<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AC MIlan &#8211; SpeakBola</title>
	<atom:link href="https://speakbola.com/tag/ac-milan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://speakbola.com</link>
	<description>Bicara Bola ya Speakbola aja!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Sep 2023 06:59:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://speakbola.com/wp-content/uploads/logo-only-32x32.png</url>
	<title>AC MIlan &#8211; SpeakBola</title>
	<link>https://speakbola.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hasil Lengkap Liga Italia Tadi Malam, Inter Milan Hancurkan AC Milan 5-1 dalam Derby della Madonnina</title>
		<link>https://speakbola.com/hasil-lengkap-liga-italia-tadi-malam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mlg Bola]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Sep 2023 04:43:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[hasil pertandingan]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Italia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=4251</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hasil Lengkap Liga Italia Tadi Malam, Inter Milan Hancurkan AC Milan 5-1 dalam Derby della Madonnina &#8211; Inter Milan berhasil meraih kemenangan besar atas AC Milan. Tim asuhan Antonio Conte menang telak 5-1 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (17/9/2023) dini hari WIB. Il Grande Partita Serie A ini jadi salah satu dari beberapa pertandingan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/hasil-lengkap-liga-italia-tadi-malam/">Hasil Lengkap Liga Italia Tadi Malam, Inter Milan Hancurkan AC Milan 5-1 dalam Derby della Madonnina</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="content" tabindex="0">
<div class="ac-container ac-adaptiveCard">
<div class="ac-textBlock">
<p>Hasil Lengkap Liga Italia Tadi Malam, Inter Milan Hancurkan AC Milan 5-1 dalam Derby della Madonnina &#8211; Inter Milan berhasil meraih kemenangan besar atas AC Milan. Tim asuhan Antonio Conte menang telak 5-1 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (17/9/2023) dini hari WIB. Il Grande Partita <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Serie_A" target="_blank" rel="noopener">Serie A</a> ini jadi salah satu dari beberapa pertandingan yang hadir di pekan ke-4 Liga Italia tadi malam.</p>
<p>Inter Milan tampil dominan sejak menit pertama dan menciptakan banyak peluang. Namun, mereka baru bisa membuka keunggulan pada menit ke-5 lewat gol yang dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan. Pemain asal Armenia itu memanfaatkan umpan silang dari Marcus Thuram dan menaklukkan kiper AC Milan dengan sundulan.</p>
<p>Tujuh menit berselang, giliran Thuram yang mencatatkan namanya di papan skor. Striker asal Prancis itu menerima umpan terobosan dari Hakan Calhanoglu dan melepaskan tembakan keras yang menghujam sudut bawah gawang AC Milan.</p>
<p>Skor 2-0 untuk Inter Milan bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Inter Milan tidak mengendurkan serangan dan menambah tiga gol lagi. Mkhitaryan mencetak gol keduanya pada menit ke-69 setelah memaksimalkan umpan matang dari Lautaro Martinez.</p>
<p>Empat menit kemudian, Calhanoglu turut berkontribusi dengan mencetak gol keempat untuk Inter Milan. Pemain asal Turki itu melepaskan tendangan jarak jauh yang tak bisa dijangkau oleh kiper AC Milan.</p>
<p>Inter Milan belum puas dan terus mencari gol kelima. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79 lewat gol yang dicetak oleh Davide Frattesi. Gelandang muda asal Italia itu menyambut umpan tarik dari Thuram dengan sepakan keras yang menggetarkan jala AC Milan.</p>
<p>Kemenangan 5-1 ini membuat Inter Milan naik ke puncak klasemen sementara Liga Italia dengan raihan 12 poin dari empat pertandingan. Mereka unggul dua poin dari Juventus.</p>
<p>Sementara itu, AC Milan tertahan di posisi ketiga dengan koleksi sembilan poin dari empat laga. Mereka tertinggal tiga poin dari Inter Milan di puncak klasemen.</p>
<h2>Hasil Lengkap Pertandingan Liga Italia Tadi Malam Lainnya</h2>
<p>Selain laga Inter Milan vs AC Milan, ada tiga pertandingan lain yang digelar pada Sabtu (16/9/2023) malam hingga Minggu (17/9/2023) dini hari WIB. Berikut adalah hasil lengkapnya:</p>
<ul>
<li>Juventus vs Lazio (3-1)</li>
<li>Genoa vs Napoli (2-2)</li>
</ul>
<p>Dari hasil-hasil tersebut, ada beberapa perubahan di klasemen sementara Liga Italia. Juventus berhasil naik ke posisi kedua dengan 10 poin setelah mengalahkan Lazio yang turun ke posisi keempat belas dengan tiga poin.</p>
<p>Napoli juga merangsek ke posisi keempat dengan tujuh poin setelah menundukkan Genoa yang berada di posisi dua belas dengan empat poin. Cagliari dan Udinese berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 dan tetap berada di zona degradasi dengan masing-masing dua poin.</p>
<h2>Top Skor Liga Italia</h2>
<p>Dengan mencetak dua gol dalam laga melawan AC Milan, Henrikh Mkhitaryan menjadi pemain pertama yang mencapai angka lima gol dalam Liga Italia musim ini. Striker Inter Milan itu berada di urutan pertama daftar top skor sementara dengan lima gol.</p>
<p>Di bawah Mkhitaryan, ada empat pemain yang mengoleksi empat gol. Mereka adalah Olivier Giroud (AC Milan), Victor Osimhen (Napoli), Nicolas Gonzalez (Fiorentina), dan Abdou Harroui (Lazio).</p>
<p>Berikut adalah daftar lengkap top skor sementara Liga Italia:</p>
<ul>
<li>Henrikh Mkhitaryan (Inter Milan): 5 gol</li>
<li>Olivier Giroud (AC Milan): 4 gol</li>
<li>Victor Osimhen (Napoli): 4 gol</li>
<li>Nicolas Gonzalez (Fiorentina): 4 gol</li>
<li>Abdou Harroui (Lazio): 4 gol</li>
</ul>
<p><strong>Baca juga:</strong></p>
<p><a href="https://speakbola.com/hasil-pertandingan-liga-spanyol-tadi-malam/">Hasil Pertandingan Liga Spanyol Tadi Malam, Barcelona Puncaki Klasemen Usai Hajar Real Betis 5-0</a></p>
<p><a href="https://speakbola.com/hasil-lengkap-liga-inggris-tadi-malam/">Hasil Lengkap Liga Inggris Tadi Malam Sabtu 16 September 2023</a></p>
</div>
</div>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/hasil-lengkap-liga-italia-tadi-malam/">Hasil Lengkap Liga Italia Tadi Malam, Inter Milan Hancurkan AC Milan 5-1 dalam Derby della Madonnina</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Profil AC Milan: Sejarah, Prestasi, dan Pemain Terbaru Klub Sepak Bola Legendaris dari Italia</title>
		<link>https://speakbola.com/profil-ac-milan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mlg Bola]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 16:57:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Italia]]></category>
		<category><![CDATA[profil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=3819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Profil AC Milan: Sejarah, Prestasi, dan Pemain Terbaru Klub Sepak Bola Legendaris dari Italia &#8211; AC Milan adalah salah satu klub sepak bola terkenal dan tersukses di dunia. Klub ini berasal dari kota Milan, Italia, dan bermain di kompetisi tertinggi di negara itu, yaitu Serie A. Klub ini memiliki sejarah yang panjang dan gemilang, serta [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/profil-ac-milan/">Profil AC Milan: Sejarah, Prestasi, dan Pemain Terbaru Klub Sepak Bola Legendaris dari Italia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Profil AC Milan: Sejarah, Prestasi, dan Pemain Terbaru Klub Sepak Bola Legendaris dari Italia &#8211; AC Milan adalah salah satu klub sepak bola terkenal dan tersukses di dunia. Klub ini berasal dari kota Milan, Italia, dan bermain di kompetisi tertinggi di negara itu, yaitu Serie A.</p>
<p>Klub ini memiliki sejarah yang panjang dan gemilang, serta banyak penggemar yang setia dan fanatik. Berikut ulasan profil klub sepakbola AC Milan yang membahas tentang sejarah, prestasi, dan pemain klub sepak bola legendaris ini.</p>
<h2>Sejarah AC Milan</h2>
<p>AC Milan didirikan pada tanggal 16 Desember 1899 oleh seorang pengusaha asal Inggris bernama Herbert Kilpin dan seorang pengusaha asal Italia bernama Alfred Edwards.</p>
<p>Nama asli klub ini adalah Milan Foot-Ball and Cricket Club, karena awalnya klub ini juga memiliki cabang olahraga kriket. Namun, pada tahun 1919, nama klub ini diubah menjadi Milan Football Club.</p>
<p>AC Milan adalah klub pertama yang memenangkan gelar juara liga Italia (Scudetto) pada tahun 1901. Sejak saat itu, klub ini telah memenangkan gelar tersebut sebanyak 18 kali, terakhir pada tahun 2011.</p>
<p>AC Milan juga merupakan salah satu klub Italia yang paling sukses di kancah Eropa dan dunia. Klub ini telah memenangkan Liga Champions (dulu bernama Piala Champions) sebanyak tujuh kali, terakhir pada tahun 2007. Klub ini juga telah memenangkan Piala Dunia Antarklub FIFA (dulu bernama Piala Interkontinental) sebanyak empat kali, terakhir pada tahun 2007.</p>
<h2>Kepanjangan AC Milan</h2>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/A.C._Milan" target="_blank" rel="noopener">AC Milan</a> adalah kepanjangan dari Associazione Calcio Milan, yang berarti Asosiasi Sepak Bola Milan dalam bahasa Indonesia. Nama ini menggantikan nama sebelumnya, yaitu Milan Football Club, pada tahun 1939. Nama ini dipilih untuk menunjukkan identitas klub sebagai wakil kota Milan dan olahraga sepak bola.</p>
<h2>Stadion AC Milan</h2>
<p>AC Milan bermain di stadion yang bernama San Siro (atau Giuseppe Meazza), yang berlokasi di kota Milan. Stadion ini dibangun pada tahun 1925 dan memiliki kapasitas sekitar 80 ribu penonton.</p>
<p>San Siro ini juga menjadi markas bagi rival sekota AC Milan, yaitu Inter Milan. Stadion ini sering menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan-pertandingan besar, baik di level klub maupun tim nasional.</p>
<h2>Julukan AC Milan dan Fans AC Milan</h2>
<p>AC Milan memiliki beberapa julukan yang populer di kalangan penggemarnya maupun media. Salah satu julukan yang paling umum adalah Rossoneri (Merah-Hitam), yang merujuk kepada warna seragam klub ini.</p>
<p>Julukan lainnya adalah Il Diavolo (Setan), yang menunjukkan semangat juang dan keganasan klub ini di lapangan. AC Milan juga memiliki julukan lainnya yaitu Casciavit (Pengencang Sekrup), yang berasal dari dialek lokal dan merujuk kepada latar belakang pekerja keras pendiri klub ini.</p>
<p>Fans AC Milan juga memiliki beberapa julukan yang dikenal luas. Salah satu julukan yang paling terkenal adalah Curva Sud (Tikungan Selatan), yang merujuk kepada tempat duduk para fans fanatik AC Milan di stadion San Siro.</p>
<p>Fans AC Milan juga disebut sebagai Fossa dei Leoni (Gua Singa), yang merupakan nama kelompok pendukung pertama AC Milan yang didirikan pada tahun 1968.</p>
<h2>Jumlah Raihan Trofi AC Milan di Semua Kompetisi</h2>
<p>AC Milan adalah salah satu klub sepak bola dengan jumlah trofi terbanyak di dunia. Berikut adalah daftar lengkap trofi yang pernah diraih oleh AC Milan di semua kompetisi:</p>
<ul>
<li>Liga Champions: 7 kali (1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, 2007)</li>
<li>Piala Winners: 2 kali (1968, 1973)</li>
<li>Piala Super Eropa: 5 kali (1989, 1990, 1994, 2003, 2007)</li>
<li>Piala Dunia Antarklub FIFA: 4 kali (1969, 1989, 1990, 2007)</li>
<li>Piala Interkontinental: 3 kali (1969, 1989, 1990)</li>
<li>Liga Italia: 18 kali (1901, 1906, 1907, 1951, 1955, 1957, 1959, 1962, 1968, 1979, 1988, 1992, 1993, 1994, 1996, 1999, 2004, 2011)</li>
<li>Piala Italia: 5 kali (1967, 1972, 1973, 1977, 2003)</li>
<li>Piala Super Italia: 7 kali (1988, 1992, 1993, 1994, 2004, 2011, 2016)</li>
</ul>
<h2>List Squad AC Milan di Musim 2023/2024</h2>
<p>Berikut daftar lengkap squad AC Milan yang akan mengarungi laga di musim 2023/2024. Daftar ini masih bisa berubah dikarenakan jendela transfer musim panas yang masih belum ditutup kala berita ini dinaikkan pada (1/8/2023).</p>
