<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jose Mourinho &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/jose-mourinho/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Sep 2023 11:22:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>Jose Mourinho &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Champions League 2004 Throwback: Ketika Tim Kuda Hitam Jadi Jawara UEFA Champions League</title>
		<link>https://speakbola.com/champions-league-2004/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2022 05:04:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[FC Porto]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[UEFA Champions League]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=3195</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Champions League 2004 mungkin adalah salah satu fase UCL yang selalu dikenang oleh banyak pecinta sepak bola. Alasannya karena yang berlaga di partai final saat itu bukanlah dua tim besar melainkan dua kuda hitam yang tak terprediksi, FC Porto VS AS Monaco. 26 Mei 2004, di stadion Arena AufSchalke, Jerman, digelarlah partai puncak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/champions-league-2004/">Champions League 2004 Throwback: Ketika Tim Kuda Hitam Jadi Jawara UEFA Champions League</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; <span style="font-size: 12pt;">Champions League 2004 mungkin adalah salah satu fase UCL yang selalu dikenang oleh banyak pecinta sepak bola. Alasannya karena yang berlaga di partai final saat itu bukanlah dua tim besar melainkan dua kuda hitam yang tak terprediksi, FC Porto VS AS Monaco.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">26 Mei 2004, di stadion Arena AufSchalke, Jerman, digelarlah partai puncak UEFA Champions League yang mempertemukan FC Porto VS AS Monaco.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 2004, Deco inspired José Mourinho&#8217;s Porto to a 3-0 win against Monaco in the <a href="https://twitter.com/hashtag/UCLfinal?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#UCLfinal</a>. <a href="https://t.co/FiMugf9e5P">pic.twitter.com/FiMugf9e5P</a></p>
<p>— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) <a href="https://twitter.com/ChampionsLeague/status/735811205902835712?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 26, 2016</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di momen itulah nama Jose Mourinho, the special one, mulai terdengar di Eropa, dan menunjukkan ke-spesial-annya dalam dunia sepak bola. Tim besutannya, FC Porto, berhasil mengalahkan Monaco dengan skor 3-0 di partai final Champions League 2004.</span></p>
<h2></h2>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Langkah Porto Meniti Tangga Juara Champions League 2004</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Porto membuka  perjalanan Champions League mereka dengan 2 hasil tidak menyenangkan. Ditahan imbang 1-1 di kandang Partizan Belgrade dan dihajar Real Madrid 3-1 di kandang sendiri.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun di pekan ketiga peruntungan mereka berubah. Skuad asuhan Jose Morinho sukses mengalahkan tuan rumah Marseille yang dimotori oleh Didier Drogba 2-3. Kemudian menyusul dua kemenangan berutun di kandang atas Marseille dan Partizan, serta hasil seri di Santiago Bernabeu. Hasil dari 3 pertandingan akhir mereka membawa Porto lolok ke Babak 16 besar.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Babak 16 Besar UEFA Champions League 2004</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Langkah Porto di fase gugur Champions League harus dijegal oleh Manchester United pada pertemuan pertama. Jose Mourinho, yang saat itu adalah nama baru di dunia kepelatihan mesti berhadapan dengan Sir Alex Ferguson yang kawakan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tapi keadaan itu seolah tak berpengaruh bagi Porto. Di hadapan publiknya sendiri, Porto sukses memenangi leg pertama di Dragao dengan skor 2-1 berkat dua gol Benni McCarthy.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🇿🇦 2004 winner Benni McCarthy is 43 today 🥳<a href="https://twitter.com/hashtag/UCL?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#UCL</a> | <a href="https://twitter.com/hashtag/HBD?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#HBD</a> | <a href="https://twitter.com/FCPorto?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FCPorto</a> <a href="https://t.co/H99dAbuLYp">pic.twitter.com/H99dAbuLYp</a></p>
