Real Madrid Los Galacticos Jilid 1: Kumpulan Bintang yang Tak Gemerlap

(speakbola.com) – Proyek los galacticos Real Madrid di awal abad ke-20 bisa menjadi sebuah topik yang kontroversial karena sebuah kisah sukses dalam mengubah sebuah klub sepak bola menjadi sebuah merek global. Di sisi lain, proyek los galacticos juga merupakan sebuah kisah kegagalan dalam membangun tim yang seimbang untuk bersaing di lapangan. Apakah proyek los galacticos hanyalah sebuah ambisi bisnis semata ketimbang tujuan sepak bola?

Bolastori pekan ini akan membahas kisah sukses dan kegagalan proyek los galacticos Real Madrid jilid 1.

Latar Belakang Proyek Los Galacticos Real Madrid

Setelah Real Madrid memenangkan liga champions untuk yang kedua kali (1998 dan 2000) dalam tiga tahun terakhir, presiden klub, Lorenzo Sans, memasuki pemilihan presiden untuk masa yang akan datang pada musim panas tahun 2000 dengan penuh kepercayan diri. Namun di balik kemenangan itu, sesungguhnya ada dua masalah mendasar yang menghinggapi Real Madrid.

  • Utang: Utang Real Madrid saat itu sudah menumpuk dalam beberapa tahun terakhir dan telah mencapai angka 278 juta euro.
  • Jumlah Penonton: Klub sedang berjuang untuk menarik para penggemar ke stadion di akhir 90-an karena Santiago Bernabeu hampir tidak pernah terisi penuh meskipun banyak diskon dan insentif tiket musiman lainnya. Data Transfermark menyebutkan bahwa jumlah rata-rata penonton Real Madrid di musim 99/00 hanya 36,316. Padahal kapasitas penuh stadion Santiago Bernabeu 81.044 kursi.

Karena kedua masalah mendasar itulah, salah satu orang terkaya di spanyol, Florentino Perez, melihat sebuah peluang dalam pemilihan presiden klub. Perez sebelumnya pernah mengikuti pemilihan pada tahun 1995 tetapi ia kalah melawan ramon mendoza.

Tujuan Perez jelas, menyelamatkan klub dari akumulasi utang yang dapat merusak kemampuan bersaing Madrid di lapangan. Namun peluangnya untuk menang tipis. Itulah sebabnya dia membuat sebuah janji bersejarah kepada para anggota klub.

“Jika saya memenangkan kursi kepresidenan, saya akan membawa Luis Figo dari Barcelona. Dan jika saya gagal membawa Figo, saya akan membayar biaya semua tiket musiman para anggota klub.” – Florentino Perez

Itulah janji Florentino Perez di hari pemilihan presiden Real Madrid. Dan hasilnya, Perez memenangkan pemilihan setelah mendapatkan lebih dari 55 persen suara. Maka, Luis Figo pun disajikan oleh Perez beberapa hari kemudian sebagai sebuah awal dari era baru, era Los Galacticos.

Era Los Galacticos Real Madrid Jilid 1

Los Galacticos adalah bahasa Spanyol untuk galaksi. Dalam terminologi sepak bola, los galacticos mengacu kepada pemain sepak bola terkenal di dunia yang direkrut selama masa kepresidenan Florentino Perez di Real Madrid. Selama masa jabatan pertamanya sebagai Presiden klub antara tahun 2000 hingga 2006, ia membeli setidaknya satu pemain bintang pada transfer musim panas setiap tahun.

Musim 2000-2001

Florentino Perez ingin meniru kejayaan Real Madrid di tahun 50-an seperti yang dilakukan oleh mantan presiden Santiago Bernabeu ketika dia membawa semua nama-nama bintang terbaik, seperti Raymond Kopa (Prancis), Hector Rial (Argentina), Alfredo di Stefano (Argentina), Ferenc Puskas (Hongaria), dan Francisco Gento (Spanyol), ke Madrid. Mereka-mereka inilah yang banyak disebut sebagai Los Galacticos Real Madrid awal.

