5 Kiper Legendaris Dunia yang Tak Lekang Zaman, Nomor 1 Pernah Lawan Timnas Indonesia

(speakbola.com) – Banyak kiper yang telah menunjukkan penyelamatan gemilang di bawah mistar gawang. Para kiper itu bersinar selama satu atau dua musim, kemudian perlahan tenggelam lalu menghilang.

Namun, ada beberapa nama kiper yang secara konsisten menyuguhkan penampilan terbaiknya musim demi musim. Aksi mereka terekam baik di dalam memori dan tak lekang oleh zaman. Merekalah para penjaga gawang yang layak menyandang gelar kiper legendaris dunia.

Rubrik Offside kali ini akan mengulas para penjaga gawang terbaik penyandang gelar kiper legendaris.

5. Gordon Banks

Gordon Banks adalah satu-satunya kiper Inggris yang pernah memenangkan Piala Dunia, tepatnya pada Piala Dunia 1966. Banks bisa dibilang salah satu kiper terbaik Inggris sepanjang masa. Tercatat bahwa Ia membuat 73 penampilan untuk negaranya dan dinobatkan sebagai kiper terbaik kedua IFFHS abad kedua puluh.

“Saya mencetak begitu banyak gol dalam hidup saya, tetapi orang-orang selalu bertanya kepada saya tentang penyelamatan itu.” – Pele

Salah satu aksi penyelamatan luar biasa Gordon Banks di bawah mistar gawang terjadi kala Inggris bertemu Brasil di Piala Dunia 1970. Saat itu Pele yang sedang jaya-jayanya melakukan sebuah sundulan dari kotak penalti Inggris. Bola meluncur kencang ke sudut kanan bawah gawang Banks kemudian memantul. Hasil pantulannya membawa bola menuju gawang dan peluang terjadi gol amat besar. 

Banks, dengan gemilang, memutus peluang terjadinya gol. Ia dengan kekuatan jari-jarinya menepis bola yang amat sulit dijangkau. Bukan ke samping, melainkan bola ditepis Banks melayang ke atas mistar gawangnya.

Aksi legendaris Banks menyelamatkan gawang negaranya itu disebut-sebut sebagai “penyelamatan abad ini”.

 Sayangnya, karir kiper legendaris Inggris ini terhenti ketika sebuah kecelakaan mobil menyebabkan dia kehilangan penglihatan mata kanannya. Pun sudah berusaha untuk kembali, tetapi kemampuannya sudah terkubur akibat insiden itu.

Gordon Banks meninggal pada tahun 2019. Pun demikian aksi legendaris kiper terbaik Inggris ini di bawah mistar gawang, baik di Piala Dunia maupun di Liga, tersimpan rapi di bilik-bilik memori para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Penghargaan:

Klub

  • Leicester City: League Cup: 1963–64
  • Stoke City: League Cup: 1971–72

Timnas Inggris

  • FIFA World Cup: 1966
  • Juara Ketiga UEFA European Championship: 1968
  • British Home Championship: 1964 (shared), 1965, 1966, 1968, 1969, 1970 (shared), 1971, & 1972.

Individu

  • FIFA Goalkeeper of the Year: 1966, 1967, 1968, 1969, 1970, & 1971
  • FIFA World Cup All-Star Team: 1966
  • Officer of the Order of the British Empire: 1970
  • Daily Express Sportsmen of the Year: 1971, 1972
  • FWA Footballer of the Year: 1972
  • Football League 100 Legends: 1998
  • English Football Hall of Fame: 2002
  • NASL All-Stars: 1977
  • NASL Goalkeeper of the Year: 1977
  • FIFA 100: 2004
  • PFA Team of the Century (1907–1976): 2007
  • Freedom of the City of Stoke-on-Trent 16 October 2014
  • Freedom of the Borough of Newcastle-under-Lyme 23 February 2018

4. Dino Zoff

Dino Zoff adalah kiper legendaris sepak bola Italia dan merupakan pemenang tertua Piala Dunia. Zoff berhasil mengangkat Piala Dunia sebagai kapten tim nasional Italia di Piala Dunia 1982 di Spanyol, pada usia 40 tahun, 4 bulan dan 13 hari.

