<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Derby Della Madonnina &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/derby-della-madonnina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Aug 2023 04:30:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>Derby Della Madonnina &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</title>
		<link>https://speakbola.com/derby-della-madonnina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2022 10:53:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[derby]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Della Madonnina]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1381</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Derby della Madonnina adalah sebutan bagi pertemuan antara dua Milan di kota Milan, Ac Milan vs Inter Milan. Penyebutan Derby della Madonnina pada pertandingan dua Milan ini merujuk pada salah satu pemandangan utama di kota Milan, patung Perawan Maria di puncak Katedral Milan, yang sering disebut sebagai Madonnina (Madonna Kecil dalam bahasa Italia). [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/derby-della-madonnina/">Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Derby della Madonnina adalah sebutan bagi pertemuan antara dua Milan di kota Milan, <a href="https://speakbola.com/tag/ac-milan/">Ac Milan</a> vs <a href="https://speakbola.com/tag/inter-milan/">Inter Milan</a>. Penyebutan Derby della Madonnina pada pertandingan dua Milan ini merujuk pada salah satu pemandangan utama di kota Milan, patung Perawan Maria di puncak Katedral Milan, yang sering disebut sebagai Madonnina (Madonna Kecil dalam bahasa Italia).</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-1402 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-300x200.jpg" alt="Patung Madonnina di atas Katedral Milan" width="420" height="280" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-1024x683.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-400x267.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-768x512.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1.jpg 1536w" sizes="(max-width: 420px) 100vw, 420px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Laga derby AC Milan vs Inter Milan ini menjadi salah satu laga sepak bola terakbar di Italia. Berlangsung setidaknya dua kali dalam setahun di ajang Serie A. Derby della Madonninan adalah satu-satunya derby dalam sepak bola yang selalu dimainkan di stadion yang sama, San Siro, karena baik Milan maupun Internazionale menyebut San Siro sebagai rumah mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baru-baru ini, tepatnya 3 September 2022, Dua Milan ini baru saja melakukan derby della Madonnina pertamanya. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan AC Milan 3-2 Inter Milan. Pertandingan pada hari Sabtu 3 September itu menjadi derby ke-233 antara Inter dan Milan di semua kompetisi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Merujuk pada <a href="https://www.inter.it/en/news/milan-inter-facts-stats" target="_blank" rel="noopener">situs resmi Inter Milan</a>, di Serie A kedua tim telah bertemu sebanyak 177 kali. Secara keseluruhan, Nerazzurri, julukan Inter Milan, telah mencatat 68 kemenangan, lebih banyak dibandingkan dengan Rossoneri, julukan AC Milan, yang berjumlah 53. Nerazzurri juga telah mencetak lebih banyak gol dibandingkan rivalnya, 250 gol, sementara Rossoneri dengan 229 gol.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun derbi ini sesungguhnya tidak akan pernah ada jika saja dahulu tidak terjadi perpecahan. Awalnya dua klub ini adalah satu kesatuan di bawah satu identitas bernama Milan Foot-Ball and Cricket Club.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Sejarah Derby Della Madonnina: AC Milan VS Inter Milan</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan Foot-Ball and Cricket Club didirikan oleh ekspatriat asal Inggris, Alfred Edwards dan Herbert Kilpin, pada 16 Desember 1899. Dua tokoh itulah yang menjadi alasan klub ini memilih kata Milan ketimbang Milano yang lebih bernuansa Italia.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;">Kita akan menjadi tim iblis. Warna kita adalah merah seperti api dan hitam untuk memberikan rasa takut pada lawan kita! &#8211; Herbert Kilpin, 1899</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di awal berdirinya, Milan Foot-Ball and Cricket Club dikenal sebagai salah satu klub yang kuat. Terbukti dengan torehan tiga kali menjuarai kejuaraan sepak bola Italia, yakni pada 1901, 1906, dan 1907.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Prestasi bagus tak menjamin segalanya berjalan mulus. Usai pencapaian menjuarai kejuaraan pada 1907, klub ini mengalami perpecahan pada 1908. Persoalan prinsip antara sesama pengurus klub membuat Milan Foot-Ball and Cricket Club harus pecah.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 1899 <a href="https://twitter.com/acmilan?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@acmilan</a> were founded as Milan Foot-Ball and Cricket Club by two English expats</p>