<p>Kiper</p>
<p>Mike Maignan<br />
Devis Vasquez<br />
Marco Sportiello</p>
<p><strong>Belakang</strong></p>
<p>Fikayo Tomori<br />
Pierre Kalulu<br />
Malick Thiaw<br />
Matteo Gabbia<br />
Simon Kjaer<br />
Mattia Caldara<br />
Theo Hernandez<br />
Fode Ballo-Toure<br />
Davide Calabria<br />
Alessandro Florenzi</p>
<p><strong>Tengah</strong></p>
<p>Ruben Loftus-Cheek<br />
Ismael Bennacer<br />
Tommaso Pobega<br />
Tijjani Reijnders<br />
Rade Krunic<br />
Antonio Mionic<br />
Charles De Ketelaere<br />
Yacine Adli<br />
Daniel Maldini</p>
<p><strong>Depan</strong></p>
<p>Christian Pulisic<br />
Rafael Leao<br />
Ante Rebic<br />
Alexis Saelemaekers<br />
Junior Messias<br />
Divock Origi<br />
Olivier Giroud<br />
Marko Lazetic<br />
Luka Romero<br />
Noah Okafor</p>
<p>Dengan pembahasan profil AC Milan di atas, semoga menambah pengetahuan Anda terkait klub sepakbola satu ini.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong><br />
<a href="https://speakbola.com/sejarah-stadion-san-siro/"><span style="font-weight: 400;">Sejarah Stadion San Siro: Markas Dua Raksasa Sepakbola Kota Milan</span></a><br />
<a href="https://speakbola.com/7-transfer-termahal-di-musim-panas-2023-2024/"><span style="font-weight: 400;">7 Transfer Termahal di Musim Panas 2023/2024</span><span style="font-weight: 400;"><br />
</span></a><a href="https://speakbola.com/rekor-ronaldo-di-piala-dunia/"><span style="font-weight: 400;">3 Pencetak Gol di 5 Piala Dunia Berbeda, Pemain Bola Pesaing Rekor Ronaldo</span><span style="font-weight: 400;"><br />
</span></a><a href="https://speakbola.com/pencetak-gol-termuda-piala-dunia/"><span style="font-weight: 400;">Gavi Sejajar Pele Sebagai Pencetak Gol Termuda Piala Dunia</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/profil-ac-milan/">Profil AC Milan: Sejarah, Prestasi, dan Pemain Terbaru Klub Sepak Bola Legendaris dari Italia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Stadion San Siro: Markas Dua Raksasa Sepakbola Kota Milan</title>
		<link>https://speakbola.com/sejarah-stadion-san-siro/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mlg Bola]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 14:47:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=3715</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejarah Stadion San Siro: Markas Dua Raksasa Sepakbola Kota Milan &#8211; Stadion San Siro adalah salah satu stadion sepakbola paling legendaris di dunia. Stadion ini menjadi saksi bisu dari berbagai pertandingan besar, baik di level klub maupun timnas. San Siro juga menjadi rumah bagi dua klub raksasa kota Milan, yaitu AC Milan dan Inter Milan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/sejarah-stadion-san-siro/">Sejarah Stadion San Siro: Markas Dua Raksasa Sepakbola Kota Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="content" tabindex="0">
<div id="entity-image-top" class="ac-container ac-adaptiveCard">
<div>Sejarah Stadion San Siro: Markas Dua Raksasa Sepakbola Kota Milan &#8211; Stadion San Siro adalah salah satu stadion sepakbola paling legendaris di dunia. Stadion ini menjadi saksi bisu dari berbagai pertandingan besar, baik di level klub maupun timnas.</div>
<div></div>
<div><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/San_Siro" target="_blank" rel="noopener">San Siro juga menjadi rumah bagi dua klub raksasa kota Milan</a>, yaitu AC Milan dan Inter Milan. Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah stadion ini? Berikut adalah ulasan singkatnya.</div>
<div class="ac-textBlock">
<h2>Kapan San Siro Berdiri?</h2>
<p>Stadion San Siro berdiri pada tahun 1925 atas inisiatif dari Piero Pirelli, mantan presiden AC Milan. San Siro awalnya bernama Nuovo Stadio Calcistico San Siro, yang mengambil nama dari distrik tempat stadion ini dibangun. Stadion ini selesai dibangun pada 15 September 1926 dan resmi dibuka untuk umum pada 19 September 1926 dengan laga derby antara AC Milan dan Inter Milan yang dimenangkan oleh Inter dengan skor 6-3.</p>
<h2>Stadion San Siro Sebenarnya Milik Siapa?</h2>
<p>Dirunut dari sejarah stadion San Siro, bangunan megah ini sebenarnya milik pemerintah kota Milan sejak tahun 1935. Pada saat itu, AC Milan mengalami krisis keuangan dan terpaksa menjual stadion mereka kepada pemerintah kota. Pemerintah kota kemudian melakukan renovasi stadion dengan menambah kapasitas menjadi 55.000 kursi dan membangun empat tribun penghubung. Stadion ini kemudian menjadi stadion umum yang dapat digunakan oleh siapa saja.</p>
<h2>Mengapa Stadion AC Milan dan Inter Milan Sama?</h2>
<p>AC Milan dan Inter Milan berbagi stadion yang sama, yaitu stadion San Siro sejak tahun 1947. Di tahun tersebut, Inter Milan memutuskan untuk pindah dari stadion lama mereka, yaitu Arena Civica, ke stadion San Siro. Alasan mereka pindah adalah karena stadion San Siro lebih modern dan luas daripada Arena Civica. Sejak saat itu, kedua klub bersaudara ini saling bergantian menggunakan stadion San Siro sebagai markas mereka.</p>
<h2>Apa Bedanya Giuseppe Meazza dan San Siro?</h2>
<p>Giuseppe Meazza dan San Siro adalah nama yang sama untuk stadion yang sama, tetapi dengan nuansa yang berbeda.</p>
<p>Giuseppe Meazza adalah nama yang diberikan oleh Inter Milan untuk menghormati salah satu legenda mereka, yaitu Giuseppe Meazza. Meazza adalah pemain yang membawa Italia menjuarai Piala Dunia dua kali berturut-turut pada tahun 1934 dan 1938. Dia juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inter Milan dengan 284 gol. Nama Giuseppe Meazza diberikan oleh Inter Milan pada tahun 1980.</p>
<p>Sedangkan San Siro adalah nama yang diberikan oleh AC Milan untuk menghormati nama asli stadion tersebut. Nama San Siro juga lebih populer di kalangan masyarakat internasional daripada nama Giuseppe Meazza. Nama San Siro juga lebih netral daripada nama Giuseppe Meazza, yang identik dengan Inter Milan.</p>
<h2>Berapa Kapasitas Stadion San Siro?</h2>
<p>Kapasitas stadion San Siro saat ini adalah 75.923 kursi. Namun, kapasitas ini terbatas karena adanya masalah keamanan akibat getaran pada tribun ketiga. Kapasitas maksimum stadion San Siro adalah 80.018 kursi, yang pernah dicapai pada beberapa pertandingan besar, seperti final Liga Champions atau Piala Dunia.</p>
<p>Stadion San Siro telah mengalami beberapa kali renovasi sejak pertama kali dibangun. Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 2015-2016 untuk mempersiapkan stadion ini menjadi tuan rumah final Liga Champions 2016, yang dimenangkan oleh Real Madrid atas Atletico Madrid.</p>
<p>Stadion San Siro juga akan menjadi tempat upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 Milan dan Cortina d’Ampezzo.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong><br />
<a href="https://speakbola.com/7-transfer-termahal-di-musim-panas-2023-2024/"><span style="font-weight: 400;">7 Transfer Termahal di Musim Panas 2023/2024</span><span style="font-weight: 400;"><br />
</span></a><a href="https://speakbola.com/rekor-ronaldo-di-piala-dunia/"><span style="font-weight: 400;">3 Pencetak Gol di 5 Piala Dunia Berbeda, Pemain Bola Pesaing Rekor Ronaldo</span><span style="font-weight: 400;"><br />
</span></a><a href="https://speakbola.com/pencetak-gol-termuda-piala-dunia/"><span style="font-weight: 400;">Gavi Sejajar Pele Sebagai Pencetak Gol Termuda Piala Dunia</span></a></p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div class="ac-horizontal-separator" aria-hidden="true"></div>
</div>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/sejarah-stadion-san-siro/">Sejarah Stadion San Siro: Markas Dua Raksasa Sepakbola Kota Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Filippo Inzaghi: Striker yang Terlahir Offside</title>
		<link>https://speakbola.com/fillipo-inzaghi-terlahir-offside/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2022 09:38:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[Filippo Inzaghi]]></category>
		<category><![CDATA[pemain sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Pemain Terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Profil Pemain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1558</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Anak itu (Filippo Inzaghi) pasti terlahir offside” &#8211; Sir Alex Ferguson (speakbola.com) &#8211; Demikianlah kalimat yang dilontarkan oleh mantan pelatih Manchester united, Sir Alex Ferguson mengomentari cara bermain Filippo Inzaghi yang khas. Selain itu, Sir Alex juga menyebut Inzaghi sebagai pemain yang tidak banyak bergerak. Melihat bagaimana Inzaghi mencetak gol, seperti melihat seorang balita menendang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/fillipo-inzaghi-terlahir-offside/">Filippo Inzaghi: Striker yang Terlahir Offside</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“Anak itu (Filippo Inzaghi) pasti terlahir offside” &#8211; Sir Alex Ferguson</p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Demikianlah kalimat yang dilontarkan oleh mantan pelatih Manchester united, <a href="https://sport360.com/article/football/13325/he-must-have-been-born-offside-fergusons-best-man-utd-quotes" target="_blank" rel="noopener">Sir Alex Ferguson</a> mengomentari cara bermain Filippo Inzaghi yang khas. Selain itu, Sir Alex juga menyebut Inzaghi sebagai pemain yang tidak banyak bergerak. Melihat bagaimana Inzaghi mencetak gol, seperti melihat seorang balita menendang bola ke gawang kecil yang sedang dijaga oleh ayahnya. Lemah, lambat, biasa, tapi berbuah gol.</span></p>
<h2>Karir Sepak Bola Filippo Inzaghi</h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Filippo &#8220;Pippo&#8221; Inzaghi lahir pada tanggal 9 Agustus 1973 di Piacenza, Italia. Pemain berkebangsaan Italia ini menempati posisi sebagi seorang striker.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inzaghi mulai bermain bersama Piacenza Calcio pada saat masih remaja di tahun 1991. Tetapi hanya tampil 2 kali sebelum dipinjamkan ke klub Serie C1, Leffe, di mana dia berhasil mencetak 13 gol dalam 21 pertandingan. Pada tahun 1993, ia pindah ke klub Serie B Verona dan mencetak 13 gol dalam 36 kali penampilannya. Kemudian dia kembali ke Piacenza dan berhasil mencetak 15 gol dalam 37 penampilannya.</span></p>
<h3>Karir Klub Filippo Inzaghi</h3>
<ul>
<li>
<h4><strong>AC Parma (1995–1996)</strong></h4>
</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Melihat rekam jejak Inzaghi di Piacenza yang berprospek cerah, tahun 1995 AC Parma membelinya. Namun pada musim pertamanya bersama Parma, Pippo hanya mencetak 2 gol dari 15 pertandingan di Serie A, di mana salah satu golnya ia cetak ke gawang bekas klubnya, Piacenza. Ia juga mencetak 2 gol bersama Parma di Piala Winners.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penampilan Inzaghi yang tidak memuaskan, membuat Parma meminjamkannya ke Atalanta.</span></p>
<ul>
<li>
<h4><strong> Atalanta (1996–1997)</strong></h4>
</li>
</ul>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/qEDbRds7dwA" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di sinilah karier Inzaghi bersinar. Satu musim bersama Atalanta, Inzaghi menjadi Capocannoniere atau top skor di  Serie A dengan 24 gol dalam 33 penampilan. Ia pun berhasil mencetak gol ke semua gawang lawannya dan pada musim itu pula ia mendapat penghargaan <em>Serie A Young Footballer of the Year</em>. Berkat jasanya, pada pertandingan terakhir Atalanta di musim tersebut ia ditunjuk sebagai kapten.</span></p>
<ul>
<li>
<h4><strong> Juventus (1997–2001)</strong></h4>