<p>— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) <a href="https://twitter.com/ChampionsLeague/status/1326850611103608832?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">November 12, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di leg kedua, berganti Porto yang pergi menyambangi Old Trafford. Tertinggal satu gol dan kalah jumlah gol tandang membuat Porto seoalah akan tersingkir. Namun saat laga sudah memasuki injury time, Costinha memanfaatkan kesalahan kiper Setan Merah, Tim Howard, untuk membuat sebuah gol penyeimbang yang dramatis.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim Howard menepis bola tendangan bebas dari Benni McCarthy ke wilayah depan gawangnya sendiri. Bola itu kemudian secepat kilat disambar oleh Costinha untuk membawa Porto lolos ke perempat final Champions League 2004.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="pt">A 9️⃣ de março de 2004, um golo épico aos 90 minutos de Costinha em Old Trafford qualificava o <a href="https://twitter.com/FCPorto?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FCPorto</a> para os &#8216;quartos&#8217; da <a href="https://twitter.com/ChampionsLeague?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@ChampionsLeague</a>.</p>
<p>Hoje, 9️⃣ de março de 2021, é dia de voltar a fazer história! 🏆</p>
<p>Vamos, Dragões! 🐉 <a href="https://twitter.com/hashtag/ChampionsELEVEN?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#ChampionsELEVEN</a> <a href="https://t.co/YUOoEoVLad">pic.twitter.com/YUOoEoVLad</a></p>
<p>— ELEVEN Portugal (@ElevenSports_PT) <a href="https://twitter.com/ElevenSports_PT/status/1369219653248094210?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">March 9, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Merespon gol yang dicetak anak asuhnya itu, Mourinho berlari menyusuri touchline untuk ikut berselebrasi dengan para pemainnya di sudut lapangan. Sebuah aksi ikonik dari Mourinho, yang kembali diulangnya kala Inter Milan mengalahkan Barcelona di semifinal leg kedua Champions League 2010.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Babak Perempat Final Champions League 2004</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Lawan berikutnya yang harus dihadapi Deco dkk di perempat final adalah Lyon. Pada Leg pertama yang dimainkan di kandang mereka, Porto sukses meraih kemenangan 2-0 berkat gol dari Deco serta Ricardo Carvalho.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🐉 An emphatic finish from Maniche <a href="https://twitter.com/hashtag/OTD?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OTD</a> in 2004 👊<a href="https://twitter.com/hashtag/UCL?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#UCL</a> | <a href="https://twitter.com/FCPorto?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FCPorto</a> <a href="https://t.co/EaARLGF11m">pic.twitter.com/EaARLGF11m</a></p>
<p>— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) <a href="https://twitter.com/ChampionsLeague/status/1379749908761174017?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 7, 2021</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Leg kedua yang berlangsung di Prancis, menghadirkan Maniche sebagai bintang pertandingan. Ia memborong dua gol untuk mengamankan kelolosan Porto ke semifinal Champions League unuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Bertemu Super Depor di Semifinal Champions League 2004</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Deretan tim raksasa seperti Arsenal, AC Milan, dan Real Madrid secara mengejutkan terlempar dari turnamen pada babak perempat final, menyisakan Chelsea. Porto sendiri harus berjumpa dengan Deportivo La Coruna di semifinal, yang sebelumnya mengukir sejarah UCL dengan sebuah epic comeback saat membalikkan ketertinggalan agregat 4-1 atas AC Milan.</span></p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/vjqneDqCTo4?start=380" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hanya mampu meraih hasil imbang pada laga semifinal leg pertama di Portugal, Porto sukses menumbangkan Super Depor di hadapan publik mereka sendiri dengan skor 0-1. Sebuah tendangan penalti yang diambil oleh Derlei memaksa Super Depor angkat kaki dari turnamen.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">Final Champions League 2004</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Titik puncak dari sebuah musim UCL yang penuh kejutan adalah saat dua tim kuda hitam berjumpa di partai final, FC Porto VS AS Monaco. Namun Monaco yang sebelumnya menjungkalkan Chelsea, tim yang lebih diunggulkan melaju ke final, memang bukanlah tandingan sepadan bagi anak asuh Mourinho.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">⚽️ Carlos Alberto, Deco, Alenichev</p>