Setelah mendatangkan Luis Figo ke klub, Perez memulai ambisi los galacticos-nya dengan membawa kembali Di Stefano ke Real Madrid sebagai Presiden Kehormatan.

Namun sejatinya gol utama Florentino Perez masih tetap untuk membersihkan utang yang melekat pada klub, itulah sebabnya dia fokus untuk memperbaiki masalah itu di musim panas dengan cepat. Dan jalan keluar tercepat menurut Perez adalah dengan menjual pemain favorit penggemar, Fernando Redondo, ke AC Milan seharga 11 juta euro.

Keputusan itu memicu kemarahan antara para penggemar dan bahkan dari rekan satu timnya. Tapi sesungguhnya bukan hanya Redondo seorang yang dilego, Nikola Anelka juga dijual ke PSG. Di samping dua penjualan pemain itu, Luis Figo dijadikan Madrid sebagai pemain pertama dalam sejarah yang setuju menjual 50 persen hak citranya ke klub.

Di sisi sepak bola, banyak progres positif dibuat oleh Direktur Olahraga baru Real Madrid, Jorge Valdano. Ia melakukan sejumlah transfer, seperti mendatangkan Claude Makalele dan Santiago Solari di musim panas. Dengan dipimpin oleh Vicente Del Bosque, Madrid memulai musim dengan sangat baik, dan Luis Figo adalah salah satu aktor utamanya.

Real Madrid keluar sebagai juara La Liga setalah dua musim sebelumnya gelar ini didominasi oleh FC Barcelona. Meskipun demikian, di kompetisi lainnya Real Madrid mengalami kegagalan.

Musim 2001-2002

Kemenangan besar lainnya diraih oleh Madrid saat dewan kota menyetujui penjualan tempat latihan lama, yang baru saja diubah menjadi area yang dapat dibangun. Dari penjualan itu, Madrid memperoleh sekitar 446 juta euro, yang bisa menghapus sisa utang klub dari manajemen sebelumnya. Selain itu dewan kota juga memberi Madrid kesempatan untuk membangun tempat latihan baru dengan harga yang lebih murah.

Kesepakatan itu membuka pintu baru bagi Florentino Perez untuk menginvestasikan uang tambahan ke dalam klub. Dan langkah pertama yang ia lakukan adalah mendapatkan tanda tangan Zinedine Zidane sebagai pemain Los Galacticos keduanya.

Setelah negosiasi alot antara Luciano Moggi, Direktur Umum Juventus, dan Jorge Valdano, Direktur Olahraga Madrid, klub setuju untuk membuat sebuah rekor transfer untuk membeli Zidane dari Juventus seharga 77.5 juta euro.

Kedatangan Zidane ke Real Madrid menimbulkan masalah bagi susunan pemain karena zidane bermain di posisi yang tidak ada di madrid. Setelah enam pertandingan La Liga berlalu, mulai banyak kritik ditujukan kepada pemain Prancis itu. Terutama setelah madrid memenangkan empat pertandingan pertama mereka di liga champions tanpa Zidane.

Tetapi pemain Timnas Prancis itu dengan cepat membuktikan bahwa para kritikus salah. Madrid kembali ke jalurnya setelah Del Bosque menemukan susunan pemain yang tepat. Mereka memimpin klasemen pada Januari setelah melalui banyak kemenangan penting, terutama saat melawan Barcelona di Santiago Bernabeu.

Sayangnya di akhir musim Los Blancos hanya finis ketiga di klasemen La Liga dengan 66 poin, serta kalah di final Copa del Rey di Santiago Bernabeu dari Deportivo La Coruna. Beruntung 2 kegagalan itu sedikit terobati dengan gelar Liga Champions UEFA, usai kemenangan 2-1 melawan Bayer Leverkusen di final berkat gol voli Zidane.

Musim 2002-2003

Perez dan Valdano mengatakan setelah final, bahwa tak ada bintang yang bisa dibeli dalam transfer musim itu. Langkah itu merupakan hal yang masuk akal karena Del Bosque memohon untuk bek baru karena Karanka dan Campo meninggalkan klub.