Di kejuaraan empat tahunan itu juga Zoff memenangkan penghargaan kiper terbaik Piala Dunia 1982, dan Italia terpilih sebagai  tim terbaik pula.

Penjaga gawang yang terkenal akan refleksnya yang amat cepat ini  juga mencapai kesuksesan di level klub bersama Juventus. Kiper legendaris Italia ini memenangkan 6 gelar Serie A, 2 Coppa Italia, dan Piala UEFA.

Sebagai penjaga gawang, Zoff memiliki tempat spesial dalam sejarah sepak bola. Dia dinobatkan sebagai kiper terbaik ke-3 abad ke-20 oleh IFFHS di belakang Lev Yashin dan Gordon Banks.

Selain itu, dalam beraksi di bawah mistar gawang, ia memegang rekor waktu bermain terlama tanpa kebobolan gol di turnamen internasional (1142 menit) antara tahun 1972 dan 1974. Dengan 112 caps, ia adalah pemain kelima dengan caps terbanyak untuk Azzurri.

Penghargaan:

Juventus

  • Serie A: 1972–73, 1974–75, 1976–77, 1977–78, 1980–81, 1981–82
  • Coppa Italia: 1978–79, 1982–83
  • UEFA Cup: 1976–77
  • Intercontinental Cup: Runner-up: 1973
  • European Cup: Runner-up: 1972–73, 1982–83

Timnas Italia

  • FIFA World Cup: 1982
  • FIFA World Cup: Runner-up: 1970
  • UEFA European Championship: 1968

Individu

  • UEFA European Championship Team of the Tournament: 1968 & 1980
  • Ballon d’Or: 1973 Posisi kedua
  • FIFA World Cup All-Star Team: 1982
  • FIFA Order of Merit: 1984
  • FIFA World Cup Best Goalkeeper: 1982
  • Berlin-Britz Goalkeeper of the Decade (1970s): 1999
  • IFFHS Italian Goalkeeper of the 20th Century: 1999
  • IFFHS European Goalkeeper of the 20th Century (2nd): 1999
  • IFFHS World Goalkeeper of the 20th Century (3rd): 1999
  • World Soccer Magazine’s 100 Greatest Players of the Twentieth Century: 1999
  • November 2003: Italy’s Golden Player – the best Italian player of the last 50 years, selected by the Italian Football
  • Federation.
  • UEFA Golden Jubilee Poll: #5
  • FIFA 100
  • Golden Foot “Football Legends” Award: 2004
  • Inducted into the Italian Football Hall of Fame: 2012
  • Inducted into the Walk of Fame of Italian sport: 2015
  • IFFHS Legends

3. Iker Casillas

Casillas telah bermain selama 20 tahun di kompetisi level tertinggi dunia dan merupakan salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola. 

Hanya Casillas seorang lah satu-satunya kiper di dunia yang memenangkan 5 Penghargaan Kiper Terbaik Dunia IFFHS berturut-turut dan juga memenangkan 5 kejuaraan terbesar di Dunia (Piala Dunia, Piala Dunia Antarklub, Euro, dan Liga Champions) bersama Real Madrid dan Spanyol.

Kiper asal Spanyol ini setia menjaga gawang Los Blancos selama 16 musim dan bermain dalam 725 pertandingan dengan Real, memenangkan 5 gelar La Liga, 4 Supercopa de Espana, 3 Liga Champions, 2 Piala Super UEFA, satu Piala Dunia Antarklub, dan 2 Piala Interkontinental.

Sejak Juni 2000, Iker Casillas bermain untuk Tim Nasional Spanyol di mana ia bermain sebanyak 167 kali antara tahun 2000 dan 2016. Bersama Timnas Spanyol ia memenangkan Euro 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010. 

Keberhasilan Casillas sebagai penjaga gawang menyebabkan dirinya mulai dianggap sebagai kiper terhebat di abad baru bersama Gianluigi Buffon. Pada tahun 2014, ia menjadi salah satu dari 4 pemain yang mewakili Spanyol di empat Piala Dunia (2002, 2006, 2010, 2014).

Salah satu aksi gemilang Casillas sebagai penjaga gawang Timnas Spanyol di Piala Dunia yang legendaris ditunjukan kala ia menghalau sontekan Arjen Robben di Piala Dunia 2010. 