<p>Despite having only won half as many <a href="https://twitter.com/SerieA?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@SerieA</a> titles as rivals <a href="https://twitter.com/juventusfc?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@juventusfc</a> only Real Madrid have won more <a href="https://twitter.com/ChampionsLeague?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@ChampionsLeague</a> titles than Milan <a href="https://t.co/l1lKtc9Gzi">https://t.co/l1lKtc9Gzi</a> <a href="https://t.co/Sqg6n8C6sz">pic.twitter.com/Sqg6n8C6sz</a></p>
<p>— Subside Sports (@subsidesports) <a href="https://twitter.com/subsidesports/status/1339208666570842112?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">December 16, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebagian pengurus klub ingin klub Milan menjadi klub yang didominasi oleh orang Italia. Sementara di sisi lain, ada pengurus klub yang ingin Milan Foot-Ball and Cricket Club menjadi klub yang terbuka bagi orang di seluruh dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Perbedaan prinsip itu akhirnya membawa delapan pengurus klub, yang semuanya orang Swiss, keluar dan membentuk klub baru. Klub inilah yang kemudian dikenal sekarang dengan nama Inter Milan atau Internazionale.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;">Malam yang indah ini menganugrahi kita warna-warna lambang kita: hitam dan biru dengan latar belakang bintang-bintang berwarna emas. Harus disebut Internazionale, karena kita adalah saudara dunia. &#8211; Pendiri Inter Milan, 1908</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sementara itu, klub Milan yang pertama bernama Milan Foot-Ball and Cricket Club kini kita kenal sebagai AC Milan. Dari kisah di atas, kita bisa tahu kenapa AC Milan dijuluki Rossoneri (Merah-Hitam) dan Il Diavolo (Tim Iblis), sedangkan Inter dijuluki Nerazzurri (Hitam-Biru).</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rivalitas Setelah Perpecahan</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Derby della Madonnina pertama antara dua klub kota Milan ini diadakan di final Piala Chiasso tahun 1908, sebuah turnamen sepak bola yang dimainkan di Canton Ticino, Swiss, pada tanggal 18 Oktober tahun itu. Rossoneri menang 2-1.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun ada pendapat lain yang dinilai lebih meyakinkan soal derby della Madonnina pertama, pendapat itu mengemukakan bahwa pertemuan mereka terlaksana di kejuaraan sepak bola Italia (Prima Categoria) pada Januari 1909. Hasilnya, Milan menang 3-2 atas Inter.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selama masa 1940-an hingga 1960-an, Milan berjaya bersama trio Swedia: Gunnar Nordahl, Gunnar Gren, dan Nils Liedholm. Pada era 1980-an hingga 1990-an, ada trio Belanda yang menjadi andalan: Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard. Sebuah hal yang ironis bagi AC Milan mengingat mereka adalah klub yang berpegang teguh pada prinsip Italia-sentris.</span></p>
<div id="attachment_1407" style="width: 462px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1407" class=" wp-image-1407" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-300x214.png" alt="Trio Belanda: Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard" width="452" height="323" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-300x214.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-1024x730.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-400x285.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-768x547.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1.png 1280w" sizes="(max-width: 452px) 100vw, 452px" /><p id="caption-attachment-1407" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Trio Belanda: Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebaliknya, Inter malah memiliki pemain-pemain lokal hebat. Sebut saja Sandro Mazzola, Aurelio Milani, hingga Armando Picchi. Tiga tokoh ini memainkan peran krusial kala Inter menjuarai European Cup, kini Liga Champions, dua musim beruntun (1963/64 dan 1964/65). Untuk pemain non-Italia, pada masa itu ada Luis Suarez Miramontes (Spanyol) dan Jair da Costa (Brasil) yang mencetak gol di final European Cup 1965.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di era 1980-an hingga 1990-an, Inter diperkuat oleh trio Jerman, Lothar Matthaus, Andreas Brehme, dan Juergen Klinsmann. Sayangnya, dari segi prestasi, mereka kalah mentereng dari trio Belandanya AC Milan.</span></p>