Alih-alih membeli bek, Perez malah kepincut ingin membeli Ronaldo sebagai pemain Los Galacticos terbarunya. Keinginan Perez itu timbul terutama setelah menyaksikan aksi sang bintang Brasil di Piala Dunia 2002.

Madrid akhirnya membawa galactico ketiga mereka di 2002/03 dengan nilai transfer sebesar 46 juta euro. Namun terbukti kemudian bahwa Ronaldo datang dalam keadaan cedera. Setelah absen di tiga pertandingan awal, ia masuk dari bangku cadangan di pertandingan keempat dan berhasil mencetak dua gol.

Real Madrid Los Galacticos dengan tiga anggotanya Luis Figo, Zindedine Zidane, dan Ronaldo kembali ke kejayaan Liga domestik di bawah Vicente del Bosque setelah menang 3-1 melawan Athletic Bilbao di pertandingan terakhir.

Pun berhasil membawa Madrid menjuarai liga tetapi secara mengejutkan klub memecat del Bosque tak lama setelah itu. Pelatih asal Spanyol itu tidak ditawari kontrak baru, dan manajemen menunjuk Carlos Queiroz sebagai pelatih baru Los Blancos.

Madrid saat itu juga sedang berada di jalur untuk mempertahankan gelar Liga Champions mereka (serta memenangkan La Decima). Namun mereka disingkirkan oleh Juventus di semi-final. Sementara di Copa del Rey, mereka tersingkir oleh Mallorca dengan kekalahan agregat 1-5.

Musim 2003-2004

Mantan asisten Alex Ferguson, Carlos Queros, mengambil alih tugas kepelatihan Real madrid dari Vicente del Bosque. Florentino Perez membenarkan keputusan tersebut dengan alasan bahwa ia menginginkan manajer yang lebih cerdik secara taktis

Di samping keputusan krusial itu, Perez juga memperkenalkan David beckham sebagai galactico terbaru. Dengan kedatangan Beckham ke Madrid, pemain Los Galacticos kini berjumlah empat bintang, yaitu Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo, dan David Beckham.

Transfer Beckham ke Madrid bukannya tanpa masalah, beberapa orang menganggap pembelian ini membuktikan niat Perez murni didorong oleh tujuan komersial. Karena pun beckham adalah pemain spesial dengan kualitas spesial tapi dia berbagi posisi yang sama dengan Figo di lapangan dan dianggap sebagai surplus untuk kebutuhan pemain Madrid.

Setelah tur pra-musim yang amat sibuk mengunjungi banyak negara Asia timur, tim kembali dalam keadaan kelelahan. Tetapi Los Blancos dapat memulai musim dengan baik. Mereka memenangkan Supercopa de Espana melawan Mallorca dengan kemenangan 3-0 pada 27 Agustus di leg kedua. Kemenangan itu membalas kekalahan mereka dari tim yang sama di Copa del Rey 2002/03.

Setengah musim kompetisi berlalu, Madrid menduduki puncak klasemen Liga dan masih bersaing memperebutkan trofi Copa del Rey dan Liga Champions. Namun tim tersingkir di perempat final Liga Champions dengan gol tandang oleh Monaco dan berakhir sebagai runner-up di Copa del Rey, kalah dari Zaragoza setelah perpanjangan waktu.

Mereka juga kalah dalam lima pertandingan terakhir La Liga dan finis di posisi keempat. Gelar La Liga saat itu harus direlakan melayang ke Valencia sebagai pemuncak klasemen.

Musim 2004-2005

Serangkaian hasil buruk yang diperoleh Madrid membuat Carlos Queros segera dipecat dan Perez membawa Antonio Camacho sebagai penggantinya. Mereka pun segera memperkuat pertahanan Real Madrid yang rapuh dengan mendatangkan Walter Samuel dari AS Roma.

