<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Luciano Moggi &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/luciano-moggi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Sep 2023 04:24:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>Luciano Moggi &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Calciopoli, Biang Keladi Merosotnya Sepak Bola Italia</title>
		<link>https://speakbola.com/calciopoli-biang-merosotnya-bola-italia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2022 08:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[Calciopoli]]></category>
		<category><![CDATA[Juventus]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Luciano Moggi]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[Skandal Sepak Bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1684</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Ada masa di mana kata capocannoniere lebih populer digunakan untuk menyebut pencetak gol terbanyak ketimbang top skor, gelar juara disebut scudetto, pekan disebut giornata, dan gelandang disebut centrocampista. Istilah-istilah tersebut adalah Bahasa Italia yang familiar di telinga dan digunakan dalam pembicaraan sepak bola sehari-hari seiring dengan begitu digdayanya persepakbolaan Italia di era 90-an [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/calciopoli-biang-merosotnya-bola-italia/">Calciopoli, Biang Keladi Merosotnya Sepak Bola Italia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Ada masa di mana kata c<em>apocannoniere </em>lebih populer digunakan untuk menyebut pencetak gol terbanyak ketimbang top skor, gelar juara disebut s<em>cudetto</em>, pekan disebut g<em>iornata</em>, dan gelandang disebut c<em>entrocampista</em>. Istilah-istilah tersebut adalah Bahasa Italia yang familiar di telinga dan digunakan dalam pembicaraan sepak bola sehari-hari seiring dengan begitu digdayanya persepakbolaan Italia di era 90-an hingga awal 2000an. Hingga, skandal <em>calciopoli</em> melanda sepak bola Italia.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Apa itu Calciopoli?</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://speakbola.com/tag/calciopoli/">Calciopoli</a> adalah skandal suap, korupsi, dan pengaturan skor di Serie A liga Italia yang dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis, yang terungkap pada Mei 2006. Skandal ini melibatkan beberapa klub seperti Juventus, Arezzo, Fiorentina, Lazio, AC Milan, hingga Reggina; pemain; wasit; hakim; hingga politisi Italia. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meskipun terdapat sejumlah klub yang tersangkut kasus suap, pengaturan skor, dan koripsi ini, tetapi Juventus adalah yang paling tersorot. Petinggi Juventus diindikasi merupakan aktor intelektual di balik skandal ini.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Skandal Calciopoli Juventus</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menurut sebuah jurnal berjudul <em><a href="https://eprints.lancs.ac.uk/id/eprint/70697/1/Calciopoli.pdf" target="_blank" rel="noopener">An analysis of consumer response to corruption: Italy&#8217;s Calciopoli scandal, </a></em>skandal calciopoli mulai diinvestigasi pada musim 2004/2005 saat Juventus berhasil menjuarai Serie A dengan 86 poin, unggul tujuh poin dari rival terdekatnya, AC Milan. Penyelidikan Otoritas Sepak Bola Italia (FIGC), dibantu kejaksaan dan kepolisian, memperlihatkan ada setidaknya 20 pertandingan Juventus yang dianggap mencurigakan dan terindikasi adanya suap, pengaturan skor, juga intervensi terhadap wasit.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Jurnal yang disusun oleh Babatunde Buraimo, Giuseppe Migali, dan Rob Simmons tersebut juga mengungkapkan tiga bentuk intervensi yang dilakukan pejabat Juventus kepada wasit:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: 12pt;">Wasit yang dikenal punya kecenderungan mendukung Juventus dialokasikan untuk pertandingan-pertandingan menentukan bagi Juventus.</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Para wasit didorong untuk memberikan keputusan menguntungkan bagi Juventus</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Ketiga, wasit akan menerima ancaman skorsing dari tugas hingga pemecatan apabila keinginan direksi tidak dipenuhi.</span></li>
</ol>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Hukuman Calciopoli</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah menjalani proses penyelidikan akhirnya hukuman pun dijatuhkan bagi klub-klub yang terlibat skandal. </span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong>Juventus</strong> mendapatkan pengurangan sembilan poin, tidak berhak mengikuti Liga Champions Eropa 2006/2007, serta gelar Serie A musim 2004/2005-2005/2006 dilucuti. Hingga yang paling pahit adalah mereka harus terdegradasi ke Serie B.</span></li>
<li><strong>Lazio</strong> memperoleh pengurangan tiga poin untuk Serie A musim 2006/2007 dan tidak berhak mengikuti Piala UEFA 2006/2007.</li>