</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah pulang dari masa peminjamannya ke Atalanta, Inzaghi harus rela dijual oleh Parma ke Juventus yang membelinya seharga 23 milliar Lira.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tiba di Juventus bekah justru menghampiri Inzaghi. Di klub inilah ia bertemu tandem hebat, Alessandro Del Piero dan Zinedine Zidane. Bersama Del Piero, mereka berdua menjadi duet maut yang dijuluki Del-Pippo yang ditopang Zinedine Zidane di belakang mereka.</span></p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/OZEnsej_zT4" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Karir Inzaghi bersama Juventus di musim pertama terbilang sukses. Pippo mencetak 18 gol dari 31 pertandingan di liga dan menjadi penentu Scudetto Juventus lewat hattrick-nya ke gawang Bologna. Sayangnya, di final Liga Champions mereka harus menyerah 0-1 dari Real Madrid.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selama di Juventus, Inzaghi menjadi pemain pertama yang mencetak 2 Hattrick di Liga Champions ke gawang Dynamo Kyiv dan Hamburg SV.</span></p>
<ul>
<li>
<h4><strong>AC Milan (2001–2011)</strong></h4>
</li>
</ul>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Masa awal</span></h4>
<p><span style="font-size: 12pt;">Usai 4 musim bersama Juventus dengan torehan 89 gol dari 165 partai, keberadaan Inzaghi mulai tersingkir oleh David Trezeguet. </span><span style="font-size: 12pt;">Beruntungnya pelatih Milan, Fatih Terim menyelamatkan kariernya dengan membelinya senilai 70 milliar Lira (45 juta Euro) plus Christian Zenoni pada bursa transfer musim 2001/2002. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Walaupun nasib sepak bolanya terselamatkan, tidak dengan fisiknya. Di musim perdana bersama AC milan Inzaghi cedera dan absen hampir setengah musim. Hanya 10 gol yang ia cetak, dan Milan tersingkir di Piala UEFA.</span></p>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Masa Keemasan Inzaghi di Ac MIlan</span></h4>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada musim 2002/2003 Super Pippo kembali menunjukan ketajamannya, ia menorehkan rekor sebagai pemain pertama yang mencetak 3 kali hattrick di Liga Champions, yang membantu Milan meraih trofi Liga Champions musim itu. Saat di final, Inzaghi mengalahkan bekas klubnya, Juventus, di partai final. Ia dan tandemnya, Andriy Shevchenko adalah duet maut yang disegani. Inzaghi sendiri mencetak 30 gol di semua kompetisi pada musim tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dua musim setelahnya, Inzaghi lebih banyak berkutat dengan cedera. Namun ketika pulih, ia tak butuh waktu lama untuk kembali mencetak gol. Di Serie A, ia berhasil menjaringkan bola 12 kali dalam 23 pertandingan, dan 4 gol dalam lima partainya di Liga Champions.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tahun berikutnya, Inzaghi kembali ikut berperan dalam kemenangan AC Milan di final Liga Champions saat mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan Milan pada musim 2004/2005, di mana Inzaghi tidak bermain karena cedera.</span></p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/3Dn7cEoli-8" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebagai juara Liga Champions, Milan berhak tampil di ajang Piala Super Eropa musim berikutnya, dan Inzaghi mencetak gol yang menyamakan kedudukan ketika menghadapi Sevilla, dan akhirnya unggul dengan skor akhir 3-1. Inzaghi pun menutup tahun 2007 dengan dua gol nya ke gawang Boca Juniors pada final Piala Dunia Antarklub, Milan menang 4-2. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah itu, naluri mencetak gol Inzaghi yang mulai tumpul karena cedera kembali tajam. Dalam 15 partai terakhir Serie A, ia mencetak 11 gol.</span></p>
<h4><span style="font-size: 12pt;">Ujung Masa Inzaghi di Milan</span></h4>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada 8 Maret 2009, Inzaghi mencetak hattrick ketika menghadapi Milan bertemu Torino. Hattrick itu membuatnya menjadi pemain sepak bola yang paling sering mencetak hattrick di Serie A selama 25 tahun terakhir (10 kali). Ia berada di atas Giuseppe Signori (9), Hernán Crespo (8), Roberto Baggio, Marco van Basten, Gabriel Batistuta, Abel Balbo, Vincenzo Montella (7), and David Trézéguet (6). Inzaghi membukukan satu Hattrick untuk Atalanta, empat untuk Juventus, dan lima untuk Milan. Pada musim ini juga ia mencetak gol nya yang ke 300 di Serie A musim itu ke gawang Siena.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Musim 2010-2011, ketika membela milan menghadapi Palermo ia mengalami cedera serius dan mengharuskannya absen hingga akhir musim. </span></p>
<h3>Tim Nasional Italia</h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inzaghi pertama kali membela Tim Nasional Sepak Bola Italia pada 8 Juni 1997 saat menghadapi Brazil. Dia masuk dalam skuat Italia pada Piala Dunia 1998, EURO 2000, Piala Dunia 2002, dan Piala Dunia 2006.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inzaghi adalah top skorer Italia pada kualifikasi Piala Dunia 2002 dan EURO 2004, tetapi pada EURO 2004 ia mengalami cedera sehingga tidak dipanggil.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Walaupun cederanya kambuhan saat tahun 2003 sampai dengan 2005 tetapi pada Piala Dunia 2006 pelatih Italia Marcello Lippi tetap membawanya ke dalam skuat. Dengan berisikan penyerang hebat seperti Alessandro Del Piero, Francesco Totti and Luca Toni, Inzaghi hanya tampil sekali dalam Piala Dunia ini menggantikan Alberto Gilardino pada pertandingan menghadapi Republik Ceska, dan berhasil mencetak satu-satunya gol yang ia lesakkan di Piala Dunia 2006.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en">Happy birthday to 2006 <a href="https://twitter.com/hashtag/WorldCup?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#WorldCup</a> winner Filippo Inzaghi! 🎂🇮🇹🏆 <a href="https://twitter.com/hashtag/ThrowbackThursday?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#ThrowbackThursday</a> <a href="https://t.co/yO01auLwNc">pic.twitter.com/yO01auLwNc</a></p>
<p>— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) <a href="https://twitter.com/FIFAWorldCup/status/1027659069027438592?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">August 9, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inzaghi juga adalah pencetak gol terbanyak ke enam untuk Italia dengan 25 golnya. Ia sejajar dengan Adolfo Baloncieri dan Alessandro Altobelli.</span></p>
<h2>Penghargaan Filippo Inzaghi</h2>
<h3>Bersama Klub:</h3>
<h4>Piacenza</h4>
<ul>
<li>Serie B: 1994/95</li>
</ul>
<h4>Juventus</h4>
<ul>
<li>Serie A: 1997/98</li>
<li>Piala Super Italia: 1997</li>
<li>UEFA intertoto cup: 1999</li>
</ul>
<h4>AC Milan</h4>
<ul>
<li>Serie A: 2003/04, 2010/11</li>
<li>Piala Italia: 2002/03</li>
<li>Liga Champions: 2002/03, 2006/07</li>
<li>Piala Super Eropa: 2003, 2007</li>
<li>Piala Super Italia: 2004, 2011</li>
<li>Piala Dunia Antarklub: 2007</li>
</ul>
<h3>Level Tim Nasional:</h3>
<ul>
<li>Piala Eropa U-21: 1994</li>
<li>Piala Dunia FIFA: 2006</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Inzaghi dan Offside</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada usia dini, Pippo dilarang bermain sepak bola dengan teman-temannya karena tuduhan terus menerus &#8216;gantung gawang&#8217;. Ia selalu berada sangat dekat dengan gawang tim lawan, menunggu kesempatan untuk mencetak gol.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam biografi tidak resminya tentang Inzaghi, &#8216;Pippo: A Man Offside&#8217;, Tony Davis menulis, Pada sekitar usia 8 tahun, sebuah pertandingan sepak bola remaja berakhir 14-0. Hari itu seorang pemain mencetak 14 gol, Inzaghi muda, meskipun sama sekali tidak melakukan hal lain yang bernilai bagi timnya selain menunggu bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menunggu bola di garis offside adalah salah satu trik jitu Inzaghi. Ia selalu membuat bingung lawan-lawannya yang tidak mengharapkan kehadirannya. Dengan gaya dribble yang khas, penantiannya di garis offside bisa menjamin terciptanya gol bagi timnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun gaya permainannya yang seperti itu membuatnya amat dekat dengan offside. Sehingga bisa saja terjadi satu pertandingan berlalu tanpa dirinya mencetak gol, tapi tidak mungkin satu pertandingan lewat begitu saja tanpa Inzaghi terjebak offside.</span></p>
<h2>Gaya Permainan Inzaghi</h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Banyak pernyataan mengatakan bahwa Inzaghi adalah <em>right man on the right time</em>. Caranya mencetak gol bukan seperti Lionel Messi yang berjibaku melewati lawan dan mencetak gol. Atau seperti Cristiano Ronaldo yang melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bukan pula seperti David Beckham yang harus menunggu timnya mendapatkan tendangan bebas untuk melepaskan tendangan akurat.</span></p>
<blockquote><p>&#8220;Inzaghi itu sama sekali tidak bisa bermain sepakbola. Dia hanya selalu berada di posisi yang tepat.” &#8211; Johan Cruyff</p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pun Inzaghi terlihat sebagai pemain dengan <em>skill</em> minus karena tidak ada yang spesial dari dirinya. Namun, itu justru menjadi langkah jitu baginya. Tubuhnya kurus, dia tidak memiliki keterampilan yang baik dalam bermain bola. Ia bahkan lebih memilih mundur beberapa langkah daripada berduel, berharap lawan melakukan kesalahan. Tapi sekali lagi, penempatan posisi, itulah kehebatan Inzaghi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun apa yang tampak di pertandingan bukan seringnya bukanlah gambaran lengkap dari kerja Inzaghi sebagai pesepakbola. Ada puluhan jam kerja keras untuk mencetak gol yang tampak seperti keberuntungan dan hadiah.</span></p>
<blockquote><p>“Inzaghi biasa menonton pertandingan lawan dan mempelajarinya berhari-hari. Dia tahu segalanya tentang mereka. Dia terobsesi. Banyak yang berpikir Pippo hanya beruntung, tapi keberuntungan tidak berperan. Semuanya berkat kemampuan dan persiapan.” &#8211; Gennaro Gattuso, rekan Inzaghi di AC Milan</p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inzaghi adalah Inzaghi. Satu-satunya di dunia. Rubrik <a href="https://speakbola.com/category/offside/">Offside</a> kali ini khusus dipersembahkan untuk striker yang terlahir offside, Filippo Inzaghi!</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/fillipo-inzaghi-terlahir-offside/">Filippo Inzaghi: Striker yang Terlahir Offside</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</title>