Saat itu, Spanyol dan Belanda bertemu di partai final Piala Dunia 2010. Robben yang lepas dari kawalan berhadapan satu lawan satu dengan Casillas di depan gawang. Casillas maju ke depan untuk memperkecil jarak tembak. 

Pun Robben berhasil melepaskan tembakan yang mengecoh Casillas namun dengan refleksnya yang luar biasa Kiper Legendaris Spanyol ini mampu memblok bola dengan kakinya. Penyelamatan Legendaris Casillas itu mengantarkan Spanyol menjadi Juara Piala Dunia 2010.

Penghargaan

Real Madrid

  • La Liga: 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08, 2011–12
  • Copa del Rey: 2010–11, 2013–14
  • Supercopa de España: 2001, 2003, 2008, 2012
  • UEFA Champions League: 1999–2000, 2001–02, 2013–14
  • UEFA Super Cup: 2002, 2014
  • FIFA Club World Cup: 2014
  • Intercontinental Cup: 1998, 2002

Porto

  • Primeira Liga: 2017–18
  • Supertaça Cândido de Oliveira: 2018

Timnas Spanyol

  • FIFA World Cup: 2010
  • UEFA European Championship: 2008, 2012

Individu

  • Bravo Award: 2000
  • La Liga Breakthrough Player of the Year: 2000
  • La Liga Zamora Trophy: 2007–08
  • La Liga Best Goalkeeper: 2009, 2012
  • La Liga Fair Play Award: 2012–13
  • Primeira Liga Fair Play Award: 2017–18
  • MARCA Fair Play Award – MARCA’s 80th Anniversary: 2018
  • Dragões de Ouro Award – Porto Athlete of the Year: 2018
  • Primeira Liga Best Goalkeeper: 2018–19
  • Primeira Liga Team of the Year: 2018–19
  • Quinas de Ouro Award – Primeira Liga Best XI: 2018–19
  • Best European Goalkeeper: 2010
  • IFFHS World’s Best Goalkeeper: 2008, 2009, 2010, 2011, 2012
  • FIFA FIFPro World XI: 2008, 2009, 2010, 2011, 2012
  • FIFA World Cup Golden Glove: 2010
  • FIFA World Cup Dream Team: 2010
  • UEFA Euro Team of the Tournament: 2008, 2012
  • UEFA Team of the Year: 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012
  • ESM Team of the Year: 2008
  • UEFA Ultimate Team of the Year (published 2019)
  • Golden Foot: 2017
  • World XI: Team of the 21st Century
  • Globe Soccer Awards – Player Career Award: 2020
  • 11Leyendas Jornal AS: 2021

2. Gianluigi Buffon

Kiper Legendaris Si Nyonya Tua dan Timnas Italia ini pernah menjadi penjaga gawang terbaik di dunia. Hal itu terjadi di era 2000-an. Para pakar sepak bola bahkan menganggapnya sebagai kiper Italia terhebat sepanjang masa, melampaui Dino Zoff. 

Gianluigi Buffon menembus tim utama Parma pada 1995 saat usianya baru menginjak 17 tahun. Pada tahun yang sama, kiper kelahiran Carrara itu menjalani debut profesionalnya. Buffon membela Parma hingga 2001, lalu kemudian hijrah ke Juventus.

Bersama Juventus lah karir Buffon melesat. Pun sempat tertiban nasib buruk saat Juventus turun ke Serie B akibat skandal calciopoli, Buffon tetap setia bersama Si Nyonya Tua. Setelah badai berlalu, ia meraih banyak kesuksesan di sana. 

Sempat berseragam Paris Saint-Germain pada 2018-2019, Buffon memutuskan kembali ke Juventus dan bertahan hingga 2021. 

Di level Timnas, Gianluigi Buffon mencatatkan 176 caps bersama timnas Italia dan ikut menjuarai Piala Dunia 2006 yang digelar di Jerman. Di Jerman pula Buffon terpilih sebagai kiper terbaik Piala Dunia 2006.

Salah satu aksi legendaris kiper senior ini dalam menjaga gawang Timnas Italia terjadi di final Piala Dunia 2006.