Setelah transfer Walter Samuel, tim dikabarkan tertarik pada Emerson, Totti dan Vieira, terutama karena Conceicao dan Cambiasso telah dijual dan posisi lini tengah pertahanan semakin tipis. Los Blancos kemudian mencari calon pemain dari Liga Inggris. Hasilnya, mereka membeli bintang Liverpool saat itu, Michael Owen, juga salah satu bek terbaik di Liga Inggris saat itu, Jonathan Woodgate.

Pembelian Michael Owen dari Liverpool yang tidak sejalan dengan kebutuhan tim lebih bertujuan untuk melengkapi proyek Los Galacticos Real Madrid. Dengan Hadirnya, Owen maka anggota Los Galacticos bertambah satu lagi menjadi 5 orang, Figo, Zidane, Ronaldo, Beckham, dan Owen.

Pergantian Pelatih era Los Galactico Musim 2004-2005

  • Antoni Camacho

Antoni Camacho sebagai pelatih baru terkenal sangat ketat dan disiplin di lapangan. Ia dengan cepat menemukan masalah Madrid tetapi solusi bagi masalah itu bisa jadi akhir dari karir kepelatihannya di klub. Itulah sebabnya setelah kalah melawan Espanyol di pertandingan ketiga di liga dan mencadangkan anggota Los Galacticos seperti Beckham dan Raul, Antonio Camacho mengundurkan diri.

Sejak zaman Del Bosque ada aturan tidak tertulis dari Perez, jika pelatih tidak memainkan bintang di lapangan, maka ia akan menghadapi masalah besar dengan presiden.

Tak butuh waktu lama setelah Camacho mengundurkan diri, manajer yang baru diangkat, Mariano Garcia Remon.

  • Mariano Garcia Remon

Remon tahu betul soal aturan tidak tertulis di Madrid akan tetapi tim tidak memiliki keseimbangan di lapangan. Susunan skuad Los Galacticos saat itu tidak memiliki gelandang bertahan sejati dan memiliki kelebihan penyerang. Hanya bertahan sekejap saja, terutama setelah kekalahan Real Madrid atas Sevilla di kandangnya sendiri, Remon dipecat.

  • Vanderlei Luxemburgo

Los Blancos membawa manajer ketiga mereka musim ini, Vanderlei Luxemburgo, yang memiliki hubungan baik dengan pemain Brasil di klub. Madrid juga menghadirkan Thomas Gravesen untuk mengisi posisi gelandang bertahan Los Galacticos demi membawa keseimbangan bagi tim .

Dengan pelatih baru dan tim yang seimbang, Real Madrid memasuki kemenangan tujuh pertandingan beruntun. Namun mereka tersingkir lebih awal baik di Copa del Rey maupun Liga Champions. Sementara di La Liga, Madrid mengakhiri musim tanpa gelar, mereka berada di posisi dua, di belakang sang juara FC Barcelona. Sebuah kegagalan bagi Los Galacticos Real Madrid.

Musim 2005-2006

Musim baru dimulai dengan hubungan Luis Figo yang tidak akur dengan sang pelatih. Setelah tiba dengan tim dari tur pra-musim, Figo sama sekali tidak berpartisipasi dalam pertandingan apa pun. Akhirnya pada awal Agustus, Anggota pertama Los Galacticos jilid 1, Luis Figo, meninggalkan Los Blancos. Figo menandatangani kontrak dengan Inter Milan bersama dua rekannya Samuel dan Solari.

Di samping Luis Figo, Michael Owen juga pulang ke Inggris menyusul rekan Galactico-nya yang meninggalkan Madrid. Owen memilih hijrah ke Newcastle United.

Sebagai ganti Owen, Madrid mendatangkan banyak pemain, seperti duo Brasil, Baptista dan Robinho muda, serta Sergio Ramos.

Madrid memulai musim dengan mengklaim posisi teratas. Kemudian datanglah ujian sesungguhnya dari Blaugrana di Santiago Bernabeu, saat laga El Clasico. Di pertandingan itu, Ronaldinho mendemonstrasikan pelajaran sepak bola bagi pemain-pemain Real Madrid. Pemain Brasil itu mendapat tepuk tangan meriah dari para penggemar Real Madrid.