		<link>https://speakbola.com/derby-della-madonnina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2022 10:53:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bolastori]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[derby]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Della Madonnina]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1381</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Derby della Madonnina adalah sebutan bagi pertemuan antara dua Milan di kota Milan, Ac Milan vs Inter Milan. Penyebutan Derby della Madonnina pada pertandingan dua Milan ini merujuk pada salah satu pemandangan utama di kota Milan, patung Perawan Maria di puncak Katedral Milan, yang sering disebut sebagai Madonnina (Madonna Kecil dalam bahasa Italia). [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/derby-della-madonnina/">Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Derby della Madonnina adalah sebutan bagi pertemuan antara dua Milan di kota Milan, <a href="https://speakbola.com/tag/ac-milan/">Ac Milan</a> vs <a href="https://speakbola.com/tag/inter-milan/">Inter Milan</a>. Penyebutan Derby della Madonnina pada pertandingan dua Milan ini merujuk pada salah satu pemandangan utama di kota Milan, patung Perawan Maria di puncak Katedral Milan, yang sering disebut sebagai Madonnina (Madonna Kecil dalam bahasa Italia).</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1402 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-300x200.jpg" alt="Patung Madonnina di atas Katedral Milan" width="420" height="280" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-1024x683.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-400x267.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1-768x512.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/1imm-red-madonnina02-1.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 420px) 100vw, 420px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Laga derby AC Milan vs Inter Milan ini menjadi salah satu laga sepak bola terakbar di Italia. Berlangsung setidaknya dua kali dalam setahun di ajang Serie A. Derby della Madonninan adalah satu-satunya derby dalam sepak bola yang selalu dimainkan di stadion yang sama, San Siro, karena baik Milan maupun Internazionale menyebut San Siro sebagai rumah mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Baru-baru ini, tepatnya 3 September 2022, Dua Milan ini baru saja melakukan derby della Madonnina pertamanya. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan AC Milan 3-2 Inter Milan. Pertandingan pada hari Sabtu 3 September itu menjadi derby ke-233 antara Inter dan Milan di semua kompetisi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Merujuk pada <a href="https://www.inter.it/en/news/milan-inter-facts-stats" target="_blank" rel="noopener">situs resmi Inter Milan</a>, di Serie A kedua tim telah bertemu sebanyak 177 kali. Secara keseluruhan, Nerazzurri, julukan Inter Milan, telah mencatat 68 kemenangan, lebih banyak dibandingkan dengan Rossoneri, julukan AC Milan, yang berjumlah 53. Nerazzurri juga telah mencetak lebih banyak gol dibandingkan rivalnya, 250 gol, sementara Rossoneri dengan 229 gol.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun derbi ini sesungguhnya tidak akan pernah ada jika saja dahulu tidak terjadi perpecahan. Awalnya dua klub ini adalah satu kesatuan di bawah satu identitas bernama Milan Foot-Ball and Cricket Club.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Sejarah Derby Della Madonnina: AC Milan VS Inter Milan</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan Foot-Ball and Cricket Club didirikan oleh ekspatriat asal Inggris, Alfred Edwards dan Herbert Kilpin, pada 16 Desember 1899. Dua tokoh itulah yang menjadi alasan klub ini memilih kata Milan ketimbang Milano yang lebih bernuansa Italia.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;">Kita akan menjadi tim iblis. Warna kita adalah merah seperti api dan hitam untuk memberikan rasa takut pada lawan kita! &#8211; Herbert Kilpin, 1899</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di awal berdirinya, Milan Foot-Ball and Cricket Club dikenal sebagai salah satu klub yang kuat. Terbukti dengan torehan tiga kali menjuarai kejuaraan sepak bola Italia, yakni pada 1901, 1906, dan 1907.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Prestasi bagus tak menjamin segalanya berjalan mulus. Usai pencapaian menjuarai kejuaraan pada 1907, klub ini mengalami perpecahan pada 1908. Persoalan prinsip antara sesama pengurus klub membuat Milan Foot-Ball and Cricket Club harus pecah.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 1899 <a href="https://twitter.com/acmilan?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@acmilan</a> were founded as Milan Foot-Ball and Cricket Club by two English expats</p>
<p>Despite having only won half as many <a href="https://twitter.com/SerieA?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@SerieA</a> titles as rivals <a href="https://twitter.com/juventusfc?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@juventusfc</a> only Real Madrid have won more <a href="https://twitter.com/ChampionsLeague?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@ChampionsLeague</a> titles than Milan <a href="https://t.co/l1lKtc9Gzi">https://t.co/l1lKtc9Gzi</a> <a href="https://t.co/Sqg6n8C6sz">pic.twitter.com/Sqg6n8C6sz</a></p>
<p>— Subside Sports (@subsidesports) <a href="https://twitter.com/subsidesports/status/1339208666570842112?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">December 16, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebagian pengurus klub ingin klub Milan menjadi klub yang didominasi oleh orang Italia. Sementara di sisi lain, ada pengurus klub yang ingin Milan Foot-Ball and Cricket Club menjadi klub yang terbuka bagi orang di seluruh dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Perbedaan prinsip itu akhirnya membawa delapan pengurus klub, yang semuanya orang Swiss, keluar dan membentuk klub baru. Klub inilah yang kemudian dikenal sekarang dengan nama Inter Milan atau Internazionale.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;">Malam yang indah ini menganugrahi kita warna-warna lambang kita: hitam dan biru dengan latar belakang bintang-bintang berwarna emas. Harus disebut Internazionale, karena kita adalah saudara dunia. &#8211; Pendiri Inter Milan, 1908</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sementara itu, klub Milan yang pertama bernama Milan Foot-Ball and Cricket Club kini kita kenal sebagai AC Milan. Dari kisah di atas, kita bisa tahu kenapa AC Milan dijuluki Rossoneri (Merah-Hitam) dan Il Diavolo (Tim Iblis), sedangkan Inter dijuluki Nerazzurri (Hitam-Biru).</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rivalitas Setelah Perpecahan</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Derby della Madonnina pertama antara dua klub kota Milan ini diadakan di final Piala Chiasso tahun 1908, sebuah turnamen sepak bola yang dimainkan di Canton Ticino, Swiss, pada tanggal 18 Oktober tahun itu. Rossoneri menang 2-1.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun ada pendapat lain yang dinilai lebih meyakinkan soal derby della Madonnina pertama, pendapat itu mengemukakan bahwa pertemuan mereka terlaksana di kejuaraan sepak bola Italia (Prima Categoria) pada Januari 1909. Hasilnya, Milan menang 3-2 atas Inter.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selama masa 1940-an hingga 1960-an, Milan berjaya bersama trio Swedia: Gunnar Nordahl, Gunnar Gren, dan Nils Liedholm. Pada era 1980-an hingga 1990-an, ada trio Belanda yang menjadi andalan: Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard. Sebuah hal yang ironis bagi AC Milan mengingat mereka adalah klub yang berpegang teguh pada prinsip Italia-sentris.</span></p>
<div id="attachment_1407" style="width: 462px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1407" class=" wp-image-1407" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-300x214.png" alt="Trio Belanda: Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard" width="452" height="323" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-300x214.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-1024x730.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-400x285.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1-768x547.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/4a8afe3242088ac3db56ea0a42974728-1.png 1280w" sizes="auto, (max-width: 452px) 100vw, 452px" /><p id="caption-attachment-1407" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Trio Belanda: Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebaliknya, Inter malah memiliki pemain-pemain lokal hebat. Sebut saja Sandro Mazzola, Aurelio Milani, hingga Armando Picchi. Tiga tokoh ini memainkan peran krusial kala Inter menjuarai European Cup, kini Liga Champions, dua musim beruntun (1963/64 dan 1964/65). Untuk pemain non-Italia, pada masa itu ada Luis Suarez Miramontes (Spanyol) dan Jair da Costa (Brasil) yang mencetak gol di final European Cup 1965.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di era 1980-an hingga 1990-an, Inter diperkuat oleh trio Jerman, Lothar Matthaus, Andreas Brehme, dan Juergen Klinsmann. Sayangnya, dari segi prestasi, mereka kalah mentereng dari trio Belandanya AC Milan.</span></p>
<div id="attachment_1408" style="width: 460px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1408" class=" wp-image-1408" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-300x200.png" alt="Trio Jerman: Lothar Matthaus, Jurgen Klinsmann, dan Andreas Brehme" width="450" height="300" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-300x200.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-1024x682.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-400x267.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1-768x512.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/FVON7d2X0AEJjta-jpg-large-1242×833-1.png 1160w" sizes="auto, (max-width: 450px) 100vw, 450px" /><p id="caption-attachment-1408" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Trio Jerman: Lothar Matthaus, Jurgen Klinsmann, dan Andreas Brehme</span></p></div>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rivalitas di Era Milenium</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di awal era 2000an, AC Milan mencuri start dengan menjuarai Serie A pada musim 2003/04, menghentikan dominasi Juventus yang 2 musim sebelumnya menjadi juara.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Penantian panjang Inter Milan untuk gelar liga, sejak terakhir menjadi juara di tahun 1989, akhirnya usai pada tahun 2006. Di tahun itu skandal Calciopoli menanggalkan Juventus dari gelar 2005/06 (serta mengurangi poin dari total keseluruhan akhir Milan) dan menyerahkan gelar juara Serie A kepada Inter, yang awalnya finis ketiga di belakang Juventus dan Milan.</span></p>
<div id="attachment_1401" style="width: 479px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1401" class=" wp-image-1401" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-300x197.jpg" alt="Rui Costa dan Materazzi di tengah Derby Milan vs Inter" width="469" height="308" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-300x197.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1-400x262.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/EUy8LyoWAAIMuBF-1.jpg 680w" sizes="auto, (max-width: 469px) 100vw, 469px" /><p id="caption-attachment-1401" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Materazzi dan Rui Costa di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions musim 2004/2005.</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Inter kemudian memenangkan Serie A 2006/07. Sementara Milan, sebagai hukuman skandal calciopoli, memulai musim dengan poin negatif. Pun demikian, di musim yang sama, Milan sukse merebut Trofi Liga Champions UEFA, setelah mengalahkan Liverpool di Final di Athena.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ketika skandal calciopoli mereda, Inter Milan terus mendominasi, memenangkan setiap liga hingga musim 2009-10 di mana mereka mengamankan gelar pada hari terakhir musim. Musim itu juga membuat Inter menjadi tim Italia pertama yang sukses memenangkan treble, Serie A, Coppa Italia, dan gelar Liga Champions.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2010 Hingga Kini</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Musim berikutnya, giliran Milan yang meraih kejayaan. Dengan belanja pemain, termasuk mantan striker Inter Zlatan Ibrahimovic, Milan sukses merebut kembali Scudetto ke-18 mereka. Secara keseluruhan, memimpin klasemen liga dari awal November hingga akhir musim. Musim itu juga Milan berhasil memenangkan kedua pertandingan derby, menjaga clean sheet di kedua pertandingan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sayangnya, sejak 2011/12 , langkah kedua tim Milan ini tertinggal di belakang Juventus di Serie A, dengan finis kesembilan bagi Inter pada 2012/13 dan musim yang sulit bagi Milan pada 2014/15, finis kesepuluh. Meskipun demikian, Inter lebih baik dari keduanya dalam pertandingan derby, dengan sebelas kemenangan (termasuk satu di Coppa Italia 2020/21 ), enam seri dan lima kekalahan (termasuk satu di Supercoppa Italiana 2011 dan satu di 2017/18 Copa Italia ).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Di musim 2020/21, Inter memenangkan gelar kesembilan belas, menyalip Milan dalam koleksi gelar Serie A. Namun, di tahun berikutnya Milan langsung menyamakan jumlah dengan memenangkan gelar kesembilan belas mereka.</span></p>
