<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Timnas Brasil &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/timnas-brasil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Sep 2023 04:51:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>Timnas Brasil &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kutukan Piala Dunia Menghantui Pemain Prancis Jelang Laga Prancis vs Australia</title>
		<link>https://speakbola.com/kutukan-piala-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2022 15:42:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Juara Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Australia Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Prancis Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Prancis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=3524</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Kutukan Piala Dunia menghantui sang juara bertahan Piala Dunia, Tim Nasional Sepak Bola Prancis, yang akan bermain menghadapi Australia di laga perdana Piala Dunia 2022. Kutukan yang dimaksud adalah sebuah negara langsung tersingkir di fase grup setelah menjadi juara Piala Dunia di edisi sebelumnya. Kutukan bukan berasal dari dukun sepak bola, ilmu hitam, apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/kutukan-piala-dunia/">Kutukan Piala Dunia Menghantui Pemain Prancis Jelang Laga Prancis vs Australia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong><span style="font-size: 12pt;">Kutukan Piala Dunia menghantui sang juara bertahan Piala Dunia, Tim Nasional Sepak Bola Prancis, yang akan bermain menghadapi Australia di laga perdana Piala Dunia 2022. Kutukan yang dimaksud adalah sebuah negara langsung tersingkir di fase grup setelah menjadi juara Piala Dunia di edisi sebelumnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kutukan bukan berasal dari dukun sepak bola, ilmu hitam, apa lagi sihir. Namun kutukan ini lahir dari persepsi pecinta sepak bola yang menyaksikan kejadian berulang-ulang, yang terjadi rutin di hampir setiap Piala Dunia sejak 2002. Dan, negara pertama yang terkena kutukan ini tidak lain adalah Prancis sendiri. Menyusul kemudian beberapa negara seperti Italia, Spanyol, dan Jerman terdampak kutukan juara bertahan Piala Dunia.</span></p>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Asal Muasal Kutukan Piala Dunia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jauh sebelum Piala Dunia 2022, kutukan ini sebenarnya pernah dirasakan oleh <strong>Timnas Brasil</strong>. Setelah Selecao menjadi juara <strong>Piala Dunia 1962</strong>, mereka tersingkir di fase grup <strong>Piala Dunia 1966</strong> yang dilangsungkan di Inggris.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada saat itu, Brasil tergabung di Grup 3 bersama Portugal, Hungaria dan Bulgaria. Hasilnya, Brasil hanya menempati posisi ketiga setelah mendapatkan satu menang dan dua kalah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meskipun demikian, setelah Brazil kutukan ini tertidur lama lantaran tidak terjadi lagi berulang-ulang di Piala Dunia selanjutnya. Dan, baru satu dekade terakhir ini kutukan ini bangkit kembali menghantui para juara bertahan. Beberapa juara bertahan Piala Dunia yang pernah terkena kutukan ini adalah berikut ini.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">1. Prancis</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Tim Nasional Sepak Bola Prancis</strong> berstatus juara <strong>Piala Dunia 1998</strong> saat tampil di Piala Dunia 2002 yang dilangsungkan di Korea-Jepang. Mereka diprediksi bakal banyak memberi dampak pada Piala Dunia kali itu menyusul penampilan gemilang mereka di EURO 2000.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun kenyataan berkata lain. Pemain Prancis <strong>Piala Dunia 2002</strong> tak mampu berbicara banyak. Tergabung di Grup A bersama Denmark, Senegal dan Uruguay, Les Bleus tak berkutik.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Remember the opening game of the 2002 World Cup when Senegal shocked holders France?<a href="https://t.co/LYX6kHRiYe">pic.twitter.com/LYX6kHRiYe</a></p>
<p>— Vintage Football Shirts (@VFshirts) <a href="https://twitter.com/VFshirts/status/1594722211318964226?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 21, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sang legenda, Zinedine Zidane, yang baru main di matchday ketiga membawa efek buruk bagi Tim Ayam Jago, Prancis kalah 0-1 dari Senegal, imbang 0-0 kontra Uruguay dan tumbang 0-2 dari Denmark. Alhasil mereka terdepak dari Korea-Jepang. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dari sini lah asal muasal kutukan bagi negara juara bertahan muncul kembali.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">2. Italia</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Italia secara mengejutkan keluar sebagai juara <strong>Piala Dunia 2006</strong>. Namun di <strong>Piala Dunia 2010</strong> nasib Italia tak sebaik edisi sebelumnya, mereka rontok di fase grup.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Padahal Italia yang saat itu diasuh Marcelo Lippi berada dalam grup yang kualitas pesertanya di bawah mereka. Negara yang berada satu grup dengan Italia kala itu adalah Paraguay, Selandia Baru dan Slovakia.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="pt">1º Fase:</p>
<p>Copa do Mundo África 2010<br />
Eslováquia 🇸🇰 3&#215;2 🇮🇹 Itália</p>
<p>Gol ESL: Vittek 25&#8242; e 73&#8242;, Kopunek 89&#8242;.<br />
Gol ITA: Di Natali 81&#8242; e Quagliarella 90&#8242;. <a href="https://t.co/TOfDyCjPeY">pic.twitter.com/TOfDyCjPeY</a></p>
<p>— Momentos Lendários de Copa (@CopaJogos) <a href="https://twitter.com/CopaJogos/status/1594301553015459841?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 20, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sayangnya, Italia duduk sebagai juru kunci setelah cuma mengemas dua angka dari tiga pertandingan. Italia bermain 1-1 dengan Paraguay dan Selandia Baru, serta kalah 2-3 dari Slovakia.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">3. Spanyol</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Timnas Spanyol meraih trofi Piala Dunia satu-satunya pada <strong>2010</strong>. Saat itu di partai final, Spanyol menang 1-0 atas Belanda lewat gol injury time Iniesta.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> 5️⃣ years ago, <a href="https://twitter.com/Persie_Official?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@Persie_Official</a> scored THAT <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> goal for <a href="https://twitter.com/OnsOranje?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@OnsOranje</a> 🇳🇱🛫 <a href="https://t.co/2Bv62wCrfv">pic.twitter.com/2Bv62wCrfv</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1139210067700539392?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 13, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sayangnya di <strong>Piala Dunia 2014</strong>, Spanyol yang diasuh Vicente del Bosque hancur lebur. Selain dibantai Belanda 1-5, Spanyol juga tumbang 0-2 oleh Cile.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski pun menang 3-0 atas Australia di pertandingan terakhir grupnya, La Furia Roja tetap gagal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">4. Jerman</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Piala Dunia 2014</strong> jatuh ketangan Die Mannscaft setelah mereka menang 1-0 atas Argentina. Kemenangan itu seolah dejavu Piala Dunia 1990. Sebelumnya, pada Piala Dunia 1990, Jerman juga menang 1-0 atas Argentina di partai final Piala Dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah menjadi juara pada 2014, Jerman hancur lebur di <strong>Piala Dunia 2018</strong>. Tercatat dari tiga pertandingan di fase grup, skuad asuhan Joachim Loew hanya mengemas tiga angka.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">📅 ON THIS DAY IN 2018: Two injury-time goals lead South Korea to a 2-0 win over Germany at the 2018 World Cup.</p>
<p>That World Cup was something else 🙌</p>
<p>📹 <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FIFAWorldCup</a> <a href="https://t.co/xyEQcYCilT">pic.twitter.com/xyEQcYCilT</a></p>