<li><strong>Fiorentina</strong> dikurangi 19 poin untuk Serie A musim 2006/2007 dan tidak berhak mengikuti Liga Champions Eropa 2006/2007</li>
<li><strong>AC Milan</strong> mendapatkan pengurangan delapan poin untuk Serie A musim 2006/2007 dan pengurangan 30 poin untuk Serie A musim 2005/2006</li>
<li><strong>Reggina</strong> dijatuhi denda senilai £68.000. Di samping itu, presiden mereka, Pasquale Foti, didenda sebesar £20.000 dan dilarang beraktivitas di dunia sepakbola selama dua setengah tahun.</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Aktor Intelektual Skandal Calciopoli</span></h2>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-1695 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Untitled-Facebook-Cover-1-300x169.png" alt="Luciano Moggi, Direktur Umum Juventus, diduga sebagai dalam calciopoli" width="508" height="286" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Untitled-Facebook-Cover-1-300x169.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Untitled-Facebook-Cover-1-1024x577.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Untitled-Facebook-Cover-1-400x225.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Untitled-Facebook-Cover-1-768x433.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Untitled-Facebook-Cover-1-1536x865.png 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Untitled-Facebook-Cover-1.png 1640w" sizes="(max-width: 508px) 100vw, 508px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berdasarkan ratusan rekaman percakapan dan ribuan dokumen yang masuk ke FIGC, tim penyelidik menyimpulkan bahwa Luciano Moggi punya andil penting dalam skandal suap dan pengaturan skor ini. Luciano Moggi bisa memilih wasit untuk pertandingan Juventus, memengaruhi pemilihan wasit untuk tim lain, menunda bahkan membatalkan pertandingan, dan menyetir arah liputan media. Saking hebatnya pengaruh Luciano Moggi, skandal ini juga disebut publik sebagai “Moggiopoli.”</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Atas peran sentralnya dalam skandal Calciopoli, Otoritas Sepak Bola Italia (FIGC) memberikan hukuman terhadap Luciano Moggi berupa pencekalan di dunia sepak bola seumur hidup.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menanggapi keputusan tersebut, Luciano Moggi lantas mengajukan banding ke pengadilan tinggi dan berhasil lolos dari dua tuduhan terkait kecurangan olahraga. Ia memang tak bebas dari tuduhan konspirasi kriminal, tapi kasus telah melewati batas kedaluwarsa pada 2015. Dan, pada senin (24/3/2015), Pengadilan tinggi memutuskan Luciano Moggi Bebas.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menurut Luciano Moggi, dalam sembilan tahun penyidikan, FIGC hanya menemukan satu wasit yang bersalah. Calciopoli merupakan senjata tanpa amunisi karena tidak adanya bukti.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Efek Calciopoli Terhadap Sepak Bola Italia</span></h2>
<blockquote><p>&#8220;Calciopoli seperti bom atom. Sepak bola kita hancur karenanya,&#8221; &#8211; Del Piero</p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Alessandro Del Piero, legenda sepak bola Juventus, yang saat skandal melanda ada di dalam klub, menggambarkan calciopoli sebagai bom atom, yang efeknya masih terasa di sepak bola Italia, kepada <a href="https://football-italia.net/del-piero-calciopoli-an-atomic-bomb/" target="_blank" rel="noopener">Gazetta dello Sport</a>.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menurut Del Piero, skandal itu sudah menyebabkan kemerosotan sepak bola Italia belakangan ini. Setelah dilanda kasus calciopoli, sepak bola Italia mengalami kemunduran karena citranya jadi buruk. Di saat yang sama, liga-liga lain justru terus berkembang.</span></p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-1696" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/alessandro-del-piero_169-1-300x169.jpeg" alt="Del Piero, mantan striker Juventus di masa tersandung kasus Calciopoli" width="472" height="266" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/alessandro-del-piero_169-1-300x169.jpeg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/alessandro-del-piero_169-1-400x225.jpeg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/alessandro-del-piero_169-1.jpeg 700w" sizes="(max-width: 472px) 100vw, 472px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Seperti Premier League yang meledak karena kemampuan berhubungan dengan berbagai macam merek di seluruh dunia. Begitu pula dengan luasnya distribusi hak siar mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selain itu Real Madrid dan Barcelona juga sudah semakin maju dengan kebijakan korporasi mereka yang respektif. Sedangkan Jerman menyempurnakan rute yang telah mereka bangun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mantan striker Juventus itu menambahkan, pun negaranya meraih gelar Piala Dunia 2006, para investor asing malah datang ke Prancis. Mereka lebih memilih mentransfromasi klub-klub seperti PSG dan Monaco, bukannya memilih klub Italia.</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Faktor Lain Penyebab Kemerosotan Sepak Bola Italia</span></h2>