Meskipun laga El Clasico berakhir dengan kekalahan 3-0 bagi Los Galacticos, namun Luxemburgo masih bertahan. Tiga pertandingan kemudian baru ia dipecat usai meraih kemenangan suram melawan Getafe di Bernabeu. Juan Caro masuk sebagai manajer sementara hingga akhir musim.

Pada awal Februari, saat Madrid menghadapi Real Zaragoza di leg pertama semifinal Copa del Rey, Los Blancos kalah dalam sebuah pertandingan bersejarah dengan skor 6-1, berkat empat gol Diego Milito.

Di bulan yang sama, di babak 16 besar Liga Champions tepatnya, Madrid kembali menghadapi ujian berat saat bertemu Arsenal. Real Madrid harus kembali menelan pil pahit usai kalah 1-0 dari Arsenal lewat gol Henry.

Real Madrid gagal bangkit melawan Zaragoza di leg kedua Copa del Rey, tersingkir dari Liga Champions, dan harus puas kembali menguntit FC Barcelona sebagai pemuncak klasemen. Semua harapan Los Galacticos untuk mengklaim gelar apa pun di musim 2005-2006 sirna.

Usai serentetan kekalahan bagi Los Galacricos, Florentino Perez, Presiden Real Madrid, mengundurkan diri dari posisinya.

Kegagalan Los Galacticos Real Madrid Jilid 1

Real Madrid dijuluki Los Galacticos karena keinginan sang Presiden, Florentino Perez, untuk menjadikan Madrid sebagai sebuah galaksi tempat berkumpulnya bintang-bintang. Sebagaimana di Santiago Bernabeu berkumpul para pemain bintang yang hijrah dari klub-klub top Eropa.

Namun, meskipun sudah berhasil membuat galaksi yang dihuni bintang-bintang, setahun usai menjuarai La Liga musim 2002/2003, Los Galacticos mengalami puasa gelar.

  • Musim 2000-2001: La Liga
  • Musim 2001-2002: Super Copa de Espana & Liga Champions UEFA
  • Musim 2002-2003: La Liga, UEFA Super Cup, & Intercontinental Cup
  • Musim 2003-2004: Super Copa de Espana
  • Musim 2004-2005: –
  • Musim 2005-2006: –

Keberhasilan Los Galacticos Real Madrid Jilid 1

Meskipun minim gelar dalam tiga tahun terakhir, Florentino Perez berhasil mewujudkan rencana awalnya yaitu mengubah real madrid menjadi mesin komersial yang menguntungkan. Berdasarkan laporan Deloitte tentang klub terkaya di dunia, Real Madrid mengklaim posisi teratas di musim 2004-2005. Real Madrid ada di puncak tim terkaya di dunia hingga pengunduran diri sang Presiden pada Februari 2006.

Perez  melakukannya rencananya dengan menggeser dan mengubah komposisi pendapatan klub. Pada tahun 2001, pendapatan terbesar klub berasal dari kontrak penyiaran dengan porsi 42 persen dari keseluruhan pendapatan. Tetapi semua itu bergeser di tahun 2006, pendapatan terbesar Madrid berasal dari kegiatan komersial sebesar 43 persen.

Pendapatan Real Madrid musim 2004/2005. Sumber Deloitte

Tentunya keberhasilan itu bisa terjadi tidak lepas dari kebijakan Florentino Perez yang menginginkan dibentuknya Los Galacticos. Dengan adanya Los Galacticos angka pendapatan komersial Real Madrid yang berasal dari sponsor dan penjualan merchandise naik fantastis. Para bintang-bintang di Los Galacticos berhasi menarik penggemar global.

Itu dia Speakers, sejarah panjang terbentuknya Los Galacticos Real Madrid. Baca artikel menarik Bolastori lainnya untuk mendapatkan kabar terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja!