenggarakan sebanyak 21 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/6-negara-juara-piala-dunia-terbanyak/">6 Negara Pemilik Gelar Juara Piala Dunia Terbanyak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; <a href="https://speakbola.com/piala-dunia-pesta-sepak-bola/">Piala Dunia</a> adalah turnamen sepak bola internasional yang diikuti oleh tim nasional pria senior dari berbagai negara. Turnamen sepak bola ini adalah salah satu kompetisi olahraga internasional paling populer. Pada tahun 2014, tercatat lebih dari 3 miliar orang menonton <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala Dunia</a>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejak pertama kali digelar pada 1930, <a href="https://speakbola.com/sejarah-trofi-piala-dunia/">Piala Dunia</a> telah diselenggarakan sebanyak 21 kali, dengan 6 negara menjadi pemilik gelar juara terbanyak.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> kali ini, speakbola.com akan menganjak Speakers sekalian untuk mengenal 6 negara pemilik gelar juara Piala Dunia terbanyak.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Brasil: 5 Kali Juara Piala Dunia (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Brasil adalah tim paling sukses di Piala Dunia dengan koleksi lima gelar juara Piala Dunia. Tim Nasional Brasil juga adalah satu-satunya Timnas yang lolos ke 21 edisi Piala Dunia, tak pernah absen sekalipun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gelar juara pertama Brasil diraih pada Piala Dunia 1958. Saat itu, <a href="https://speakbola.com/tag/pele/">Pele</a> yang baru berumur 17 tahun mencetak enam gol di turnamen tersebut. Brasil mengalahkan tuan rumah Swedia 5-2 di final untuk mengangkat trofi. Kemudian 4 tahun berikutnya di Piala Dunia 1962, Brasil mempertahankan gelar mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pele dan Brasil memenangkan gelar ketiga mereka pada tahun 1970. Dengan pencapaian tersebut Pele menjadi pemain peraih trofi Piala Dunia terbanyak. Dari 4 penampilan Pele di Piala Dunia, hanya 1 kali saja trofi itu lolos dari tangannya, yaitu saat Piala Dunia 1966.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Every single goal from Brazil&#8217;s 2002 World Cup triumph! 💥 🇧🇷</p>
<p>Which of these goals was the best? 💭 <a href="https://twitter.com/hashtag/KoreaJapan02?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#KoreaJapan02</a> | <a href="https://twitter.com/CBF_Futebol?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@CBF_Futebol</a> <a href="https://t.co/FUBYZxzwVQ">pic.twitter.com/FUBYZxzwVQ</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1542493795002077185?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 30, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gelar juara terakhir Brasil datang pada tahun 2002 yang diadakan di Korea Selatan dan Jepang. Bintang Timnas Brasil saat itu, <a href="https://speakbola.com/tag/phenomenon/">Ronaldo</a>, mencetak delapan gol untuk memandu Brasil menjadi juara sekaligus meraih Sepatu Emas sebagai top skor Piala Dunia 2022.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Jerman: 4 Kali Juara Piala Dunia (1954, 1974, 1990, dan 2014)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jerman adalah negara dengan tradisi sepak bola yang kuat. Tak heran bila Tim Nasional Jerman merupakan salah satu tim terkuat di dunia sepakbola. Mereka telah menjadi juara Piala Dunia sebanyak empat kali.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">3 gelar juara Jerman di Piala Dunia diraih saat negara ini masih terpecah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, yaitu pada Piala Dunia 1954, 1974 dan 1990. Kemudian gelar juara pada Piala Dunia 2014 diraih sebagai Jerman saja, tanpa barat dan timur.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🇺🇾🇮🇹🇩🇪🇧🇷🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿🇦🇷🇫🇷🇪🇸<br />
Only eight countries have ever won the <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a>. A new series on Netflix called &#8220;Becoming Champions&#8221; looks at the stories behind those teams. Perfect holiday viewing! 📺🤶🎅</p>
<p>FEATURING GERMANY🇩🇪<a href="https://t.co/256FXJkQES">pic.twitter.com/256FXJkQES</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1078946225137676288?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">December 29, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">2 orang <a href="https://speakbola.com/skor-piala-dunia/">pencetak gol terbanyak Piala Dunia</a> sepanjang masa juga berasal dari Jerman. Mereka adalah <a href="https://speakbola.com/tag/gerd-muller/">Gerd Muller</a> dan <a href="https://speakbola.com/tag/miroslave-klose/">Miroslav Klose</a>. Muller memegang gelar top skor sepanjang masa Piala Dunia selama 32 tahun dengan 14 Gol. Dia dikenal sepanjang karirnya sebagai salah satu striker paling mematikan saat berada di area gawang. Seluruh gol Piala Dunianya terjadi di dalam kotak penalti.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Piala Dunia 2014 mungkin adalah yang paling sempurna bagi Jerman. Saat itu selain keluar sebagai juara, striker mereka, Miroslav Klose, juga berhasil menggeser Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang sejarah. menyumbangkan dua gol selama perjuangan Timnas Jerman dalam meraih trofi Piala Dunia 2014 di Brasil, sekaligus menyalip Ronaldo, yang saat itu menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa. </span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> five year ago, Miroslav Klose scored his record-breaking 16th FIFA <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> goal in <a href="https://twitter.com/DFB_Team_EN?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@DFB_Team_EN</a>&#8216;s 7-1 semi-final win over Brazil <a href="https://t.co/1v8DMoa1AT">pic.twitter.com/1v8DMoa1AT</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1148120928707944448?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 8, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gol yang menobatkan Miroslav Klose sebagai top skor sepanjang masa dicetaknya saat melawan Brasil di semifinal. Saat itu Jerman membantai tuan rumah dengan skor 7-1. Dengan gol tersebut total gol Piala Dunia Klose adalah 16.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Italia: 4 Kali Juara Piala Dunia (1934, 1938, 1982, dan 2006)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejatinya, Piala Dunia sendiri sangatlah akrab dengan Italia. Dalam 21 edisi Piala Dunia, 18 di antaranya Italia ikut berpartisipasi. Dari 18 keikutsertaaan tersebut, Italia berhasil memenangkan 4 di antaranya. Masing-masing di tahun 1934, 1938, 1982, dan 2006.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Timnas Italia tercatat sebagai tim pertama yang berhasil menjadi juara dalam dua edisi beruntun. Italia meraih gelar pertamanya pada 1934 dan berhasil mempertahankan gelarnya empat tahun kemudian.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Italia juga menjadi runner up turnamen ini sebanyak dua kali, yaitu tahun 1970 dan 1994. Seabrek nama-nama legendaris menghiasi pencapaian Italia di sepak bola dunia. Mulai dari Giusseppe Meazza, Luigi Riva, Dino Zoff, Sandro Mazzola, Franco Baressi, Roberto Baggio, sampai era Francesco Totti, Del Piero, dan lain-lainnya.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/HBD?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#HBD</a> Fabio Grosso 🎉🇮🇹</p>
<p>He scored the spot kick that sent the whole of Italy into ecstasy: the winning penalty in the 2006 <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> Final shootout 🎯<a href="https://twitter.com/Azzurri?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@azzurri</a> | <a href="https://twitter.com/FIGC?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FIGC</a> <a href="https://t.co/9RrZREeU6v">pic.twitter.com/9RrZREeU6v</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1200006923615006720?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 28, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada Piala Dunia terakhir mereka, yaitu pada tahun 2014, Italia secara mengejutkan tersingkir di babak penyisihan grup. Kemudian pada tahun 2018 Italia tak bisa mencetak gol dalam 180 menit pertandingan sepak bola melawan Swedia di play-off. Hal itu menyebabkan mereka, gagal lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia sejak 1958.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dan terakhir Pada 2022, Italia kembali gagal lolos.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Uruguay: 2 Gelar Juara (1930 dan 1950)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Uruguay terkenal dalam dunia sepak bola bukan saja karena mereka adalah tuan rumah Piala Dunia pertama pada tahun 1930, Namun juga karena mereka mengoleksi 2 gelar juara Piala Dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Piala Dunia pertama Uruguay dimenangkan saat mereka berstatus sebagai tuan rumah, yaitu pada 1930. Bermain di kandang sendiri, Tim Nasional Uruguay berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan Argentina di partai final dengan skor 4-2. Sementara itu, Amerika Serikat berada di peringkat ketiga setelah mengalahkan Yugoslavia (kini Serbia).</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Remembering a Uruguay legend, who passed away 1⃣7⃣ years ago today.</p>
<p>Juan Alberto Schiaffino starred in the 1950 <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> final, scoring one of the goals that broke Brazilian hearts in the fabled Maracanazo 🇺🇾🏆 <a href="https://twitter.com/Uruguay?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@Uruguay</a> | <a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> <a href="https://t.co/nGfdnlb0RT">pic.twitter.com/nGfdnlb0RT</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1194608352308989952?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 13, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selain menjadi juara saat berstatus tuan rumah, Uruguay juga pemenang turnamen empat tahunan itu di edisi 1950. Di partai final, Uruguay mengalahkan tuan rumah Brasil 2-1, yang saat itu sebetulnya jauh lebih diunggulkan ketimbang tim tamunya.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Argentina: 2 Gelar Juara (1978 dan 1986)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Argentina adalah salah satu dari 13 tim di Piala Dunia perdana tahun 1930. Di turnamen itu, Argentina berhasil mencapai final bertemu dengan tuan rumah. Sayangnya mereka harus kalah 2-4 dari Uruguay.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Antara tahun 1929 dan 1959, tim Argentina memenangkan Copa America sebanyak 12 kali, tetapi tak satupun gelar Juara Piala Dunia bisa mereka raih. Penantian panjang Argentina usai pada tahun 1978 ketika mereka memenangkan Piala Dunia untuk pertama kalinya di kandang. Mario Kempes mencetak dua gol di final yang mengesankan melawan Belanda.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">It&#8217;s exactly 41 years since 🇦🇷 <a href="https://twitter.com/Argentina?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@Argentina</a> lifted their first <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a>! 🏆</p>
<p>The likes of Daniel Passarella and Mario Kempes led them to glory on home soil <a href="https://twitter.com/hashtag/onthisday?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#onthisday</a>. <a href="https://t.co/P0lhlDgVsn">pic.twitter.com/P0lhlDgVsn</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1143469096186646528?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 25, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Argentina mengulangi prestasi mereka pada <a href="https://speakbola.com/pertandingan-kontroversial-piala-dunia/">Piala Dunia 1986</a> berkat kejeniusan <a href="https://speakbola.com/tag/maradona/">Diego Maradona</a>. Mereka mencapai final lagi pada tahun 1990, sayangnya untuk melihat kemenangan penalti Andi Brehme untuk Jerman. Pada tahun 2014 mereka dikalahkan di final lagi oleh Jerman, 1-0 di perpanjangan waktu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tradisi sepak bola yang kuat di Argentina menyebabkan negara ini dikenal sebagai penghasil beberapa pemain terhebat sepanjang masa. Daftar tersebut mencakup nama-nama seperti Diego Maradona, <a href="https://speakbola.com/tag/messi/">Lionel Messi</a>, Mario Kempes, Fernando Redondo, Gabriel Batistuta, dan lainnya.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Maradona&#8217;s impact on the pitch was unforgettable 🤩🇦🇷 <a href="https://t.co/qbFWGuqwOX">pic.twitter.com/qbFWGuqwOX</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1515329169093283840?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 16, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Maradona dianggap oleh banyak orang sebagai yang terhebat sepanjang masa, bahkan lebih baik dari Pele Brasil dan pemain hebat modern lainnya seperti Lionel Messi dan <a href="https://speakbola.com/tag/cristiano-ronaldo/">Cristiano Ronaldo</a>. Ia berperan penting dalam perjalanan Piala Dunia Argentina pada tahun 1986, yang membuatnya menjadi superstar bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Prancis: 2 Kali Juara Piala Dunia (1998 dan 2018)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Prancis merupakan negara yang sangat erat kaitannya dengan sejarah Piala Dunia. Pada 1928, seorang Prancis bernama Jules Rimet selaku Presiden FIFA kala itu adalah orang yang jadi pencetus dibuatnya festival sepak bola terbesar sejagat raya ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim Nasional Prancis adalah salah satu dari 13 tim di Piala Dunia perdana pada tahun 1930. Tim Ayam Jago pun termasuk salah satu kesebelasan yang rutin berpartisipasi sepanjang sejarah gelaran empat tahunan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, semua hal itu ternyata tak lantas menjamin keberhasilan Prancis di Piala Dunia. Prestasi terbaik Les Bleus sebelum 1998 cuma sebatas menjadi juara ketiga Piala Dunia 1986, pun bermaterikan generasi emas, salah satunya sang maestro sepak bola, Michel Platini.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🗳️ <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCupAtHome?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCupAtHome</a> | You voted Michel Platini&#8217;s equaliser as the moment of the match in yesterday&#8217;s Mexico 1986 classic!</p>
<p>Miss 🇧🇷-🇫🇷? You can watch it on demand here 👇</p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1244542490792857601?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">March 30, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Karena itulah, ketika Prancis kembali ditunjuk sebagai tuan rumah pada Piala Dunia 1998, tak ada yang menyangka Zinedine Zidane dkk. bisa melangkah jauh.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di final 1998, Prancis mesti berhadapan dengan juara bertahan, Brasil, yang tentunya lebih difavoritkan lantaran bertabur bintang, seperti Roberto Carlos, Dunga, Rivaldo, Bebeto, serta Sang Fenomena, Ronaldo.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kenyataan yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Prancis lebih mendominasi pertandingan final Piala Dunia, 12 Juli 1998 dan akhirnya keluar sebagai juara Piala Dunia 1998 setelah sukses mengungguli Brasil dengan skor 3-0.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">A <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a>-winning captain in 1998 🏆</p>
<p>A <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a>-winning coach in 2018 🏆<a href="https://twitter.com/hashtag/HBD?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#HBD</a> to <a href="https://twitter.com/FrenchTeam?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FrenchTeam</a>&#8216;s Didier Deschamps! 🇫🇷🎂🥳 <a href="https://t.co/t2bSinZZgD">pic.twitter.com/t2bSinZZgD</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1183998838736113665?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">October 15, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Prancis secara kontroversial lolos ke Piala Dunia 2010 dengan gol menggunakan tangan Thierry Henry. Sayangnya kemudian tersingkir di tahap pertama turnamen.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di Piala Dunia 2014, Prancis berhasil mencapai perempat final. Kemudian Pada tahun 2018, mereka berhasil mengulang sukses menjadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya, saat berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 di pasrai final.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah mereka Speakers, Negara yang menjadi juara Piala Dunia terbanyak. Mungkinkah di Piala Dunia 2022 Qatar nanti salah satu dari mereka akan kembali menambah koleksi gelar juara Piala Dunia? </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus speakbola untuk mendapatkan berita-berita update, seru dan unik dalam dunia sepak bola. Bicara bola ya <a href="https://speakbola.com/">SpeakBola</a> aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/6-negara-juara-piala-dunia-terbanyak/">6 Negara Pemilik Gelar Juara Piala Dunia Terbanyak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
