5 Respect Moments Suporter Indonesia

(speakbola.com) – Rivalitas antar suporter berujung kerusuhan kerap terjadi di dunia sepak bola, tidak terkecuali di Indonesia. Kerusuhan yang tercipta antar kedua suporter bahkan sampai ada yang menelan korban jiwa.

Memang, manusia, pada akhirnya, akan mengakhiri kehidupan dengan kematian, tetapi jika itu disebabkan oleh rivalitas dalam sepak bola, rasanya terlalu berat untuk diterima. Kasus Haringga hingga Ricko dan lain lain adalah catatan suram sepak bola Indonesia.

Sebenarnya, Perdamaian antara dua kelompok pendukung bukanlah hal mustahil. Berikut tim Speakbola rangkum 4 respect moments suporter Indonesia dalam rubrik Offside.

1. Respect Moments Jakmania dan Bonek mania

Pada Jumat (27/11/2015) malam di Stasiun Gubeng Surabaya, terjadi momen langka, yakni ratusan Bonek menyambut hangat suporter Persija Jakarta, Jakmania.

Bonek menyambut the Jakmania di Stasiun Gubeng

Sekitar 200 Jakmania berangkat menuju Malang menggunakan kereta api dan transit di Surabaya. Tanpa ada perencanaan, para Bonek telah menunggu di stasiun.

Tak ada pelemparan atau sambutan rasis, yang terjadi justru sebuah respect moments antara kedua supporter. Mereka saling bersalaman dan Bonek menyanyikan lagu selamat datang kepada Jakmania.

Kisah perdamaian itu mungkin hanya dilakukan oleh segelintir orang dari kedua belah pihak. Namun, aroma perdamaian yang mereka sebarkan bisa menjadi titik balik hubungan kedua suporter yang selama ini panas. Perdamaian kecil Bonek-Jakmania telah menyebar di media sosial dan membuat banyak supporter respek kepada mereka. Ketua Umum Jakmania saat itu, Richard Achmad, mengatakan bahwa itu adalah momen penting lagi bersejarah bagi proses perdamaian kedua suporter.

Bagi Bonek, tahun ini jadi titik balik. Sebelum momen damai dengan Jakmania, Bonekmania dan Bonek 1927 bersatu, setelah keduanya terpecah akibat dualisme Persebaya yang terjadi sejak tahun 2010.

Begitu pun saat Bonek ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib Persebaya kembali ke PSSI pada awal 2017, Jakmania menyambut dan memberi dukungan.

2. Respect Moments Bobotoh dan Aremania.

Bobotoh sempat berselisih dengan Aremania. Namun hal itu sirna ketika kedua kelompok suporter sepakat untuk berdamai. Bahkan sebagai bentuk perdamaian, keduanya menggelar acara nonton bareng di Yogyakarta saat pertandingan antara Arema FC melawan Persib Bandung. Respect moments ini dimuat pada laman resmi bobotoh.id pada 2016 lalu.

3. Jakmania dan Aremania

Jakmania dan Aremania

Tidak ada catatan pasti kapan Jakmania menjalin keakraban dengan Aremania. Yang pasti, keakraban dua kelompok suporter ini sudah lama terjalin.

Saat Arema dan Persija saling bertemu dalam sebuah pertandingan, suporter kedua tim akan terlihat mesra dan akur, baik itu di luar maupun di dalam stadion.

Banyak kaos dan merchandise bertuliskan Jakmania dan Aremania yang beredar, yang menunjukkan bahwa tak ada permusuhan di antara dua kelompok suporter sepakbola tersebut.

Tidak sedikit orang beranggapan bahwa keakraban itu terjalin karena rivalitas suporter kedua fans dengan Bonek, suporter Persebaya. Namun pada akhirnya, hubungan antara Jakmania dengan Bonek belakangan ini kembali adem-ayem saja.

4. Respect Moments Pusamania dan Balistik

Pusamania dan Balistik Berdamai

Momen perdamaian antar dua kelompok suporter juga ditunjukkan oleh Pusamania, pendukung Pusamania Borneo FC dan Balistik, pendukung Persiba.

Dilansir dari goal.comkedua kelompok suporter menandatangani kesepakatan damai di Balikpapan.

“Menjalin tali silaturahmi yang kemarin sempat terputus, kami datang ke sini (Balikpapan) bagaimana Pusamania, PFC (Balistik) itu kembali menjadi saudara se-Kaltim saling mendukung. Kami lupakan semuanya,” ujar Ali Imron, Ketua Pusamania.

“Kami juga ingin menunjukkan ke suporter-suporter di seluruh Indonesia, bahwa kami bersaudara, menjadi suporter-suporter sejati, bukan suporter anarkistis. Kita ingin selamatkan sepak bola di Kalimantan Timur,” tambahnya.

5. Bonek dan Pasoepati Menanam Pohon Cinta

Bonek dan Pasoepati

Kedua suporter sebenarnya tak memiliki riwayat rivalitas yang panjang. Namun pada kompetisi Divisi Satu 2005/2006, pertemuan Persis Solo dan Persebaya yang sengit berujung pada rivalitas supporter kedua tim.

Pada September 2013, sesepuh Pasoepati, Mayor Haristanto memunculkan ide menanam pohon cinta, sebgai cara untuk mendamaikan Pasoepati dan Bonek. Mayor mengundang pentolan Bonek ke Solo untuk menanam pohon cinta yang terletak di kediamannya. Pentolan Bonek pun datang. Hasilnya, pada tahun yang sama Pasoepati mendapat sambutan hangat di Stadion Tambaksari Surabaya.

Speakers, Itulah 5 respect moments supporter Indonesia. Semoga perdamaian antar supporter di Indonesia tetap tercipta.

Seperti kata eks kapten Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas:

“Jadilah suporter yang militan, loyal, tetapi menggunakan akal sehat. Karena tidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa.” – Bambang Pamungkas

Tetap ikuti SpeakBola untuk dapat berita terkini dan unik dari dunia sepak bola. Bicara bola ya speakbola aja!