<div id="attachment_1408" style="width: 460px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1408" class=" wp-image-1408" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-300x200.png" alt="Trio Jerman: Lothar Matthaus, Jurgen Klinsmann, dan Andreas Brehme" width="450" height="300" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-300x200.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-1024x682.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-400x267.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-768x512.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1.png 1160w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /><p id="caption-attachment-1408" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Trio Jerman: Lothar Matthaus, Jurgen Klinsmann, dan Andreas Brehme</span></p></div>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rivalitas di Era Milenium</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di awal era 2000an, AC Milan mencuri start dengan menjuarai Serie A pada musim 2003/04, menghentikan dominasi Juventus yang 2 musim sebelumnya menjadi juara.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penantian panjang Inter Milan untuk gelar liga, sejak terakhir menjadi juara di tahun 1989, akhirnya usai pada tahun 2006. Di tahun itu skandal Calciopoli menanggalkan Juventus dari gelar 2005/06 (serta mengurangi poin dari total keseluruhan akhir Milan) dan menyerahkan gelar juara Serie A kepada Inter, yang awalnya finis ketiga di belakang Juventus dan Milan.</span></p>
<div id="attachment_1401" style="width: 479px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1401" class=" wp-image-1401" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-300x197.jpg" alt="Rui Costa dan Materazzi di tengah Derby Milan vs Inter" width="469" height="308" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-300x197.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-400x262.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1.jpg 680w" sizes="auto, (max-width: 469px) 100vw, 469px" /><p id="caption-attachment-1401" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Materazzi dan Rui Costa di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions musim 2004/2005.</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inter kemudian memenangkan Serie A 2006/07. Sementara Milan, sebagai hukuman skandal calciopoli, memulai musim dengan poin negatif. Pun demikian, di musim yang sama, Milan sukse merebut Trofi Liga Champions UEFA, setelah mengalahkan Liverpool di Final di Athena.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketika skandal calciopoli mereda, Inter Milan terus mendominasi, memenangkan setiap liga hingga musim 2009-10 di mana mereka mengamankan gelar pada hari terakhir musim. Musim itu juga membuat Inter menjadi tim Italia pertama yang sukses memenangkan treble, Serie A, Coppa Italia, dan gelar Liga Champions.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2010 Hingga Kini</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Musim berikutnya, giliran Milan yang meraih kejayaan. Dengan belanja pemain, termasuk mantan striker Inter Zlatan Ibrahimovic, Milan sukses merebut kembali Scudetto ke-18 mereka. Secara keseluruhan, memimpin klasemen liga dari awal November hingga akhir musim. Musim itu juga Milan berhasil memenangkan kedua pertandingan derby, menjaga clean sheet di kedua pertandingan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sayangnya, sejak 2011/12 , langkah kedua tim Milan ini tertinggal di belakang Juventus di Serie A, dengan finis kesembilan bagi Inter pada 2012/13 dan musim yang sulit bagi Milan pada 2014/15, finis kesepuluh. Meskipun demikian, Inter lebih baik dari keduanya dalam pertandingan derby, dengan sebelas kemenangan (termasuk satu di Coppa Italia 2020/21 ), enam seri dan lima kekalahan (termasuk satu di Supercoppa Italiana 2011 dan satu di 2017/18 Copa Italia ).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di musim 2020/21, Inter memenangkan gelar kesembilan belas, menyalip Milan dalam koleksi gelar Serie A. Namun, di tahun berikutnya Milan langsung menyamakan jumlah dengan memenangkan gelar kesembilan belas mereka.</span></p>
<h2 class="mvp-post-title left entry-title"><span style="font-size: 14pt;">Rekor Skor Derby Della Madonnina Terbanyak di Era Milenium</span></h2>
<h3><span style="font-size: 12pt;">1. 11 Mei 2001 (AC Milan 6-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan pernah memiliki kenangan yang sangat manis atas Inter Milan di laga Derby della Madonnina. Milan pernah begitu perkasa saat berhadapan dengan Inter pada laga pekan ke-30 Serie A musim 2000/2001. Laga itu digelar di Giuseppe Meazza, 11 Mei 2001.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu Milan berhasil menang telak 6-0 atas Inter. Gol-gol Rossoneri dicetak oleh Gianni Comandini, Federico Giunti, Serginho dan Andriy Shevchenko.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 2001<br />
Inter 0⃣ <a href="https://twitter.com/hashtag/ACMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#ACMilan</a> 6⃣<br />
No caption needed 🤩</p>
<p>Sponsored by <a href="https://twitter.com/skrill?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@skrill</a>. Make your money move.<a href="https://twitter.com/hashtag/SempreMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#SempreMilan</a> <a href="https://t.co/aoLYhhw9xA">pic.twitter.com/aoLYhhw9xA</a></p>
<p>— AC Milan (@acmilan) <a href="https://twitter.com/acmilan/status/1259771812415705093?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 11, 2020</a></p></blockquote>