<p>— Footy Accumulators (@FootyAccums) <a href="https://twitter.com/FootyAccums/status/1409131578719191041?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 27, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah mereka menang 2-1 atas Swedia, Jerman tumbang 0-1 dari Meksiko, dan terakhir kalah 0-2 dari Korea Selatan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Prediksi Prancis vs Australia</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di Piala Dunia 2022 Qatar semua mata tentu akan tertuju pada Prancis sang juara bertahan untuk melihat bagaimana para pemain Prancis mengatasi kutukan ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hantu bagi Prancis kali ini bukan cuma kutukan semata. Namun mereka juga dilanda badai cedera. Belum lama karim <a href="https://www.espn.com/soccer/france-fra/story/4806724/world-cup-france-karim-benzema-suffers-injury-in-training" target="_blank" rel="noopener">Benzema cedera</a> saat sesi latihan hingga tidak dapat bertanding selama Piala Dunia 2022.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Didier Deschamps sang juru taktik tentu saja bertujuan untuk mempertahankan gelar dan mengatasi badai cedera skuad asuhannya. Oleh karena itu, tentu kehilangan poin di laga Prancis vs Australia bukanlah pilihan.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;" data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Pemain Prancis Piala Dunia 2022&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:14915,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16316922},&quot;9&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:2105634},&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;16&quot;:11}">Pemain Prancis Piala Dunia 2022</span></h3>

<table id="tablepress-8" class="tablepress tablepress-id-8">
<thead>
<tr class="row-1">
	<th class="column-1">Posisi</th><th class="column-2">Pemain</th><th class="column-3">Klub</th><th class="column-4">Usia</th>
</tr>
</thead>
<tbody class="row-striping row-hover">
<tr class="row-2">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Alphonse Areola</td><td class="column-3">West Ham (ENG)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-3">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Hugo Lloris</td><td class="column-3">Tottenham (ENG)</td><td class="column-4">35</td>
</tr>
<tr class="row-4">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Steve Mandanda</td><td class="column-3">Rennes (FRA)</td><td class="column-4">37</td>
</tr>
<tr class="row-5">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Axel Disasi</td><td class="column-3">Monaco (FRA)</td><td class="column-4">24</td>
</tr>
<tr class="row-6">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Lucas Hernandez</td><td class="column-3">Bayern Munich (FRA)</td><td class="column-4">26</td>
</tr>
<tr class="row-7">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Theo Hernandez</td><td class="column-3">AC Milan (ITA)</td><td class="column-4">25</td>
</tr>
<tr class="row-8">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Ibrahima Konate</td><td class="column-3">Liverpool (ENG)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-9">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Jules Kounde</td><td class="column-3">Barcelona (SPA)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-10">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Benjamin Pavard</td><td class="column-3">Bayern Munich (GER)</td><td class="column-4">26</td>
</tr>
<tr class="row-11">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">William Saliba</td><td class="column-3">Arsenal (ENG)</td><td class="column-4">21</td>
</tr>
<tr class="row-12">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Dayot Upamecano</td><td class="column-3">Bayern Munich (GER)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-13">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Raphael Varane</td><td class="column-3">Manchester United (ENG)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-14">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Youssouf Fofana</td><td class="column-3">Monaco (FRA)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-15">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Eduardo Camavinga</td><td class="column-3">Real Madrid (SPA)</td><td class="column-4">19</td>
</tr>
<tr class="row-16">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Matteo Guendouzi</td><td class="column-3">Marseille (FRA)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-17">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Adrien Rabiot</td><td class="column-3">Juventus (ITA)</td><td class="column-4">27</td>
</tr>
<tr class="row-18">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Aurelien Tchouameni</td><td class="column-3">Real Madrid (SPA)</td><td class="column-4">22</td>
</tr>
<tr class="row-19">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Jordan Veretout</td><td class="column-3">Marseille (FRA)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-20">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Ousmane Dembele</td><td class="column-3">Barcelona (FRA)</td><td class="column-4">25</td>
</tr>
<tr class="row-21">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Kingsley Coman</td><td class="column-3">Bayern Munich (GER)</td><td class="column-4">26</td>
</tr>
<tr class="row-22">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Olivier Giroud</td><td class="column-3">AC Milan (ITA)</td><td class="column-4">36</td>
</tr>
<tr class="row-23">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Antoine Griezmann</td><td class="column-3">Atletico Madrid (SPA)</td><td class="column-4">31</td>
</tr>
<tr class="row-24">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Kylian Mbappe</td><td class="column-3">PSG (FRA)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-25">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Marcus Thuram</td><td class="column-3">Bor. M'Gladbach (GER)</td><td class="column-4">25</td>
</tr>
<tr class="row-26">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Randal Kolo Muani</td><td class="column-3">Eintracht Frankfurt (GER)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<!-- #tablepress-8 from cache -->
<ul>
<li><strong>Prediksi Susunan Pemain Prancis</strong> (3-4-1-2): 1. Lloris (GK) – 5. Kounde, 4. Varane, 21. L. Hernandez – 20. Coman, 8. Tchouameni, 25. Camavinga, 22 .T. Hernandez – 7. Griezmann – 10. Mbappe, 11. Dembele</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sedangkan untuk Socceroos, kemungkinan akan berusaha untuk beradaptasi demi menemukan permainan mereka sembari mencoba mencuri angka dari Prancis.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Apabila sudah beradaptasi dan menemukan permainan mereka di laga Prancis vs Australia, Socceroos akan lebih siap untuk dua pertandingan yang di atas kertas lebih dapat dimenangkan yaitu melawan Denmark dan Tunisia</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim asuhan Graham Arnold juga memiliki banyak pemain kunci yang dirundung cedera. Mulai dari Kye Rowles dan Harry Souttar, serta penyerang Ajdin Hrustic, semuanya melewatkan sebagian besar laga musim ini. Tambah lagi Martin Boyle yang harus ditarik dari skuad Australia Piala Dunia 2022 karena cedera lutut, yang kemudian digantikan oleh Marco Tilio.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Australia Piala Dunia 2022</span></h3>

<table id="tablepress-13" class="tablepress tablepress-id-13">
<thead>
<tr class="row-1">
	<th class="column-1">Posisi</th><th class="column-2">Pemain</th><th class="column-3">Klub</th><th class="column-4">Usia</th>
</tr>
</thead>
<tbody class="row-striping row-hover">
<tr class="row-2">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Maty Ryan</td><td class="column-3">FC Copenhagen (DEN)</td><td class="column-4">30</td>
</tr>
<tr class="row-3">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Andrew Redmayne</td><td class="column-3">Sydney FC (AUS)</td><td class="column-4">33</td>
</tr>
<tr class="row-4">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Danny Vukovic</td><td class="column-3">Central Coast Mariners (AUS)</td><td class="column-4">37</td>
</tr>
<tr class="row-5">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Milos Degenek</td><td class="column-3">Columbus Crew (USA)</td><td class="column-4">28</td>
</tr>