<p>🔵 When Porto became European champions again in 2004 🏆<a href="https://twitter.com/FCPorto?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@FCPorto</a> | <a href="https://twitter.com/hashtag/UCLfinal?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#UCLfinal</a> <a href="https://t.co/Bs1Tj0qO5M">pic.twitter.com/Bs1Tj0qO5M</a></p>
<p>— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) <a href="https://twitter.com/ChampionsLeague/status/1529771735343583344?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 26, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam laga pamungkas di Gelsenkirchen, Jerman, Striker Brasil Carlos Alberto membuka skor lima menit sebelum jeda babak pertama. Menyusul di babak kedua, gol dari Deco serta Dmitri Alenichev melengkapi kemenangan 3-0 Porto dan Mourinho.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kemenangan di Champions League 2004 itu adalah sebuah hal besar baik bagi Porto dan Mourinho. 17 tahun lamanya klub juara liga Portugal itu harus menanti untuk kembali menjadi penguasa Eropa. Terakhir mereka menjuarai Liga Champios adalah di tahun 1987. Sementara bagi Mourinho, kemenangan itu adalah jalan pembuka baginya ke karir cemerlang bersama beberapa klub selanjutnya.</span></p>
<h2></h2>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Skuad Porto di Final Champions League 2004</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Pemain Inti</strong>: </span></p>
<ul>
<li>GK 99 Vitor Baia</li>
<li>RB 22 Paulo Ferreira</li>
<li>CB 2 Jorge Costa (c)</li>
<li>CB 4 Ricardo Carvalho</li>
<li>LB 8 Nuno Valente</li>
<li>DM 6 Costinha</li>
<li>CM 23 Pedro Mendes</li>
<li>CM 18 Maniche</li>
<li>AM 10 Deco</li>
<li>CF 19 Carlos Alberto</li>
<li>CF 11 Derlei</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Pemain Pengganti</strong></span></p>
<ul>
<li>GK 13 Nuno</li>
<li>DF 3 Pedro Emanuel</li>
<li>DF 5 Ricardo Costa</li>
<li>DF 17 Jose Bosingwa</li>
<li>MF 15 Dmitri Alenichev</li>
<li>FW 9 Edgaras Jankauskas</li>
<li>FW 77 Benni McCarthy</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Pelatih</strong></span>: Jose Mourinho</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Tim Kuda Hitam UEFA Champions League 2022/2023</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keadaan di Champions League 2003/2004 terulang kembali di Champions League musim ini, di mana banyak tim-tim kuda hitam yang lolos ke fase gugur. Setidaknya ada enam tim bukan unggulan, yang bisa dibilang sebagai kuda hitam di babak 16 besar UCL musim ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meskipun semunya tidak diunggulkan sebagai juara tetapi semuanya memastikan diri lolos ke babak 16 besar dengan hasil yang memuaskan. Keenam tim tersebut adalah sebagai berikut.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">1. FC Porto: Sang Juara Champions League 2004</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Juara Champions League 2004 ini menjadi salah satu wakil Portugal yang lolos ke babak 16 besar UCL 2022/2023 selain Benfica. Kepastian laju mereka ke fase gugur didapatkan dengan menjadi juara grup B dengan total 12 poin.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dari 6 laga yang dijalani oleh Porto di fase grup, mereka berhasil mencatatkan 4 laga menang dan 2 kalah. Mereka unggul atas tiga tim pesaingnya, seperti Club Brugge, Bayern Leverkusen, dan Atletico Madrid.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">2. RB Leipzig</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">RB Leipzig lolos ke babak gugur dengan status sebagai runner-up grup F dengan torehan 12 poin. Leipzig meraih 4 kemenangan dan 2 hasil kalah dalam 6 laga terakhir fase grup. Mereka hanya terpaut satu poin dari Real Madrid sang juara grup.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">3. Club Brugge</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tim kuda hitam yang satu ini adalah wakil Belgia, Club Brugge. Amat langka ditemui wakil Belgia di ajang Liga Champions. Meskipun tak diunggulkan tapi Club Brugge mampu menembus fase grup dengan finis sebagai runner-up di grup B.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Club Brugge sukses membukukan 3 laga menang, 2 seri, 1 kalah di fase grup UCL. Mereka hanya kalah satu poin dari Porto yang berhasil menjadi juara grup B.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">4. Eintracht Frankfurt</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kuda hitam UCL 2022/2023 selanjutnya adalah wakil Jerman, Eintracht Frankfurt. Juara bertahan UEFA Europa League (UEL) 2021/2022 ini lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up grup D.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Eintracht Frankfurt sukses mengumpulkan 10 poin di fase grup dengan catatan 3 laga menang, 1 seri, 2 kalah. Mereka hanya terpaut satu poin dari sang juara grup, Tottenham Hotspur.