<p><script src="https://platform.twitter.com/widgets.js" async="" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Comandini dan Shevchenko sama-sama mencetak dua gol di laga tersebut. Laga itu menjadi laga dengan margin kemenangan terbesar dalam sejarah Derby della Madonnina, sekaligus rekor derby della madonnina terkelam bagi Inter Milan.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;"><strong>2. 6 Mei 2012 (Inter 4-2 AC Milan)</strong></span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan membutuhkan kemenangan di laga ini untuk bersaing memperebutkan trofi <em>scudetto</em> melawan Juventus. Namun jauh dari harapan, <em>Diavolo Rosso</em> justru kalah dengan skor 4-2 dan harapan mereka mempertahan scudetto pun pupus. Diego Milito membuka keunggulan Inter pada menit 44.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1418 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-300x212.jpg" alt="Selebrasi gol Inter Milan" width="484" height="342" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-300x212.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-400x282.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1.jpg 594w" sizes="auto, (max-width: 484px) 100vw, 484px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, dua gol Zlatan Ibrahimovic pada menit 44 dan 46 membuat Milan berbalik unggul. Akan tetapi, Milito kembali mencetak gol pada menit 52, 80 serta satu gol spektakuler dari Douglas Maicon saat pertandingan menyisakan waktu hanya tiga menit.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">3. Derby Della Madonnina 30 Agustus 2009 (Ac Milan 0-4 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada laga yang digelar di San Siro, Milan yang bertindak sebagai tuan rumah tampil di bawah tekanan Inter yang tampil luar biasa selama 90 menit derby della Madonnina. Inter unggul dalam segala-segalanya dari rival sekotanya itu. Alhasil pada paruh pertama laga, Inter sudah unggul 3-0 lewat gol Thiago Motta, Diego Milito (penalti) dan Maicon. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dejan Stankovic mencetak gol tambahan untuk timnya di babak kedua. Gol-gol <i>Nerazzurri</i> dicetak oleh Thiago Motta menit 30, Diego Milito menit 36 (penalti), menit 45 dan Dejan Stankovic menit 67.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu adalah era di mana Inter masih dilatih Jose Mourinho dan akhirnya meraih <i>treble</i>.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">4. 31 Januari 2016 (AC Milan 3-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan berhasil menang telak dengan skor 3-0 kala menjamu Inter Milan di giornata 22 Serie A di San Siro, Senin (31/01/2016). Pertandingan ini berlangsung seru dan cukup keras. Kedua tim saling jual beli serangan namun Milan lah yang mampu tampil lebih superior dengan tiga gol berkat sumbangan Alex, Carlos Bacca dan M’Baye Niang.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1419 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-300x169.jpg" alt="Alex saat berselebrasi usai mencetak gol ke gawang inter milan" width="440" height="248" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale.jpg 710w" sizes="auto, (max-width: 440px) 100vw, 440px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dengan kemenangan ini, Rossoneri mengantongi 36 poin dan tetap berada di posisi 6 dari 22 laga. Sementara itu Inter tertahan di posisi 4 dengan koleksi 41 poin.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">5. 3 April 2011 (AC Milan 3-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan keluar sebagai pemenang Derby della Madonnina. Dalam laga yang berlangsung dalam tempo tinggi dan sarat emosi, Rossoneri sukses mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 3-0. Dalam pertandingan di San Siro, Minggu (3/4/2011), Milan langsung unggul pada menit pertama. Pato sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah tembakannya merobek gawang Inter.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berusaha menyamakan kedudukan, Nerazzurri malah kehilangan satu pemain pada awal babak kedua. Cristian Chivu dikartumerah karena mengasari Pato. Milan menggandakan keunggulan saat laga berlangsung satu jam. Pato kembali sukses menaklukkan Julio Cesar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Antonio Cassano akhirnya menggenapi kemenangan Milan pada menit-menit akhir. Tendangan penalti bekas pemain Sampdoria ini mengelabui Cesar. Pada masa injury time, Milan juga harus bermain dengan sepuluh pemain. Cassano harus meninggalkan lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pemain yang Pernah Membela AC Milan dan Inter Milan dari Era 90an hingga Kini</span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Cristian Brocchi (Milan 1994-1998, Inter 2000-2001, Milan 2001-2009)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Roberto Baggio (Milan 1995-1997, Inter 1998-2000)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Maurizio Ganz (Inter 1995-1997, Milan 1998-2001)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Francesco Coco (Milan 1995-2002, Inter 2002-2007)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Patrick Vieira (Milan 1995-1996, Inter 2006-2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Edgar Davids (Milan 1996-1997, Inter 2004-2005)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Taribo West (Inter 1997-1999, Milan 2000-2001)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Ronaldo (Inter 1997-2002, Milan 2007-2008)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Thomas Helveg (Milan 1998-2003, Inter (2003-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andres Guglielminpietro (Milan 1998-2001, Inter 2001-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andrea Pirlo (Inter 1998-2001, Milan 2001-2011)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Dario Simic (Inter 1999-2002, Milan 2002-2008)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Christian Vieri (Inter 1999-2005, Milan 2005-2006)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Clarence Seedorf (Inter 2000-2002, Milan 2002-2012)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Drazan Brncic (Milan 2000-2001, Inter 2001-2003)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Umit Davala (Milan 2001-2002, Inter 2002-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Hernan Crespo (Inter 2002-2003, Milan 2004-2005, Inter 2008-2009)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giuseppe Favalli (Inter 2004-2006, Milan 2006-2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Leonardo Bonucci (Inter 2005-2007, Milan 2017-2018)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Zlatan Ibrahimovic (Inter 2006-2009, Milan 2010-2012 dan 2020-sekarang)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Mario Balotelli (Inter 2007-2010, Milan 2013-2014 dan 2015-2016)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Sulley Muntari (Inter 2008-2012, Milan 2012-2015)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Alessandro Mancini (Inter 2008-2010, Milan 2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giampaolo Pazzini (Inter 2011-2012, Milan 2012-2015)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Antonio Cassano (Milan 2011-2012, Inter 2012-2013)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Matias Silvestre (Inter 2012-2013, Milan 2013-2014)</span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pemain Paling Banyak Perpartisipasi di Derby Della Madonnina</span></h2>
<ul>
<li>Paolo Maldini (Milan) = 56</li>
<li>Javier Zanetti (Inter) = 47</li>
<li>Guiseppe Bergomi (Inter) = 44</li>
<li>Alessandro Costacurta (Milan) = 43</li>
<li>Gianni Rivera (Milan) = 42</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pencetak Gol Terbanyak Derby Della Madonnina</span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andriy Shevchenko (Milan) = 14 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giuseppe Meazza (Inter) = 13 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Istvan Nyers (Inter) = 11 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Gunnar Nordahl (Milan)= 11 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Zlatan Ibrahimovic (Kedua klub) = 10 gol</span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rekor Terbanyak Kemenangan Derby Della Madonnina</span></h2>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Serie A (1929–present): Total Pertandingan 177</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: 54</li>
<li>Inter Milan: <strong>67</strong></li>
<li>Seri: 56</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Coppa Italia: Total Pertandingan 27</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: <strong>10</strong></li>
<li>Inter Milan: 9</li>
<li>Seri: 8</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Supercoppa Italiana: Total Pertandingan 1</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: <strong>1</strong></li>
<li>Inter Milan: 0</li>
<li>Seri: 0</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">UEFA Champions League: Total Pertandingan 4</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan:<strong> 2</strong></li>
<li>Inter Milan: 0</li>
<li>Seri: 2</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2 Klub 1 Stadion</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski kedua klub dikenal sebagai musuh bebuyutan, AC Milan dan Inter Milan sampai saat ini masih bermarkas di stadion yang sama, yakni San Siro atau Giuseppe Meazza. Stadion legendaris ini sudah berdiri sejak 1925. Pembangunannya digagas oleh mantan presiden AC Milan, Piero Pirelli.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejatinya, stadion ini dibangun untuk menjadi markas AC Milan. Sementara Inter Milan bermain di Arena Civica, lapangan sepak bola yang dulunya merupakan lokasi parede militer pasukan Napoleon Buonaparte.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1420 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-300x166.png" alt="San Sairo atau Giuseppe Meazza" width="455" height="252" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-300x166.