<ul>
<li class="q-relative">
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">Penonton Yang Kian Berkurang</span></strong></h3>
</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Melansir data dari situs <a href="https://www.worldfootball.net/attendance/ita-serie-a-1998-1999/1/" target="_blank" rel="noopener">worldfootbal.net</a>, jumlah penonton Seria A yang hadir ke stadion untuk menonton pertandingan langsung kian berkurang dari tahun ke tahun. Data di tahun 1998/1999 menyebutkan bahwa jumlah rata-rata penonton hadir ke stadion sebesar 30.784 penonton. Angka itu menurun drastis di tahun 2000an awal, contohnya di tahun <a href="https://www.worldfootball.net/attendance/ita-serie-a-2003-2004/3/" target="_blank" rel="noopener">2003/2004</a> menjadi 25.796 penonton.</span></p>
<div id="attachment_1698" style="width: 446px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1698" class=" wp-image-1698" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Serie-A-2006-2007-Attendance-overall-1-300x265.png" alt="Data rata-rata jumlah penonton Serie A tahun 2006./2007" width="436" height="385" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Serie-A-2006-2007-Attendance-overall-1-300x265.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Serie-A-2006-2007-Attendance-overall-1-400x353.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Serie-A-2006-2007-Attendance-overall-1-768x677.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Serie-A-2006-2007-Attendance-overall-1.png 991w" sizes="(max-width: 436px) 100vw, 436px" /><p id="caption-attachment-1698" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Data rata-rata jumlah penonton Serie A tahun 2006./2007</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penurunan paling tajam terlihat di tahun <a href="https://www.worldfootball.net/attendance/ita-serie-a-2006-2007/3/" target="_blank" rel="noopener">2006/2007</a>, saat skandal calciopoli mencuat, 18.282 penonton. Hingga sampai sekarang hanya berkisar 25 ribu penonton yang hadir ke stadion untuk menyaksikan tim kesayangan. </span></p>
<ul class="q-box">
<li class="q-relative">
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">Keuangan Buruk Klub Serie A</span></strong></h3>
</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Masih berkaitan dengan poin di sebelumnya. Merosotnya jumlah penonton yang hadir ke stadion bisa diindikasikan bahwa kepedulian mereka mulai bergeser ke klub lain. Hal tersebut dapat menggeser uang yang seharusnya masuk untuk membeli merchandise klub tersebut beralih ke klub lain. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di samping itu, seperti yang dikatakan Del Piero, investor asing lebih memilih berinvestasi di klub negara lain bukannya Italia karena citra Serie A yang buruk.</span></p>
<ul class="q-box">
<li class="q-relative">
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">Sepak Terjang Klub Italia Di Eropa Merosot</span></strong></h3>
</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di era 90-an hingga awal 2000-an dominasi klub-klub Italia di kancah liga-liga Eropa amat besar. Nama-nama seperti AC Milan dan Juventus kerap ada di partai final Liga Champions Eropa. Sementara di Europa League, kasta kedua liga Eropa, klub-klub Italia juga tetap mendominasi. Bahkan sekelas AC Parma dan Torino pun masuk ke dalam final.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun memasuki era milenium, dominasi klub-klub Italia mulai luntur. Mereka digantikan dengan klub Inggris, Spanyol, dan Jerman. Sejak 1998 hingga kini, hanya 6 kali klub Italia masuk ke final Liga Champions Eropa dan 3 kali menjadi juara. Sisanya didominasi klub Spanyol, Real Madrid atau Barcelona.</span></p>
<ul class="q-box">
<li class="q-relative">
<h3><strong><span style="font-size: 12pt;">Minim Pemain Bintang di Serie A</span></strong></h3>
</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Finansial yang buruk membuat pemain bintang enggan ke Serie A karena pastinya tidak mendapatkan bayaran sebaik yang ditawarkan liga lain. Dengan tidak adanya pemain bagus di Serie A, standard liga pun akan merosot sehingga prestasi klub-klub serie A akan semakin turun. </span><span style="font-size: 12pt;">Sementara bagi fans, tidak adanya pemain bintang di Serie A membuat mereka malas menonton Serie A.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itu dia Speakers penjelasan soal Calciopoli, sebuah skandal suap, pengaturan skor, dan korupsi sepak bola, yang pernah mengguncang Italia dalam rubrik Bolastori kali ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca artikel menarik <a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a> lainnya untuk mendapatkan kabar terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/calciopoli-biang-merosotnya-bola-italia/">Calciopoli, Biang Keladi Merosotnya Sepak Bola Italia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