<tr class="row-6">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Aziz Behich</td><td class="column-3">Dundee United (SCO)</td><td class="column-4">31</td>
</tr>
<tr class="row-7">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Joel King</td><td class="column-3">OB (DAN)</td><td class="column-4">21</td>
</tr>
<tr class="row-8">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Nathaniel Atkinson</td><td class="column-3">Hearts (SCO)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-9">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Fran Karacic</td><td class="column-3">Brescia (ITA)</td><td class="column-4">26</td>
</tr>
<tr class="row-10">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Harry Souttar</td><td class="column-3">Stoke City (ENG)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-11">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Kye Rowles</td><td class="column-3">Hearts (SCO)</td><td class="column-4">24</td>
</tr>
<tr class="row-12">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Bailey Wright</td><td class="column-3">Sunderland (ENG)</td><td class="column-4">30</td>
</tr>
<tr class="row-13">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Thomas Deng</td><td class="column-3">Albirex Niigata (JAP)</td><td class="column-4">25</td>
</tr>
<tr class="row-14">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Aaron Mooy</td><td class="column-3">Celtic (SCO)</td><td class="column-4">32</td>
</tr>
<tr class="row-15">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Jackson Irvine</td><td class="column-3">St Pauli (GER)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-16">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Ajdin Hrustic</td><td class="column-3">Hellas Verona (ITA)</td><td class="column-4">26</td>
</tr>
<tr class="row-17">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Keanu Baccus</td><td class="column-3">St Mirren (SCO)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-18">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Cameron Devlin</td><td class="column-3">Hearts (SCO)</td><td class="column-4">24</td>
</tr>
<tr class="row-19">
	<td class="column-1">Gelandang</td><td class="column-2">Riley McGree</td><td class="column-3">Middlesbrough (ENG)</td><td class="column-4">23</td>
</tr>
<tr class="row-20">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Awer Mabil</td><td class="column-3">Cadiz (SPA)</td><td class="column-4">27</td>
</tr>
<tr class="row-21">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Mathew Leckie</td><td class="column-3">Melbourne City (AUS)</td><td class="column-4">31</td>
</tr>
<tr class="row-22">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Marco Tilio</td><td class="column-3">Melbourne City (AUS)</td><td class="column-4">21</td>
</tr>
<tr class="row-23">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Jamie Maclaren</td><td class="column-3">Melbourne City (AUS)</td><td class="column-4">29</td>
</tr>
<tr class="row-24">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Jason Cummings</td><td class="column-3">Central Coast Mariners (AUS)</td><td class="column-4">27</td>
</tr>
<tr class="row-25">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Mitchell Duke</td><td class="column-3">Fagiano Okayama (JAP)</td><td class="column-4">31</td>
</tr>
<tr class="row-26">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Garang Kuol</td><td class="column-3">Central Coast Mariners (AUS)</td><td class="column-4">18</td>
</tr>
<tr class="row-27">
	<td class="column-1">Striker</td><td class="column-2">Craig Goodwin</td><td class="column-3">Adelaide United (AUS)</td><td class="column-4">30</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<!-- #tablepress-13 from cache -->
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Prediksi Susunan Pemain Australia</strong> (3-5-2): 1. Ryan (GK) – 2. Degenek, 19. Souttar, 4. Rowles – 3. Atkinson, 13. Mooy, 22. Irvine, 10. Hrustic, Goodwin – 23. Maclaren, 15. Duke</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Akankah Perancis mampu memutus kutukan Piala Dunia di pertandingan perdananya? </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca juga artikel seputar <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala Dunia</a> menarik lainnya di rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> dan <a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a> SpeakBola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola, ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/kutukan-piala-dunia/">Kutukan Piala Dunia Menghantui Pemain Prancis Jelang Laga Prancis vs Australia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tim Sepak Bola Terbaik di Piala Dunia Sepanjang Masa</title>
		<link>https://speakbola.com/tim-sepak-bola-terbaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2022 19:31:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Spanyol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=3278</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Di dalam buku sejarah Piala Dunia tertulis cerita tentang tim-tim sepak bola terbaik yang menunjukkan semangat dan keindahan permainan sepak bola. Mereka bukan saja memenangkan trofi Piala Dunia tetapi juga menunjukkan sepak bola yang atraktif namun efektif meskipun mengalami persaingan yang ketat di eranya. Sejak penyelenggaraan perdana pada tahun 1930 di Uruguay hingga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/tim-sepak-bola-terbaik/">5 Tim Sepak Bola Terbaik di Piala Dunia Sepanjang Masa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;">(<strong>speakbola.com</strong>) &#8211; Di dalam buku sejarah Piala Dunia tertulis cerita tentang tim-tim sepak bola terbaik yang menunjukkan semangat dan keindahan permainan sepak bola. Mereka bukan saja memenangkan trofi Piala Dunia tetapi juga menunjukkan sepak bola yang atraktif namun efektif meskipun mengalami persaingan yang ketat di eranya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejak penyelenggaraan perdana pada tahun 1930 di Uruguay hingga turnamen terakhir pada tahun 2018 di Rusia, Piala Dunia telah dimeriahkan oleh tim berisi bintang-bintang terhebat. Sebut saja Pele dan Diego Maradona yang paling mencuat di antara mereka. Kedua pemain itu memimpin negara mereka meraih kemenangan di pesta sepak bola terbesar pada eranya masing-masing.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim-tim lain, seperti Belanda yang dipimpin <a href="https://speakbola.com/karir-johan-cruyff/">Johan Cruyff</a>, gagal mengangkat trofi. Meskipun demikian mereka masih berhasil memukau dan mencuri tempat khusus di hati para penggemar sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lalu siapakah di antara tim-tim terbaik Piala Dunia itu yang paling hebat? Mari kita cari tahu!</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada Rubrik Offside kali ini SpeakBola akan membahas 5 tim Piala Dunia terbaik sepanjang masa. Berikut ini daftarnya.</span></p>
<h2></h2>
<h2><span class="goog-text-highlight" style="font-size: 24pt;">Tim Nasional Jerman Barat Piala Dunia 1974</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dipimpin oleh bek terbaik sepanjang masa, Franz Beckenbauer, Tim Nasional Jerman ini berjaya di dua ajang. Turnamen pertama yang mereka menangkan adalah Piala Eropa 1972, menyusul kemudian Piala Dunia 1974.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selain diisi Beckenbauer, skuad Jerman Piala Dunia 1974 juga yang menampilkan beberapa pemain sepak bola terbaik sepanjang masa, seperti Berti Vogts dan striker produktif mereka, Gerd Müller.</span></p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/SrAVbnAlqYs" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mereka mengalahkan lawan berat tim &#8216;total football&#8217; Belanda pimpinan Johan Cruyff dengan kemenangan 2-1 di partai final Piala Dunia 1974.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Jerman Barat Piala Dunia 1974</span></h3>
<ul>
<li>GK: Sepp Maier</li>
<li>DF: Berti Vogts</li>
<li>DF: Paul Breitner</li>
<li>DF: Hans-Georg Schwarzenbeck</li>
<li>DF: Franz Beckenbauer (c)</li>
<li>DF: Horst-Dieter Höttges</li>
<li>MF: Herbert Wimmer</li>
<li>MF: Bernhard Cullmann</li>
<li>FW: Jürgen Grabowski</li>
<li>MF: Günter Netzer</li>
<li>FW: Jupp Heynckes</li>
<li>MF: Wolfgang Overath</li>