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-1024x567.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-400x222.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-768x425.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1.png 1170w" sizes="auto, (max-width: 455px) 100vw, 455px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun akibat krisis keuangan yang dialami Milan pada tahun 1935, klub terpaksa menjual San Siro ke pemerintah kota Milan. Pemerintah kemudian melakukan sejumlah renovasi dan menambah kapasitas stadion. Baru setelah itu, pada tahun 1947 Inter Milan memilih pindah ke sana.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada tahun 1980, pemerintah kota Milan mengubah nama San Siro menjadi Giuseppe Meazza untuk menghormati legenda sepak bola timnas Italia yang semasa hidupnya juga pernah memperkuat Inter dan AC Milan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski demikian, suporter AC Milan tetap menyebut stadion mereka sebagai San Siro karena Giuseppe lebih identik dengan Inter dan pernah bermain di klub tersebut selama 14 tahun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itu dia Speakers sejarah panjang perseteruan dua klub asal Milan, AC Milan vs Inter Milan, dalam derby della Madonnina. Rivalitas dua klub sekota ini selalu layak untuk dinanti.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/derby-della-madonnina/">Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan Rekor Skor Terbanyak di Era Milenium</title>
		<link>https://speakbola.com/rekor-skor-derby-della-madonnina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2022 07:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Della Madonnina]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1387</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Derby della Madonnina (Derby Milan) adalah sebuah pertandingan sepak bola antara dua klub sepak bola terkemuka di Milan, Italia yaitu, A.C. Milan dan Inter Milan. Pertandingan syarat gengsi ini banyak menciptakan momen yang tak terlupakan. Salah satunya adalah pertandingan derby della madonnina dengan rekor skor terbanyak. Berikut adalah 4 Pertandingan Derby Della Madonnina [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/rekor-skor-derby-della-madonnina/">5 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan Rekor Skor Terbanyak di Era Milenium</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong><a href="https://speakbola.com/derby-della-madonnina/">Derby della Madonnina</a> (Derby Milan) adalah sebuah pertandingan sepak bola antara dua klub sepak bola terkemuka di Milan, Italia yaitu, A.C. Milan dan Inter Milan.</span></p>
<div id="attachment_1406" style="width: 731px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1406" class="wp-image-1406" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Fbvgsx9XEAI5Umi-300x225.jpg" alt="4 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan Skor Terbanyak" width="721" height="541" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Fbvgsx9XEAI5Umi-300x225.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Fbvgsx9XEAI5Umi-400x300.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Fbvgsx9XEAI5Umi.jpg 680w" sizes="auto, (max-width: 721px) 100vw, 721px" /><p id="caption-attachment-1406" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">4 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan Skor Terbanyak</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan syarat gengsi ini banyak menciptakan momen yang tak terlupakan. Salah satunya adalah pertandingan derby della madonnina dengan rekor skor terbanyak. Berikut adalah 4 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan rekor Skor Terbanyak.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Derby Della Madonnina 11 Mei 2001 (AC Milan 6-0 Inter Milan)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan pernah memiliki kenangan yang sangat manis atas Inter Milan di laga Derby della Madonnina. Milan pernah begitu perkasa saat berhadapan dengan Inter pada laga pekan ke-30 Serie A musim 2000/2001. Laga itu digelar di Giuseppe Meazza, 11 Mei 2001.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu Milan berhasil menang telak 6-0 atas Inter. Gol-gol Rossoneri dicetak oleh Gianni Comandini, Federico Giunti, Serginho dan Andriy Shevchenko.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 2001<br />
Inter 0⃣ <a href="https://twitter.com/hashtag/ACMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#ACMilan</a> 6⃣<br />
No caption needed 🤩</p>
<p>Sponsored by <a href="https://twitter.com/skrill?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@skrill</a>. Make your money move.<a href="https://twitter.com/hashtag/SempreMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#SempreMilan</a> <a href="https://t.co/aoLYhhw9xA">pic.twitter.com/aoLYhhw9xA</a></p>