Saat itu Italia berhadapan dengan Prancis di partai penentu. Zinedine Zidane yang mendapat sebuah umpan matang dari Ljungberg melepaskan sebuah tandukan keras ke tengah gawang Italia yang dikawal Buffon.

Buffon dengan sigap dan cermat melakukan penyelamatan gemilang dengan membuang bola ke atas mistar gawangnya. Peluang mencetak gol Prancis dibuat menjadi nol oleh sang kiper legendaris Italia ini.

Penghargaan

Parma

  • Coppa Italia: 1998–99
  • Supercoppa Italiana: 1999
  • UEFA Cup: 1998–99

Juventus

  • Serie A: 2001–02, 2002–03, 2011–12, 2012–13, 2013–14, 2014–15, 2015–16, 2016–17, 2017–18, 2019–20
  • Serie B: 2006–07
  • Coppa Italia: 2014–15, 2015–16, 2016–17, 2017–18, 2020–21
  • Supercoppa Italiana: 2002, 2003, 2012, 2013, 2015, 2020
  • Juara Kedua UEFA Champions League: 2002–03, 2014–15, 2016–17

Paris Saint-Germain

  • Ligue 1: 2018–19
  • Trophée des Champions: 2018

Timnas Italia

  • Piala Dunia: 2006
  • Juara Kedua UEFA European Championship: 2012
  • FIFA Confederations Cup Bronze Medal: 2013

Individu

  • Bravo Award: 1999
  • Serie A Goalkeeper of the Year Award: 1999, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2008, 2012, 2014, 2015, 2016, 2017
  • UEFA Club Goalkeeper of the Year: 2002–03
  • UEFA Club Footballer of the Year: 2002–03
  • UEFA Team of the Year: 2003, 2004, 2006, 2016, 2017
  • ESM Team of the Year: 2002–03, 2016–17
  • Best European Goalkeeper: 2003, 2016, 2017
  • IFFHS World’s Best Goalkeeper: 2003, 2004, 2006, 2007, 2017
  • FIFA 100
  • FIFA World Cup Yashin Award: 2006
  • FIFA World Cup All-Star Team: 2006
  • Serie A “Fan” Award: 2006, 2007
  • FIFA FIFPro World XI: 2006, 2007, 2017
  • UEFA European Championship Team of the Tournament: 2008, 2012
  • Sports Illustrated Team of the Decade: 2009
  • ESPN World Team of the Decade: 2009
  • IFFHS Best Goalkeeper of the Decade 2001–2011
  • IFFHS Best Goalkeeper of the 21st Century 2001–2020
  • IFFHS Best Goalkeeper of the Past 25 Years: 1987–2012
  • IFFHS All Time World’s Best Goalkeeper: 1987–2020
  • Serie A Team of the Year: 2012, 2014, 2015, 2016, 2017
  • Pallone Azzurro: 2013, 2016
  • UEFA Europa League Squad of the Season: 2013–14
  • Premio Nereo Rocco: 2014
  • UEFA Champions League Squad of the Season: 2014–15, 2016–17
  • UEFA Ultimate Team of the Year substitute (published 2015)
  • France Football World XI: 2015
  • Gianni Brera Award for Sportsman of the Year: 2015
  • Juventus MVP of the Year: 2015–16
  • UEFA Euro All-time XI (published 2016)
  • Premio Nazionale Carriera Esemplare “Gaetano Scirea”: 2016
  • Golden Foot: 2016
  • Serie A Footballer of the Year: 2016–17
  • The Best FIFA Goalkeeper: 2017
  • UEFA Champions League Goalkeeper of the Season: 2016–17
  • IFFHS Men’s World Team: 2017
  • Gazzetta Sports Awards Man of the Year: 2017
  • Juventus Greatest XI of All Time: 2017
  • Ballon d’Or Dream Team (Silver): 2020
  • IFFHS All-time Men’s B Dream Team: 2021

1. Lev Yashin: Kiper Legendaris Dunia, Terbaik dari yang Terbaik

“Laba-Laba Hitam”, begitulah kiper legendaris dunia ini dijuluki. Lev Yashin adalah seorang penjaga gawang yang amat berapi-api dengan refleks yang hebat dan tubuh atletis yang memukau. Kepiawaiannya menjaga gawang seperti seorang kiper berlengan delapan, yang mampu menyelamatkan segalanya.