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">5. Napoli</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kuda hitam dengan catatan yang paling baik di UCL 2022/2023, Napoli adalah Wakil Italia yang lolos ke fase gugur sebagai juara grup A.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat fase grup, Napoli berhasil mengungguli dua tim besar Eropa langganan UCL yaitu Liverpool dan Ajax Amsterdam. Napoli mengumpulkan 15 poin dengan catatan 5 laga menang dan 1 kalah. Mereka unggul selisih gol atas Liverpool.</span></p>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size: 18pt;">6. Benfica</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Satu lagi kuda hitam wakil Portugal di babak 16 besar Champions League 2022/2023, Benfica. Benfica lolos ke babak 16 besar dengan status juara grup H. Mereka unggul atas dua tim besar Eropa yaitu Paris Saint-Germain dan Juventus. Hebatnya lagi, Benfica tak terkalahkan di fase grup.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keberadaan 6 kuda hitam di Champions League saat ini membawa kembali memori ke saat tim kuda hitam, yaitu FC Porto, menjadi juara Champions League 2004. Akankah memori itu bisa terulang kembali nanti, Speakers? Layak dinanti!</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baca juga artikel-artikel menarik lainnya seputar <a href="https://speakbola.com/tag/liga-champions/">liga champions</a> di rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> dan <a href="https://speakbola.com/category/bolastori/">Bolastori</a>. Bicara bola, ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/champions-league-2004/">Champions League 2004 Throwback: Ketika Tim Kuda Hitam Jadi Jawara UEFA Champions League</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Momen Tak Terlupakan Laga Inter vs Barca 2010</title>
		<link>https://speakbola.com/barca-vs-inter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2022 06:54:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[EUFA Champions League]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Pep Guardiola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=2226</guid>

					<description><![CDATA[<p>(spekabola.com) &#8211; Liga Champions UEFA pekan ini akan kembali menyuguhkan laga big match antara Inter VS Barca. Inter Milan dijadwalkan akan menjamu Barcelona di Giuseppe Meazza, Rabu (5/10/2022) dini hari WIB. Ini jadi laga ketiga kedua tim di Grup C Liga Champions 2022/2023. Inter dan Barca sama-sama baru meraih tiga poin hasil satu kemenangan. Selain [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/barca-vs-inter/">5 Momen Tak Terlupakan Laga Inter vs Barca 2010</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(spekabola.com)</strong> &#8211; <a href="https://speakbola.com/tag/liga-champions/">Liga Champions UEFA</a> pekan ini akan kembali menyuguhkan laga <em>big match</em> antara <a href="https://speakbola.com/tag/inter-milan/">Inter</a> VS <a href="https://speakbola.com/tag/barcelona/">Barca</a>. Inter Milan dijadwalkan akan menjamu Barcelona di Giuseppe Meazza, Rabu (5/10/2022) dini hari WIB. Ini jadi laga ketiga kedua tim di Grup C Liga Champions 2022/2023.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inter dan Barca sama-sama baru meraih tiga poin hasil satu kemenangan. Selain itu, mereka juga sama-sama telah dikalahkan oleh Bayern Munchen dengan skor yang sama 0-2.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sepanjang pertemuan dua klub ini di Liga Champions, terdapat sebuah fase menarik saat Liga Champions musim 2009/2010. Saat itu kedua tim bertemu sebanyak 4 kali. 4 pertemuan itu terjadi 2 kali di babak fase grup dan 2 lagi di semifinal.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Satu dari empat pertemuan di Liga Champions 2009/2010 itu, yaitu leg ke-2 semifinal, meninggalkan beberapa momen yang tak terlupakan. Rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> kali ini akan membawa kembali ingatan Speakers sekalian akan momen-momen dalam laga Inter vs Barca di semifinal leg ke-2 Liga Champions 2009/2010.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Bisikan Jose Mourinho</span></h2>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Zlatan Ibrahimovic 🗣 &#8220;Mourinho is still the special one, Guardiola hid from me&#8221;</p>
<p>&#8220;When we faced each other, he hid from me. I went back to the dressing room after the game and he was in a room waiting for me to leave.&#8221;</p>
<p>Zlatan really doesn&#8217;t like Pep does he 😅 <a href="https://t.co/0qHQvdle2X">pic.twitter.com/0qHQvdle2X</a></p>