<h2 class="mvp-post-title left entry-title"><span style="font-size: 14pt;">Rekor Skor Derby Della Madonnina Terbanyak di Era Milenium</span></h2>
<h3><span style="font-size: 12pt;">1. 11 Mei 2001 (AC Milan 6-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan pernah memiliki kenangan yang sangat manis atas Inter Milan di laga Derby della Madonnina. Milan pernah begitu perkasa saat berhadapan dengan Inter pada laga pekan ke-30 Serie A musim 2000/2001. Laga itu digelar di Giuseppe Meazza, 11 Mei 2001.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu Milan berhasil menang telak 6-0 atas Inter. Gol-gol Rossoneri dicetak oleh Gianni Comandini, Federico Giunti, Serginho dan Andriy Shevchenko.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 2001<br />
Inter 0⃣ <a href="https://twitter.com/hashtag/ACMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#ACMilan</a> 6⃣<br />
No caption needed 🤩</p>
<p>Sponsored by <a href="https://twitter.com/skrill?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@skrill</a>. Make your money move.<a href="https://twitter.com/hashtag/SempreMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#SempreMilan</a> <a href="https://t.co/aoLYhhw9xA">pic.twitter.com/aoLYhhw9xA</a></p>
<p>— AC Milan (@acmilan) <a href="https://twitter.com/acmilan/status/1259771812415705093?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 11, 2020</a></p></blockquote>
<p><script src="https://platform.twitter.com/widgets.js" async="" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Comandini dan Shevchenko sama-sama mencetak dua gol di laga tersebut. Laga itu menjadi laga dengan margin kemenangan terbesar dalam sejarah Derby della Madonnina, sekaligus rekor derby della madonnina terkelam bagi Inter Milan.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;"><strong>2. 6 Mei 2012 (Inter 4-2 AC Milan)</strong></span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan membutuhkan kemenangan di laga ini untuk bersaing memperebutkan trofi <em>scudetto</em> melawan Juventus. Namun jauh dari harapan, <em>Diavolo Rosso</em> justru kalah dengan skor 4-2 dan harapan mereka mempertahan scudetto pun pupus. Diego Milito membuka keunggulan Inter pada menit 44.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1418 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-300x212.jpg" alt="Selebrasi gol Inter Milan" width="484" height="342" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-300x212.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1-400x282.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/f9f4113b3e72dcd06fa9e67be1ebcec3-1.jpg 594w" sizes="auto, (max-width: 484px) 100vw, 484px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, dua gol Zlatan Ibrahimovic pada menit 44 dan 46 membuat Milan berbalik unggul. Akan tetapi, Milito kembali mencetak gol pada menit 52, 80 serta satu gol spektakuler dari Douglas Maicon saat pertandingan menyisakan waktu hanya tiga menit.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">3. Derby Della Madonnina 30 Agustus 2009 (Ac Milan 0-4 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada laga yang digelar di San Siro, Milan yang bertindak sebagai tuan rumah tampil di bawah tekanan Inter yang tampil luar biasa selama 90 menit derby della Madonnina. Inter unggul dalam segala-segalanya dari rival sekotanya itu. Alhasil pada paruh pertama laga, Inter sudah unggul 3-0 lewat gol Thiago Motta, Diego Milito (penalti) dan Maicon. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dejan Stankovic mencetak gol tambahan untuk timnya di babak kedua. Gol-gol <i>Nerazzurri</i> dicetak oleh Thiago Motta menit 30, Diego Milito menit 36 (penalti), menit 45 dan Dejan Stankovic menit 67.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu adalah era di mana Inter masih dilatih Jose Mourinho dan akhirnya meraih <i>treble</i>.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">4. 31 Januari 2016 (AC Milan 3-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan berhasil menang telak dengan skor 3-0 kala menjamu Inter Milan di giornata 22 Serie A di San Siro, Senin (31/01/2016). Pertandingan ini berlangsung seru dan cukup keras. Kedua tim saling jual beli serangan namun Milan lah yang mampu tampil lebih superior dengan tiga gol berkat sumbangan Alex, Carlos Bacca dan M’Baye Niang.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1419 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-300x169.jpg" alt="Alex saat berselebrasi usai mencetak gol ke gawang inter milan" width="440" height="248" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/2021.01.31-OTD-Derby-2016-Orizzontale.jpg 710w" sizes="auto, (max-width: 440px) 100vw, 440px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dengan kemenangan ini, Rossoneri mengantongi 36 poin dan tetap berada di posisi 6 dari 22 laga. Sementara itu Inter tertahan di posisi 4 dengan koleksi 41 poin.</span></p>
<h3><span style="font-size: 12pt;">5. 3 April 2011 (AC Milan 3-0 Inter Milan)</span></h3>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan keluar sebagai pemenang Derby della Madonnina. Dalam laga yang berlangsung dalam tempo tinggi dan sarat emosi, Rossoneri sukses mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 3-0. Dalam pertandingan di San Siro, Minggu (3/4/2011), Milan langsung unggul pada menit pertama. Pato sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah tembakannya merobek gawang Inter.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berusaha menyamakan kedudukan, Nerazzurri malah kehilangan satu pemain pada awal babak kedua. Cristian Chivu dikartumerah karena mengasari Pato. Milan menggandakan keunggulan saat laga berlangsung satu jam. Pato kembali sukses menaklukkan Julio Cesar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Antonio Cassano akhirnya menggenapi kemenangan Milan pada menit-menit akhir. Tendangan penalti bekas pemain Sampdoria ini mengelabui Cesar. Pada masa injury time, Milan juga harus bermain dengan sepuluh pemain. Cassano harus meninggalkan lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pemain yang Pernah Membela AC Milan dan Inter Milan dari Era 90an hingga Kini</span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Cristian Brocchi (Milan 1994-1998, Inter 2000-2001, Milan 2001-2009)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Roberto Baggio (Milan 1995-1997, Inter 1998-2000)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Maurizio Ganz (Inter 1995-1997, Milan 1998-2001)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Francesco Coco (Milan 1995-2002, Inter 2002-2007)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Patrick Vieira (Milan 1995-1996, Inter 2006-2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Edgar Davids (Milan 1996-1997, Inter 2004-2005)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Taribo West (Inter 1997-1999, Milan 2000-2001)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Ronaldo (Inter 1997-2002, Milan 2007-2008)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Thomas Helveg (Milan 1998-2003, Inter (2003-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andres Guglielminpietro (Milan 1998-2001, Inter 2001-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andrea Pirlo (Inter 1998-2001, Milan 2001-2011)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Dario Simic (Inter 1999-2002, Milan 2002-2008)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Christian Vieri (Inter 1999-2005, Milan 2005-2006)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Clarence Seedorf (Inter 2000-2002, Milan 2002-2012)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Drazan Brncic (Milan 2000-2001, Inter 2001-2003)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Umit Davala (Milan 2001-2002, Inter 2002-2004)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Hernan Crespo (Inter 2002-2003, Milan 2004-2005, Inter 2008-2009)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giuseppe Favalli (Inter 2004-2006, Milan 2006-2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Leonardo Bonucci (Inter 2005-2007, Milan 2017-2018)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Zlatan Ibrahimovic (Inter 2006-2009, Milan 2010-2012 dan 2020-sekarang)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Mario Balotelli (Inter 2007-2010, Milan 2013-2014 dan 2015-2016)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Sulley Muntari (Inter 2008-2012, Milan 2012-2015)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Alessandro Mancini (Inter 2008-2010, Milan 2010)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giampaolo Pazzini (Inter 2011-2012, Milan 2012-2015)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Antonio Cassano (Milan 2011-2012, Inter 2012-2013)</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Matias Silvestre (Inter 2012-2013, Milan 2013-2014)</span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pemain Paling Banyak Perpartisipasi di Derby Della Madonnina</span></h2>
<ul>
<li>Paolo Maldini (Milan) = 56</li>
<li>Javier Zanetti (Inter) = 47</li>
<li>Guiseppe Bergomi (Inter) = 44</li>
<li>Alessandro Costacurta (Milan) = 43</li>
<li>Gianni Rivera (Milan) = 42</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Pencetak Gol Terbanyak Derby Della Madonnina</span></h2>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;">Andriy Shevchenko (Milan) = 14 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Giuseppe Meazza (Inter) = 13 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Istvan Nyers (Inter) = 11 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Gunnar Nordahl (Milan)= 11 gol</span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;">Zlatan Ibrahimovic (Kedua klub) = 10 gol</span></li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">Rekor Terbanyak Kemenangan Derby Della Madonnina</span></h2>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Serie A (1929–present): Total Pertandingan 177</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: 54</li>
<li>Inter Milan: <strong>67</strong></li>
<li>Seri: 56</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Coppa Italia: Total Pertandingan 27</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: <strong>10</strong></li>
<li>Inter Milan: 9</li>
<li>Seri: 8</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">Supercoppa Italiana: Total Pertandingan 1</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan: <strong>1</strong></li>
<li>Inter Milan: 0</li>
<li>Seri: 0</li>
</ul>
<h3><span style="font-size: 12pt;">UEFA Champions League: Total Pertandingan 4</span></h3>
<ul>
<li>AC Milan:<strong> 2</strong></li>
<li>Inter Milan: 0</li>
<li>Seri: 2</li>