Lev Ivanovich Yashin, lahir di Moskow, berasal dari keluarga pekerja industri. Perang Dunia II memaksanya untuk menjadi buruh pabrik saat berusia 12 tahun. Namun, karena kesehatannya terganggu, ia berhenti bekerja di usia 18 tahun dan dikirim ke Moskow. Di kota itulah, ia memulai karier sepak bolanya.

Karir Klub Lev Yashin

Yashin menghabiskan seluruh karier sepak bola profesionalnya bersama klub Dinamo Moscow sejak tahun 1950 sampai 1970. Di sanalah, ia dikenal sebagai jenis penjaga gawang modern karena tidak takut bermain dan menggiring bola layaknya pemain lain.

Saking bagusnya cara Yashin mengendalikan kotak penalti, banyak yang menyebutnya sebagai kiper merangkap libero Dinamo Moscow.

Cara bermain Yashin itulah yang saat ini banyak diadaptasi oleh para penjaga gawang di era sepak bola modern. Kemampuan seorang kiper bukan cuma dinilai dari kepiawaiannya menghentikan tembakan saja tapi juga bagaimana ia mengatur pertahanan dan mendistribusikan bola.

Bersama Dinamo Moscow, Yashin mendominasi Liga Uni Soviet. Mereka memenangkan lima gelar juara Liga Uni Soviet dengan Yashin berdiri di bawah mistar gawang.

Lev Yashin di Tim Nasional

Pada tahun 1954, Yashin untuk pertama kalinya dipanggil Timnas Uni Soviet. Bersama Timnas, Yashin menjuarai medali emas Olimpiade Musim Panas 1956 dan Piala Eropa 1960. 

Yashin juga bermain di tiga Piala Dunia, yaitu pada tahun 1958, 1962, dan 1966. Ia mencatat empat pertandingan tanpa kebobolan dari 12 pertandingan yang dimainkannya di putaran final Piala Dunia. 

Meskipun tidak sampai menjadi juara tapi penampilan Piala Dunia terbaik Yashin adalah ketika memimpin tim Uni Soviet di Piala Dunia 1966 di Inggris. Pada turnamen empat tahunan itu, Uni Soviet mampu mencapai semifinal. 

Kiper Peraih Ballon d’Or

Segala catatan gemilang tersebut membuat Yashin dinominasikan Ballon d’Or pada tahun 1960 dan 1961. Pada dua edisi tersebut, sayangnya si laba-laba hitam hanya menempati posisi kelima dan keempat.

Yashin akhirnya secara resmi dianugerahi Ballon d’Or pada bulan Desember 1963. Sampai saat ini, ia adalah satu-satunya kiper yang pernah menjadi Pemain Terbaik Dunia, peraih Ballon d’Or.

Lev Yashin vs Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara yang pernah menjajal kehebatan Lev Yashin di bawah mistar gawang. Perjumpaan kedua negara terjadi di Olimpiade Musim Panas 1956, Melbourne. Meskipun, saat itu Indonesia masih menggunakan nama Hindia Belanda.

Sebagai salah satu tim kuat di era 1950-an, Uni Sovyet diprediksi bakal menang mudah atas Indonesia. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Timnas Indonesia yang saat itu dilatih pelatih asal Yugoslavia, Tony Pogacknik, dan diperkuat pemain seperti Maulwi Saelan, Endang Witarsa, Thio Him Tjiang, Ramlan, dan Andi Ramang berhasil menahan imbang tim Uni Sovyet, yang dihuni pemain kaliber dunia 0-0.

Keberanian pemain Indonesia meladeni lawan yang berpostur lebih besar dan bisa membuat kewalahan Lev Yashin, kiper terbaik di dunia, jadi catatan yang dikenang hingga sekarang.

Ujung Masa Sang Kiper Terbaik Dunia

Semua dedikasinya untuk Timnas Uni Soviet berakhir pada tahun 1971 di Moskow dalam sebuah pertandingan testimonial yang diselenggarakan khusus untuknya di Stadion Lenin, Moskow. Acara itu dihadiri 100.000 penggemar dan sejumlah bintang sepak bola, termasuk Pele, Eusebio, dan Franz Beckenbauer.