<p>— Footy Accumulators (@FootyAccums) <a href="https://twitter.com/FootyAccums/status/1185635476163584000?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">October 19, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di leg ke-2 semifinal Liga Champions 2009/2010 antara Inter vs Barca yang dihelat di Camp Nou, terjadi sebuah hal yang menarik.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat Pep Guardiola memanggil Zlatan Ibrahimovic untuk memberikan arahan taktik, Mourinho menghampiri mereka berdua dan membisikkan sesuatu kepada rivalnya itu.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 14pt;">&#8220;Jangan mulai dulu pestanya, pertandingannya belum selesai&#8221; &#8211; Mourinho</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mourinho membisikan kalimat itu kepada Pep karena melihat para pemain Barca di bangku pemain melakukan perayaan seolah-olah sudah memenangkan pertandingan usai Thiago Motta dikartu merah.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Parkir Bus Inter Milan&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:897,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0}" data-sheets-textstyleruns="{&quot;1&quot;:0}{&quot;1&quot;:7,&quot;2&quot;:{&quot;5&quot;:1}}">Parkir Bus Inter vs Tiki Taka </span></span><span style="font-size: 14pt;"><span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Parkir Bus Inter Milan&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:897,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0}" data-sheets-textstyleruns="{&quot;1&quot;:0}{&quot;1&quot;:7,&quot;2&quot;:{&quot;5&quot;:1}}">Barca </span></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di era itu, Barcelona pernah menjadi raja sepak bola dunia di bawah Josep Guardiola (2008-2012). Saat itu Barca baru saja menjalani musim ajaib di tahun 2009. Mereka meraih 6 trofi tahun itu, lalu ada Lionel Messi yang menyandang status Pemain terbaik di dunia dengan merah Ballon d&#8217;Or 2009. Di atas kertas Barca tidak terkalahkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Untuk mengatasi skuad Barcelona 2010 yang seperti itu, Mourinho menerapkan sebuah taktik yang kemudian dikenal dengan sebutan parkir bus. Taktik parkir bus Inter Milan yang diterapkan oleh Jose Mourinho ini berhasil menahan gelombang serangan tiki taka Barcelona meskipun Inter saat itu bermain hanya dengan 10 pemain.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">🇵🇹 José Mourinho talks about how he created his game play for Inter&#8217;s 2010 Champions League semi final against Barcelona by focusing on minimising the threat Lionel Messi posed and stopping his effective link-up play with right-back Dani Alves. <a href="https://t.co/Q5PfV5MdHq">pic.twitter.com/Q5PfV5MdHq</a></p>
<p>— The Coaches&#8217; Voice (@CoachesVoice) <a href="https://twitter.com/CoachesVoice/status/1162152491120652288?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">August 16, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Mourinho menumpuk pemain di depan gawang untuk menutup celah bagi para pemain Barcelona masuk ke pertahanan Inter Milan. Sementara para pemain Inter dengan disipilin saling bergantian menjaga zona masing-masing agar tidak meninggalkan ruang kosong yang dapat dimanfaatkan tim lawan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">3. Sergio Busquets Diving</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Masih ada lagi sebuah moment tak terlupakan dalam laga Barca vs Inter di Liga Champions 2010. Sergio Busquets tertangkap melakukan tindakan diving. Foto Sergio Busquets diving itu jadi &#8220;meme ngintip&#8221; yang sampai sekarang masih digunakan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Awal kejadiannya adalah pada satu momen, gelandang Inter, Thiago Motta, tidak sengaja menyapu wajah Busquets dalam usaha melindungi bola.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="es">Sergio Busquets oscar winning peformance vs Inter, 28 April 2010 <a href="https://t.co/LqWcfHONnX">pic.twitter.com/LqWcfHONnX</a></p>