<li>FW: Gerd Müller</li>
<li>FW: Uli Hoeneß</li>
<li>MF: Heinz Flohe</li>
<li>MF: Rainer Bonhof</li>
<li>MF: Bernd Hölzenbein</li>
<li>FW: Dieter Herzog</li>
<li>DF: Jupp Kapellmann</li>
<li>DF: Helmut Kremers</li>
<li>GK: Norbert Nigbur</li>
<li>GK: Wolfgang Kleff</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2><span class="goog-text-highlight" style="font-size: 24pt;">Tim Nasional Prancis di Piala Dunia 1998</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Skuad Tim Nasional Prancis yang saat itu dipimpin oleh Zinedine Zidane, banyak dihuni bintang-bintang Eropa lain seperti Thierry Henry, Didier Deschamps, <span style="font-weight: 400;">Laurent </span> Blanc, dan Lilian Thuram. Mereka memiliki pemain kelas dunia di setiap posisi, meskipun Zidane tetaplah kunci kesuksesan mereka.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> 12th July 1998</p>
<p>France won the World Cup for the first time after surprisingly defeating Brazil 3-0 in the final in Paris. Two first half headers from Zinedine Zidane set up the win, with Emmanuel Petit’s late third sealing a glorious success. <a href="https://t.co/5xXHv11bdn">pic.twitter.com/5xXHv11bdn</a></p>
<p>— Football Memories (@FootballOnThis1) <a href="https://twitter.com/FootballOnThis1/status/1414484328944488449?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 12, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mendapatkan <span style="font-weight: 400;">privilege</span> sebagai tuan rumah dengan dukungan suporter, Prancis memulai perburuan mereka untuk meraih mahkota Piala Dunia pertama dengan elegan, khas negeri fashion. Mereka menumbangkan Italia dan Kroasia di fase gugur sebelum pada babak akhir mempermalukan Brasil yang lebih diunggulkan di partai final dengan skor 3-0.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Usai menjadi juara Piala Dunia, dengan skuad yang sama, Tim Nasional Prancis juga berhasil menggondol pulang Piala Eropa tahun 2000.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Prancis Piala Dunia 1998</span></h3>
<ul>
<li>GK: Bernard Lama</li>
<li>DF: Vincent Candela</li>
<li>DF: Bixente Lizarazu</li>
<li>MF: Patrick Vieira</li>
<li>DF: Laurent Blanc</li>
<li>MF: Youri Djorkaeff</li>
<li>MF: Didier Deschamps (c)</li>
<li>DF: Marcel Desailly</li>
<li>FW: Stéphane Guivarc&#8217;h</li>
<li>MF: Zinedine Zidane</li>
<li>MF: Robert Pires</li>
<li>FW: Thierry Henry</li>
<li>MF: Bernard Diomède</li>
<li>MF: Alain Boghossian</li>
<li>DF: Lilian Thuram</li>
<li>GK: Fabien Barthez</li>
<li>MF: Emmanuel Petit</li>
<li>DF: Frank Leboeuf</li>
<li>MF: Christian Karembeu</li>
<li>FW: David Trezeguet</li>
<li>FW: Christophe Dugarry</li>
<li>GK: Lionel Charbonnier</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2><span class="goog-text-highlight" style="font-size: 24pt;">Tim Nasional Argentina di Piala Dunia 1986</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Magis Diego Maradona amat mendominasi turnamen empat tahunan yang kali itu digelar di Meksiko. Oleh sebab itu banyak pecinta sepak bola yang sering salah kaprah mengira bahwa Argentina saat itu adalah &#8220;one-man-team&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Padahal, Tim Nasional Argentina saat itu bukanlah tim yang hanya mengandalkan Maradona saja. Justru Maradona bisa amat leluasa bermain karena didukung oleh Jorge Luis Burruchaga yang pekerja keras, talenta hebat Jorge Valdano, dan Oscar Ruggeri yang solid di pusat pertahanan Argentina.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🇦🇷 A hero of <a href="https://twitter.com/Argentina?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@Argentina</a>&#8216;s 1986 <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> triumph turns 65 today 🏆</p>
<p>🎂 Happy birthday, Jorge Valdano 🥳 <a href="https://t.co/EyFXZSWadM">pic.twitter.com/EyFXZSWadM</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1312740503851425793?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">October 4, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Skuad Argentina kali itu amatlah lengkap dan pantas disebut sebagai salah satu tim sepak bola terbaik di Piala Dunia, yang diisi oleh pemain-pemain terbaik dengan agresi, kecerdasan, dan skill mumpuni.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Argentina Piala Dunia 1986</span></h3>
<ul>
<li>FW: Sergio Almiron</li>
<li>MF: Sergio Batista</li>
<li>MF: Ricardo Bochini</li>
<li>MF: Claudio Borghi</li>
<li>DF: Jose Luis Brown</li>
<li>DF: Daniel Passarella</li>
<li>FW: Jorge Burruchaga</li>
<li>DF: Nestor Clausen</li>
<li>DF: Jose Luis Cuciuffo</li>
<li>MF: Diego Maradona (c)</li>
<li>FW: Jorge Valdano</li>
<li>MF: Hector Enrique</li>
<li>DF: Oscar Garre</li>
<li>MF: Ricardo Giusti</li>
<li>GK: Luis Islas</li>
<li>DF: Julio Olarticoechea</li>
<li>FW: Pedro Pasculli</li>
<li>GK: Nery Pumpido</li>
<li>DF: Oscar Ruggeri</li>
<li>MF: Carlos Tapia</li>
<li>MF: Marcelo Trobbiani</li>
<li>GK: Hector Zelada</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2><span class="goog-text-highlight" style="font-size: 24pt;">Tim Nasional Spanyol di Piala Dunia 2010</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Skuad Tim Nasional Spanyol di Piala Dunia 2010 adalah skuad yang sama yang berhasil menjuarai Piala Eropa 2008. Antara tahun 2007 hingga 2009, mereka tak terkalahkan dalam 35 pertandingan. Rekor itu termasuk memenangkan sepuluh pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Anggota skuad Spanyol kali itu mayoritas adalah leburan dari pemain Barcelona dan Real Madrid, seperti David Villa, Xavi, Andres Iniesta, Carles Puyol, Xabi Alonso, dan Iker Casillas.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebagai pemenang EURO 2008, Spanyol memasuki Piala Dunia sebagai favorit. Namun kekalahan 1-0 dari Swiss dalam pertandingan perdana mereka di fase grup menimbulkan keraguan.</span></p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/_W--H2RVVtw" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">La Roja dengan cepat bangkit dengan menampilkan gaya sepak bola tiki-taka yang membuat lawan kewalahan. Di partai final saat menghadapi Belanda, tim yang diprediksi sebagai juara, Andres Iniesta mencetak gol kemenangan di perpanjangan waktu dan membuat Spanyol menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kedigdayaan tim sepak bola terbaik di dunia ini berlanjut dua tahun kemudian di ajang EURO 2012. Mereka mengulang lagi kisah empat tahun sebelumnya, Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2012.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Spanyol Piala Dunia 2010</span></h3>
<ul>
<li>GK: Iker Casillas (c)</li>
<li>DF: Raul Albiol</li>
<li>DF: Gerard Pique</li>
<li>DF: Carlos Marchena</li>
<li>DF: Carles Puyol</li>
<li>MF: Andres Iniesta</li>
<li>FW: David Villa</li>
<li>MF: Xavi</li>
<li>FW: Fernando Torres</li>
<li>MF: Cesc Fabregas</li>
<li>DF: Joan Capdevila</li>
<li>GK: Víctor Valdss</li>
<li>MF: Juan Mata</li>
<li>MF: Xabi Alonso</li>
<li>DF: Sergio Ramos</li>
<li>MF: Sergio Busquets</li>
<li>DF: Alvaro Arbeloa</li>
<li>FW: Pedro</li>
<li>FW: Fernando Llorente</li>
<li>MF: Javi Martinez</li>
<li>MF: David Silva</li>
<li>MF: Jesus Navas</li>
<li>GK: Pepe Reina</li>
</ul>
<h2></h2>
<h2><span class="goog-text-highlight" style="font-size: 24pt;">Tim Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa: Brasil di Piala Dunia 1970</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim ini dianggap oleh sebagian besar sejarawan dan kritikus sepak bola sebagai tim sepak bola terbaik sepanjang masa. Skuad Brasil yang berkompetisi di Meksiko kala itu memiliki banyak pemain legendaris, seperti Pele, Jairzinho, Tostao, Rivelino, dan Carlos Alberto. Melansir dari <a href="https://www.sportsnet.ca/soccer/ranking-top-10-world-cup-teams-time/" target="_blank" rel="noopener">sportsnet</a>, Brasil memenangkan seluruh pertandingan dalam perjalanan mereka untuk menjadi negara pertama yang memenangkan tiga Piala Dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Amatlah tepat jika Piala Dunia 1970 adalah yang pertama disiarkan di TV berwarna. Penyebabnya tentu saja karena ada Tim Nasional Brasil yang memperlihatkan permainan amat berwarna nan indah. Sementara sebagian besar tim lain masih menggunakan pendekatan hitam dan putih yang begitu-gitu saja dan dapat diprediksi.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/BRA?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#BRA</a>&#8216;s 1970 <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a>-winning captain Carlos Alberto Torres would have turned 74 today.</p>
<p>Do you remember this goal he scored from the 1970 Final? <a href="https://t.co/O9P8kXWWig">pic.twitter.com/O9P8kXWWig</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1019305990435627008?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 17, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keindahan warna-warni sepak bola tim Brasil terutama ditunjukkan pada partai final, kala mereka membantai Italia 4-1. Saat itu, Carlos Alberto mencetak salah satu gol terbaik sepanjang masa.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Skuad Brasil Piala Dunia 1970</span></h3>
<ul>
<li>GK: Felix</li>
<li>DF: Brito</li>
<li>DF: Piazza</li>
<li>DF: Carlos Alberto (c)</li>
<li>MF: Clodoaldo</li>
<li>DF: Marco Antônio</li>
<li>FW: Jairzinho</li>
<li>MF: Gerson</li>
<li>FW: Tostao</li>
<li>FW: Pele</li>
<li>MF: Rivelino</li>
<li>GK: Ado</li>
<li>FW: Roberto</li>
<li>DF: Baldocchi</li>
<li>DF: Fontana</li>
<li>DF: Everaldo</li>
<li>DF: Joel</li>
<li>MF: Paulo Cesar</li>
<li>FW: Edu</li>
<li>FW: Dario</li>
<li>DF: Ze Maria</li>
<li>GK: Leao</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah dia Speakers, 5 tim terbaik yang pernah ada di Piala Dunia sepanjang sejarah di gelarnya ajang sepak bola empat tahun itu. Setujukah kalian dengan daftar di atas?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca juga kabar seputar <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala Dunia</a> menarik lainnya di rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> dan <a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a> SpeakBola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola, ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/tim-sepak-bola-terbaik/">5 Tim Sepak Bola Terbaik di Piala Dunia Sepanjang Masa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Skuad Brasil Piala Dunia 2022: Daftar Nama 26 Pemain Tim Nasional Yang Menuju Qatar</title>
		<link>https://speakbola.com/skuad-brasil-piala-dunia-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2022 10:01:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Brasil Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Brasil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=3254</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Brasil akan segera memulai perjalanannya memburu gelar juara Piala Dunia keenam mereka setelah dalam dua dekade puasa juara. Terakhir mereka mengangkat trofi sepak bola sejagad adalah pada tahun 2002. Untuk merealisasikan hasratnya itu, 26 pemain terbaik telah dipanggil ke dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2022. Melansir FIFA, Tite telah mengumumkan 26 pemain [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/skuad-brasil-piala-dunia-2022/">Skuad Brasil Piala Dunia 2022: Daftar Nama 26 Pemain Tim Nasional Yang Menuju Qatar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>(<strong>speakbola.com</strong>) &#8211; <span style="font-size: 12pt;">Brasil akan segera memulai perjalanannya memburu gelar juara Piala Dunia keenam mereka setelah dalam dua dekade puasa juara. Terakhir mereka mengangkat trofi sepak bola sejagad adalah pada tahun 2002. Untuk merealisasikan hasratnya itu, 26 pemain terbaik telah dipanggil ke dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2022.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Melansir <a href="https://www.fifa.com/fifaplus/en/articles/brazil-squad-announced-fifa-world-cup-qatar-2022-tite-dani-alves-gabriel-jeses-martinelli" target="_blank" rel="noopener">FIFA</a>, Tite telah mengumumkan 26 pemain terakhirnya pada Senin, 7 November, tujuh hari sebelum tenggat waktu yang ditetapkan oleh FIFA, yaitu pada 14 November.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="pt">MAIS UMA COPA PRO NEY! 🇧🇷🏆 Essa foi a reação do nosso camisa 10 ao saber que estará no Qatar. Essa não precisava ser adivinha pra saber, né? 😅 <a href="https://twitter.com/hashtag/Sele%C3%A7%C3%A3oBrasileira?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#SeleçãoBrasileira</a> <a href="https://t.co/ziIidFA8qz">pic.twitter.com/ziIidFA8qz</a></p>
<p>— TNT Sports BR (@TNTSportsBR) <a href="https://twitter.com/TNTSportsBR/status/1589683916973432832?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 7, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sesuai prediksi tim SpeakBola, nama Dani Alves, yang pada saat kick-off Piala Dunia 2022 nanti berusia 39 Tahun 6 Bulan 14 hari, diikutsertakan ke dalam skuad Timnas Brasil. Alves diprediksi akan menjadi cadangan Danilo di bek kanan dan dia lebih disukai daripada Emerson Royal dari Tottenham. Alves akan menjadi salah satu <a href="https://speakbola.com/pemain-bola-tua/">pemain tertua di Piala Dunia 2022</a> jika dia mendapat jatah bermain di Qatar.</span></p>
<h2 id="tablepress-1-name" class="tablepress-table-name tablepress-table-name-id-1">Skuad Brasil Piala Dunia 2022</h2>
<span id="tablepress-1-description" class="tablepress-table-description tablepress-table-description-id-1">Daftar 26 Pemain Tim Nasional Brasi di Piala Dunia 2022 Qatar<br />
</span>

<table id="tablepress-1" class="tablepress tablepress-id-1" aria-labelledby="tablepress-1-name" aria-describedby="tablepress-1-description">
<thead>
<tr class="row-1">
	<th class="column-1">Posisi</th><th class="column-2">Nama Pemain</th><th class="column-3">Klub</th><th class="column-4">Usia</th><td class="column-5"></td>
</tr>
</thead>
<tbody class="row-striping row-hover">
<tr class="row-2">
	<td class="column-1">Kiper</td><td class="column-2">Alisson</td><td class="column-3">Liverpool (Inggris)</td><td class="column-4">30</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-3">
	<td class="column-1">Kiper		</td><td class="column-2">Ederson	</td><td class="column-3">Manchester City (Inggris)</td><td class="column-4">29</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-4">
	<td class="column-1">Kiper			</td><td class="column-2">Weverton</td><td class="column-3">Palmeiras (Brasil)</td><td class="column-4">34</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-5">
	<td class="column-1">Bek		 </td><td class="column-2">Marquinhos</td><td class="column-3">PSG (Prancis)</td><td class="column-4">28</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-6">
	<td class="column-1">Bek			</td><td class="column-2">Eder Militao</td><td class="column-3">Real Madrid (Spanyol)</td><td class="column-4">24</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-7">
	<td class="column-1">Bek			</td><td class="column-2">Thiago Silva</td><td class="column-3">Chelsea (Inggris)</td><td class="column-4">38</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-8">
	<td class="column-1">Bek</td><td class="column-2">Danilo</td><td class="column-3">Juventus (Italia)</td><td class="column-4">24</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-9">
	<td class="column-1">Bek	</td><td class="column-2">Alex Telles</td><td class="column-3">Sevilla (Spanyol)</td><td class="column-4">29</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-10">
	<td class="column-1">Bek			</td><td class="column-2">Dani Alves</td><td class="column-3">Pumas UNAM (Meksiko)</td><td class="column-4">39</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-11">
	<td class="column-1">Bek		</td><td class="column-2">Alex Sandro</td><td class="column-3">Juventus (Italia)</td><td class="column-4">31</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-12">
	<td class="column-1">Bek			</td><td class="column-2">Bremer</td><td class="column-3">Juventus (Italia)</td><td class="column-4">25</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-13">
	<td class="column-1">Gelandang			</td><td class="column-2">Fabinho</td><td class="column-3">Liverpool (Inggris)</td><td class="column-4">28</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-14">
	<td class="column-1">Gelandang		</td><td class="column-2">Casemiro	</td><td class="column-3">Manchester United (Inggris)</td><td class="column-4">30</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-15">
	<td class="column-1">Gelandang			</td><td class="column-2">Bruno Guimaraes</td><td class="column-3">Newcastle United (Inggris)</td><td class="column-4">24</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-16">
	<td class="column-1">Gelandang			</td><td class="column-2">Fred</td><td class="column-3">Manchester United (Inggris)</td><td class="column-4">29</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-17">
	<td class="column-1">Gelandang			</td><td class="column-2">Lucas Paqueta</td><td class="column-3">West Ham (Inggris)</td><td class="column-4">25</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-18">
	<td class="column-1">Gelandang			</td><td class="column-2">Everton Ribeiro</td><td class="column-3">Flamengo (Brasil)</td><td class="column-4">33</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-19">
	<td class="column-1">Striker			</td><td class="column-2">Gabriel Martinelli</td><td class="column-3">Arsenal (Inggris)</td><td class="column-4">21</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-20">
	<td class="column-1">Striker			</td><td class="column-2">Vinicius Jr.</td><td class="column-3">Real Madrid (Spanyol)</td><td class="column-4">22</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-21">
	<td class="column-1">Striker			</td><td class="column-2">Neymar</td><td class="column-3">PSG (Prancis)</td><td class="column-4">30</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-22">
	<td class="column-1">Striker			</td><td class="column-2">Antonius</td><td class="column-3">Manchester United (Inggris)</td><td class="column-4">22</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-23">
	<td class="column-1">Striker			</td><td class="column-2">Rodrygo</td><td class="column-3">Real Madrid (Spanyol)</td><td class="column-4">21</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-24">
	<td class="column-1">Striker		</td><td class="column-2">Raphinha</td><td class="column-3">Barcelona (Spanyol)</td><td class="column-4">25</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-25">
	<td class="column-1">Striker			</td><td class="column-2">Richarlison</td><td class="column-3">Tottenham (Inggris)</td><td class="column-4">25</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-26">
	<td class="column-1">Striker			</td><td class="column-2">Pedro</td><td class="column-3">Flamengo (Brasil)</td><td class="column-4">25</td><td class="column-5"></td>
</tr>
<tr class="row-27">
	<td class="column-1">Striker			</td><td class="column-2">Gabriel Yesus</td><td class="column-3">Arsenal (Inggris)</td><td class="column-4">25</td><td class="column-5"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<!-- #tablepress-1 from cache -->
<h3><span style="font-size: 18pt;">Pemain Yang Tidak Dipanggil Tim Nasional Brasil</span></h3>
<ul>
<li>Roberto Firmino (Liverpool)</li>
<li>Gabriel (Arsenal)</li>
<li>Gabriel Barbosa (Flamengo)</li>
<li>Renan Lodi (Hutan Nottingham)</li>
<li>Matheus Cunha (Atletico Madrid)</li>
<li>Philippe Coutinho (Aston Villa)</li>
<li>Emerson Royal (Tottenham Hotspur)</li>
<li>Gerson (Marseille)</li>
<li>Luiz Henrique (Real Betis)</li>
<li>Rodinei (Flamengo)</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Laporan di Brasil sebelumnya mengindikasikan bahwa Philippe Coutinho telah mengalami cedera paha kanan yang akan membuatnya absen selama enam minggu, sehingga memaksanya untuk absen di Piala Dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sedangkan Firmino tak masuk kloter 26 pemain untuk diberangkatkan ke Qatar akibat persaingan ketat di lini depan skuad Brasil. Striker Liverpool ini kalah saing dari Richarlison, Raphinha, hingga Vinicius Jr yang lazim diandalkan Tite sebagai starter belakangan ini guna mendampingi Neymar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tite sang pelatih harus membawa 9 penyerang ke Piala Dunia, itu pun masih banyak nama bintang yang tersisih selain Firmino. Semisal Gabigol, yang baru saja membawa Flamengo juara Copa Libertadores.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Kekuatan Skuad Brasil 2022</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kekuatan Brasil di Piala Dunia nanti adalah di sektor penyerangan. Tite memiliki tim bertabur bintang yang memainkan sepak bola menyerang. Para striker haus gol ini sudah mencetak lebih dari tiga gol dalam enam dari total tujuh pertandingan terakhir mereka menjelang turnamen.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Kelemahan Skuad Brasil 2022</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Seperti pada umumnya pertahanan adalah area yang perlu diperhatikan oleh tim yang berpikiran menyerang, dan Brasil punya kekurangan pada area ini. Kurangnya kecepatan di lini belakang Brasil membuat mereka rentan terhadap serangan balik, terutama ketika bek sayap mereka keluar dari posisinya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penyebab lain yang perlu dikhawatirkan adalah rekor Piala Dunia mereka baru-baru ini, saat Brasil tersingkir di perempat final pada 2018 dan dikalahkan 7-1 oleh Jerman di semifinal 2014.</span></p>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Grup Brasil di Piala Dunia Qatar 2022</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Brasil tergabung di Grup G bersama Swiss, Kamerun, dan Serbia. Sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, Brasil hanya pernah gagal lolos dari grup dua kali, yaitu 1930 dan 1966.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dengan pengalaman serta kedalaman skuad yang mumpuni, Brasil diprediksi akan menjadi pesaing kuat untuk memuncaki Grup G pada Piala Dunia 2022 di Qatar nanti.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jika itu terjadi, di babak 16 besar mereka akan berhadapan dengan runner-up Grup H yang berisi Portugal, Ghana, Uruguay, dan Korea Selatan.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Jadwal Pertandingan Fase Grup Brasil</span></h3>
<ul>
<li><strong>Jumat, 25 November 2022: 02.00 WIB</strong>: <strong>Brasil</strong> vs Serbia &#8211; Stadion Lusail (Al Daayen)</li>
<li><strong>Senin, 28 November 2022: 23:00 WIB</strong>: <strong>Brasil</strong> vs Swiss &#8211; Stadion 974 (Doha)</li>
<li><strong>Sabtu, 3 Desember 2022: 02:00 WIB</strong>: Kamerun vs <strong>Brasil</strong> &#8211; Stadion Lusail (Al Daayen)</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca juga kabar seputar <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala Dunia</a> menarik lainnya di rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> dan <a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a> SpeakBola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola, ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/skuad-brasil-piala-dunia-2022/">Skuad Brasil Piala Dunia 2022: Daftar Nama 26 Pemain Tim Nasional Yang Menuju Qatar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Negara Pemilik Gelar Juara Piala Dunia Terbanyak</title>
		<link>https://speakbola.com/6-negara-juara-piala-dunia-terbanyak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2022 10:58:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Juara Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kontestan piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Uruguay]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2294</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Piala Dunia adalah turnamen sepak bola internasional yang diikuti oleh tim nasional pria senior dari berbagai negara. Turnamen sepak bola ini adalah salah satu kompetisi olahraga internasional paling populer. Pada tahun 2014, tercatat lebih dari 3 miliar orang menonton Piala Dunia. Sejak pertama kali digelar pada 1930, Piala Dunia telah diselenggarakan sebanyak 21 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/6-negara-juara-piala-dunia-terbanyak/">6 Negara Pemilik Gelar Juara Piala Dunia Terbanyak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; <a href="https://speakbola.com/piala-dunia-pesta-sepak-bola/">Piala Dunia</a> adalah turnamen sepak bola internasional yang diikuti oleh tim nasional pria senior dari berbagai negara. Turnamen sepak bola ini adalah salah satu kompetisi olahraga internasional paling populer. Pada tahun 2014, tercatat lebih dari 3 miliar orang menonton <a href="https://speakbola.com/tag/piala-dunia/">Piala Dunia</a>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejak pertama kali digelar pada 1930, <a href="https://speakbola.com/sejarah-trofi-piala-dunia/">Piala Dunia</a> telah diselenggarakan sebanyak 21 kali, dengan 6 negara menjadi pemilik gelar juara terbanyak.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> kali ini, speakbola.com akan menganjak Speakers sekalian untuk mengenal 6 negara pemilik gelar juara Piala Dunia terbanyak.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Brasil: 5 Kali Juara Piala Dunia (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Brasil adalah tim paling sukses di Piala Dunia dengan koleksi lima gelar juara Piala Dunia. Tim Nasional Brasil juga adalah satu-satunya Timnas yang lolos ke 21 edisi Piala Dunia, tak pernah absen sekalipun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gelar juara pertama Brasil diraih pada Piala Dunia 1958. Saat itu, <a href="https://speakbola.com/tag/pele/">Pele</a> yang baru berumur 17 tahun mencetak enam gol di turnamen tersebut. Brasil mengalahkan tuan rumah Swedia 5-2 di final untuk mengangkat trofi. Kemudian 4 tahun berikutnya di Piala Dunia 1962, Brasil mempertahankan gelar mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pele dan Brasil memenangkan gelar ketiga mereka pada tahun 1970. Dengan pencapaian tersebut Pele menjadi pemain peraih trofi Piala Dunia terbanyak. Dari 4 penampilan Pele di Piala Dunia, hanya 1 kali saja trofi itu lolos dari tangannya, yaitu saat Piala Dunia 1966.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Every single goal from Brazil&#8217;s 2002 World Cup triumph! 💥 🇧🇷</p>
<p>Which of these goals was the best? 💭 <a href="https://twitter.com/hashtag/KoreaJapan02?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#KoreaJapan02</a> | <a href="https://twitter.com/CBF_Futebol?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@CBF_Futebol</a> <a href="https://t.co/FUBYZxzwVQ">pic.twitter.com/FUBYZxzwVQ</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1542493795002077185?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 30, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gelar juara terakhir Brasil datang pada tahun 2002 yang diadakan di Korea Selatan dan Jepang. Bintang Timnas Brasil saat itu, <a href="https://speakbola.com/tag/phenomenon/">Ronaldo</a>, mencetak delapan gol untuk memandu Brasil menjadi juara sekaligus meraih Sepatu Emas sebagai top skor Piala Dunia 2022.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Jerman: 4 Kali Juara Piala Dunia (1954, 1974, 1990, dan 2014)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jerman adalah negara dengan tradisi sepak bola yang kuat. Tak heran bila Tim Nasional Jerman merupakan salah satu tim terkuat di dunia sepakbola. Mereka telah menjadi juara Piala Dunia sebanyak empat kali.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">3 gelar juara Jerman di Piala Dunia diraih saat negara ini masih terpecah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, yaitu pada Piala Dunia 1954, 1974 dan 1990. Kemudian gelar juara pada Piala Dunia 2014 diraih sebagai Jerman saja, tanpa barat dan timur.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🇺🇾🇮🇹🇩🇪🇧🇷🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿🇦🇷🇫🇷🇪🇸<br />
Only eight countries have ever won the <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a>. A new series on Netflix called &#8220;Becoming Champions&#8221; looks at the stories behind those teams. Perfect holiday viewing! 📺🤶🎅</p>
<p>FEATURING GERMANY🇩🇪<a href="https://t.co/256FXJkQES">pic.twitter.com/256FXJkQES</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1078946225137676288?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">December 29, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">2 orang <a href="https://speakbola.com/skor-piala-dunia/">pencetak gol terbanyak Piala Dunia</a> sepanjang masa juga berasal dari Jerman. Mereka adalah <a href="https://speakbola.com/tag/gerd-muller/">Gerd Muller</a> dan <a href="https://speakbola.com/tag/miroslave-klose/">Miroslav Klose</a>. Muller memegang gelar top skor sepanjang masa Piala Dunia selama 32 tahun dengan 14 Gol. Dia dikenal sepanjang karirnya sebagai salah satu striker paling mematikan saat berada di area gawang. Seluruh gol Piala Dunianya terjadi di dalam kotak penalti.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Piala Dunia 2014 mungkin adalah yang paling sempurna bagi Jerman. Saat itu selain keluar sebagai juara, striker mereka, Miroslav Klose, juga berhasil menggeser Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang sejarah. menyumbangkan dua gol selama perjuangan Timnas Jerman dalam meraih trofi Piala Dunia 2014 di Brasil, sekaligus menyalip Ronaldo, yang saat itu menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa. </span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> five year ago, Miroslav Klose scored his record-breaking 16th FIFA <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> goal in <a href="https://twitter.com/DFB_Team_EN?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@DFB_Team_EN</a>&#8216;s 7-1 semi-final win over Brazil <a href="https://t.co/1v8DMoa1AT">pic.twitter.com/1v8DMoa1AT</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1148120928707944448?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">July 8, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gol yang menobatkan Miroslav Klose sebagai top skor sepanjang masa dicetaknya saat melawan Brasil di semifinal. Saat itu Jerman membantai tuan rumah dengan skor 7-1. Dengan gol tersebut total gol Piala Dunia Klose adalah 16.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Italia: 4 Kali Juara Piala Dunia (1934, 1938, 1982, dan 2006)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejatinya, Piala Dunia sendiri sangatlah akrab dengan Italia. Dalam 21 edisi Piala Dunia, 18 di antaranya Italia ikut berpartisipasi. Dari 18 keikutsertaaan tersebut, Italia berhasil memenangkan 4 di antaranya. Masing-masing di tahun 1934, 1938, 1982, dan 2006.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Timnas Italia tercatat sebagai tim pertama yang berhasil menjadi juara dalam dua edisi beruntun. Italia meraih gelar pertamanya pada 1934 dan berhasil mempertahankan gelarnya empat tahun kemudian.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Italia juga menjadi runner up turnamen ini sebanyak dua kali, yaitu tahun 1970 dan 1994. Seabrek nama-nama legendaris menghiasi pencapaian Italia di sepak bola dunia. Mulai dari Giusseppe Meazza, Luigi Riva, Dino Zoff, Sandro Mazzola, Franco Baressi, Roberto Baggio, sampai era Francesco Totti, Del Piero, dan lain-lainnya.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/HBD?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#HBD</a> Fabio Grosso 🎉🇮🇹</p>
<p>He scored the spot kick that sent the whole of Italy into ecstasy: the winning penalty in the 2006 <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> Final shootout 🎯<a href="https://twitter.com/Azzurri?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@azzurri</a> | <a href="https://twitter.com/FIGC?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FIGC</a> <a href="https://t.co/9RrZREeU6v">pic.twitter.com/9RrZREeU6v</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1200006923615006720?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 28, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada Piala Dunia terakhir mereka, yaitu pada tahun 2014, Italia secara mengejutkan tersingkir di babak penyisihan grup. Kemudian pada tahun 2018 Italia tak bisa mencetak gol dalam 180 menit pertandingan sepak bola melawan Swedia di play-off. Hal itu menyebabkan mereka, gagal lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia sejak 1958.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dan terakhir Pada 2022, Italia kembali gagal lolos.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Uruguay: 2 Gelar Juara (1930 dan 1950)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Uruguay terkenal dalam dunia sepak bola bukan saja karena mereka adalah tuan rumah Piala Dunia pertama pada tahun 1930, Namun juga karena mereka mengoleksi 2 gelar juara Piala Dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Piala Dunia pertama Uruguay dimenangkan saat mereka berstatus sebagai tuan rumah, yaitu pada 1930. Bermain di kandang sendiri, Tim Nasional Uruguay berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan Argentina di partai final dengan skor 4-2. Sementara itu, Amerika Serikat berada di peringkat ketiga setelah mengalahkan Yugoslavia (kini Serbia).</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Remembering a Uruguay legend, who passed away 1⃣7⃣ years ago today.</p>
<p>Juan Alberto Schiaffino starred in the 1950 <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> final, scoring one of the goals that broke Brazilian hearts in the fabled Maracanazo 🇺🇾🏆 <a href="https://twitter.com/Uruguay?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@Uruguay</a> | <a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> <a href="https://t.co/nGfdnlb0RT">pic.twitter.com/nGfdnlb0RT</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1194608352308989952?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 13, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selain menjadi juara saat berstatus tuan rumah, Uruguay juga pemenang turnamen empat tahunan itu di edisi 1950. Di partai final, Uruguay mengalahkan tuan rumah Brasil 2-1, yang saat itu sebetulnya jauh lebih diunggulkan ketimbang tim tamunya.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Argentina: 2 Gelar Juara (1978 dan 1986)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Argentina adalah salah satu dari 13 tim di Piala Dunia perdana tahun 1930. Di turnamen itu, Argentina berhasil mencapai final bertemu dengan tuan rumah. Sayangnya mereka harus kalah 2-4 dari Uruguay.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Antara tahun 1929 dan 1959, tim Argentina memenangkan Copa America sebanyak 12 kali, tetapi tak satupun gelar Juara Piala Dunia bisa mereka raih. Penantian panjang Argentina usai pada tahun 1978 ketika mereka memenangkan Piala Dunia untuk pertama kalinya di kandang. Mario Kempes mencetak dua gol di final yang mengesankan melawan Belanda.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">It&#8217;s exactly 41 years since 🇦🇷 <a href="https://twitter.com/Argentina?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@Argentina</a> lifted their first <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a>! 🏆</p>
<p>The likes of Daniel Passarella and Mario Kempes led them to glory on home soil <a href="https://twitter.com/hashtag/onthisday?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#onthisday</a>. <a href="https://t.co/P0lhlDgVsn">pic.twitter.com/P0lhlDgVsn</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1143469096186646528?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">June 25, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Argentina mengulangi prestasi mereka pada <a href="https://speakbola.com/pertandingan-kontroversial-piala-dunia/">Piala Dunia 1986</a> berkat kejeniusan <a href="https://speakbola.com/tag/maradona/">Diego Maradona</a>. Mereka mencapai final lagi pada tahun 1990, sayangnya untuk melihat kemenangan penalti Andi Brehme untuk Jerman. Pada tahun 2014 mereka dikalahkan di final lagi oleh Jerman, 1-0 di perpanjangan waktu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tradisi sepak bola yang kuat di Argentina menyebabkan negara ini dikenal sebagai penghasil beberapa pemain terhebat sepanjang masa. Daftar tersebut mencakup nama-nama seperti Diego Maradona, <a href="https://speakbola.com/tag/messi/">Lionel Messi</a>, Mario Kempes, Fernando Redondo, Gabriel Batistuta, dan lainnya.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Maradona&#8217;s impact on the pitch was unforgettable 🤩🇦🇷 <a href="https://t.co/qbFWGuqwOX">pic.twitter.com/qbFWGuqwOX</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1515329169093283840?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 16, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Maradona dianggap oleh banyak orang sebagai yang terhebat sepanjang masa, bahkan lebih baik dari Pele Brasil dan pemain hebat modern lainnya seperti Lionel Messi dan <a href="https://speakbola.com/tag/cristiano-ronaldo/">Cristiano Ronaldo</a>. Ia berperan penting dalam perjalanan Piala Dunia Argentina pada tahun 1986, yang membuatnya menjadi superstar bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Prancis: 2 Kali Juara Piala Dunia (1998 dan 2018)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Prancis merupakan negara yang sangat erat kaitannya dengan sejarah Piala Dunia. Pada 1928, seorang Prancis bernama Jules Rimet selaku Presiden FIFA kala itu adalah orang yang jadi pencetus dibuatnya festival sepak bola terbesar sejagat raya ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim Nasional Prancis adalah salah satu dari 13 tim di Piala Dunia perdana pada tahun 1930. Tim Ayam Jago pun termasuk salah satu kesebelasan yang rutin berpartisipasi sepanjang sejarah gelaran empat tahunan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, semua hal itu ternyata tak lantas menjamin keberhasilan Prancis di Piala Dunia. Prestasi terbaik Les Bleus sebelum 1998 cuma sebatas menjadi juara ketiga Piala Dunia 1986, pun bermaterikan generasi emas, salah satunya sang maestro sepak bola, Michel Platini.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🗳️ <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCupAtHome?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCupAtHome</a> | You voted Michel Platini&#8217;s equaliser as the moment of the match in yesterday&#8217;s Mexico 1986 classic!</p>
<p>Miss 🇧🇷-🇫🇷? You can watch it on demand here 👇</p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1244542490792857601?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">March 30, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Karena itulah, ketika Prancis kembali ditunjuk sebagai tuan rumah pada Piala Dunia 1998, tak ada yang menyangka Zinedine Zidane dkk. bisa melangkah jauh.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di final 1998, Prancis mesti berhadapan dengan juara bertahan, Brasil, yang tentunya lebih difavoritkan lantaran bertabur bintang, seperti Roberto Carlos, Dunga, Rivaldo, Bebeto, serta Sang Fenomena, Ronaldo.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kenyataan yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Prancis lebih mendominasi pertandingan final Piala Dunia, 12 Juli 1998 dan akhirnya keluar sebagai juara Piala Dunia 1998 setelah sukses mengungguli Brasil dengan skor 3-0.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">A <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a>-winning captain in 1998 🏆</p>
<p>A <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a>-winning coach in 2018 🏆<a href="https://twitter.com/hashtag/HBD?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#HBD</a> to <a href="https://twitter.com/FrenchTeam?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FrenchTeam</a>&#8216;s Didier Deschamps! 🇫🇷🎂🥳 <a href="https://t.co/t2bSinZZgD">pic.twitter.com/t2bSinZZgD</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1183998838736113665?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">October 15, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Prancis secara kontroversial lolos ke Piala Dunia 2010 dengan gol menggunakan tangan Thierry Henry. Sayangnya kemudian tersingkir di tahap pertama turnamen.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di Piala Dunia 2014, Prancis berhasil mencapai perempat final. Kemudian Pada tahun 2018, mereka berhasil mengulang sukses menjadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya, saat berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 di pasrai final.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah mereka Speakers, Negara yang menjadi juara Piala Dunia terbanyak. Mungkinkah di Piala Dunia 2022 Qatar nanti salah satu dari mereka akan kembali menambah koleksi gelar juara Piala Dunia? </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus speakbola untuk mendapatkan berita-berita update, seru dan unik dalam dunia sepak bola. Bicara bola ya <a href="https://speakbola.com/">SpeakBola</a> aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/6-negara-juara-piala-dunia-terbanyak/">6 Negara Pemilik Gelar Juara Piala Dunia Terbanyak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