Pada tahun 1986, Yashin harus kehilangan kakinya karena penyakit thrombophlebitis (semacam radang pembuluh darah). Ia meninggal dunia pada 20 Maret 1990 akibat kanker lambung.

Kiper Legendaris Dunia

Demi memperingati sang kiper legendaris dunia, sebuah patung perunggu dipersembahkan untuknya. Hingga kini, patung Lev Yashin itu bisa dilihat di depan Stadion Dinamo di kota Moskow.

Di samping itu FIFA mengabadikan nama Lev Yashin menjadi sebuah penghargaan bagi para kiper terbaik di dunia, Yashin Trophy, yang diberikan setahun sekali saat Ballon d’Or Gala.

“Kiper macam apa yang tidak tersiksa oleh sebuah gol yang diizinkannya terjadi? Dia harus tersiksa! Dan jika dia tenang-tenang saja, maka berakhir sudah. Tak peduli apa yang dimilikinya di masa lalu, dia tak punya masa depan. ” – Lev Yashin

Lev Yashin abadi dalam sejarah sepak bola. Penjaga gawang legendaris Uni Soviet itu bisa dibilang merupakan salah satu kiper terbaik sepanjang masa.

Penghargaan

Dynamo Moscow

  • Soviet Top League: 1954, 1955, 1957, 1959, 1963
  • Soviet Cup: 1953, 1966–67, 1970; runner-up: 1955

Timnas Uni Soviet

  • UEFA European Football Championship: Juara 1960, Juara Kedua 1964
  • Olympic Games Gold Medal: 1956
  • Semifinalis Piala Dunia: 1966

Individu

  • European Goalkeeper of the Year: 1956, 1957, 1959, 1960, 1961, 1963, 1964, 1965, 1966
  • UEFA European Championship Team of the Tournament: 1960, 1964
  • USSR Goalkeeper of the year: 1960, 1963, 1966
  • Ballon d’Or: 1963
  • World Soccer World XI: 1963, 1964, 1966, 1967
  • FIFA XI: 1963, 1968
  • Europe XI: 1964, 1964, 1965
  • European football Oscars: 1963-64
  • World XI selected by italian press. 1960, 1961
  • Order of Lenin
  • Silver Olympic Order
  • FIFA Order of Merit
  • Placar’s All-Time Team
  • Placar’s 100 Stars of the Century: #11
  • FIFA World Cup All-Time Team
  • Planète Foot’s All-Time Team
  • France Football’s Football Player of the Century: #10
  • Planète Foot’s 50 Best Players of all Time
  • Venerdì’s All-Time Team
  • Venerdì’s 100 Magnificent
  • World Soccer’s 100 Greatest Footballers of All Time: #11
  • World Team of the 20th Century
  • Voetbol International’s Team of the Century
  • Voetbol International’s World Stars by Raf Willems
  • Jornal A Tarde All-Time Team
  • Placar’s 100 Stars of the World Cup: #23
  • O Estado de São Paulo All-Time Team
  • Berlin-Britz Team of the Decade (1960s)
  • World Hall of Fame of Soccer
  • FIFA Goalkeeper of the 20th Century
  • FIFA World Cup Dream Team
  • Golden Player of Russia
  • World Soccer Greatest XI of all time
  • World Sports dream team of the past 20 years: 1970
  • IFFHS Legends
  • IFFHS World Goalkeeper of the Century
  • IFFHS European Goalkeeper of the Century
  • Ballon d’Or Dream Team
  • IFFHS All-time Men’s Dream Team
  • IFFHS All-time Europe Men’s Dream Team

Itulah dia Speakers, para kiper legendaris dunia yang aksi-aksi briliannya menangkal terjadinya gol ke gawang masih terekam tak tergerus zaman. Saat ini, menurut kalian siapakah kiper terbaik yang layak dikategorikan sebagai kiper legendaris kelak?

Baca juga artikel menarik tentang kiper terbaik lainnya di rubrik Offside. Bicaya bola ya SpeakBola aja!