<p>— Skrizovic (@Skrizovic) <a href="https://twitter.com/Skrizovic/status/725602860147216384?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 28, 2016</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sapuan lengan Motta itu seharusnya tidak berbahaya. Namun gelandang Spanyol ini langsung terjatuh di lapangan, menutupi wajah seakan-akan kesakitan. </span><span style="font-size: 12pt;">Tetapi pada hitungan detik, kamera menangkap momen Busquets membuka tangan, mengintip untuk melihat reaksi wasit.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4. <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Selebrasi Mourinho&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:17281,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;17&quot;:1}">Selebrasi Mourinho Usai Laga Inter vs Barca</span></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meskipun pada akhirnya laga semifinal leg ke-2, Barca vs Inter, itu dimenangkan oleh tuan rumah 1-0, Inter tetap melaju ke final UCL 2010 berkat agregat 3-2. Ini adalah final pertama Inter dalam 44 tahun terakhir.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">28th April 2010: Barcelona keeper Valdes stopping Mourinho from celebrating with away fans at the Camp Nou after his historic treble winning Inter played more than an hour with 10-men to knock Pep&#8217;s sextuple Barça out of the Champions League.</p>
<p>Never forget <a href="https://t.co/hmo2KTh3t6">pic.twitter.com/hmo2KTh3t6</a></p>
<p>— M•A•J (@Ultra_Suristic) <a href="https://twitter.com/Ultra_Suristic/status/1570758446445649920?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">September 16, 2022</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Keberhasilan melaju ke partai final UCL 2010 itu disambut suka cita oleh skuad Inter Milan, khususnya Mourinho, yang kemudian merayakannya secara emosional, dengan berlari di dalam lapangan Camp Nou sambil mengacungkan jari ke atas.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selebrasi Mourinho itu kemudian memancing emosi Victor Valdes yang kemudian menghampiri Mourinho. Ofisial Inter pun kemudian langsung menengahi keduanya tapi selebrasi Mourinho tetap dilanjutkan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">5. <span style="font-size: 12pt;">Rivalitas Jose Mourinho dan Pep Guardiola </span></span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Rivalitas antara Jose Mourinho dan Pep Guardiola sudah berjalan lebih dari sedekade lalu. Salah satu fase sengit rivalitas keduanya tercermin pada laga semifinal ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun rivalitas antara mereka berdua berawal dari tahun 1996 ketika Jose Mourinho tiba di Barcelona sebagai penerjemah Bobby Robson. Dia diminta menghubungkan skuad dengan pelatih. Inilah pertama kalinya Mourinho bertemu dengan Guardiola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Robson kemudian pergi dari Barcelona, Mourinho tetap dipertahankan dan bekerja di bawah Louis van Gaal sampai tahun 2000.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat Barcelona mencari pelatih baru, Mourinho mempresentasikan gagasannya di depan Txiki Begiristain dan Marc Ingla. Keduanya terkesan, tapi khawatir dengan kebiasaan Mourinho membuat konflik. Akihrnya Barca memilih Guardiola, yang saat itu benar-benar tidak punya prestasi. Keputusan Barca menolak Mourinho ini mungkin melahirkan dendam pribadi.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="it">Dopo l’espulsione di Thiago Motta, il Barcellona esultò come se avesse segnato: pensavano che fosse fatta. Allora mi sono avvicinato a Pep mentre parlava con Ibra e gli ho detto: ‘tu credi che sia fatta ma è tutt’altro che fatta’.</p>
<p>&#8211; Josè Mourinho, Camp Nou, 28 aprile 2010 <a href="https://t.co/fiXLQIUgB3">pic.twitter.com/fiXLQIUgB3</a></p>
<p>— Giuseppe Catalano (@Dylan_Dog_23) <a href="https://twitter.com/Dylan_Dog_23/status/1255089080083365889?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">April 28, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Musim kedua Mourinho di Inter Milan, mereka harus menghadapi Barca di semiifinal Liga Champions. Barca saat itu sangat kuat dibuat tidak berkutik menghadapi suda Inter Milan era Jose Mourinho. <em>The Special One</em> merancang sebuah taktik yang kemudian dikenal sebagai anti-Barca.</span></p>
<ul>
<li><strong>Skuad Inter Milan 2010</strong>:  Francesco Toldo, Ivan Cordoba, Javier Zanetti, Dejan Stankovic, Lucio, Ricardo Quaresma, Thiago Motta, Samuel Eto&#8217;o, Wesley Sneijder, Sulley Muntari, Julio Cesar, Maicon, Rene Krhin, McDonald Mariga, Esteban Cambiasso, Paolo Orlandoni, Diego Milito, Marco Materazzi, Walter Samuel, Cristian Chivu, Goran Pandev, Davide Santon, Mario Balotelli, Marko Arnautovi.</li>
<li><strong>Skuad Inter Milan 2010</strong>: Pinto, Ruben Mino, Victor Valdes, Eric Abidal, Bartra, Dmitro Chigrinskiy, Dani Alves, Fontas, Rafael Marques, Gabriel Milito, Muniesa, Pique, Puyol, Busquets, Jonathan dos Santos, Iniesta, Seydou Keita, Thiago, Yaya Toure, Xavi, Gai Assulin, Bojan, Edu Oriol, Thierry Henry, Zlatan Ibrahimovic, Jeffren, Jonathan Soriano, Lionel Messi, Pedro</li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/barca-vs-inter/">5 Momen Tak Terlupakan Laga Inter vs Barca 2010</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