</ul>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2 Klub 1 Stadion</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski kedua klub dikenal sebagai musuh bebuyutan, AC Milan dan Inter Milan sampai saat ini masih bermarkas di stadion yang sama, yakni San Siro atau Giuseppe Meazza. Stadion legendaris ini sudah berdiri sejak 1925. Pembangunannya digagas oleh mantan presiden AC Milan, Piero Pirelli.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejatinya, stadion ini dibangun untuk menjadi markas AC Milan. Sementara Inter Milan bermain di Arena Civica, lapangan sepak bola yang dulunya merupakan lokasi parede militer pasukan Napoleon Buonaparte.</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1420 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-300x166.png" alt="San Sairo atau Giuseppe Meazza" width="455" height="252" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-300x166.png 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-1024x567.png 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-400x222.png 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1-768x425.png 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Stadio_Meazza_2021_3-jpg-4728×3152-1.png 1170w" sizes="auto, (max-width: 455px) 100vw, 455px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun akibat krisis keuangan yang dialami Milan pada tahun 1935, klub terpaksa menjual San Siro ke pemerintah kota Milan. Pemerintah kemudian melakukan sejumlah renovasi dan menambah kapasitas stadion. Baru setelah itu, pada tahun 1947 Inter Milan memilih pindah ke sana.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada tahun 1980, pemerintah kota Milan mengubah nama San Siro menjadi Giuseppe Meazza untuk menghormati legenda sepak bola timnas Italia yang semasa hidupnya juga pernah memperkuat Inter dan AC Milan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski demikian, suporter AC Milan tetap menyebut stadion mereka sebagai San Siro karena Giuseppe lebih identik dengan Inter dan pernah bermain di klub tersebut selama 14 tahun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itu dia Speakers sejarah panjang perseteruan dua klub asal Milan, AC Milan vs Inter Milan, dalam derby della Madonnina. Rivalitas dua klub sekota ini selalu layak untuk dinanti.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/derby-della-madonnina/">Derby Della Madonnina: Duel Dua Milan di Kota Milan, AC Milan VS Inter Milan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan Rekor Skor Terbanyak di Era Milenium</title>
		<link>https://speakbola.com/rekor-skor-derby-della-madonnina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2022 07:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Della Madonnina]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=1387</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Derby della Madonnina (Derby Milan) adalah sebuah pertandingan sepak bola antara dua klub sepak bola terkemuka di Milan, Italia yaitu, A.C. Milan dan Inter Milan. Pertandingan syarat gengsi ini banyak menciptakan momen yang tak terlupakan. Salah satunya adalah pertandingan derby della madonnina dengan rekor skor terbanyak. Berikut adalah 4 Pertandingan Derby Della Madonnina [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/rekor-skor-derby-della-madonnina/">5 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan Rekor Skor Terbanyak di Era Milenium</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong><a href="https://speakbola.com/derby-della-madonnina/">Derby della Madonnina</a> (Derby Milan) adalah sebuah pertandingan sepak bola antara dua klub sepak bola terkemuka di Milan, Italia yaitu, A.C. Milan dan Inter Milan.</span></p>
<div id="attachment_1406" style="width: 731px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1406" class="wp-image-1406" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Fbvgsx9XEAI5Umi-300x225.jpg" alt="4 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan Skor Terbanyak" width="721" height="541" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Fbvgsx9XEAI5Umi-300x225.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Fbvgsx9XEAI5Umi-400x300.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Fbvgsx9XEAI5Umi.jpg 680w" sizes="auto, (max-width: 721px) 100vw, 721px" /><p id="caption-attachment-1406" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">4 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan Skor Terbanyak</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan syarat gengsi ini banyak menciptakan momen yang tak terlupakan. Salah satunya adalah pertandingan derby della madonnina dengan rekor skor terbanyak. Berikut adalah 4 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan rekor Skor Terbanyak.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Derby Della Madonnina 11 Mei 2001 (AC Milan 6-0 Inter Milan)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan pernah memiliki kenangan yang sangat manis atas Inter Milan di laga Derby della Madonnina. Milan pernah begitu perkasa saat berhadapan dengan Inter pada laga pekan ke-30 Serie A musim 2000/2001. Laga itu digelar di Giuseppe Meazza, 11 Mei 2001.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Saat itu Milan berhasil menang telak 6-0 atas Inter. Gol-gol Rossoneri dicetak oleh Gianni Comandini, Federico Giunti, Serginho dan Andriy Shevchenko.</span></p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="en"><a href="https://twitter.com/hashtag/OnThisDay?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#OnThisDay</a> in 2001<br />
Inter 0⃣ <a href="https://twitter.com/hashtag/ACMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#ACMilan</a> 6⃣<br />
No caption needed 🤩</p>
<p>Sponsored by <a href="https://twitter.com/skrill?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">@skrill</a>. Make your money move.<a href="https://twitter.com/hashtag/SempreMilan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">#SempreMilan</a> <a href="https://t.co/aoLYhhw9xA">pic.twitter.com/aoLYhhw9xA</a></p>
<p>— AC Milan (@acmilan) <a href="https://twitter.com/acmilan/status/1259771812415705093?ref_src=twsrc%5Etfw" target="_blank" rel="noopener">May 11, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Comandini dan Shevchenko sama-sama mencetak dua gol di laga tersebut. Laga itu menjadi laga dengan margin kemenangan terbesar dalam sejarah Derby della Madonnina, sekaligus rekor derby della madonnina terkelam bagi Inter Milan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. Derby Della Madonnina 6 Mei 2012 (Inter 4-2 Milan)</span></h2>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/8gEEiOUaG08" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan membutuhkan kemenangan di laga ini untuk bersaing memperebutkan trofi <em>scudetto</em> melawan Juventus. Namun jauh dari harapan, <em>Diavolo Rosso</em> justru kalah dengan skor 4-2 dan harapan mereka mempertahan scudetto pun pupus. Diego Milito membuka keunggulan Inter pada menit 44.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, dua gol Zlatan Ibrahimovic pada menit 44 dan 46 membuat Milan berbalik unggul di derby della Madonnina ini. Akan tetapi, Milito kembali mencetak gol pada menit 52, 80, serta satu gol spektakuler dari Douglas Maicon saat pertandingan menyisakan tiga menit.</span></p>
<h2><span style="font-size: 12pt;"><span style="font-size: 14pt;">3. Derby Della Madonnina 30 Agustus 2009 (Ac Milan 0-4 Inter Milan)</span><br />
</span></h2>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/o77Chw4VLqo" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam laga yang digelar di San Siro, Milan yang bertindak sebagai tuan rumah tampil di bawah tekanan Inter yang tampil luar biasa selama 90 menit jalannya pertandingan. Inter unggul dalam segala-segalanya dari rival sekotanya itu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Alhasil pada paruh pertama laga, Inter sudah unggul 3-0 lewat gol Thiago Motta, Diego Milito (penalti) dan Maicon. Dejan Stankovic mencetak gol tambahan untuk timnya di babak kedua. Gol-gol <i>Nerazzurri</i> dicetak oleh Thiago Motta menit 30, Diego Milito menit 36 (penalti), menit 45 dan Dejan Stankovic menit 67.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kemenangan derby della Madonnina ini terjadi saat Inter Milan era Jose Mourinho yang pada akhirnya meraih <i>treble winner</i>.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4. 31 Januari 2016 (AC Milan 3-0 Inter Milan)</span></h2>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/GecXa1YNPgk" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan berhasil menang telak dengan skor 3-0 kala menjamu Inter Milan di giornata 22 Serie A di San Siro, Senin (31/01/2016).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan ini berlangsung seru dan cukup keras. Kedua tim saling jual beli serangan namun Milan lah yang mampu tampil lebih superior dengan tiga gol berkat sumbangan Alex, Carlos Bacca dan M&#8217;Baye Niang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dengan kemenangan derby della Madonnina ini, Rossoneri mengantongi 36 poin dan tetap berada di posisi 6 dari 22 laga. Sementara itu Inter tertahan di posisi 4 dengan koleksi 41 poin.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">5. 3 April 2011 ( Ac Milan 3-0 Inter Milan)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">  </span><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/49ZRGYuY5IE" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">AC Milan keluar sebagai pemenang Derby della Madonnina. Dalam laga yang berlangsung dalam tempo tinggi dan sarat emosi, Rossoneri sukses mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 3-0.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam pertandingan di San Siro, Minggu (3/4/2011) dinihari WIB, Milan langsung unggul pada menit pertama. Pato sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah tembakannya merobek gawang Inter.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berusaha menyamakan kedudukan, Nerazzurri malah kehilangan satu pemain pada awal babak kedua. Cristian Chivu dikartumerah karena mengasari Pato.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan menggandakan keunggulan saat laga berlangsung satu jam. Kembali Pato sukses menaklukkan Julio Cesar. Antonio Cassano akhirnya menggenapi kemenangan Milan pada menit-menit akhir. Tendangan penalti bekas pemain Sampdoria ini mengelabui Cesar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada masa injury time, Milan juga harus bermain dengan sepuluh pemain. Cassano harus meninggalkan lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tambahan tiga poin mengokohkan Milan di peringkat teratas klasemen sementara Seri A dengan 65 poin dari 31 pertandingan. Mereka unggul lima poin atas Inter yang duduk di peringkat kedua.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Speakers, Itulah 4 Pertandingan derby della Madonnina dengan rekor skor terbanyak.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com">speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari dunia sepak bola.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bicara bola ya speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/rekor-skor-derby-della-madonnina/">5 Pertandingan Derby Della Madonnina dengan Rekor Skor Terbanyak di Era Milenium</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Epic Comeback Dramatis: Pertandingan Sepak Bola Yang Layak Dikenang</title>
		<link>https://speakbola.com/epic-comeback-dramatis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2022 07:48:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Munich]]></category>
		<category><![CDATA[Epic Comeback]]></category>