<p>— AC Milan (@acmilan) <a href="https://twitter.com/acmilan/status/1259771812415705093?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 11, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Comandini dan Shevchenko sama-sama mencetak dua gol di laga tersebut. Laga itu menjadi laga dengan margin kemenangan terbesar dalam sejarah Derby della Madonnina, sekaligus rekor derby della madonnina terkelam bagi Inter Milan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. Derby Della Madonnina 6 Mei 2012 (Inter 4-2 Milan)</span></h2>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/8gEEiOUaG08" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan membutuhkan kemenangan di laga ini untuk bersaing memperebutkan trofi <em>scudetto</em> melawan Juventus. Namun jauh dari harapan, <em>Diavolo Rosso</em> justru kalah dengan skor 4-2 dan harapan mereka mempertahan scudetto pun pupus. Diego Milito membuka keunggulan Inter pada menit 44.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, dua gol Zlatan Ibrahimovic pada menit 44 dan 46 membuat Milan berbalik unggul di derby della Madonnina ini. Akan tetapi, Milito kembali mencetak gol pada menit 52, 80, serta satu gol spektakuler dari Douglas Maicon saat pertandingan menyisakan tiga menit.</span></p>
<h2><span style="font-size: 12pt;"><span style="font-size: 14pt;">3. Derby Della Madonnina 30 Agustus 2009 (Ac Milan 0-4 Inter Milan)</span><br />
</span></h2>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/o77Chw4VLqo" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam laga yang digelar di San Siro, Milan yang bertindak sebagai tuan rumah tampil di bawah tekanan Inter yang tampil luar biasa selama 90 menit jalannya pertandingan. Inter unggul dalam segala-segalanya dari rival sekotanya itu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Alhasil pada paruh pertama laga, Inter sudah unggul 3-0 lewat gol Thiago Motta, Diego Milito (penalti) dan Maicon. Dejan Stankovic mencetak gol tambahan untuk timnya di babak kedua. Gol-gol <i>Nerazzurri</i> dicetak oleh Thiago Motta menit 30, Diego Milito menit 36 (penalti), menit 45 dan Dejan Stankovic menit 67.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kemenangan derby della Madonnina ini terjadi saat Inter Milan era Jose Mourinho yang pada akhirnya meraih <i>treble winner</i>.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4. 31 Januari 2016 (AC Milan 3-0 Inter Milan)</span></h2>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/GecXa1YNPgk" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan berhasil menang telak dengan skor 3-0 kala menjamu Inter Milan di giornata 22 Serie A di San Siro, Senin (31/01/2016).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan ini berlangsung seru dan cukup keras. Kedua tim saling jual beli serangan namun Milan lah yang mampu tampil lebih superior dengan tiga gol berkat sumbangan Alex, Carlos Bacca dan M&#8217;Baye Niang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dengan kemenangan derby della Madonnina ini, Rossoneri mengantongi 36 poin dan tetap berada di posisi 6 dari 22 laga. Sementara itu Inter tertahan di posisi 4 dengan koleksi 41 poin.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">5. 3 April 2011 ( Ac Milan 3-0 Inter Milan)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">  </span><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/49ZRGYuY5IE" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan keluar sebagai pemenang Derby della Madonnina. Dalam laga yang berlangsung dalam tempo tinggi dan sarat emosi, Rossoneri sukses mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 3-0.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam pertandingan di San Siro, Minggu (3/4/2011) dinihari WIB, Milan langsung unggul pada menit pertama. Pato sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah tembakannya merobek gawang Inter.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berusaha menyamakan kedudukan, Nerazzurri malah kehilangan satu pemain pada awal babak kedua. Cristian Chivu dikartumerah karena mengasari Pato.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan menggandakan keunggulan saat laga berlangsung satu jam. Kembali Pato sukses menaklukkan Julio Cesar. Antonio Cassano akhirnya menggenapi kemenangan Milan pada menit-menit akhir. Tendangan penalti bekas pemain Sampdoria ini mengelabui Cesar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada masa injury time, Milan juga harus bermain dengan sepuluh pemain. Cassano harus meninggalkan lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tambahan tiga poin mengokohkan Milan di peringkat teratas klasemen sementara Seri A dengan 65 poin dari 31 pertandingan. Mereka unggul lima poin atas Inter yang duduk di peringkat kedua.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Speakers, Itulah 4 Pertandingan derby della Madonnina dengan rekor skor terbanyak.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com">speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola ya speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/rekor-skor-derby-della-madonnina/">5 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan Rekor Skor Terbanyak di Era Milenium</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