		<category><![CDATA[liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[pertandingan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=817</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Sepak bola bukanlah sekedar olahraga tetapi juga hiburan bagi setiap penonton yang menyaksikannya. Drama-drama yang terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola kerap menjadi bumbu-bumbu yg membuat jalannya pertandingan lebih seru. Bukan hanya soal hasil akhir menang atau kalah, tapi proses sebuah tim untuk meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan juga menjadi nilai tersendiri. Ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/epic-comeback-dramatis/">Epic Comeback Dramatis: Pertandingan Sepak Bola Yang Layak Dikenang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Sepak bola bukanlah sekedar olahraga tetapi juga hiburan bagi setiap penonton yang menyaksikannya. Drama-drama yang terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola kerap menjadi bumbu-bumbu yg membuat jalannya pertandingan lebih seru.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Bukan hanya soal hasil akhir menang atau kalah, tapi proses sebuah tim untuk meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan juga menjadi nilai tersendiri. Ada yang memang sudah unggul dari awal laga, atau berusaha bangkit setengah mati untuk mengejar ketertinggalan hingga menghasilkan sebuah epic comeback.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam ranah sepak bola, epic comeback artinya adalah proses membalikan keadaan dari kekalahan menjadi kemenangan melalui usaha keras yang tak kenal lelah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Beberapa pertandingan sepak bola menyuguhkan sebuah epic comeback dramatis karena hasil pertandingan yang tidak diduga terjadi. Masih jelas diingatan bagaimana Man United membalikan keadaan menjadi 2-1, setelah tertinggal 0-1 dari Bayern, dan keluar sebagai juara Liga Champions 1999.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada rubrik Offside kali ini tim <a href="https://speakbola.com/">SpeakBola</a> akan merangkum epic comeback dramatis di pertandingan sepak bola yang pernah terjadi.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">MANCHESTER UNITED 2-1 BAYERN MUNICH: FINAL LIGA CHAMPIONS 1999 </span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pertandingan memasuki menit-menit akhir saat Bayern unggul atas Manchester United 1-0. Akan tetapi, sebuah keajaiban terjadi ketika Teddy Sheringham di injury time menyamakan kedudukan menjadi 1-1.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gol pertama Man. United yang terjadi pada menit 90+1, membuat Bayern akhirnya harus rela bersiap untuk babak tambahan waktu padahal selama 89 Menit pertandingan mereka amat menguasai jalannya laga.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/TXh1TpVhdbA?start=365&amp;clip=UgkxmNPghK8ZejJwVbZioE4u-hM2B4ABQqHZ&amp;clipt=ENapIxi2_iY" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Petaka datang bagi Bayern di 90+3. Ole Gunnar Solskjaer yang masuk sebagai pengganti di akhir-akhir pertandingan membuat mukjizat dengan mencetak gol kedua. Gol penentu tersebut menjadi epic comeback yang amat dramatis dan menjadikan Manchester United sebagai Juara Liga Champions 1999.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">MILAN 3-3 LIVERPOOL 2005: SEBUAH EPIC COMEBACK LEGENDARIS</span></h2>
<div id="attachment_829" style="width: 471px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-829" class="wp-image-829" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerzy-dudek-liverpool-2005-1591945572-41221-300x168.jpg" alt="Dudek kunci Epic Comeback Dramatis Liverpool di Final Champions 2005" width="461" height="258" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerzy-dudek-liverpool-2005-1591945572-41221-300x168.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerzy-dudek-liverpool-2005-1591945572-41221-400x224.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerzy-dudek-liverpool-2005-1591945572-41221-768x429.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerzy-dudek-liverpool-2005-1591945572-41221-1000x560.jpg 1000w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/jerzy-dudek-liverpool-2005-1591945572-41221.jpg 1002w" sizes="auto, (max-width: 461px) 100vw, 461px" /><p id="caption-attachment-829" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Jerzy Henryk Dudek menjadi salah satu pemain kunci di laga final UCL 2005</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Menghadapi AC Milan di Final Liga Champions, Liverpool sejatinya telah teringgal selama 0-3 di babak pertama. Namun mereka mampu keluar sebagai juara Liga Champions 2005 setelah melewati laga yang penuh keajaiban.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada babak kedua, Liverpool menunjukan epic comeback dramatis dengan menyamakan kedudukan hanya dalam waktu enam menit. Liverpool mencetak tiga gol beruntun pada menit 54, 56, dan 60. Ketiga gol tersebut dicetak Steven Gerrard, Vladimir Simcer, dan Xabi Alonso.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/3ojXHf293M8" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada akhirnya, pemenang pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti yang dimenangkan oleh Liverpool.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">BARCELONA 6–1 PARIS SAINT-GERMAN: LEG KE-2 BABAK 16 BESAR UCL 2017</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hampir mustahil bagi Barcelona untuk lolos ke babak perempat final UCL 2017 setelah kalah telak di leg pertama 4-0. Sepanjang sejarah, belum pernah ada tim yang lolos ke babak selanjutnya usai kalah dengan margin selisih empat gol di leg pertama.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun Barcelona berhasil menjawab keraguan itu dengan sebuah epic comeback dramatis. Meskipun sempat tertinggal lagi di leg kedua lewat Edinson Cavani, Barcelona tetap berusaha menampilkan yang terbaik.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/h4m68r8kWAc" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dua gol Neymar, satu gol Messi, satu gol Luis Suarez, gol bunuh diri Layvin Kurzawa, dan gol dramatis Sergi Roberto membuat Barcelona menang dengan skor 6-1.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Agregat pertandingan menjadi 6-5 dan Barcelona berhak melaju ke babak selanjutnya.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">LIVERPOOL 4-0 BARCELONA: SEMI FINAL LIGA CHAMPIONS 2019</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Liverpool kembali melakukan sebuah epic comeback dramatis di tahun 2019 dengan mengalahkan Barcelona 4-0.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pada leg pertama di Camp Nou, secara tak terduga The Reds dihempaskan oleh Barcelona dengan skor 3-0. Kemudian keajaiban datang di leg kedua. Liverpool sukses membalas Barcelona dengan kemenangan 4-0.</span></p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/buoMlAshKXQ?start=365" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dua gol Divock Origi, Gini Wijnaldum, dan kecerdikan sepak pojok Trent-Alexander-Arnold membenamkan asa Barcelona ke fase final. Liverpool melaju ke final bertemu Spurs hingga akhirnya berhasil menjadi juara.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itu dia Speakers, laga-laga yang patut dikenang sebagai epic comeback sepak bola terbaik.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">SpeakBola</a> untuk mendapatkan kabar terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya SpeakBola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/epic-comeback-dramatis/">Epic Comeback Dramatis: Pertandingan Sepak Bola Yang Layak Dikenang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para Pemain Yang Pernah Membela Dua Tim Sekota</title>
		<link>https://speakbola.com/pemain-membela-dua-tim-sekota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 10:42:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Offside]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[Arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[As roma]]></category>
		<category><![CDATA[derby]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=657</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; Derby, itu lah sebutan bagi pertandingan sepak bola yang mempertemukan dua tim sekota atau dari wilayah yang sama. Pertandingan derby adalah salah satu pertandingan yang paling panas di sepak bola. Para tim-tim wakil kota atau wilayah saling menunjukan permainan terbaik mereka agar mendapatkan pengakuan sebagai penguasa tunggal wilayahnya. Laga derby tidak jarang mempertemukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pemain-membela-dua-tim-sekota/">Para Pemain Yang Pernah Membela Dua Tim Sekota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com)</strong> &#8211; Derby, itu lah sebutan bagi pertandingan sepak bola yang mempertemukan dua tim sekota atau dari wilayah yang sama. Pertandingan derby adalah salah satu pertandingan yang paling panas di sepak bola. Para tim-tim wakil kota atau wilayah saling menunjukan permainan terbaik mereka agar mendapatkan pengakuan sebagai penguasa tunggal wilayahnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Laga derby tidak jarang mempertemukan dua raksasa sepak bola yang berada di satu kota yang sama. Di Italia, ada derby milan antara <a href="https://speakbola.com/tag/ac-milan/">AC Milan</a> vs Inter Milan, juga ada derby kota Roma antara AS Roma dan Lazio. Sementara dari Liga Inggris ada derby Manchester antara <a href="https://speakbola.com/tag/manchester-united/">Manchester United</a> vs <a href="https://speakbola.com/tag/manchester-city/">Manchester City</a>. Selain itu, masih dari Liga Inggris, ada derby kota London antara Arsenal Vs Tottenham.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Gengsi laga derby amat tinggi, baik antara tim sepak bola itu sendiri atau pun antara pendukung. Rivalitas yang amat panas itu membuat terlarang bagi seorang pemain membela dua tim sekota, mereka akan dicap pengkhianat oleh pendukung mantan tim.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tapi, tahukah speakers jika ada beberapa pemain yang berani mengambil resiko pindah ke tim rival dan dicap sebagai para pengkhianat sepak bola?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Rubrik offside kali ini mengabarkan tentang para pemain yang pernah bela dua tim sekota.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Ronaldo (Inter Milan dan AC Milan)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ronaldo Nazario, El Phenomenon, tajam sebagai seorang striker dan aksinya mengolah bola juga amat menawan. Ia adalah salah satu pelopor Jogo Bonito tim nasional Brazil, panutan bagi para pesepak bola saat ini yang menyukai permainan indah. Namun, untuk urusan loyalitas kepada tim, Ia bukanlah seoranng panutan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-671 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-300x180.jpg" alt="Ronaldo saat memperkuat Inter Milan" width="398" height="239" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-300x180.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-1024x615.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-400x240.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-768x461.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-1536x923.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1-1000x600.jpg 1000w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/15489100-0-image-a-106_1561994829362-1.jpg 1908w" sizes="auto, (max-width: 398px) 100vw, 398px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meskipun tak pernah menyebrang langsung antar tim rival sekota, pemain Brasil itu pernah bermain untuk Real Madrid dan Barcelona sekaligus. Dia juga pernah merumput di AC Milan dan Inter Milan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Untuk melengkapi label pengkhianat yang melekat pada dirinya, Ronaldo pernah pindah ke Corinthians setelah berlatih beberapa bulan bersama Flamengo.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">2. Ibrahimovic (Inter Milan dan AC Milan)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Derby della madonnina, begitulah sebutan bagi pertandingan yang mempertemukan Inter Milan vs AC Milan. Adalah Zlatan Ibrahimovic, seorang pemain yang pernah membela dua tim kota Milan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-674 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-300x169.jpg" alt="Ibrahimovic pemain membela tim sekota" width="440" height="248" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1-1536x864.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/milan3-1.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 440px) 100vw, 440px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ibra lebih dulu membela Inter pada 2006 &#8211; 2009. Kemudian, ia membela Milan di musim 2011/12 dan kini kembali berseragam Rossoneri sejak musim lalu. Ibra meraih 5 trofi di Inter dan sejauh ini sudah meraih 2 trofi bersama Milan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">3. Adebayor (Tottenham Hotspur dan Arsenal)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">London Utara, rumah bagi dua tim sepak bola besar yaitu Arsenal dan Tottenham Hotspur. Kedua tim kerap terlibat derby sekota yang panas di Liga Inggris.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Namun, meski berseteru, kedua tim juga pernah dibela beberapa pemain yang sama. Salah satunya adalah Emmanuel Adebayor, yang membela Arsenal sejak 2006 hingga 2009. Lalu membela Tottenham pada 2011 hingga 2015.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-673 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1-300x173.jpg" alt="pemain yang pernah membela tim sekota" width="451" height="260" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1-300x173.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1-1024x591.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1-400x231.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1-768x443.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/013821800_1619501895-000_Par1736337-1.jpg 1231w" sizes="auto, (max-width: 451px) 100vw, 451px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Meski tampil tajam bersama kedua tim sekota itu, Adebayor sayangnya tak berhasil meraih satu trofi pun di kedua tim rival itu.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">4.Thibaut Courtois (Atletico Madrid dan Real Madrid)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Salah satu laga derby yang atmosfernya paling panas di La Liga adalah derby antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Tercatat ada beberapa pemain-pemain top yang pernah bermain untuk kedua tim, salah satunya adalah Thibaut Courtois.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-670 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-300x169.jpg" alt="Courtois saat membela Real Madrid" width="463" height="261" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-400x225.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1-1536x864.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/Thibaut_Courtois_UCL_final_reaction_2022-1.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 463px) 100vw, 463px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kiper asal Belgia ini bermain di kedua tim rival itu dengan menjadi juara La Liga bersama keduanya. Bersama Atletico, Courtois bermain selama 3 musim sejak 2011 hingga 2014. Kini Ia bermain di Real Madrid sejak 2018 dan sejauh ini sudah meraih 3 trofi.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">5. Carlos Tevez (Manchester United dan Manchester City)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Carlos Tevez, adalah salah satu pemain bintang yang sempat merasakan label pengkhianat akibat langsung menyeberang dari Machaster United ke rival sekota mereka Manchester City.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-669" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-300x200.jpg" alt="Pemain membela tim sekota" width="470" height="313" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-1024x682.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-400x266.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-768x511.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-1536x1023.jpg 1536w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/MV5BMjdmZjYyOGItYjZiNi00ODExLWIzOTAtY2QxMTFlMjMwZjdkXkEyXkFqcGdeQXVyMjUyNDk2ODc@._V1_-1-2048x1364.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 470px) 100vw, 470px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Tevez bermain di MU sejak 2007 hingga 2009, lalu langsung menyeberang ke City pada 2009 hingga 2013. Bersama MU, ia sukses meraih 6 trofi, sedangkan di City Ia memnangkan 3 trofi.</span></p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">6. Pedro (AS Roma dan Lazio)</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pemain terakhir yang membela dua tim rival adalah Pedro. Penyerang yang namanya mencuat saat memperkuat Barcelona ini menjadi pemain pertama dalam 40 tahun yang menyebrang langsung antara dua tim sekota, AS Roma dan Lazio.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-672 aligncenter" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1-300x168.jpg" alt="Pedro menyebrang dari AS Roma ke Lazio" width="493" height="276" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1-300x168.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1-400x224.jpg 400w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1-768x429.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1-1000x560.jpg 1000w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/pedro-as-roma-1602077117-48651-1.jpg 1002w" sizes="auto, (max-width: 493px) 100vw, 493px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pedro sendiri sebenarnya baru bergabung di Roma awal musim lalu. Ia tampil 40 kali dan mencetak 6 gol serta 7 assist. Setelah itu pemain asal Spanyol ini dikontrak Lazio selama 2 tahun hingga 2023.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Itulah dia sederet daftar pemain yang pernah membela dua tim sekota. Bursa transfer masih berjalan sampai beberapa waktu lagi, menarik untuk ditunggu apakah akan ada lagi pemain yang menyebrang ke tim rival dan menambah daftar pemain yang pernah membela dua tim sekota.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ikuti terus <a href="https://speakbola.com/">Speakbola</a> untuk dapat kabar terbaru dan unik dari duni sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/pemain-membela-dua-tim-sekota/">Para Pemain Yang Pernah Membela Dua Tim Sekota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AC Milan Lirik Eks Liverpool Sebagai Pengganti Frank Kessie</title>
		<link>https://speakbola.com/ac-milan-lirik-eks-liverpool/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SpeakBola Writer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2022 04:37:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[AC MIlan]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[bursa pemain]]></category>
		<category><![CDATA[Frank Kessie]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[Renato Sanchez]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer]]></category>
		<category><![CDATA[Wijnaldum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://speakbola.com/?p=241</guid>

					<description><![CDATA[<p>(speakbola.com) &#8211; AC Milan lirik eks Liverpool, Wijnaldum, sebagai sosok pengganti Frank Kessie yang hengkang ke Barcelona. Setelah ketertarikan kepada Renato Sanchez ditolak oleh sang pemain, Rossoneri dikabarkan sedang memantau kondisi gelandang PSG yaitu Georginio Wijnaldum. Eks gelandang Liverpool tersebut kesulitan untuk menjadi pilihan utama dalam tim raksasa Prancis tersebut. Peluang untuk AC Milan semakin [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/ac-milan-lirik-eks-liverpool/">AC Milan Lirik Eks Liverpool Sebagai Pengganti Frank Kessie</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>(speakbola.com) &#8211; </strong>AC Milan lirik eks Liverpool, Wijnaldum, sebagai sosok pengganti Frank Kessie yang hengkang ke <a href="https://speakbola.com/barcelona-dapatkan-raphinha-dari-leeds-dengan-cicilan/">Barcelona</a>. Setelah ketertarikan kepada Renato Sanchez ditolak oleh sang pemain, Rossoneri dikabarkan sedang memantau kondisi gelandang PSG yaitu Georginio Wijnaldum.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Eks gelandang Liverpool tersebut kesulitan untuk menjadi pilihan utama dalam tim raksasa Prancis tersebut. Peluang untuk AC Milan semakin terbuka, karena niat PSG untuk bersih-bersih skuad di bawah asuhan pelatih baru, Christophe Galtier.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Nama Wijnaldum pun santer disebut bakal dilepas oleh tim  yang bermarkas di Stadion Parc De Princes tersebut.</span></p>
<div id="attachment_246" style="width: 403px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-246" class="wp-image-246" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/000_9TZ6HD-300x200.jpg" alt="wijnaldum" width="393" height="262" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/000_9TZ6HD-300x200.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/000_9TZ6HD-768x512.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/000_9TZ6HD.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 393px) 100vw, 393px" /><p id="caption-attachment-246" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Wijnaldum</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Wijnaldum disinyalir mampu menambal lubang lini tengah Milan pasca ditinggal olah Kessie. Kessie sendiri merupakan salah pemain kunci Rossoneri memenangkan Scudetto 2021/2022.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pemain berusia 25 tahun itu memberikan kesimbangan di lini tengah AC Milan. Ia sama baiknya ketika menyerang dan bertahan.</span></p>
<div id="attachment_247" style="width: 419px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-247" class="wp-image-247" src="https://speakbola.com/wp-content/uploads/5cb2458ec4312-gelandang-ac-milan-franck-kessie-rayakan-gol_1265_711-300x169.jpg" alt="Frank Kessie" width="409" height="231" srcset="https://speakbola.com/wp-content/uploads/5cb2458ec4312-gelandang-ac-milan-franck-kessie-rayakan-gol_1265_711-300x169.jpg 300w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/5cb2458ec4312-gelandang-ac-milan-franck-kessie-rayakan-gol_1265_711-1024x576.jpg 1024w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/5cb2458ec4312-gelandang-ac-milan-franck-kessie-rayakan-gol_1265_711-768x432.jpg 768w, https://speakbola.com/wp-content/uploads/5cb2458ec4312-gelandang-ac-milan-franck-kessie-rayakan-gol_1265_711.jpg 1265w" sizes="auto, (max-width: 409px) 100vw, 409px" /><p id="caption-attachment-247" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 10pt;">Frank Kessie</span></p></div>
<p><span style="font-size: 12pt;">Milan sepertinya tidak akan mendatangkan Wijnaldum dengan cara pembelian. Opsi yang akan diambil bagi eks Liverpool Wijnaldum itu mungkin dengan peminjaman secara gratis.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Cara tersebut dianggap sangat wajar dan bisa direalisasikan mengingat Wijnaldum ada pada daftar jual PSG musim panas ini sehingga lebih baik menyingkirkan sang pemain dengan cara meminjamkannya daripada tidak ada yang siap menampung.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Speakers, ikuti terus <a href="https://speakbola.com">Speakbola</a> untuk dapat berita terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya Speakbola aja!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com/ac-milan-lirik-eks-liverpool/">AC Milan Lirik Eks Liverpool Sebagai Pengganti Frank Kessie</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://speakbola.com">SpeakBola</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
